Home Blog Page 2

Inggris Lawan RD Kongo di 32 Besar Piala Dunia 2026, Debut Bersejarah Tim Afrika

Sumbawanews.com,- Laga babak 32 besar Piala Dunia 2026 antara Inggris dan Republik Demokratik Kongo telah dimulai di Mercedes-Benz Stadium, Rabu (1/7/2026) pukul 23.00 WIB. Pertandingan ini menandai momen bersejarah bagi RD Kongo, yang untuk pertama kalinya berhasil melangkah ke fase gugur turnamen sepak bola terbesar di dunia.

Di bawah asuhan pelatih Thomas Tuchel, tim asal Inggris tampil solid di fase grup, finis di puncak Grup L dengan catatan tak terkalahkan. Sementara itu, RD Kongo mengejutkan banyak pihak dengan lolos sebagai salah satu tim peringkat ketiga terbaik, menunjukkan ketahanan dan semangat juang yang luar biasa di tengah minimnya pengalaman di pentas Piala Dunia.

Pertandingan ini menjadi ujian berat bagi kedua tim. Inggris berambisi mempertahankan rekor tak terkalahkan Tuchel dalam laga kompetitif, sementara RD Kongo berharap bisa menciptakan kejutan besar dengan mengalahkan salah satu kekuatan sepak bola dunia di babak gugur.

Rekor pertemuan langsung antara kedua tim belum pernah tercatat sebelumnya, menjadikan laga ini sebagai debut resmi dalam sejarah kompetitif. Lima laga terakhir Inggris menunjukkan dominasi: menang atas Kosta Rika (3-0), Selandia Baru (1-0), Kroasia (4-2), dan imbang melawan Panama (0-0), sebelum menang 2-0 atas Panama di laga terakhir fase grup. Sementara RD Kongo menunjukkan perjuangan keras: imbang melawan Portugal (1-1) dan Denmark (0-0), kalah dari Kolombia (0-1) dan Chile (1-2), namun meraih kemenangan mengejutkan 3-1 atas Uzbekistan di laga terakhir grup.

Seluruh laga Piala Dunia 2026 dapat disaksikan secara gratis melalui siaran langsung TVRI Nasional dan TVRI Sport. Bagi yang lebih suka streaming, platform resmi yang berhak menyiarkan adalah FolaPlay dan MAXStream TV.

Dengan kehadiran bintang-bintang seperti Harry Kane dan Jude Bellingham di tim Inggris, serta semangat pantang menyerah dari para pemain RD Kongo, laga ini diprediksi akan menjadi pertarungan antara kekuatan tradisional dan kegigihan tim perintis. Fans di seluruh dunia menanti apakah sejarah akan dibuat oleh tim Afrika yang baru pertama kali menjejak babak gugur, atau Inggris akan melanjutkan perjalanan mereka dengan kemenangan meyakinkan.

Inggris Lawan RD Kongo di 32 Besar Piala Dunia 2026, Laga Seru di Atlanta

Sumbawanews.com,- Pertandingan babak 32 besar Piala Dunia 2026 antara Inggris dan Republik Demokratik Kongo berlangsung seru di Stadion Atlanta, Rabu, 1 Juli 2026, pukul 23.00 WIB. Laga ini menjadi debut head-to-head kedua tim di ajang dunia, sekaligus ujian berat bagi RD Kongo yang melaju sebagai salah satu tim peringkat ketiga terbaik, menghadapi raksasa Eropa yang tampil dominan di fase grup.

Inggris, yang tampil sebagai juara Grup L, membuktikan konsistensinya dengan tiga hasil: menang 4-2 atas Kroasia, imbang 0-0 melawan Ghana, dan menutup fase grup dengan kemenangan 2-0 atas Panama. Di bawah asuhan Thomas Tuchel, The Three Lions menunjukkan keseimbangan antara serangan mematikan dan pertahanan terorganisir. Harry Kane, Jude Bellingham, dan Marcus Rashford menjadi ujung tombak yang diandalkan, dengan formasi yang menekankan kecepatan dan kontrol permainan.

Sementara itu, RD Kongo, yang dikenal dengan julukan Leopards, mengejutkan banyak pihak dengan lolos ke babak gugur meski hanya meraih satu kemenangan dalam tiga laga fase grup. Mereka bermain imbang 1-1 melawan Portugal, kalah tipis 0-1 dari Kolombia, lalu bangkit dengan kemenangan 3-1 atas Uzbekistan—hasil yang cukup untuk menyabet salah satu tiket terbaik peringkat ketiga. Kedisiplinan taktis dan ketahanan defensif menjadi senjata utama mereka, yang membuat Tuchel memperingatkan timnya untuk tidak meremehkan lawan.

“Mereka tidak membiarkan banyak peluang, bahkan melawan tim-tim besar seperti Kolombia dan Portugal. Itulah tantangan yang menanti kami,” ujar Tuchel, seperti dikutip dari Sky Sports.

Pertandingan ini disiarkan langsung di TVRI Nasional dan TVRI Sport HD untuk penonton di Indonesia, sementara penggemar yang ingin menonton secara daring dapat mengakses platform resmi FolaPlay dan MAXstream TV. Kedua tim memasuki laga ini dengan tekad kuat: Inggris berburu kelanjutan perjalanan menuju gelar, sementara RD Kongo berharap bisa mencatat sejarah sebagai tim Afrika pertama yang mengalahkan Inggris di Piala Dunia.

Dengan kekuatan teknis Inggris yang unggul, namun semangat juang RD Kongo yang tak terbendung, laga ini diprediksi akan menjadi pertarungan antara kecepatan dan ketahanan, antara harapan besar dan mimpi yang tak terduga.

Persebaya Surabaya Gelar Evaluasi Komprehensif Demi Juara Super League 2026-2027

Sumbawanews.com,- Persebaya Surabaya tak lagi sekadar bersiap menyambut musim baru. Dengan ambisi meraih gelar juara Super League 2026-2027, klub berjuluk Bajul Ijo melakukan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh aspek operasional, mulai dari komposisi pemain hingga pendukung teknis dan medis.

Direktur Operasional Persebaya, Candra Wahyudi, menegaskan bahwa langkah ini bukan sekadar rutinitas musiman, melainkan strategi krusial untuk mewujudkan cita-cita besar klub. “Semuanya kami evaluasi dan memang seiring dengan cita-cita kita dan target kami yang lebih besar tahun ini, semuanya kami perbaiki,” ujarnya dalam pernyataan resmi yang dirilis PT Liga Indonesia Baru, Rabu (1/7/2026).

Evaluasi ini telah dimulai sejak sebelum kompetisi musim lalu berakhir, dengan komunikasi intens antara manajemen dan pelatih. Salah satu fokus utama adalah penyegaran skuad, terutama pada posisi pemain asing yang dianggap perlu diperbarui untuk meningkatkan daya saing di kancah liga yang semakin ketat.

Selain itu, aspek medis juga menjadi prioritas. Persebaya memperketat proses pemeriksaan kesehatan calon rekrutan, memastikan setiap pemain yang bergabung tidak hanya berbakat, tetapi juga tahan banting secara fisik dan siap menghadapi intensitas pertandingan sepanjang musim.

Langkah-langkah ini menunjukkan perubahan paradigma: dari sekadar bertahan di papan atas, Persebaya kini bergerak sebagai tim yang dirancang untuk menang. Dengan fondasi yang diperbaiki secara sistematis, Bajul Ijo siap mempersembahkan perjalanan liga yang tak hanya menghibur, tetapi juga memukau—demi gelar yang telah lama ditunggu para suporter.

Lamine Yamal Puji Messi, Vinicius, dan Saibari sebagai Bintang Piala Dunia 2026

Sumbawanews.com,- Jakarta – Di tengah gemerlap Piala Dunia 2026, bintang muda Timnas Spanyol, Lamine Yamal, tak segan mengakui kehebatan sejumlah pemain yang menginspirasinya. Di usia 18 tahun, pemain Barcelona itu menyebut Lionel Messi sebagai sosok paling memesona di turnamen ini.

“Messi, tentu saja,” ujar Yamal dalam wawancara dengan ESPN, menjelang laga babak 32 besar melawan Austria. “Semua orang tahu siapa dia. Tapi saya tidak menyangka dia masih bisa tampil selevel ini.”

Yamal, yang kini menjadi tulang punggung Spanyol di ajang dunia, tak hanya terpesona oleh legenda Argentina itu. Ia juga menyoroti performa gemilang Vinicius Junior dari Brasil dan Ismael Saibari dari Maroko, yang menurutnya menjadi dua pemain paling menonjol di turnamen ini.

“Saya juga sangat mengagumi permainan Vinicius dan Saibari. Mereka adalah dua nama yang paling mencuri perhatian saya sejauh ini,” tambahnya.

Tak hanya pemain, Yamal juga memberi apresiasi kepada beberapa tim yang tampil mengesankan. Maroko menjadi tim favoritnya, disusul oleh Pantai Gading, Jepang, Argentina, Prancis, dan Ekuador. Ia menilai permainan Maroko penuh strategi dan semangat, sementara Jepang menunjukkan konsistensi luar biasa hingga lolos ke fase gugur.

“Saya benar-benar menikmati permainan Jepang. Dan tentu saja, Argentina—karena ada Messi,” katanya sambil tersenyum.

Sementara itu, Argentina sendiri masih bergantung pada magis Messi yang hingga kini tetap menjadi kandidat terkuat peraih Sepatu Emas. Sementara Spanyol, dengan Yamal sebagai ujung tombak generasi baru, siap menghadapi Austria dalam laga penentuan babak 16 besar.

Dengan kekaguman seorang pemain muda terhadap para legenda dan talenta baru, Piala Dunia 2026 bukan hanya soal gelar—tapi juga tentang peralihan estafet kejayaan di atas lapangan hijau.

Gol Cepat Cipenga Bawa RD Kongo Unggul Atas Inggris di Piala Dunia 2026

Sumbawanews.com,- Brian Cipenga mencetak gol cepat pada menit ketujuh, membawa Republik Demokratik Kongo unggul 1-0 atas Inggris dalam laga babak 32 besar Piala Dunia 2026 di Atlanta Stadium, Rabu (1/7).

Awal pertandingan dikuasai Inggris dengan serangan berulang dari sisi kanan, terutama melalui Marcus Rashford dan Declan Rice, namun upaya mereka gagal membuahkan hasil. Pertahanan RD Kongo tetap rapat, sambil menunggu momen serangan balik.

Kesempatan itu datang tepat pada menit ketujuh. Chancel Mbemba mengirim umpan silang dari sisi kanan, memanfaatkan kekosongan di pertahanan Inggris yang terlalu fokus pada pergerakan pemain tengah. Cipenga, yang berada di posisi bebas di sisi kiri kotak penalti, menerima bola dengan tenang sebelum melepaskan tembakan kaki kanan yang meluncur tepat ke pojok bawah gawang Jordan Pickford.

Tak ada yang bisa menghalangi bola itu. Gawang Inggris runtuh, dan stadion yang dipadati penonton terkejut oleh kejutan besar dari tim yang dianggap underdog.

Inggris yang terkejut langsung meningkatkan tekanan, namun RD Kongo tetap disiplin dalam pertahanan dan terus mengancam lewat serangan cepat. Susunan pemain Inggris yang mengandalkan nama-nama besar seperti Harry Kane, Jude Bellingham, dan Marcus Rashford tampak kehilangan keseimbangan setelah kebobolan.

Sementara itu, RD Kongo tampil tanpa beban, memanfaatkan kecepatan dan kerja sama tim untuk mempertahankan keunggulan. Cipenga, yang sebelumnya kurang dikenal di panggung dunia, tiba-tiba menjadi pahlawan di Atlanta.

Susunan pemain:

**Inggris:** Jordan Pickford; Djed Spence, Marc Guéhi, Ezri Konsa, Nico O’Reilly; Elliot Anderson, Declan Rice; Noni Madueke, Jude Bellingham, Marcus Rashford; Harry Kane.

**RD Kongo:** Lionel Mpasi; Aaron Wan-Bissaka, Axel Tuanzebe, Chancel Mbemba, Arthur Masuaku; Ngal’ayel Mukau, Samuel Moutoussamy, Noah Sadiki; Nathanaël Mbuku, Yoane Wissa, Brian Cipenga.

Dengan gol ini, RD Kongo mencatatkan sejarah sebagai tim pertama di Piala Dunia 2026 yang mampu mengalahkan Inggris di babak gugur. Laga masih berlangsung, dan seluruh dunia sepak bola menanti apakah kejutan ini akan berlanjut menjadi keajaiban.

Inggris Andalkan Rashford dan Kane Lawan RD Kongo di 32 Besar Piala Dunia 2026

Sumbawanews.com,- Stadion Atlanta, Amerika Serikat — Timnas Inggris menurunkan kekuatan terbaiknya dalam laga 32 besar Piala Dunia 2026 melawan Republik Demokratik Kongo, Rabu (1/7/2026) pukul 23.00 WIB. Pelatih Thomas Tuchel memercayakan Marcus Rashford dan Harry Kane sebagai ujung tombak, dengan Jude Bellingham dan Declan Rice mengatur ritme permainan dari tengah.

Dalam formasi 4-2-3-1, Jordan Pickford menjaga gawang, didukung lini belakang yang terdiri dari Djed Spence, Ezri Konsa, Marc Guehi, dan Nico O’Reilly. Di tengah, Rice dan Elliot Anderson berperan sebagai double pivot, sementara Bellingham bergerak bebas di belakang trio serang yang diisi Rashford, Kane, dan Noni Madueke.

Sementara itu, RD Kongo tampil dengan skema 4-3-3, mengandalkan ketangkasan lini depan lewat Brian Cipenga dan Yoane Wissa. Lini pertahanan mereka dipimpin Aaron Wan-Bissaka, Axel Tuanzebe, Chancel Mbemba, dan Arthur Masuaku, dengan trio tengah Ngalayel Mukau, Nathanael Mbuku, dan Samuel Moutoussamy menjadi penghubung antara pertahanan dan serangan. Lionel Mpasi menjadi penjaga gawang.

Inggris memasuki laga ini dengan catatan impresif: empat kemenangan dari lima pertandingan terakhir, termasuk dominasi di fase grup. Sementara RD Kongo, meski berhasil lolos sebagai salah satu tim terbaik peringkat ketiga, baru meraih satu kemenangan dalam lima laga terakhir, dengan dua kekalahan beruntun menjelang laga ini.

Laga di Atlanta menjadi ujian berat bagi tim Afrika yang berjuang untuk melanjutkan mimpi mereka di turnamen dunia. Bagi Inggris, kemenangan bukan hanya soal melangkah ke babak 16 besar, tapi juga membuktikan kesiapan mereka sebagai salah satu kandidat juara.

Susunan pemain resmi:

**Inggris (4-2-3-1):**

Jordan Pickford; Djed Spence, Ezri Konsa, Marc Guehi, Nico O’Reilly; Declan Rice, Elliot Anderson; Noni Madueke, Jude Bellingham, Marcus Rashford; Harry Kane.

**RD Kongo (4-3-3):**

Lionel Mpasi; Aaron Wan-Bissaka, Axel Tuanzebe, Chancel Mbemba, Arthur Masuaku; Ngalayel Mukau, Nathanael Mbuku, Samuel Moutoussamy; Noah Sadiki; Brian Cipenga, Yoane Wissa.

Belanda Kehilangan Jiwa Sepak Bola, Ibrahimovic Kritik Koeman

Sumbawanews.com,- Zlatan Ibrahimovic menyuarakan kekecewaan tajam terhadap gaya bermain Timnas Belanda di Piala Dunia 2026, menilai bahwa tim Oranye telah kehilangan identitas klasiknya di bawah arahan Ronald Koeman. Kekalahan 2-3 lewat adu penalti dari Maroko di babak 32 besar menjadi puncak kekecewaan yang sudah lama dirasakan sang legenda sepak bola.

Dalam laga yang berlangsung di Stadion Nasional, Belanda tampil sangat defensif, hanya melepaskan enam tembakan—dua di antaranya mengarah ke gawang—sementara Maroko yang lebih agresif mencatat 11 tembakan, lima di antaranya tepat sasaran. Gol awal Cody Gakpo tak mampu bertahan, karena Maroko menyamakan kedudukan di injury time, lalu menang dalam adu penalti setelah laga berakhir imbang 1-1 hingga perpanjangan waktu.

Ibrahimovic, yang pernah membela Ajax pada masa awal karier, tak segan menyebut taktik Koeman terlalu kaku dan mirip gaya sepak bola Italia—bermain untuk tidak kalah, bukan untuk menang. “Ini bukan sekolah Belanda. Di Belanda, kita diajarkan menyerang, menyerang, dan menyerang. Bukan bersembunyi di belakang,” ujarnya, seperti dikutip dari Football Italia.

Ia menekankan, kekalahan boleh saja terjadi, tapi jangan sampai mengorbankan jati diri. “Kalau Anda akan kalah, kalahlah dengan kebanggaan Anda. Jangan ubah identitas Anda hanya karena takut kalah.”

Kritik Ibrahimovic bukan sekadar komentar emosional, tapi refleksi atas perubahan filosofi sepak bola Belanda yang selama puluhan tahun dikenal dengan permainan menyerang, kreatif, dan penuh keberanian. Di bawah Koeman, tim yang pernah menjadi raksasa dengan gaya “Total Football” justru terlihat kehilangan nyawanya.

Tak lama setelah kekalahan itu, Ronald Koeman, pelatih berusia 63 tahun yang menangani Belanda selama empat tahun, mengumumkan pengunduran dirinya. Ia juga memberi isyarat bahwa ia mungkin akan mengakhiri karier kepelatihannya yang telah berlangsung selama 26 tahun.

Kepemimpinan Koeman memang penuh kontroversi. Meski berhasil membawa Belanda lolos ke putaran final dengan posisi teratas di Grup F, gaya bermainnya kerap dianggap terlalu konservatif oleh para pengamat dan mantan pemain. Kritik dari Ibrahimovic—seorang ikon yang tak pernah ragu menyuarakan pendapat—menjadi semacam elegi atas hilangnya semangat sepak bola Belanda yang dulu memukau dunia.

Belgia Tantang Senegal, De Ketelaere: Favorit Bukan Ukuran Kemenangan

Sumbawanews.com,- Pertandingan 32 besar Piala Dunia 2026 akan mempertemukan Belgia dan Senegal di Stadion Seattle, Kamis (2/7/2026) dini hari WIB. Meski dijagokan banyak pihak sebagai tim unggulan, timnas Belgia menolak menganggap status favorit sebagai keunggulan mutlak.

Charles De Ketelaere, salah satu pemain kunci The Red Devils, menegaskan bahwa keyakinan diri dan kesiapan mental jauh lebih penting daripada prediksi odds atau peringkat statistik. “Bagi saya, tidak penting siapa yang dianggap favorit. Yang penting, kami percaya pada kemampuan sendiri dan tajam dalam menjalani laga ini,” ujar De Ketelaere, mengutip pernyataannya kepada Reuters.

Belgia, yang finis di posisi pertama Grup G dengan lima poin dari satu menang, dua seri, dan tanpa kekalahan, tampil konsisten meski tak mendominasi. Romelu Lukaku akhirnya mencetak gol pertamanya di turnamen ini, sementara Kevin De Bruyne terus menjadi otak permainan. Di sisi lain, Senegal—yang menempati posisi ketiga Grup I—mengandalkan kecepatan dan disiplin taktis, dengan Sadio Mane dan Idrissa Gueye menjadi tulang punggung lini tengah dan serangan.

Meski Oddschecker memberi peluang 3/5 bagi Belgia untuk lolos, De Ketelaere menekankan bahwa pengalaman laga sebelumnya melawan Mesir—yang berakhir imbang 1-1—telah mengajarkan timnya bahwa prediksi tak selalu berbanding lurus dengan realitas di lapangan. “Kemarin membuktikan bahwa menjadi favorit atau bukan, tidak ada artinya jika kita tidak fokus,” tambahnya.

Senegal, yang menang atas Irak 2-0 di laga terakhir fase grup, justru datang dengan semangat penuh percaya diri. Pelatih Aliou Cissé menekankan bahwa timnya tidak takut pada nama besar, melainkan siap memanfaatkan setiap celah yang ada.

Laga ini bukan sekadar benturan antara dua tim kuat, tapi juga ujian mental: antara kepercayaan pada reputasi versus keyakinan pada kerja sama tim. Di Seattle, bukan siapa yang diunggulkan yang akan menang, tapi siapa yang lebih siap membunuh waktu dan ruang.

Dengan skuad berlapis bakat dan pengalaman, Belgia berharap bisa melanjutkan tradisi kejayaan generasi emasnya. Namun, seperti yang diingatkan De Ketelaere: “Kami tidak bermain untuk menjadi favorit. Kami bermain untuk menang.”

Inggris Hadapi RD Kongo di 32 Besar Piala Dunia 2026, Prediksi Menang 2-0

Sumbawanews.com,- Pertandingan antara Inggris dan Republik Demokratik Kongo akan memperpanjang sejarah Piala Dunia 2026 di Stadion Atlanta, Amerika Serikat, pada Rabu, 1 Juli 2026, pukul 23.00 WIB. Laga babak 32 besar ini menjadi momen penting bagi kedua tim yang sama-sama berburu tiket ke fase knockout.

Tim asuhan Thomas Tuchel tampil dominan di fase grup, mengakhiri perjalanan mereka sebagai juara Grup L dengan tujuh poin. Kemenangan 4-2 atas Kroasia, imbang tanpa gol melawan Ghana, dan kemenangan 2-0 atas Panama menjadi bukti keseimbangan antara serangan mematikan dan pertahanan kokoh. Dua clean sheet dalam tiga laga menjadi fondasi kuat bagi The Three Lions yang kini mengandalkan kecemerlangan Harry Kane dan Jude Bellingham di lini depan.

Sementara itu, RD Kongo melangkah ke babak gugur sebagai salah satu tim peringkat ketiga terbaik. Meski tak diunggulkan, tim Afrika ini menunjukkan ketahanan mental dan disiplin taktis yang mengesankan. Keberadaan lima pemain yang pernah bermain di Liga Inggris—Aaron Wan-Bissaka, Axel Tuanzebe, Noah Sadiki, Edo Kayembe, dan Yoane Wissa—memberi mereka keunggulan psikologis dalam memahami gaya permainan lawan.

Ini adalah pertemuan pertama antara kedua tim di ajang Piala Dunia. Secara historis, Inggris belum pernah kalah dari tim Afrika dalam 10 pertemuan sebelumnya, dengan lima kemenangan dan lima hasil imbang. Meski Kongo berpotensi mengganggu ritme permainan Inggris lewat pertahanan rapat dan serangan balik cepat, keunggulan kualitas individu dan pengalaman tim tuan rumah di level internasional tampak tak terbantahkan.

Prediksi skor: Inggris 2-0 RD Kongo.

Ronaldo dan Modric Bertemu di Puncak Karier, Portugal vs Kroasia di 32 Besar Piala Dunia 2026

Sumbawanews.com,- Toronto — Pertarungan epik antara dua legenda sepak bola dunia akan memenuhi BMO Field pada Jumat, 3 Juni 2026. Portugal dan Kroasia bertemu di babak 32 besar Piala Dunia 2026, sebuah laga yang bukan sekadar duel tim, tapi permulaan akhir dari era keemasan Cristiano Ronaldo dan Luka Modric.

Kedua tim melaju ke fase gugur sebagai runner-up di grup masing-masing. Portugal finis kedua di Grup K, tertinggal dua poin dari Kolombia, sementara Kroasia meraih posisi kedua di Grup L, hanya selisih satu poin dari Inggris. Dengan peringkat FIFA masing-masing: Portugal di posisi lima dan Kroasia di sebelas, laga ini diprediksi bakal sengit, penuh strategi, dan sarat emosi.

Perjalanan Portugal di fase grup tak mulus. Mereka bermain imbang 1-1 melawan RD Kongo, lalu meledak dengan kemenangan telak 5-0 atas Uzbekistan—dengan dua gol dari Ronaldo. Tapi di laga penutup, mereka gagal mencetak gol dalam imbang 0-0 melawan Kolombia, meski ditekan 24 kali oleh lawan. Di sisi lain, Kroasia mengawali turnamen dengan kekalahan 4-2 dari Inggris, lalu bangkit lewat kemenangan 1-0 atas Panama. Di laga terakhir, mereka menang 2-1 atas Ghana, dan Luka Modric, pada usia 39 tahun, mencatatkan sejarah sebagai pemain tertua yang memberikan assist di Piala Dunia—mengirim bola ke Nikola Vlasic yang menentukan kemenangan di menit ke-83.

Secara head-to-head, Portugal jauh lebih unggul. Dari 10 pertemuan sebelumnya, Kroasia hanya menang dua kali, kalah tujuh kali, dan imbang sekali. Bahkan dalam enam pertandingan kompetitif terakhir, Kroasia belum pernah menang atas Portugal. Namun, kemenangan Portugal di Euro 2016—yang berakhir dengan gelar juara—tetap menjadi kenangan manis yang menghantui Kroasia.

Kini, Portugal tampil dalam rentang tak terkalahkan selama delapan pertandingan berturut-turut—lima menang, tiga imbang—dengan hanya kebobolan empat gol dan empat clean sheet sejak kekalahan dari Republik Irlandia di kualifikasi. Sementara Kroasia, meski menang 11 dari 16 pertandingan terakhir, kekalahan mereka justru datang dari lawan-lawan dengan peringkat FIFA lebih tinggi. Ini menjadi tanda tanya besar: apakah pengalaman dan ketahanan Kroasia bisa mengalahkan dominasi teknis dan konsistensi Portugal?

Di balik semua statistik dan performa tim, laga ini menyimpan makna yang jauh lebih dalam. Ini adalah kesempatan terakhir Ronaldo dan Modric, dua pilar generasi emas yang mengubah wajah sepak bola modern, untuk meraih trofi tertinggi bersama negaranya. Ronaldo, yang telah mencapai 900 gol karier, masih mengejar gelar Piala Dunia yang hingga kini menghindarinya. Modric, sang jendral lapangan tengah yang memenangkan Ballon d’Or dan membawa Kroasia ke final Piala Dunia 2018, tak lagi muda, tapi tetap mengatur tempo dengan kecerdasan yang tak tergantikan.

Tak ada kata “mungkin” di babak gugur. Hanya satu yang bisa lolos. Dan di tengah gemuruh penonton di Toronto, dua legenda akan berjalan di atas rumput—bukan untuk mengejar rekor, tapi untuk meninggalkan warisan yang tak tergantikan.

Berita Terkini

Inggris Gagal Dapat Penalti Usai Kane Jatuh di Kotak Penalti

Sumbawanews.com,- Wasit Adham Makhadmeh memutuskan tidak memberi penalti kepada Inggris setelah Harry Kane terjatuh di dalam kotak penalti saat berbenturan dengan kiper RD Kongo,...

Ekspedisi Patriot Jadi Mesin Penggerak Transmigrasi Berbasis Ekonomi

Sumbawanews.com,- Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara memperkenalkan transformasi besar-besaran dalam program transmigrasi: bukan lagi sekadar memindahkan penduduk, tapi membangun pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru...

Sepatu Pink Mendominasi Lapangan di Piala Dunia 2026

Sumbawanews.com,- Di tengah hiruk-pikuk laga Piala Dunia 2026, satu warna mencolok menjadi pusat perhatian: merah muda. Hampir di setiap pertandingan, pemain dari berbagai benua...

Timnas U17 Indonesia Hadapi Malaysia dalam Dua Laga Uji Coba di Solo

Sumbawanews.com,- Timnas Indonesia U17 akan menghadapi Malaysia dalam dua pertandingan persahabatan pada 4 dan 7 Juli 2026 di Stadion Manahan, Solo. Kedua laga, yang...

Berita Utama