Home Blog Page 21

CFD Jakarta Ditiadakan Minggu 14 Juni karena Kegiatan Internasional

Sumbawanews.com,- Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memutuskan meniadakan Car Free Day (CFD) di kawasan Jalan Jenderal Sudirman-MH Thamrin dan Jalan HR Rasuna Said pada Minggu, 14 Juni 2026. Keputusan ini diambil menyusul rencana pelaksanaan kegiatan internasional yang memerlukan pengaturan lalu lintas khusus di area tersebut.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Budi Awaluddin, menjelaskan bahwa peniadaan CFD merujuk pada Pasal 5 ayat (1) Peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor 12 Tahun 2016 tentang Pelaksanaan Hari Bebas Kendaraan Bermotor. Aturan tersebut secara jelas memungkinkan penangguhan HBKB jika terdapat kepentingan strategis yang memerlukan prioritas penggunaan ruang jalan.

“Kami mengimbau masyarakat untuk memperhatikan perubahan pola lalu lintas selama kegiatan internasional berlangsung,” ujar Budi dalam keterangan resmi, Kamis (11/6/2026). Ia menekankan bahwa kebijakan ini bukan bersifat permanen, melainkan sementara dan demi mendukung kepentingan nasional yang lebih luas.

Pihaknya juga mengajak warga untuk menyesuaikan aktivitas harian, terutama bagi yang biasa mengikuti CFD sebagai bagian dari gaya hidup sehat. “Keselamatan dan kelancaran mobilitas adalah prioritas utama. Kami mohon kerja sama seluruh elemen masyarakat untuk tetap mematuhi rambu dan petunjuk petugas di lapangan,” tambahnya.

Meski CFD sementara dihentikan, Pemprov DKI menegaskan bahwa program ini tetap menjadi bagian integral dari kebijakan transportasi berkelanjutan. Rencana pengembangan ruang publik ramah pejalan kaki dan sepeda, termasuk perluasan CFD ke kawasan Rasuna Said, masih berlanjut sesuai agenda pemerintah daerah.

Masyarakat diimbau untuk terus memantau informasi resmi melalui kanal resmi Dinas Perhubungan DKI Jakarta dan aplikasi JAKI guna mendapatkan update terkini terkait perubahan arus lalu lintas dan rencana kegiatan publik lainnya.

Habib Palsu Cabuli Delapan Santriwati di Ponpes Semarang

Sumbawanews.com,- Seorang pria mengaku sebagai habib berhasil mencabuli delapan santriwati di bawah umur di sebuah pondok pesantren di Susukan, Kabupaten Semarang, dengan memanfaatkan kepercayaan masyarakat terhadap simbol keagamaan. Pelaku, AJS (56), warga Salatiga, awalnya hanya menjadi tamu di ponpes tersebut sebelum lama-kelamaan mengabdi dan secara sistematis membangun citra sebagai tokoh spiritual yang dihormati.

Menurut Kapolres Semarang AKP Bodia Teja Lelana, aksi kejahatan itu berlangsung antara 2023 hingga 2024. Pelaku tidak hanya memaksa korban secara fisik, tetapi juga menggunakan manipulasi psikologis berbasis agama. Ia mengancam bahwa para santriwati yang menolak akan mengalami kemalangan, kehilangan rezeki, bahkan dianggap berdosa di hadapan Tuhan—sebuah taktik yang sangat efektif mengingat kerentanan mental dan kepatuhan religius para korban yang masih berusia 13 hingga 14 tahun saat kejadian.

Laporan resmi baru muncul pada Mei 2025, setelah salah satu korban berani menceritakan kejadian itu kepada keluarga. Selama ini, para korban takut melapor karena takut tidak dipercaya, atau justru dianggap merusak nama baik sang “habib.” Polisi sempat kesulitan menangkap pelaku karena ia enggan kooperatif, hingga akhirnya dilakukan penjemputan paksa.

Kini, AJS ditahan dan dijerat Pasal 81 dan Pasal 82 Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman hukuman maksimal hingga 15 tahun penjara. Pihak kepolisian belum menutup kemungkinan adanya korban lain yang belum melapor, dan sedang melakukan pendataan menyeluruh terhadap seluruh santriwati yang pernah tinggal di ponpes tersebut selama periode kejahatan berlangsung.

Kasus ini memperburuk kepercayaan publik terhadap figur-figur spiritual yang tidak jelas asal-usulnya, sekaligus mengungkap rapuhnya sistem pengawasan di lembaga pendidikan keagamaan. Di tengah maraknya kasus serupa di berbagai daerah, masyarakat pun mulai menuntut transparansi dan regulasi ketat terhadap siapa saja yang mengaku sebagai ulama, habib, atau pengasuh ponpes—terutama yang berinteraksi langsung dengan anak-anak di bawah asuhan mereka.

Kanada Larang Anak di Bawah 16 Tahun Gunakan Medsos

Sumbawanews.com,- Pemerintah Kanada resmi melarang anak di bawah usia 16 tahun memiliki akun media sosial, menyusul langkah serupa yang diambil Indonesia, Australia, dan Malaysia. Regulasi ini diumumkan melalui Undang-Undang Safe Social Media Act, yang ditandatangani langsung oleh Menteri Identitas dan Kebudayaan, Marc Miller, sebagai bagian dari upaya melindungi generasi muda dari dampak psikologis dan eksploitasi digital.

Undang-undang ini tidak hanya membatasi akses usia, tetapi juga membebani platform teknologi raksasa dengan tanggung jawab hukum yang lebih berat. Perusahaan wajib menghapus konten deepfake, materi yang memicu trauma ulang pada korban kekerasan seksual, serta menyediakan sistem pelaporan yang responsif dan fitur pemblokiran yang efektif. Selain itu, semua konten yang dihasilkan kecerdasan buatan (AI) harus diberi label jelas agar pengguna bisa membedakan antara konten nyata dan rekayasa.

Berbeda dengan media sosial, layanan chatbot AI tidak dilarang total bagi anak di bawah 16 tahun. Pemerintah Kanada berargumen bahwa dampak chatbot belum sekomprehensif media sosial dalam membentuk perilaku sosial anak. Namun, pengembang AI tetap diwajibkan menerapkan mekanisme mitigasi risiko dan menyediakan “tindakan darurat” untuk menghentikan perilaku berbahaya secara instan—langkah yang diduga kuat terkait insiden penembakan di Tumbler Ridge yang melibatkan interaksi dengan AI.

Untuk menegakkan aturan ini, pemerintah membentuk Digital Safety Commission of Canada, lembaga independen yang berwenang mengawasi kepatuhan platform, memberikan sanksi, sekaligus mengevaluasi pengecualian. Platform yang ingin mendapatkan izin khusus untuk tetap melayani pengguna di bawah 16 tahun harus membuktikan sistem proteksinya “sangat aman dan memadai”—standar yang jauh di atas sekadar fitur parental control biasa.

Langkah Kanada ini menandai pergeseran signifikan dalam kebijakan digital global: dari sekadar mengimbau keamanan online, menuju regulasi hukum yang mengikat dan bersifat preventif. Dengan demikian, Kanada tidak hanya mengikuti tren, tetapi berusaha menjadi pelopor dalam membangun ekosistem digital yang benar-benar ramah anak—bukan hanya dengan larangan, tapi dengan desain teknologi yang bertanggung jawab.

Presiden Prabowo Tanggapi Kritik Lawatan Luar Negeri dengan Sebut Jokowi

Sumbawanews.com,- Presiden Prabowo Subianto menanggapi kritik atas intensitas lawatan luar negerinya dengan menyinggung kebijakan mantan presiden Joko Widodo. Dalam pidatonya di Musyawarah Nasional Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) di Bandar Lampung, Rabu (10/6/2026), Prabowo menyoroti adanya paradoks dalam penilaian publik terhadap gaya diplomasi para pemimpin.

“Ada presiden yang jarang ke luar negeri, tapi dicaci karena dianggap tidak peduli politik luar negeri. Lalu ada yang sering bepergian, malah dihujat karena ‘terlalu sering’,” ujar Prabowo, merujuk pada periode kepemimpinan Jokowi yang dinilai lebih fokus pada agenda domestik.

Ia menekankan bahwa dinamika geopolitik global kini semakin kompleks dan tak terduga. “Kita tidak tahu kawan siapa, lawan siapa. Maka, diplomasi aktif bukan pilihan—tapi kebutuhan,” tegasnya. Menurutnya, Indonesia harus mempertahankan prinsip politik luar negeri bebas-aktif yang diwarisi dari para pendiri bangsa, agar bisa menjalin hubungan strategis dengan siapa pun, tanpa terikat blok tertentu.

Prabowo menegaskan bahwa ia tidak terganggu oleh “noise” atau kebisingan politik yang mengiringi setiap kunjungan luar negerinya. “Yang penting, saya yakin garis kerja saya untuk bangsa dan rakyat. Selama itu jelas, saya tak akan ragu,” katanya.

Komentarnya muncul di tengah meningkatnya perhatian publik terhadap frekuensi perjalanan dinas presiden ke luar negeri sejak ia menjabat. Beberapa pihak mengkhawatirkan anggaran diplomatik yang meningkat, sementara sebagian lain memandangnya sebagai upaya memperkuat posisi Indonesia di tengah ketidakpastian global—terutama pasca konflik di Timur Tengah, ketegangan Laut Cina Selatan, dan perubahan kebijakan luar negeri Amerika Serikat di bawah pemerintahan Donald Trump.

Dalam kesempatan itu, Prabowo juga menyebut bahwa Indonesia tidak boleh menjadi penonton di panggung dunia. “Kita punya sejarah besar, punya posisi strategis, dan punya sumber daya. Tapi tanpa kehadiran aktif di kancah internasional, semua itu hanya potensi yang terpendam.”

Tak ada indikasi bahwa Prabowo menyalahkan Jokowi—sebaliknya, ia menggunakan perbandingan itu sebagai alat untuk memperkuat argumen bahwa diplomasi presiden harus dinilai dalam konteks zaman, bukan dengan standar yang kaku. Ia menegaskan bahwa setiap kepemimpinan punya tantangan dan cara sendiri, dan yang terpenting adalah hasilnya bagi kepentingan nasional.

Iran Serang Fasilitas Militer AS dengan 12 Rudal Balistik

Sumbawanews.com,- Korps Garda Revolusi Iran meluncurkan 12 rudal balistik dalam serangan balasan terhadap sejumlah fasilitas militer Amerika Serikat di kawasan Teluk, dengan target utama pesawat tempur canggih F-35, F-15, dan F-16, serta pangkalan udara dan pusat kendali strategis. Serangan yang diumumkan pada Kamis (11/6/2026) itu merupakan respons atas pelanggaran berulang AS terhadap gencatan senjata yang berlaku sejak April.

Dalam pernyataan resmi, IRGC menyebut dua gelombang serangan berhasil menghancurkan 18 aset militer AS di pangkalan udara Ali dan Ahmad di Yordania, serta pangkalan Sheikh Isa. Selain Yordania, serangan juga menghantam basis-basis AS di Bahrain dan Kuwait, tempat pasukan Amerika menjalankan operasi logistik dan pengawasan udara di wilayah strategis.

Rudal-rudal balistik yang diluncurkan, menurut IRGC, dirancang khusus untuk menembus sistem pertahanan udara modern AS, dengan fokus pada pesawat tempur generasi kelima seperti F-35 Lightning II yang dianggap sebagai ancaman utama di kawasan. Fasilitas pendukung, termasuk radar, gudang amunisi, dan pusat komando, juga menjadi sasaran.

Seiring serangan itu, Iran mengumumkan penutupan sementara Selat Hormuz hingga pemberitahuan lebih lanjut, memperingatkan semua kapal asing yang melintas tanpa izin akan dianggap sebagai target sah. Langkah ini memperdalam ketegangan di jalur maritim paling vital bagi perdagangan minyak global.

AS belum memberikan konfirmasi resmi atas kerusakan fisik di pangkalan-pangkalan tersebut, meskipun laporan intelijen sekunder mengindikasikan adanya kerusakan pada infrastruktur pendukung. Namun, tidak ada laporan korban jiwa atau kehilangan pesawat tempur di lapangan.

Serangan ini menandai eskalasi paling signifikan dalam konflik tidak langsung antara Iran dan AS sejak gencatan senjata April lalu. Analis keamanan memperingatkan bahwa langkah Iran tidak hanya bersifat simbolis, tetapi juga mengirim sinyal kuat bahwa Teheran siap mempertahankan otoritas strategisnya dengan kekuatan militer yang terukur dan mematikan.

Dengan AS yang saat ini dipimpin oleh Presiden Donald Trump, dan Iran yang terus memperkuat program rudal balistiknya, kawasan Teluk kini berada di ambang risiko konflik terbuka yang lebih luas—dengan dunia menahan napas menunggu respons berikutnya.

Bill Gates Akui Dijadikan Senjata oleh Epstein

Sumbawanews.com,- Jakarta – Bill Gates, pendiri Microsoft dan salah satu dermawan paling berpengaruh di dunia, mengaku bahwa Jeffrey Epstein pernah mencoba memerasnya dengan memanfaatkan informasi pribadi tentang perselingkuhannya dalam pernikahan. Kesaksian itu disampaikan Gates secara tertutup di hadapan Komite Pengawasan DPR Amerika Serikat pada Rabu, 10 Juni 2026, sebagai bagian dari penyelidikan mendalam terhadap jaringan kejahatan seksual yang dipimpin Epstein.

Dalam pernyataan tertulis yang dirilis timnya, Gates mengakui bahwa ia pernah menjalin hubungan dengan Epstein antara 2011 hingga Desember 2014, terutama untuk membahas kemungkinan pendirian dana amal bersama—yang tak pernah terwujud. Namun, ia menegaskan bahwa ia tidak pernah mengunjungi properti Epstein di Pulau Little St. James, peternakannya di New Mexico, maupun rumahnya di Florida. “Saya tidak pernah menjadi korban siapa pun,” tegasnya. “Dan saya tidak pernah menyaksikan atau mendapat indikasi bahwa Epstein terlibat dalam perilaku kriminal yang berkelanjutan.”

Namun, Gates mengakui kesalahan besar: ia gagal melakukan due diligence yang seharusnya sebelum menerima perkenalan dari Epstein, meskipun ia sudah mengetahui bahwa mantan pemodal itu pernah dihukum atas kasus prostitusi anak di Florida pada 2008. “Saya menyadari ia punya masalah hukum sebelumnya, tapi saya tidak sepenuhnya memahami seberapa dalam kejahatannya,” ujar Gates. “Saya menerima perkenalan itu tanpa pengawasan yang seharusnya.”

Lebih dari sekadar kesalahan penilaian, Gates mengungkap bahwa Epstein kemudian menggunakan informasi sensitif tentang hubungan di luar pernikahannya dengan Melinda Gates sebagai senjata untuk memanipulasi. “Epstein mengetahui fakta bahwa saya tidak setia dalam pernikahan. Ia mencoba memeras saya agar kembali berhubungan dengannya,” kata Gates. “Ini tidak ada hubungannya dengan tujuan sosial atau filantropi saya—hanya upaya jahat untuk mengontrol saya.”

Ia menekankan bahwa upaya pemerasan itu gagal. “Dia gagal. Tapi ini menunjukkan cara kerjanya: memanfaatkan kelemahan pribadi untuk memperkuat kekuasaannya.”

Kesaksian Gates menjadi titik penting dalam rangkaian penyelidikan Komite Pengawasan DPR yang telah memanggil 14 tokoh kunci, termasuk mantan Presiden Bill Clinton, mantan Menteri Luar Negeri Hillary Clinton, dan mantan CEO Victoria’s Secret Les Wexner. Ketua komite, James Comer, menegaskan bahwa tujuan penyelidikan bukan untuk menyalahkan Gates, melainkan mengungkap sejauh mana elit politik dan bisnis menutupi atau mengabaikan kejahatan Epstein. “Tidak ada yang menuduh Bill Gates melakukan kesalahan apa pun. Kami menghargai kehadirannya secara sukarela,” ujar Comer.

Namun, kritik terus mengalir. Banyak pihak menilai bahwa fokus komite terlalu banyak pada individu seperti Gates, sementara sistem yang melindungi Epstein—termasuk kesepakatan non-penuntutan kontroversial pada 2008 dan kegagalan jaksa federal—belum sepenuhnya diungkap. Apalagi, meski Kongres telah mengesahkan Undang-Undang Transparansi Berkas Epstein pada November 2025, rilis dokumen pada Januari 2026 justru memicu kemarahan: sejumlah catatan diduga telah disunting ilegal, dan identitas korban tanpa sengaja terpublikasi.

Yang mencolok: Presiden Donald Trump, yang dikenal dekat dengan Epstein sejak era 1990-an, tetap absen dari proses ini. Meski Trump membantah mengetahui kejahatan seksual Epstein, laporan media baru-baru ini mengungkapkan komunikasi intensif antara keduanya bahkan setelah Epstein dihukum. Pemerintahan Trump kini menghadapi tekanan kuat untuk menjelaskan penanganan berkas-berkas yang diduga sengaja ditutupi.

Gates, yang hubungannya dengan Epstein menjadi salah satu faktor pemicu perceraiannya dari Melinda Gates pada 2021, mengatakan penyesalannya tak terukur. “Reputasi adalah fondasi dari semua pekerjaan yang saya lakukan untuk menyelamatkan nyawa. Bertemu Epstein adalah kesalahan penilaian yang serius—dan membahayakan misi saya,” katanya. “Saya ingin dunia tahu: tidak ada uang, tidak ada pengaruh, yang bisa membenarkan hubungan dengan seseorang seperti dia.”

Epstein ditemukan tewas di sel tahanan pada Agustus 2019, sebelum persidangan atas tuduhan perdagangan seks dan konspirasi. Namun, kesaksian Gates dan puluhan saksi lainnya menunjukkan bahwa jejak kejahatannya masih hidup—bukan hanya dalam dokumen, tapi dalam cara kekuasaan, kekayaan, dan rahasia pribadi saling berbaur untuk melindungi yang bersalah.

Iran Balas Serangan AS dengan Rudal ke Pangkalan Militer di Kuwait dan Bahrain

Sumbawanews.com,- Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat meledak dalam siklus balasan militer yang memperdalam krisis di Teluk. Pada Kamis (11/6/2026), Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengumumkan telah meluncurkan serangan terhadap 18 target militer AS di Kuwait dan Bahrain, sebagai respons atas serangan udara AS yang menargetkan fasilitas strategis di selatan Iran dua hari sebelumnya.

Serangan yang dipicu oleh eskalasi beruntun itu mengejutkan sekutu-sekutu AS di kawasan. Target utama yang disebut IRGC mencakup Pangkalan Udara Ali Al Salem dan Ahmad Al Jaber di Kuwait, serta Pangkalan Udara Sheikh Isa di Bahrain—semuanya merupakan basis operasional kunci bagi kehadiran militer Amerika di Timur Tengah. Selain itu, sistem pertahanan udara Patriot dan fasilitas komunikasi milik Armada Kelima Angkatan Laut AS di Bahrain juga menjadi sasaran, dengan drone bunuh diri dilaporkan digunakan untuk menyerang kapal-kapal perang di perairan sekitar.

Sebelumnya, pada Rabu (10/6), Komando Pusat AS (CENTCOM) mengklaim telah melancarkan serangan presisi terhadap sejumlah lokasi di Iran selatan, termasuk di Bandar Abbas, Sirik, dan dekat Minab di Provinsi Hormozgan. Ledakan besar terdengar di wilayah barat Teheran dan di Pulau Kish, sementara sistem pertahanan udara Iran aktif memicu respons untuk menangkal serangan yang diperkirakan berasal dari pesawat tempur dan rudal jelajah AS.

Kedua pihak saling menyalahkan. Washington menyebut tindakan Iran sebagai “agresi tidak beralasan dan terus berlanjut,” sementara Teheran menegaskan bahwa serangannya adalah “hak legal untuk mempertahankan kedaulatan” setelah AS “melanggar ruang udara dan wilayah teritorial Iran.” Kedua negara belum mengonfirmasi kerusakan fisik atau korban jiwa, tetapi dampak geopolitiknya sudah terasa luas.

Kuwait dan Bahrain, yang sebelumnya berusaha menjaga netralitas, kini berada di garis depan konflik. Pemerintah kedua negara segera mengeluarkan pernyataan resmi mengecam serangan tersebut dan menyerukan pengekangan kekerasan. Sementara itu, harga minyak dunia melonjak lebih dari 5 persen dalam sehari, mengingat lokasi serangan berada di jalur strategis pengiriman energi di Teluk Persia.

Analisis keamanan memperingatkan bahwa siklus balasan ini bisa memicu perang terbuka jika tidak segera dihentikan oleh diplomasi. Pihak-pihak internasional, termasuk Uni Eropa dan PBB, mendesak kedua belah pihak untuk kembali ke meja perundingan. Namun, dengan kepercayaan yang hampir runtuh dan kedua negara sama-sama menegaskan bahwa mereka siap memperluas respons, dunia menanti apakah langkah berikutnya akan berupa perang atau penarikan diri—dengan risiko yang jauh lebih besar dari sebelumnya.

Nike Masih Mendominasi Dunia Olahraga Meski Tantangan Bisnis Menggunung

Sumbawanews.com,- Meski menghadapi gejolak manajemen pasca-pandemi, Nike tetap menjadi raksasa tak tergoyahkan di industri olahraga. Sepatu lari ikonik Vaporfly menjadi acuan utama bagi seluruh pesaing, sementara Air Force 1 terus menjadi salah satu sepatu paling laris di dunia. Di tengah perubahan tren dan tekanan pasar, merek ini tetap mempertahankan dominasinya lewat inovasi teknologi, desain ikonik, dan jaringan loyalitas pelanggan yang kuat.

Bagi para penggemar, kesempatan untuk mendapatkan produk unggulan Nike kini lebih terbuka lewat berbagai program diskon eksklusif. Pengguna aplikasi Nike bisa memanfaatkan kode promo **APP15** untuk mendapatkan potongan 15% pada pembelian pertama, ditambah gratis ongkir untuk pesanan di atas $50. Program keanggotaan ini juga memberi akses ke tes pakai gratis selama 60 hari, pengembalian gratis, dan penawaran khusus yang tidak tersedia di luar aplikasi.

Pelanggan yang merayakan ulang tahun bisa menikmati diskon 10% pada pembelian minimal $100—berlaku hingga $500 dari total belanja—asalkan telah terdaftar sebagai anggota dan login ke akun pribadi. Diskon serupa juga tersedia untuk pelajar di Amerika Serikat berusia 16 tahun ke atas, baik di tingkat SMA, perguruan tinggi, maupun universitas. Verifikasi status pelajar melalui platform SheerID akan menghasilkan kode satu kali pakai yang bisa digunakan untuk hampir seluruh produk, termasuk sepatu lari Vomero Plus yang terkenal dengan bantalan ultra-nyaman.

Kelompok profesi tertentu juga mendapat apresiasi khusus. Tenaga medis, petugas pemadam kebakaran, polisi, guru, serta personel militer aktif, pensiunan, dan keluarganya berhak atas diskon 10% setelah verifikasi identitas melalui SheerID. Kode ini berlaku selama dua minggu dan bisa diperbarui setiap tujuh hari, sebagai bentuk terima kasih atas kontribusi mereka.

Produk terbaru yang sedang naik daun adalah Nike V5 RNR—sepatu gaya Y2K dengan midsole busa ringan dan detail metallic yang memadukan nuansa retro dan modern. Di luar itu, sepatu lari Pegasus generasi ke-41 yang diperbarui, serta koleksi Kobe Protro yang digunakan atlet ternama seperti Caitlin Clark, menjadi pilihan utama para atlet dan penggemar basket.

Diskon besar juga menghiasi berbagai model ikonik: Dunk Low dan Dunk Low Retro SE turun hingga 24%, Zoom Vomero 5 diskon 24%, Nike Free Metcon 6 hingga 32%, dan Air Force 1 ‘07 LV8 bisa didapat di bawah $80. Bahkan Air Max 270 masih menawarkan potongan hingga 30%, menjadikannya pilihan cerdas bagi yang mencari kenyamanan klasik dengan harga terjangkau.

Di luar sepatu, apparel Nike tetap menjadi standar emas. Legging ⅞ dengan waistband tinggi dan kantong praktis, serta jaket hujan Fast Repel yang ringan namun tahan air, menjadi favorit para pelari. Koleksi terbaru yang menarik perhatian adalah Nike Skims—kolaborasi dengan merek shapewear Kim Kardashian yang menggabungkan fungsi kompresi dengan desain atletis, cocok untuk yoga, HIIT, hingga lari.

Tak ketinggalan, koleksi Team US yang terinspirasi Olimpiade mendatang menjadi sorotan, dengan jersey, celana, dan aksesori bernuansa nasional yang siap membangkitkan semangat kebanggaan. Sementara itu, peluncuran Nike SB Dunk Low Pro x Bronx Girls Skate menggabungkan budaya skate urban dengan estetika streetwear, menunjukkan bahwa Nike tak hanya menjual produk, tapi juga budaya.

Dengan jaringan distribusi global, teknologi bahan yang terus berkembang, dan strategi pemasaran yang memahami emosi konsumen, Nike membuktikan bahwa meski pimpinan perusahaan berada di tengah badai, produknya tetap menjadi pilihan utama jutaan orang di seluruh dunia—bukan karena iklan, tapi karena kualitas yang tak terbantahkan.

Kejagung Ungkap Korupsi MBG Lewat Tiga Barang Kunci

Sumbawanews.com,- Jakarta – Kejaksaan Agung mengungkap dugaan korupsi dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui analisis tiga barang bukti utama: perangkat elektronik, dokumen internal, dan catatan transaksi yang diduga terkait penyimpangan dana. Penggeledahan di enam lokasi di Jakarta berhasil menyita barang-barang tersebut, yang kini menjadi fokus penyidikan intensif.

Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Syarief Sulaeman Nahdi, mengonfirmasi bahwa barang bukti yang diamankan mencakup laptop, ponsel, dan berkas administrasi yang diduga menjadi jejak digital dan tertulis dari praktik korupsi tata kelola MBG pada Badan Gizi Nasional (BGN) tahun 2025–2026. “Kami sedang mengkaji semua data elektronik dan dokumen untuk membangun peta aliran dana dan keterlibatan para pelaku,” ujar Syarief dalam keterangan resmi, Kamis (11/6/2026).

Tiga mantan pejabat BGN telah ditetapkan sebagai tersangka: Dadan Hindayana (mantan Kepala BGN), Sony Sonjaya (wakil kepala), dan Lodewyk Pusung (wakil kepala bidang pengembangan organisasi). Penetapan tersangka ini diumumkan pada 3 Juni 2026, setelah tim penyidik mengumpulkan dua alat bukti yang cukup dari pemeriksaan saksi dan analisis dokumen.

Dadan Hindayana, yang dicopot dari jabatannya pada 2 Juni 2026, telah ditahan setelah kembali dari ibadah haji. Penahanannya terkait dugaan jual-beli titik pelayanan gizi (SPPG), sebuah mekanisme yang seharusnya menjamin distribusi makanan bergizi bagi anak-anak di sekolah dasar. Sementara itu, Sony dan Lodewyk diduga terlibat dalam manipulasi anggaran dan pengadaan barang yang tidak sesuai prosedur.

Meski Kejagung belum merinci detail lokasi penggeledahan, sumber internal mengungkap bahwa salah satu titik penggeledahan berada di kantor pusat BGN di Jakarta Pusat, sementara lainnya tersebar di kantor cabang dan tempat penyimpanan arsip. Semua barang bukti kini sedang melalui proses forensik digital dan verifikasi hukum untuk memastikan keotentikan dan relevansinya sebagai alat bukti di persidangan.

Program MBG, yang awalnya dirancang sebagai upaya pemerintah memerangi stunting melalui pemberian makanan bergizi gratis di sekolah-sekolah, kini menjadi sorotan publik akibat dugaan penyalahgunaan anggaran yang mencapai ratusan miliar rupiah. Kepala BGN sebelumnya sempat menegaskan bahwa seluruh pengadaan dilakukan sesuai aturan, namun temuan Kejagung justru menunjukkan adanya pola penggelembungan harga, pengadaan fiktif, dan pengalihan dana ke rekening pribadi.

Kasus ini menjadi salah satu fokus utama Kejagung di tengah gelombang pemberantasan korupsi di sektor kesehatan dan pendidikan. Presiden Prabowo Subianto, dalam sejumlah kesempatan, telah menegaskan komitmennya terhadap transparansi dan akuntabilitas dalam program-program sosial, termasuk MBG. “Korupsi di bidang pangan dan gizi adalah kejahatan terhadap masa depan bangsa,” ujar Presiden dalam pidato terakhirnya.

Penyidikan terus berlanjut, dan Kejagung memperkirakan akan mengembangkan kasus ini ke pihak-pihak lain yang diduga terlibat, termasuk pihak swasta yang menjadi mitra pengadaan. Publik menanti hasil analisis forensik yang akan diumumkan dalam waktu dekat, sebagai dasar untuk menuntut para tersangka di pengadilan.

Kanada Rencanakan Larangan Medsos untuk Anak di Bawah 16 Tahun

Sumbawanews.com,- Pemerintah Kanada mengajukan rancangan undang-undang bernama Safe Social Media Act yang akan melarang anak-anak di bawah usia 16 tahun memiliki akun media sosial. Jika disahkan, langkah ini akan menjadikan Kanada sebagai negara terbaru yang mengambil tindakan tegas terhadap paparan digital pada remaja, menyusul Australia, Indonesia, dan Malaysia yang sebelumnya telah menerapkan pembatasan serupa.

RUU ini tidak hanya menetapkan batas usia, tetapi juga membebani platform media sosial dengan kewajiban baru untuk melindungi pengguna muda. Perusahaan teknologi wajib merancang produk yang secara desain lebih aman bagi anak-anak, menghapus konten deepfake, serta materi yang memperlihatkan eksploitasi seksual terhadap anak—termasuk konten yang membuat penyintas kembali mengalami trauma. Selain itu, platform harus menyediakan label jelas untuk konten yang dihasilkan kecerdasan buatan, mekanisme pelaporan yang mudah diakses, dan fitur pemblokiran otomatis untuk meminimalkan paparan terhadap konten berbahaya.

Namun, aturan ini tidak berlaku seragam untuk semua teknologi digital. Meski media sosial dilarang untuk anak di bawah 16 tahun, layanan chatbot berbasis AI tidak dikenai batasan usia. Menteri Identitas dan Kebudayaan Kanada, Marc Miller, menjelaskan bahwa dampak chatbot AI belum sepenuhnya dipahami sebanding dengan kerusakan sosial yang ditimbulkan platform media sosial. “Mereka tidak memiliki peran sosial yang sama,” katanya dalam konferensi pers, mengutip laporan Engadget.

Meski demikian, RUU tersebut tetap mengatur chatbot AI dengan ketentuan khusus. Platform AI diwajibkan mengurangi risiko penyebaran konten berbahaya, mencegah perilaku yang dapat membahayakan pengguna, dan menyiapkan protokol darurat untuk menangani krisis—sebagai respons langsung terhadap insiden penembakan di Tumbler Ridge yang melibatkan chatbot dari OpenAI.

Pelaksanaan aturan ini akan diawasi oleh Komisi Keamanan Digital Kanada, lembaga baru yang dibentuk melalui undang-undang terpisah. Lembaga ini berwenang menegakkan regulasi, menilai kepatuhan platform, dan memberikan pengecualian jika suatu layanan dinilai telah menyediakan perlindungan yang memadai bagi anak-anak.

Langkah Kanada ini menandai pergeseran signifikan dalam kebijakan digital global, di mana pemerintah mulai mengakui bahwa keamanan anak bukan hanya tanggung jawab orang tua, tetapi juga kewajiban sistemik yang harus diatur oleh negara. Dengan RUU ini, Kanada berusaha membangun lapisan perlindungan yang lebih komprehensif—bukan hanya dengan melarang, tetapi dengan merancang ulang ekosistem digital agar ramah terhadap generasi muda.

Berita Terkini

Perampok Bacok Ibu dan Anak Usai Diketahui Masuk Rumah

Sumbawanews.com,- Seorang pelaku perampokan berinisial DR (28) ditangkap polisi setelah membacok ibu dan anak di rumah mereka di Sukamaju Baru, Depok, saat keduanya memergokinya...

Eks Presiden Korsel Divonis 30 Tahun Usai Serang Korut

Sumbawanews.com,- Jakarta — Pengadilan Distrik Pusat Seoul menjatuhkan hukuman 30 tahun penjara terhadap mantan Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol, terkait keterlibatannya dalam serangan...

Pemilik Blueray Cargo Akui Bayar Rp30 Miliar ke Pejabat Bea Cukai

Sumbawanews.com,- Pemilik PT Blueray Cargo, John Field, mengaku telah menyerahkan total Rp91 miliar kepada sejumlah pejabat di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai sebagai bentuk...

KPK Periksa Saksi Terkait Jaringan Korupsi Bea Cukai

Sumbawanews.com,- Jakarta — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil Sekretaris Pendiri Indonesian Audit Watch (IAW), Iskandar Sitorus, sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi di lingkungan...

Telkomsel Pertahankan Kepemimpinan Inti untuk 2026

Sumbawanews.com,- Di tengah percepatan transformasi digital, PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel) memutuskan untuk mempertahankan struktur kepemimpinan intinya hingga 2026. Keputusan ini diambil dalam Rapat Umum...

Berita Utama