Sumbawanews.com,- Pelatih Real Madrid Jose Mourinho mengungkapkan keinginannya agar para pemain klubnya segera tersingkir dari Piala Dunia 2026, bukan karena dendam, tapi demi kepentingan taktis tim. Dalam wawancara eksklusif dengan podcast Beast Mode On, Mourinho secara terbuka mengaku ingin bintang-bintang Los Blancos pulang lebih awal dari turnamen di Amerika Utara agar bisa segera bergabung dalam pemusatan latihan pramusim.
“Anda ingin mendengar kebenaran? Saya ingin para pemain Real Madrid kalah dan segera pergi berlibur. Karena saya ingin anak-anak itu kembali secepatnya untuk pramusim,” ujar Mourinho, seperti dilansir Sportbible pada 1 Juli 2026.
Pernyataan itu langsung memicu gelombang reaksi di kalangan penggemar sepak bola global. Pasalnya, Mourinho—yang baru kembali ke Santiago Bernabéu setelah 13 tahun menjalani petualangan di berbagai klub—sedang memikirkan ulang fondasi tim setelah dua musim tanpa trofi. Real Madrid, yang sempat terpuruk dalam kekacauan ruang ganti dan performa tak konsisten, kini diharapkan bangkit di bawah kendali sang pelatih berusia 63 tahun asal Portugal itu.
Mourinho menargetkan latihan perdana di kompleks Valdebebas pada 14 Juli 2026, enam hari sebelum laga final Piala Dunia 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 20 Juli. Dengan begitu, ia ingin para pemain yang terpilih ke tim nasional—termasuk mereka yang berpotensi tampil hingga babak akhir—tidak terlambat kembali ke markas klub. Kehadiran mereka di awal masa persiapan dianggap krusial untuk membangun kembali kohesi tim dan memperkenalkan filosofi permainan barunya.
Meski terdengar egois, sikap Mourinho justru mencerminkan realitas modern sepak bola: keberhasilan klub sering kali bergantung pada seberapa cepat para pemain internasional bisa kembali ke tim setelah turnamen besar. Ia tidak menolak kebanggaan para pemainnya berlaga di Piala Dunia, tetapi ia juga tak mau kehilangan momentum yang bisa menentukan arah musim depan.
Real Madrid sendiri masih menunggu konfirmasi resmi siapa saja dari skuadnya yang akan membela negaranya di turnamen yang akan dihelat di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Nama-nama seperti Kylian Mbappé, Jude Bellingham, dan Vinícius Júnior menjadi kandidat utama yang kemungkinan besar akan absen dalam beberapa minggu awal latihan pramusim.
Dengan doa “nyeleneh” itu, Mourinho bukan sekadar menunjukkan sisi pragmatisnya—ia juga mengingatkan dunia bahwa di balik ambisi besar, ada perhitungan kecil yang tak kalah penting: waktu.















