Home Serba Serbi Tekno Google Luncurkan Nano Banana 2 Lite, Generasi Baru AI dengan Kecepatan 4...

Google Luncurkan Nano Banana 2 Lite, Generasi Baru AI dengan Kecepatan 4 Detik

Sumbawanews.com,- Google resmi meluncurkan Nano Banana 2 Lite, versi ringan dari model generatif gambar dan video terbarunya, dengan kemampuan menghasilkan gambar dalam waktu hanya empat detik. Peluncuran ini dilakukan pada 1 Juli 2026, menandai langkah strategis perusahaan dalam memperluas aksesibilitas teknologi AI bagi pengembang dan bisnis skala menengah.

Model ini dirancang untuk menangani volume produksi gambar tinggi dengan efisiensi biaya. Google mengklaim biaya penggunaan Nano Banana 2 Lite sebesar USD 0,034 per 1.000 gambar, atau sekitar Rp 610,30, jauh lebih terjangkau dibandingkan versi pro-nya. Performa yang cepat dan harga yang kompetitif menjadikannya pilihan ideal untuk kebutuhan seperti konten pemasaran, desain produk, dan pengembangan aplikasi berbasis visual.

Fitur utama Nano Banana 2 Lite adalah kemampuannya menghasilkan gambar yang lebih realistis dibanding pendahulunya, Nano Banana, yang diluncurkan pada musim panas 2025 dan didukung oleh Gemini 3.1 Flash. Meski bukan model paling canggih dalam lini produk Google, Nano Banana 2 Lite sengaja dikembangkan untuk kecepatan dan skalabilitas, bukan kompleksitas.

Model ini kini tersedia melalui Google AI Studio, Gemini API, dan platform Gemini Enterprise Agent, menggantikan versi lama yang kini dinyatakan usang. Di sisi lain, Google juga memperkenalkan Nano Banana Pro untuk penggunaan tingkat lanjut yang membutuhkan presisi dan detail ekstrem.

Tidak hanya itu, Google juga mengumumkan integrasi antara Gemini Omni Flash dan aplikasi demo terbaru bernama Omni Product Studio. Alat ini memungkinkan pengguna mengubah gambar statis menjadi video e-commerce bergaya sinematik dalam satu platform, mempercepat proses kreatif yang biasanya memakan waktu berulang-ulang.

Kolaborasi Google dengan studio film independen A24 senilai USD 75 juta atau sekitar Rp 1,34 triliun turut memperkuat posisinya di industri kreatif, meski menuai kritik dari sebagian komunitas seni yang khawatir terhadap dominasi AI dalam produksi konten visual.

Dengan peluncuran ini, Google memperdalam strateginya untuk menjadikan AI bukan sekadar alat eksperimen, tetapi infrastruktur dasar bagi ekosistem digital masa depan—dari iklan hingga produksi konten massal.

Previous articleHary Tanoesoedibjo Dorong Atlet Biliar Indonesia Tampil Maksimal di IIO 2026
Next articleMahasiswa Pariwisata Ubah Kulit Pisang Jadi Kue Premium di Karanganyar