Home Blog

Inggris Andalkan Rashford dan Kane Lawan RD Kongo di 32 Besar Piala Dunia 2026

Sumbawanews.com,- Stadion Atlanta, Amerika Serikat — Timnas Inggris menurunkan kekuatan terbaiknya dalam laga 32 besar Piala Dunia 2026 melawan Republik Demokratik Kongo, Rabu (1/7/2026) pukul 23.00 WIB. Pelatih Thomas Tuchel memercayakan Marcus Rashford dan Harry Kane sebagai ujung tombak, dengan Jude Bellingham dan Declan Rice mengatur ritme permainan dari tengah.

Dalam formasi 4-2-3-1, Jordan Pickford menjaga gawang, didukung lini belakang yang terdiri dari Djed Spence, Ezri Konsa, Marc Guehi, dan Nico O’Reilly. Di tengah, Rice dan Elliot Anderson berperan sebagai double pivot, sementara Bellingham bergerak bebas di belakang trio serang yang diisi Rashford, Kane, dan Noni Madueke.

Sementara itu, RD Kongo tampil dengan skema 4-3-3, mengandalkan ketangkasan lini depan lewat Brian Cipenga dan Yoane Wissa. Lini pertahanan mereka dipimpin Aaron Wan-Bissaka, Axel Tuanzebe, Chancel Mbemba, dan Arthur Masuaku, dengan trio tengah Ngalayel Mukau, Nathanael Mbuku, dan Samuel Moutoussamy menjadi penghubung antara pertahanan dan serangan. Lionel Mpasi menjadi penjaga gawang.

Inggris memasuki laga ini dengan catatan impresif: empat kemenangan dari lima pertandingan terakhir, termasuk dominasi di fase grup. Sementara RD Kongo, meski berhasil lolos sebagai salah satu tim terbaik peringkat ketiga, baru meraih satu kemenangan dalam lima laga terakhir, dengan dua kekalahan beruntun menjelang laga ini.

Laga di Atlanta menjadi ujian berat bagi tim Afrika yang berjuang untuk melanjutkan mimpi mereka di turnamen dunia. Bagi Inggris, kemenangan bukan hanya soal melangkah ke babak 16 besar, tapi juga membuktikan kesiapan mereka sebagai salah satu kandidat juara.

Susunan pemain resmi:

**Inggris (4-2-3-1):**

Jordan Pickford; Djed Spence, Ezri Konsa, Marc Guehi, Nico O’Reilly; Declan Rice, Elliot Anderson; Noni Madueke, Jude Bellingham, Marcus Rashford; Harry Kane.

**RD Kongo (4-3-3):**

Lionel Mpasi; Aaron Wan-Bissaka, Axel Tuanzebe, Chancel Mbemba, Arthur Masuaku; Ngalayel Mukau, Nathanael Mbuku, Samuel Moutoussamy; Noah Sadiki; Brian Cipenga, Yoane Wissa.

Belanda Kehilangan Jiwa Sepak Bola, Ibrahimovic Kritik Koeman

Sumbawanews.com,- Zlatan Ibrahimovic menyuarakan kekecewaan tajam terhadap gaya bermain Timnas Belanda di Piala Dunia 2026, menilai bahwa tim Oranye telah kehilangan identitas klasiknya di bawah arahan Ronald Koeman. Kekalahan 2-3 lewat adu penalti dari Maroko di babak 32 besar menjadi puncak kekecewaan yang sudah lama dirasakan sang legenda sepak bola.

Dalam laga yang berlangsung di Stadion Nasional, Belanda tampil sangat defensif, hanya melepaskan enam tembakan—dua di antaranya mengarah ke gawang—sementara Maroko yang lebih agresif mencatat 11 tembakan, lima di antaranya tepat sasaran. Gol awal Cody Gakpo tak mampu bertahan, karena Maroko menyamakan kedudukan di injury time, lalu menang dalam adu penalti setelah laga berakhir imbang 1-1 hingga perpanjangan waktu.

Ibrahimovic, yang pernah membela Ajax pada masa awal karier, tak segan menyebut taktik Koeman terlalu kaku dan mirip gaya sepak bola Italia—bermain untuk tidak kalah, bukan untuk menang. “Ini bukan sekolah Belanda. Di Belanda, kita diajarkan menyerang, menyerang, dan menyerang. Bukan bersembunyi di belakang,” ujarnya, seperti dikutip dari Football Italia.

Ia menekankan, kekalahan boleh saja terjadi, tapi jangan sampai mengorbankan jati diri. “Kalau Anda akan kalah, kalahlah dengan kebanggaan Anda. Jangan ubah identitas Anda hanya karena takut kalah.”

Kritik Ibrahimovic bukan sekadar komentar emosional, tapi refleksi atas perubahan filosofi sepak bola Belanda yang selama puluhan tahun dikenal dengan permainan menyerang, kreatif, dan penuh keberanian. Di bawah Koeman, tim yang pernah menjadi raksasa dengan gaya “Total Football” justru terlihat kehilangan nyawanya.

Tak lama setelah kekalahan itu, Ronald Koeman, pelatih berusia 63 tahun yang menangani Belanda selama empat tahun, mengumumkan pengunduran dirinya. Ia juga memberi isyarat bahwa ia mungkin akan mengakhiri karier kepelatihannya yang telah berlangsung selama 26 tahun.

Kepemimpinan Koeman memang penuh kontroversi. Meski berhasil membawa Belanda lolos ke putaran final dengan posisi teratas di Grup F, gaya bermainnya kerap dianggap terlalu konservatif oleh para pengamat dan mantan pemain. Kritik dari Ibrahimovic—seorang ikon yang tak pernah ragu menyuarakan pendapat—menjadi semacam elegi atas hilangnya semangat sepak bola Belanda yang dulu memukau dunia.

Belgia Tantang Senegal, De Ketelaere: Favorit Bukan Ukuran Kemenangan

Sumbawanews.com,- Pertandingan 32 besar Piala Dunia 2026 akan mempertemukan Belgia dan Senegal di Stadion Seattle, Kamis (2/7/2026) dini hari WIB. Meski dijagokan banyak pihak sebagai tim unggulan, timnas Belgia menolak menganggap status favorit sebagai keunggulan mutlak.

Charles De Ketelaere, salah satu pemain kunci The Red Devils, menegaskan bahwa keyakinan diri dan kesiapan mental jauh lebih penting daripada prediksi odds atau peringkat statistik. “Bagi saya, tidak penting siapa yang dianggap favorit. Yang penting, kami percaya pada kemampuan sendiri dan tajam dalam menjalani laga ini,” ujar De Ketelaere, mengutip pernyataannya kepada Reuters.

Belgia, yang finis di posisi pertama Grup G dengan lima poin dari satu menang, dua seri, dan tanpa kekalahan, tampil konsisten meski tak mendominasi. Romelu Lukaku akhirnya mencetak gol pertamanya di turnamen ini, sementara Kevin De Bruyne terus menjadi otak permainan. Di sisi lain, Senegal—yang menempati posisi ketiga Grup I—mengandalkan kecepatan dan disiplin taktis, dengan Sadio Mane dan Idrissa Gueye menjadi tulang punggung lini tengah dan serangan.

Meski Oddschecker memberi peluang 3/5 bagi Belgia untuk lolos, De Ketelaere menekankan bahwa pengalaman laga sebelumnya melawan Mesir—yang berakhir imbang 1-1—telah mengajarkan timnya bahwa prediksi tak selalu berbanding lurus dengan realitas di lapangan. “Kemarin membuktikan bahwa menjadi favorit atau bukan, tidak ada artinya jika kita tidak fokus,” tambahnya.

Senegal, yang menang atas Irak 2-0 di laga terakhir fase grup, justru datang dengan semangat penuh percaya diri. Pelatih Aliou Cissé menekankan bahwa timnya tidak takut pada nama besar, melainkan siap memanfaatkan setiap celah yang ada.

Laga ini bukan sekadar benturan antara dua tim kuat, tapi juga ujian mental: antara kepercayaan pada reputasi versus keyakinan pada kerja sama tim. Di Seattle, bukan siapa yang diunggulkan yang akan menang, tapi siapa yang lebih siap membunuh waktu dan ruang.

Dengan skuad berlapis bakat dan pengalaman, Belgia berharap bisa melanjutkan tradisi kejayaan generasi emasnya. Namun, seperti yang diingatkan De Ketelaere: “Kami tidak bermain untuk menjadi favorit. Kami bermain untuk menang.”

Inggris Hadapi RD Kongo di 32 Besar Piala Dunia 2026, Prediksi Menang 2-0

Sumbawanews.com,- Pertandingan antara Inggris dan Republik Demokratik Kongo akan memperpanjang sejarah Piala Dunia 2026 di Stadion Atlanta, Amerika Serikat, pada Rabu, 1 Juli 2026, pukul 23.00 WIB. Laga babak 32 besar ini menjadi momen penting bagi kedua tim yang sama-sama berburu tiket ke fase knockout.

Tim asuhan Thomas Tuchel tampil dominan di fase grup, mengakhiri perjalanan mereka sebagai juara Grup L dengan tujuh poin. Kemenangan 4-2 atas Kroasia, imbang tanpa gol melawan Ghana, dan kemenangan 2-0 atas Panama menjadi bukti keseimbangan antara serangan mematikan dan pertahanan kokoh. Dua clean sheet dalam tiga laga menjadi fondasi kuat bagi The Three Lions yang kini mengandalkan kecemerlangan Harry Kane dan Jude Bellingham di lini depan.

Sementara itu, RD Kongo melangkah ke babak gugur sebagai salah satu tim peringkat ketiga terbaik. Meski tak diunggulkan, tim Afrika ini menunjukkan ketahanan mental dan disiplin taktis yang mengesankan. Keberadaan lima pemain yang pernah bermain di Liga Inggris—Aaron Wan-Bissaka, Axel Tuanzebe, Noah Sadiki, Edo Kayembe, dan Yoane Wissa—memberi mereka keunggulan psikologis dalam memahami gaya permainan lawan.

Ini adalah pertemuan pertama antara kedua tim di ajang Piala Dunia. Secara historis, Inggris belum pernah kalah dari tim Afrika dalam 10 pertemuan sebelumnya, dengan lima kemenangan dan lima hasil imbang. Meski Kongo berpotensi mengganggu ritme permainan Inggris lewat pertahanan rapat dan serangan balik cepat, keunggulan kualitas individu dan pengalaman tim tuan rumah di level internasional tampak tak terbantahkan.

Prediksi skor: Inggris 2-0 RD Kongo.

Ronaldo dan Modric Bertemu di Puncak Karier, Portugal vs Kroasia di 32 Besar Piala Dunia 2026

Sumbawanews.com,- Toronto — Pertarungan epik antara dua legenda sepak bola dunia akan memenuhi BMO Field pada Jumat, 3 Juni 2026. Portugal dan Kroasia bertemu di babak 32 besar Piala Dunia 2026, sebuah laga yang bukan sekadar duel tim, tapi permulaan akhir dari era keemasan Cristiano Ronaldo dan Luka Modric.

Kedua tim melaju ke fase gugur sebagai runner-up di grup masing-masing. Portugal finis kedua di Grup K, tertinggal dua poin dari Kolombia, sementara Kroasia meraih posisi kedua di Grup L, hanya selisih satu poin dari Inggris. Dengan peringkat FIFA masing-masing: Portugal di posisi lima dan Kroasia di sebelas, laga ini diprediksi bakal sengit, penuh strategi, dan sarat emosi.

Perjalanan Portugal di fase grup tak mulus. Mereka bermain imbang 1-1 melawan RD Kongo, lalu meledak dengan kemenangan telak 5-0 atas Uzbekistan—dengan dua gol dari Ronaldo. Tapi di laga penutup, mereka gagal mencetak gol dalam imbang 0-0 melawan Kolombia, meski ditekan 24 kali oleh lawan. Di sisi lain, Kroasia mengawali turnamen dengan kekalahan 4-2 dari Inggris, lalu bangkit lewat kemenangan 1-0 atas Panama. Di laga terakhir, mereka menang 2-1 atas Ghana, dan Luka Modric, pada usia 39 tahun, mencatatkan sejarah sebagai pemain tertua yang memberikan assist di Piala Dunia—mengirim bola ke Nikola Vlasic yang menentukan kemenangan di menit ke-83.

Secara head-to-head, Portugal jauh lebih unggul. Dari 10 pertemuan sebelumnya, Kroasia hanya menang dua kali, kalah tujuh kali, dan imbang sekali. Bahkan dalam enam pertandingan kompetitif terakhir, Kroasia belum pernah menang atas Portugal. Namun, kemenangan Portugal di Euro 2016—yang berakhir dengan gelar juara—tetap menjadi kenangan manis yang menghantui Kroasia.

Kini, Portugal tampil dalam rentang tak terkalahkan selama delapan pertandingan berturut-turut—lima menang, tiga imbang—dengan hanya kebobolan empat gol dan empat clean sheet sejak kekalahan dari Republik Irlandia di kualifikasi. Sementara Kroasia, meski menang 11 dari 16 pertandingan terakhir, kekalahan mereka justru datang dari lawan-lawan dengan peringkat FIFA lebih tinggi. Ini menjadi tanda tanya besar: apakah pengalaman dan ketahanan Kroasia bisa mengalahkan dominasi teknis dan konsistensi Portugal?

Di balik semua statistik dan performa tim, laga ini menyimpan makna yang jauh lebih dalam. Ini adalah kesempatan terakhir Ronaldo dan Modric, dua pilar generasi emas yang mengubah wajah sepak bola modern, untuk meraih trofi tertinggi bersama negaranya. Ronaldo, yang telah mencapai 900 gol karier, masih mengejar gelar Piala Dunia yang hingga kini menghindarinya. Modric, sang jendral lapangan tengah yang memenangkan Ballon d’Or dan membawa Kroasia ke final Piala Dunia 2018, tak lagi muda, tapi tetap mengatur tempo dengan kecerdasan yang tak tergantikan.

Tak ada kata “mungkin” di babak gugur. Hanya satu yang bisa lolos. Dan di tengah gemuruh penonton di Toronto, dua legenda akan berjalan di atas rumput—bukan untuk mengejar rekor, tapi untuk meninggalkan warisan yang tak tergantikan.

Setelah 40 Tahun, Meksiko Akhirnya Menang di Babak Gugur Piala Dunia

Sumbawanews.com,- Meksiko mengakhiri puasa 40 tahun di fase gugur Piala Dunia dengan kemenangan 2-0 atas Ekuador di Azteca Stadium, Rabu (1/7/2026) dini hari WIB. Gol Julian Quinones dan Raul Jimenez di babak pertama memastikan El Tri melangkah ke babak 16 besar—sekaligus mengakhiri siklus kegagalan yang telah berlangsung sejak 1986.

Kemenangan ini bukan sekadar lolos dari fase penyisihan. Ini adalah momen bersejarah bagi tim yang selama empat dekade tak pernah bisa melampaui babak 16 besar. Terakhir kali Meksiko menang di fase gugur adalah saat mengalahkan Bulgaria 2-0 pada Piala Dunia 1986 di kandang sendiri. Saat itu, mereka terhenti di perempatfinal setelah kalah adu penalti dari Jerman Barat.

Sejak 1994 hingga 2018, Meksiko selalu tersingkir di babak 16 besar—kecuali pada Piala Dunia 2022, ketika mereka gagal bahkan melangkah ke fase knockout. Kali ini, dengan dukungan penuh fans di stadion legendaris Azteca, tim asuhan Javier Aguirre tampil percaya diri dan terorganisasi, tanpa kebobolan sama sekali sepanjang turnamen.

“Ini adalah malam yang tak terlupakan,” ujar Aguirre, yang pernah memperkuat Meksiko di era 1980-an dan gagal mencapai perempatfinal. “Saya pernah merasakan kekecewaan itu. Tapi hari ini, dengan 100 ribu suara yang berteriak, kami merasakan sesuatu yang berbeda. Ini bukan hanya kemenangan, ini adalah pemulihan kebanggaan.”

Azteca, yang menjadi benteng tak terkalahkan bagi Meksiko dalam 89 pertandingan kompetitif, kembali membuktikan diri sebagai istana sepak bola. Dari 10 laga Piala Dunia yang dimainkan di stadion ini, Meksiko belum pernah kalah—dan kini, rekor itu masih utuh.

Meksiko selanjutnya akan menghadapi pemenang laga Inggris melawan Republik Demokratik Kongo. Dengan performa defensif yang rapat, serangan yang mematikan, dan semangat yang membara, tim tuan rumah siap melangkah lebih jauh—mengingatkan dunia bahwa kejayaan sepak bola Meksiko bukan sekadar kenangan lama, tapi kebangkitan nyata.

Chelsea Resmi Rekrut Bek Terbaik Serie A, Marco Palestra

Sumbawanews.com,- Chelsea secara resmi mengumumkan kedatangan Marco Palestra dari Atalanta dengan transfer senilai 47 juta pound sterling (sekitar Rp1,1 triliun). Bek kanan berusia 21 tahun itu menandatangani kontrak enam tahun dengan opsi perpanjangan satu tahun, hingga 2033.

Pemindahan Palestra menjadi rekrutan pertama Chelsea di bawah manajer baru Xabi Alonso, yang baru saja mengambil alih kendali tim pasca kepergian pelatih sebelumnya. The Blues berhasil mengalahkan minat ketat Inter Milan untuk mendapatkan jasa pemain yang baru saja dinobatkan sebagai Bek Terbaik Serie A musim lalu.

Palestra menghabiskan musim 2025/2026 dalam masa pinjaman di Cagliari, di mana performanya yang konsisten dan tajam di pertahanan membuatnya menjadi salah satu pemain paling dicari di pasar transfer Eropa. Ia menyebut keputusannya bergabung dengan Chelsea sebagai langkah alami, mengingat reputasi klub sebagai salah satu kekuatan terbesar dunia.

“Banyak hal yang meyakinkan saya untuk bergabung dengan Chelsea—klub terbaik di dunia,” ujar Palestra dalam pernyataan resmi klub. “Skuad ini penuh bakat, dan Xabi sudah menjelaskan visinya tentang permainan kami. Kami sangat antusias untuk bersaing di Premier League.”

Transfer ini menjadi sinyal kuat ambisi Chelsea di era baru. Dengan kehadiran Palestra, tim asal London itu berusaha memperkuat lini belakang yang sempat menjadi titik lemah musim lalu, sekaligus menandai awal dari rekonstruksi besar-besaran di bawah arahan Alonso, yang dikenal dengan filosofi permainan yang terstruktur dan dinamis.

Palestra diharapkan segera bersiap menghadapi kompetisi Liga Inggris, dengan kemungkinan debutnya pada laga pembuka musim 2026/2027. Ia akan menjadi tulang punggung pertahanan sekaligus alternatif ofensif di sayap kanan, sesuai gaya bermain yang diinginkan Alonso.

Dengan transfer ini, Chelsea menegaskan komitmennya untuk bangkit kembali ke puncak sepak bola Eropa—bukan hanya dengan investasi finansial, tapi juga dengan memilih pemain yang tepat, di waktu yang tepat.

Gugatan Ijazah Jokowi Masuk Tahap Mediasi di PN Jakarta Pusat

Sumbawanews.com,- Pengadilan Negeri Jakarta Pusat resmi memasukkan gugatan perbuatan melawan hukum terkait legalisasi ijazah Presiden Joko Widodo ke tahap mediasi, Rabu (1/7/2026). Sidang yang berlangsung di ruang sidang utama itu berfokus pada pemeriksaan legal standing para pihak, setelah penggugat Bonatua Silalahi dan Moeryono Aladin, melalui kuasa hukumnya, menyerahkan dokumen pendukung kehakiman.

Majelis hakim yang dipimpin oleh hakim ketua memeriksa secara detail berkas-berkas yang diajukan, termasuk bukti keterkaitan langsung penggugat terhadap dugaan pelanggaran administrasi dalam proses legalisasi ijazah S1 Jokowi di Universitas Gadjah Mada. Tergugat, yang mencakup KPU RI, KPU DKI dan Surakarta, Bawaslu di tingkat nasional dan daerah, serta sejumlah pejabat akademik UGM termasuk mantan dekan Fakultas Hukum, diwakili kuasa hukumnya dalam sidang tersebut.

Setelah proses pemeriksaan selesai, majelis hakim memutuskan untuk menghentikan sementara proses persidangan substantif dan mengalihkan perkara ke jalur mediasi. Para pihak diberi waktu satu bulan untuk mencapai kesepakatan damai di bawah pengawasan mediator resmi pengadilan. Jika mediasi gagal, persidangan akan dilanjutkan dengan pemeriksaan bukti dan saksi.

Gugatan ini awalnya menyoroti keabsahan dokumen ijazah Jokowi yang digunakan dalam pendaftaran pencalonannya sebagai presiden, dengan penggugat menilai ada indikasi manipulasi prosedur legalisasi oleh pihak-pihak terkait. Namun, hingga kini belum ada bukti konkret yang diakui pengadilan mengenai ketidaksesuaian administratif dalam dokumen tersebut.

Mediasi menjadi langkah strategis pengadilan untuk menghindari perpanjangan proses hukum yang berpotensi memicu polarisasi publik, terutama mengingat sensitivitas politis isu ini yang telah menjadi sorotan nasional sejak awal tahun 2026.

Sempat Bikin Tegang! Puluhan Prajurit TNI ‘Geruduk’ Polsek Maluk, Ternyata Bawa Kejutan Hari Bhayangkara ke-80

Sumbawa Barat, sumbawanews.com – Suasana di Mapolsek Maluk, Kabupaten Sumbawa Barat, sempat dibuat tegang saat puluhan personel TNI dari Koramil 1628-03/Maluk–Sekongkang mendatangi kantor polisi secara tiba-tiba pada Selasa (1/7/2026) malam.

Tanpa adanya koordinasi sebelumnya, rombongan prajurit yang datang dengan langkah tegas dan wajah serius sempat membuat personel Polsek Maluk bersiaga. Beberapa anggota polisi tampak penasaran dengan maksud kedatangan para prajurit tersebut.

Namun, ketegangan itu hanya berlangsung sesaat. Rombongan yang dipimpin langsung Danramil Maluk–Sekongkang, Kapten Arm Lalu Mariyadi Akbar, ternyata datang membawa kejutan berupa kue ulang tahun dan ucapan selamat dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80 untuk keluarga besar Polri, khususnya jajaran Polsek Maluk.

Suasana pun berubah menjadi penuh kehangatan. Tawa dan tepuk tangan pecah ketika Kapten Arm Lalu Mariyadi Akbar menyerahkan kue ulang tahun kepada Kapolsek Maluk, AKP Eri, sebagai simbol eratnya sinergitas TNI dan Polri.

Kapolsek Maluk, AKP Eri, mengaku terharu atas perhatian yang diberikan rekan-rekan TNI.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Danramil beserta seluruh anggota Koramil Maluk–Sekongkang atas kejutan yang diberikan. Kedatangan rekan-rekan TNI malam ini semata-mata untuk memberikan ucapan selamat Hari Bhayangkara ke-80. Ini menjadi bukti bahwa soliditas dan kebersamaan TNI-Polri di wilayah Maluk tetap terjaga dengan baik,” ujar AKP Eri.

Sementara itu, Kapten Arm Lalu Mariyadi Akbar mengatakan bahwa kejutan tersebut merupakan bentuk penghormatan kepada Polri sekaligus wujud nyata sinergi yang selama ini telah terjalin dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Kami datang sebagai saudara. TNI dan Polri adalah mitra yang selalu berdampingan dalam menjalankan tugas negara. Semoga di usia ke-80 Bhayangkara, Polri semakin Presisi, semakin dicintai masyarakat, dan sinergitas TNI-Polri semakin kuat,” ungkapnya.

Acara kemudian dilanjutkan dengan doa bersama, pemotongan kue ulang tahun, ramah tamah, dan foto bersama. Kegiatan berlangsung dalam suasana akrab dan penuh kekeluargaan, mencerminkan kekompakan dua institusi negara yang selama ini menjadi garda terdepan dalam menjaga keamanan wilayah Kecamatan Maluk dan Sekongkang.

Kejutan sederhana namun penuh makna tersebut menjadi pesan bahwa kebersamaan TNI dan Polri tidak hanya terjalin saat menjalankan tugas di lapangan, tetapi juga dalam setiap momentum kebersamaan. Sinergitas yang kuat diharapkan terus menjadi modal utama dalam memberikan rasa aman, nyaman, dan pelayanan terbaik kepada masyarakat Kabupaten Sumbawa Barat.

Delegasi 30 Negara Hadiri Pemakaman Ayatullah Khamenei

Sumbawanews.com,- Lebih dari 30 negara dan lebih dari 90 tokoh agama dari seluruh dunia telah menyatakan kesediaan menghadiri rangkaian pemakaman Ayatullah Ali Khamenei, Pemimpin Tertinggi Iran yang tewas dalam serangan di Teheran pada 28 Februari 2026. Upacara pemakaman, yang menjadi peristiwa kebangsaan terbesar Iran dalam beberapa dekade, akan berlangsung secara bertahap mulai 3 Juli hingga 9 Juli di sejumlah lokasi strategis.

Pemerintah Iran mengumumkan bahwa prosesi penghormatan internasional akan digelar di Teheran pada Jumat, 3 Juli, dihadiri para kepala negara, menteri, dan pemimpin agama dari berbagai benua. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, menegaskan bahwa seluruh negara tetangga Iran akan mengirimkan delegasi tingkat tinggi, sambil menambahkan bahwa koordinasi khusus telah dilakukan dengan Irak terkait rangkaian upacara di wilayah tersebut.

Rangkaian upacara berlanjut pada Sabtu hingga Minggu (4–5 Juli) di Aula Salat Mosalla Imam Khomeini, di mana ribuan warga Iran dan tamu asing diprediksi akan memadati lokasi. Prosesi pemakaman resmi dijadwalkan pada Senin, 6 Juli, dengan diperkirakan massa mencapai jutaan orang. Setelah itu, jenazah akan dibawa ke Qom pada 7 Juli untuk upacara penghormatan tambahan, lalu diteruskan ke Irak pada 8 Juli sebelum akhirnya dimakamkan di Mashhad, Iran timur laut, pada 9 Juli.

Wakil Menteri Dalam Negeri Iran sekaligus Ketua Panitia Pemakaman, Ali Akbar Pourjamshidian, menyatakan bahwa kehadiran tokoh-tokoh agama dari 90 negara menunjukkan pengaruh global Khamenei di kalangan komunitas Syiah dan umat Islam secara luas. Pemakaman ini tidak hanya menjadi momen duka nasional, tetapi juga simbol kekuatan politik dan spiritual Iran di kancah internasional.

Khamenei, yang memimpin Iran selama lebih dari empat dekade, meninggal akibat serangan bersama yang diklaim dilancarkan oleh Amerika Serikat dan Israel. Setelah kematiannya, Majelis Ahli Iran pada Maret 2026 secara resmi memilih putranya, Mojtaba Khamenei, sebagai Pemimpin Tertinggi baru.

Berita Terkini

Inggris Andalkan Rashford dan Kane Lawan RD Kongo di 32 Besar Piala Dunia 2026

Sumbawanews.com,- Stadion Atlanta, Amerika Serikat — Timnas Inggris menurunkan kekuatan terbaiknya dalam laga 32 besar Piala Dunia 2026 melawan Republik Demokratik Kongo, Rabu (1/7/2026)...

Belanda Kehilangan Jiwa Sepak Bola, Ibrahimovic Kritik Koeman

Sumbawanews.com,- Zlatan Ibrahimovic menyuarakan kekecewaan tajam terhadap gaya bermain Timnas Belanda di Piala Dunia 2026, menilai bahwa tim Oranye telah kehilangan identitas klasiknya di...

Belgia Tantang Senegal, De Ketelaere: Favorit Bukan Ukuran Kemenangan

Sumbawanews.com,- Pertandingan 32 besar Piala Dunia 2026 akan mempertemukan Belgia dan Senegal di Stadion Seattle, Kamis (2/7/2026) dini hari WIB. Meski dijagokan banyak pihak...

Inggris Hadapi RD Kongo di 32 Besar Piala Dunia 2026, Prediksi Menang 2-0

Sumbawanews.com,- Pertandingan antara Inggris dan Republik Demokratik Kongo akan memperpanjang sejarah Piala Dunia 2026 di Stadion Atlanta, Amerika Serikat, pada Rabu, 1 Juli 2026,...

Berita Utama