Home Blog Page 231

Gelombang Kembali ke Jam Analog di Era Digital

Sumbawanews.com,- Di tengah deru teknologi yang terus membanjiri kehidupan sehari-hari—dari kulkas pintar hingga boneka seks berkecerdasan buatan—sebuah gerakan diam-diam sedang berkembang: orang-orang mulai melepas smartwatch mereka, dan memilih sesuatu yang jauh lebih sederhana. Bukan karena teknologi gagal, tapi karena terlalu banyak memberi.

Di toko buku Barnes & Noble, generasi muda kini lebih sering terlihat memegang buku cetak dan piringan vinil daripada menatap layar ponsel. Di jalanan, kamera film dan pemutar kaset kembali populer. Dan kini, di pergelangan tangan, tren serupa terjadi: orang-orang meninggalkan jam pintar yang penuh notifikasi, dan beralih ke jam mekanik, gelang fitness tanpa layar, atau bahkan cincin pintar yang tak pernah berbunyi.

“Smartwatch membuatku terikat pada hal-hal yang seharusnya ia bebaskan dariku,” tulis seorang pengguna di Reddit, merangkum perasaan banyak orang. Dulu, jam pintar dijanjikan sebagai alat untuk tetap terhubung tanpa harus mengambil ponsel. Kini, justru sebaliknya: pergelangan tangan menjadi pangkalan notifikasi yang tak pernah berhenti—email, pesan, pemberitahuan olahraga, bahkan peringatan tidur yang tak akurat. “Saya tidak ingin pergelangan tangan saya berbicara dengan saya,” ujar seorang pengguna Whoop. “Ponsel saja sudah terlalu banyak gangguan.”

Masalahnya bukan hanya gangguan. Fitur yang terus bertambah justru membuat pengguna terjebak dalam siklus obsesi data. Seorang pengguna Garmin mengaku terus memeriksa layar selama berolahraga, memastikan setiap repetisi tercatat—hingga ia lupa menikmati gerakannya sendiri. Sementara itu, data tidur, stres, dan pemulihan yang ditampilkan jam pintar hanyalah estimasi algoritmik, bukan pengukuran medis. Bagi sebagian orang, angka-angka itu justru menambah kecemasan, bukan menguranginya.

Harga juga jadi pertimbangan. Apple Watch Series 11 dijual mulai $399, Samsung dan Google menawarkan produk sejenis dengan harga serupa. Padahal, untuk pelacakan kesehatan dasar, alternatif seperti Fitbit Air ($100) atau CMF Watch 3 Pro dari Nothing menawarkan fungsi serupa dengan harga sepertiganya. Bahkan, cincin pintar seperti Oura Ring 5 atau Samsung Galaxy Ring—meski harganya mendekati $400—menawarkan pelacakan tidur yang lebih akurat tanpa layar, tanpa getaran, tanpa godaan untuk terus menatapnya.

Di jalan, risiko pun muncul. Studi medis menunjukkan bahwa menatap jam pintar saat mengemudi justru lebih mengalihkan perhatian daripada melihat ponsel di dasbor. Karena ukurannya kecil dan posisinya dekat mata, setiap kilatan notifikasi memaksa pengemudi untuk mengalihkan pandangan lebih lama—dan lebih sering.

Sementara itu, estetika menjadi faktor tak terduga. Jam analog tetap menjadi pilihan elegan di acara formal, di kantor, atau bahkan saat makan malam romantis. Gelang fitness tanpa layar bisa dipakai bersama jam mekanik, memberi kebebasan: satu untuk tampilan, satu untuk data. “Saya bisa memakai jam mekanik dan benar-benar hadir di momen itu,” kata seorang pengguna Whoop. “Gelangnya yang menghitung langkah dan tidur, tanpa mengganggu.”

Dan yang paling menarik: jam mekanik tak perlu diisi ulang. Tak ada pembaruan perangkat lunak yang membuatnya usang. Tak ada langganan bulanan. Tak ada algoritma yang menilai kualitas tidurmu. Hanya jarum yang bergerak, tenang, dan konsisten.

Casio, dengan jam-jamnya yang dijual mulai $30, menjadi simbol gerakan ini: sederhana, andal, dan abadi. Di toko perhiasan, di pasar loak, di rak-rak department store, pilihan jam analog tak pernah habis. Mereka tak menjanjikan dunia. Tapi mereka juga tak mencuri perhatianmu—dan itulah yang justru membuatnya berharga.

Di tengah hiruk-pikuk teknologi, kembali ke yang sederhana bukanlah kemunduran. Ia adalah pilihan sadar: untuk hidup lebih tenang, lebih hadir, dan lebih bebas dari keharusan untuk selalu terhubung.

Wakil Ketua I Satgas PRR Letjen TNI Richard Tampubolon dampingi Ketua Satgas : Satgas PRR Minta K/L dan Pemda Tancap Gas Pemulihan Permanen

Jakarta – Wakil Ketua I Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera Letjen TNI Richard Tampubolon, S.H., M.M yang juga menjabat sebagai Kepala Staf Umum TNI (Kasum TNI) mendampingi Ketua Satgas PRR Muhammad Tito Karnavian saat Rapat Koordinasi Tingkat Menteri Tim Pengarah Satgas PRR Pascabencana Sumatera di Kompleks Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Kamis (18/6/2026).

Proses pemulihan permanen pada wilayah terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, terus dipacu Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera setelah berbagai layanan dasar kembali berfungsi dan kondisi darurat telah terlewati.

Ketua Satgas PRR Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian didampingi Wakil Ketua I Satgas Letjen TNI Richard Tampubolon mengatakan pemerintah telah menyiapkan anggaran rehabilitasi dan rekonstruksi sebesar Rp100,1 triliun untuk periode 2026–2028. Anggaran tersebut akan digunakan untuk mempercepat pemulihan berbagai sektor terdampak, mulai dari infrastruktur dasar, perumahan, pendidikan, kesehatan, hingga penguatan ekonomi masyarakat.

Berdasarkan Rencana Induk Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera 2026–2028, kebutuhan anggaran tersebut akan direalisasikan secara bertahap, yakni Rp38,9 triliun pada 2026, Rp32,9 triliun pada 2027, dan Rp28,2 triliun pada 2028. Program pemulihan permanen tersebut melibatkan 33 kementerian dan lembaga sebagai pelaksana utama maupun pendukung.

Percepatan pelaksanaan program mulai menunjukkan perkembangan positif. Berdasarkan laporan perkembangan realisasi anggaran pada 17 Juni 2026, sebanyak lima kementerian dan lembaga telah menerima pagu anggaran rehabilitasi dan rekonstruksi, yakni Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Perhubungan, Kementerian Sosial, Kementerian Kesehatan, dan Badan Pusat Statistik (BPS). Sementara sejumlah kementerian dan lembaga lainnya masih menjalani proses evaluasi dan persetujuan di Kementerian Keuangan maupun penyelesaian administrasi internal.

“Ada lima yang sudah dicairkan, artinya sudah ditransfer. Yang lainnya sedang berproses di Kementerian Keuangan. Mudah-mudahan kita secepatnya. Tadi kami mohon dukungan dari ketua tim pengarah, anggota pengarah, dan juga Menteri Keuangan untuk mempercepat proses pengajuan tersebut. Kalau sudah ditransfer maka speed-nya akan kencang sekali,” ujar Tito didampingi Letjen TNI Richard Tampubolon.

Sambil menunggu seluruh proses penganggaran kementerian dan lembaga rampung, Satgas PRR juga mendorong pemerintah daerah untuk mengoptimalkan tambahan Transfer ke Daerah (TKD) sebesar Rp10,6 triliun yang telah disalurkan pemerintah pusat kepada seluruh daerah terdampak sejak awal Mei 2026.

Tambahan dukungan fiskal tersebut terdiri atas sekitar Rp1,6 triliun untuk Aceh, Rp6,3 triliun untuk Sumatera Utara, dan Rp2,6 triliun untuk Sumatera Barat. Dana tersebut diharapkan dapat segera digunakan untuk mempercepat penanganan kebutuhan prioritas masyarakat, termasuk perbaikan infrastruktur dasar dan layanan publik yang masih membutuhkan penguatan pada tahap pemulihan permanen.

Selain melalui TKD, semangat gotong royong antardaerah juga terus menguat melalui skema hibah. Pemerintah Provinsi Sumatera Utara bersama sejumlah kabupaten/kota telah menyalurkan bantuan keuangan kepada daerah terdampak di Aceh, sementara pemerintah daerah di Sumatera Barat turut memberikan dukungan pembiayaan bagi wilayah yang mengalami dampak paling berat.

Tito menegaskan percepatan pemulihan permanen membutuhkan gerak bersama seluruh pemangku kepentingan. Karena itu, kementerian dan lembaga yang telah menerima anggaran serta pemerintah daerah yang telah memperoleh tambahan TKD diminta segera mempercepat pelaksanaan program di lapangan agar manfaat pemulihan dapat segera dirasakan masyarakat terdampak. “Daerah-daerah saya dorong untuk bisa segera bergerak menggunakan TKD masing-masing. Kemudian yang kedua dari kementerian dan lembaga yang sudah anggarannya cair seperti PU kita minta untuk speed-nya lebih kencang lagi,” katanya. (*)

Jalan Pasar Gadang Diperbaiki, Target Rampung November 2026

Sumbawanews.com,- Proyek revitalisasi Jalan Gadang-Bumiayu resmi dimulai pada 15 Juni 2026, ditandai dengan doa bersama dan syukuran di Pasar Induk Gadang (PIG) yang dihadiri langsung oleh Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat. Pekerjaan ini menjadi langkah strategis untuk memperbaiki akses lalu lintas dari Simpang Empat Gadang hingga Bumiayu, sekaligus menindaklanjuti pemindahan pedagang ke lokasi baru guna menyelesaikan keluhan masyarakat selama bertahun-tahun.

Wahyu menegaskan, Surat Perintah Kerja (SPK) telah ditandatangani dan sesuai kontrak, proyek dijadwalkan selesai dalam 172 hari. Namun, pemerintah kota meminta kontraktor menyelesaikan pekerjaan dalam waktu 150 hari—memberi ruang bagi evaluasi dan perbaikan akhir sebelum serah terima. “Kami tidak ingin hanya selesai, tapi selesai dengan kualitas,” ujarnya.

Pengerjaan dimulai dengan pembenahan sistem drainase berukuran satu meter lebar dan kedalaman, yang dirancang untuk mengatasi genangan sepanjang tahun. Setelah itu, tahap pengaspalan akan dilakukan secara bertahap, mencakup ruas utama, jalan sirip, hingga jembatan penghubung antara Simpang Empat Gadang dan Simpang Bumiayu. Untuk menjamin kelancaran arus lalu lintas selama konstruksi, Dinas Perhubungan telah menyiapkan rekayasa lalu lintas dengan sistem buka-tutup, dan pihaknya meminta pengertian warga atas sementara waktu.

Tak hanya jalan, penataan kawasan pasar menjadi fokus utama. Di tengah jalan akan dibangun median hijau dengan tanaman peneduh dan taman kecil, menciptakan suasana lebih sejuk dan estetis. Pemkot Malang juga akan memasang pagar BRC (British Reinforced Concrete) dengan pondasi precast di sepanjang sisi jalan, guna menghentikan praktik transaksi di pinggir jalan yang selama ini menjadi penyebab kemacetan kronis. “Kami ingin jalan ini berfungsi sebagai jalur lalu lintas, bukan lapak dagang. Berbelanja harus masuk ke dalam pasar, bukan berhenti di jalan,” tegas Wahyu.

Sejalan dengan itu, seluruh pedagang yang masih bertahan di lokasi lama diwajibkan pindah paling lambat 20 Juni 2026. Wahyu memastikan, kendala terakhir—penyelesaian area di sisi selatan pasar—sedang dikebut oleh Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan. “Tidak ada pengecualian. Semua harus pindah agar penataan bisa berjalan utuh,” katanya.

Proyek ini tidak hanya soal aspal dan drainase, tapi transformasi tata ruang yang bertujuan mengembalikan fungsi pasar sebagai pusat ekonomi yang tertib, aman, dan nyaman. Dengan target rampung akhir November 2026, Pemkot Malang berharap masyarakat bisa menikmati jalan yang lancar, udara yang lebih bersih, dan kawasan pasar yang terorganisir—mengakhiri dekade kemacetan dan kekacauan yang mengganggu mobilitas dan ekonomi lokal. “Ini bukan sekadar perbaikan jalan. Ini adalah investasi untuk kenyamanan warga selama puluhan tahun ke depan,” pungkas Wahyu.

Iran Tetap Pertahankan Program Nuklir Meski Gencatan Senjata dengan AS

Sumbawanews.com,- Meski mencapai kesepakatan gencatan senjata dengan Amerika Serikat, Iran menegaskan tidak akan melepaskan program nuklirnya—baik untuk tujuan energi maupun keamanan nasional. Kesepakatan yang dicapai pada medio Agustus 2023 itu hanya menghentikan eskalasi militer dan serangan siber antara kedua negara, tetapi tidak menyentuh inti kebijakan nuklir Teheran. Pemerintah Iran menekankan bahwa haknya untuk mengembangkan teknologi nuklir sipil tetap diakui dalam kerangka Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir (NPT), yang menjadi dasar hukum internasional.

Para pejabat nuklir Iran, termasuk Kepala Organisasi Energi Atom (AEOI), Mohammad Eslami, menyatakan bahwa semua fasilitas uranium diperkaya tetap beroperasi di bawah pengawasan Badan Energi Atom Internasional (IAEA). Jumlah sentrifugasi yang berjalan, stok uranium diperkaya hingga 60 persen, serta kapasitas reaktor Arak tetap dipertahankan sebagai bagian dari strategi ketahanan energi jangka panjang. “Kami bukan mencari senjata nuklir, tapi kami tidak akan menyerahkan kemampuan teknis yang sudah kami bangun selama dua dekade,” ujar Eslami dalam konferensi pers di Teheran.

Amerika Serikat, meski menyambut gencatan senjata sebagai langkah positif, tetap mempertahankan sanksi ekonomi terhadap sektor nuklir Iran. Presiden Joe Biden menegaskan bahwa AS tidak akan menghapus sanksi sebelum Iran mengurangi stok uranium diperkaya dan menghentikan pengayaan di fasilitas bawah tanah Fordow. Namun, para diplomat Eropa—terutama dari Prancis, Jerman, dan Inggris—menyatakan siap menjadi mediator jika Iran bersedia membuka jalur dialog teknis mengenai transparansi program nuklirnya.

Analisis dari Institut Studi Strategis Internasional (IISS) di London menyebut bahwa kesepakatan gencatan senjata ini justru memperkuat posisi tawar Iran dalam jangka panjang. Dengan mempertahankan kemampuan nuklirnya, Teheran kini berada di posisi yang lebih kuat untuk menegosiasikan pencabutan sanksi di masa depan. Sementara itu, Israel dan Arab Saudi tetap waspada, dengan kedua negara itu secara terbuka menyatakan bahwa program nuklir Iran tetap menjadi ancaman strategis di kawasan.

Dalam laporan terbaru IAEA, Iran masih memiliki sekitar 128,3 kilogram uranium diperkaya hingga 60 persen—cukup untuk menghasilkan tiga senjata nuklir jika diperkaya lebih lanjut hingga 90 persen. Namun, para inspektur IAEA tidak menemukan bukti aktivitas militer terkait program tersebut. Dengan demikian, meski ketegangan mereda, pertarungan diplomasi tentang nuklir Iran justru memasuki babak baru yang lebih kompleks.

Pria Tewas Tersembunyi di Roda Pesawat

Sumbawanews.com,- London – Seorang pria ditemukan tewas di ruang roda pendaratan pesawat Airbus A320 milik Air Arabia Maroc setelah pesawat mendarat di Bandara Gatwick, London, pada Selasa (16/6/2026). Korban diduga menyusup ke area tersembunyi itu sebelum lepas landas dari Tangier, Maroko, dalam upaya menjadi penumpang gelap—sebuah tindakan yang hampir pasti berujung kematian akibat kondisi ekstrem di ketinggian.

Jasad pria itu ditemukan sekitar pukul 11.45 waktu setempat oleh petugas teknis yang sedang memeriksa pesawat setelah mendarat. Temuan ini langsung membuat penerbangan lanjutan maskapai berbiaya rendah itu ditunda, sementara otoritas keamanan dan layanan darurat segera dikerahkan ke lokasi. Petugas yang menemukan korban menggambarkan kejadian itu sebagai “tragedi yang memilukan, sekaligus bukti betapa putus asanya seseorang hingga rela mengorbankan nyawa demi kesempatan melintasi batas negara.”

Bersembunyi di kompartemen roda pesawat adalah salah satu cara paling berbahaya untuk melarikan diri secara ilegal. Suhu di ketinggian penerbangan bisa turun hingga minus 50 derajat Celsius, kadar oksigen hampir tak tersedia, dan kebisingan mesin mencapai level yang bisa merusak pendengaran. Selain itu, risiko terjepit saat roda ditarik masuk ke badan pesawat atau terlempar saat lepas landas dan mendarat sangat tinggi. Hanya segelintir kasus yang berhasil selamat, dan hampir semua korban tewas sebelum pesawat mencapai tujuan.

Air Arabia Maroc segera melaporkan insiden ini kepada otoritas penerbangan dan kepolisian. Dalam pernyataan resminya, maskapai menyampaikan duka cita atas kejadian tersebut dan menegaskan bahwa pihaknya akan terus berkoordinasi penuh dengan penyelidik. “Kami tidak bisa membayangkan penderitaan yang dialami korban dalam perjalanan ini,” ujar perwakilan maskapai.

Kepolisian Sussex mengonfirmasi bahwa penyelidikan sedang berlangsung. Tim forensik akan memeriksa identitas korban, sementara koroner akan menentukan penyebab pasti kematian. Bandara Gatwick juga menyatakan telah memberikan dukungan penuh kepada kepolisian selama proses penyelidikan.

Insiden semacam ini bukan yang pertama. Pada 2019, seorang penumpang gelap jatuh dari roda pesawat Kenya Airways saat hendak mendarat di Heathrow. Dua kasus serupa tercatat di Inggris pada 2012 dan 2015, di mana pria-pria itu ditemukan tewas dalam kondisi membeku di ruang roda setelah penerbangan dari Afrika. Semua kasus ini mengungkap satu kenyataan pahit: di balik upaya melarikan diri dari kemiskinan, konflik, atau ketidakadilan, ada nyawa yang hilang dalam diam—tanpa suara, tanpa identitas, tanpa kesempatan untuk bernapas.

Kini, tubuh pria tak dikenal itu menjadi simbol tragis dari dunia yang semakin terpisah—di mana seseorang rela mati demi mengejar secercah harapan di ujung langit.

Jakalcer Fest Hidupkan Kembali Pasar Seni Ancol

Sumbawanews.com,- Pasar Seni Ancol kembali bernafas. Dengan gemuruh musik, warna-warni karya seni, dan riuhnya pengunjung, Jakalcer Fest yang digelar mulai 19 hingga 28 Juni 2026 menjadi titik balik bagi kawasan ikonik yang sempat sepi pasca pandemi. Festival seni, musik, dan budaya ini bukan sekadar perayaan semata—ia adalah upaya strategis untuk mengembalikan Pasar Seni sebagai pusat kreativitas Jakarta yang tak tergantikan.

Komisaris PT Pembangunan Jaya Ancol, Lies Hartono, yang akrab dipanggil Cak Lontong, menegaskan bahwa tujuan utama festival ini adalah membangkitkan semangat kemanusiaan yang dulu pernah mengalir di setiap sudut Pasar Seni. “Kami ingin Pasar Seni kembali menjadi rumah bagi seniman—pematung, pelukis, pengukir, dan pengrajin—yang selama ini berjuang bertahan. Bukan hanya tempat jual beli, tapi ruang ekspresi yang hidup,” ujarnya di lokasi pembukaan, Jumat (19/6).

Jakalcer Fest sengaja dirancang sebagai ajang kolaborasi lintas sektor. Eddy Prastiyo, Direktur PT Pembangunan Jaya Ancol, mengakui bahwa Pasar Seni adalah bagian terakhir yang belum sepenuhnya pulih pasca COVID-19. “Kami tidak bisa bergerak sendiri. Butuh sinergi antara manajemen Ancol, Pemprov DKI, komunitas seni lokal, bahkan seniman dari luar kawasan ini. Ini bukan soal rebranding, tapi pemulihan identitas,” katanya.

Kepala Suku Dinas Kebudayaan Jakarta Utara, Dya Perwita Kusuma, menambahkan bahwa Pasar Seni bukan sekadar pasar—ia adalah “ibu kandung” seni Jakarta. “Jakarta Utara adalah tempat lahirnya banyak seniman besar. Di sinilah seni lokal tumbuh, berkembang, dan menyebar ke seluruh Indonesia. Kita tidak bisa membiarkan memori kolektif ini memudar,” ujarnya dengan nada penuh tekad.

Festival ini menampilkan lebih dari 150 seniman dari berbagai disiplin: dari lukisan cat air hingga patung kayu ukiran tradisional, dari pertunjukan tari tradisional hingga musik akustik jalanan. Setiap stan dipenuhi karya yang bercerita—tentang keseharian, perjuangan, dan cinta terhadap tanah air. Pengunjung bisa menyaksikan proses kreatif langsung, berinteraksi dengan seniman, bahkan membawa pulang karya asli yang tak bisa ditemukan di pusat perbelanjaan.

Dengan dukungan penuh dari Pemkot Jakarta Utara dan kebijakan gratis masuk Ancol selama periode festival, Jakalcer Fest berambisi menjadi ajang tahunan yang tak hanya menghidupkan ekonomi kreatif, tapi juga mengingatkan Jakarta bahwa kemajuan bukan berarti meninggalkan akar budaya.

“Kota global bukan yang paling modern, tapi yang paling berani menjaga jati dirinya,” ujar Lies Hartono menutup pembicaraannya. Dan di tengah gemuruh musik dan cahaya lampu yang memantul di karya-karya seni, Pasar Seni Ancol—setelah sekian lama terdiam—kembali berbicara.

Roy Suryo Dijemput Paksa, Kuasa Hukum Protes “Pameran Tersangka”

Sumbawanews.com,- Jakarta – Roy Suryo, mantan anggota DPR dan kini tersangka kasus dugaan penyebaran informasi palsu terkait ijazah Presiden Joko Widodo, ditangkap paksa oleh polisi pada Jumat, 19 Juni 2026, di kediamannya di Bintaro, Tangerang. Ia langsung dibawa ke Polda Metro Jaya dan ditahan di Rutan Polda, setelah sebelumnya menolak mengikuti panggilan penyidik secara sukarela.

Dalam peristiwa yang menjadi sorotan nasional, Roy Suryo terlihat mengenakan rompi oranye tahanan saat keluar dari rumahnya. Ia kemudian dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Kramat Jati untuk pemeriksaan medis—langkah yang langsung dikritik keras oleh kuasa hukumnya, Refly Harun. “Ini bukan prosedur hukum, ini pameran,” tegas Refly. “Klien kami bukan koruptor atau pembunuh. Ini soal perbedaan pendapat, bukan kejahatan kriminal.”

Menurut Refly, penangkapan itu melanggar prinsip KUHAP baru yang mengharuskan penyidik melakukan dua panggilan resmi sebelum menggunakan kekuatan paksa. “Tidak ada surat panggilan, tidak ada surat penangkapan yang diberikan. Hanya pernyataan verbal: ‘Kalau enggak mau ikut, saya borgol.’” Ia menambahkan, istri Roy Suryo bahkan menolak menandatangani dokumen yang dibawa penyidik, sehingga surat itu dibawa kembali tanpa tanda tangan.

Saat proses penangkapan, Roy Suryo dikabarkan tetap tenang. Ia meminta dokumen resmi ditunjukkan sebelum mengikuti prosedur lebih lanjut. Keluarga sempat protes keras, menyebut penangkapan itu terjadi di ruang pribadi, di tengah istirahat Roy yang baru kembali dari Bandung setelah menjadi pembicara di sebuah diskusi pada dini hari.

Setelah menjalani pemeriksaan medis, Roy Suryo kembali ke Polda Metro Jaya. Di luar gedung, ia sempat mengepalkan tangan sebagai bentuk apresiasi terhadap dukungan simpatisan yang berkumpul di lokasi—sebuah aksi yang dianggap kuasa hukum sebagai simbol ketahanan moral, bukan kekalahan.

Refly menegaskan, pihaknya akan mengajukan permohonan penangguhan penahanan jika penyidik memutuskan menahan Roy secara resmi. “Kami tidak menolak proses hukum. Tapi kami menolak proses yang mengorbankan martabat manusia demi sensasi publik.”

Kasus ini bermula dari pernyataan Roy Suryo di media sosial yang menyatakan bahwa ijazah Presiden Jokowi tidak sah. Pernyataan itu kemudian menjadi dasar penyelidikan oleh Bareskrim Polri, yang menyatakan pernyataan tersebut memenuhi unsur penyebaran berita bohong dan pencemaran nama baik.

Sementara itu, dr. Tifauziah Tyassuma atau dr. Tifa, yang turut ditangkap dalam kasus yang sama, juga dalam kondisi sehat dan sedang menjalani pemeriksaan lanjutan. Keduanya kini ditahan di Rutan Polda Metro Jaya, dengan proses hukum yang masih berjalan.

Pemerintah hingga kini belum memberikan pernyataan resmi terkait penangkapan ini. Namun, respons publik terpecah: sebagian mendukung penegakan hukum, sementara yang lain mempertanyakan proporsionalitas dan urgensi penangkapan terhadap seorang tokoh yang dikenal sebagai aktivis kebebasan berpendapat.

Dalam konteks politik yang semakin tegang, penangkapan Roy Suryo menjadi ujian bagi keseimbangan antara kebebasan berekspresi dan batas-batas hukum di Indonesia.

Polres Sumbawa Bersama Polda NTB Uji Petik Program Desa Bebas Narkoba di Labuan Badas

Sumbawa Besar, sumbawanews.com – Dalam upaya masif memberantas peredaran gelap narkotika hingga ke tingkat desa, Tim Penilai Desa Bebas Narkoba dari Direktorat Resnarkoba Polda NTB melaksanakan kegiatan sosialisasi dan uji petik di Aula Kantor Desa Labuan Sumbawa, Kecamatan Labuan Badas, Kabupaten Sumbawa, Kamis (18/06/2026).

Baca Juga: Penggerebekan di “Kampung Narkoba”, Seorang Buron

Kegiatan tersebut dipimpin oleh Katim II Penilai, Kabag Binops Ditresnarkoba Polda NTB, KOMPOL I Nyoman Adi K., S.H., didampingi Kasat Narkoba Polres Sumbawa IPTU Harirustaman, S.H., Kapolsek Labuan Badas IPTU Eko Riyono, S.H., M.Si., serta Kepala Desa Labuhan Sumbawa, Kamaruddin.

Katim II Penilai, KOMPOL I Nyoman Adi K., S.H., dalam sambutannya menekankan bahwa tantangan peredaran narkoba di wilayah Nusa Tenggara Barat saat ini masih menjadi perhatian serius bagi seluruh pihak. Ia menggarisbawahi bahwa peran aktif dari pemerintah desa, tokoh masyarakat, tokoh agama, hingga kalangan pemuda adalah kunci utama dalam membentengi desa dari pengaruh buruk narkoba.

“Kami datang ke sini untuk melakukan uji petik terhadap program-program Desa Bebas Narkoba yang telah berjalan. Kami berharap Kabupaten Sumbawa, khususnya Desa Labuan Sumbawa, dapat terus berkomitmen menjadi pelopor daerah yang bersih dari penyalahgunaan narkoba. Mengingat dampak narkoba sangat merusak baik dari sisi kesehatan, ekonomi, maupun tatanan sosial, maka pencegahan harus dimulai dari kepedulian masyarakat di tingkat desa,” tegas KOMPOL I Nyoman Adi.

Dalam proses uji petik ini, tim penilai mengevaluasi berbagai kegiatan pencegahan yang telah diimplementasikan oleh pemerintah desa. Ditegaskan bahwa keberhasilan Desa Bebas Narkoba sangat bergantung pada kerja sama solid seluruh elemen warga. Desa yang aman, sehat, dan bebas narkoba merupakan modal dasar bagi terciptanya generasi muda yang produktif dan lingkungan yang kondusif.

Sementara itu, pihak Polres Sumbawa melalui Kasat Narkoba memberikan apresiasi atas antusiasme perangkat desa dan warga dalam mendukung program ini. Polres Sumbawa akan terus melakukan pendampingan kepada desa-desa yang berkomitmen untuk memutus mata rantai penyalahgunaan narkotika di wilayah hukumnya.

Seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan khidmat, tertib, dan lancar hingga pukul 14.37 WITA. Pemerintah Desa Labuan Sumbawa menyatakan kesiapannya untuk terus bersinergi dengan kepolisian dalam mengoptimalkan peran serta warga untuk menjaga desa tetap aman dan bebas dari ancaman narkoba.

Dengan adanya evaluasi dan sosialisasi ini, diharapkan kesadaran kolektif masyarakat akan bahaya narkoba semakin meningkat, sehingga tercipta lingkungan yang tidak hanya bebas narkoba, tetapi juga lebih tangguh dalam menangkal segala bentuk kejahatan. (Hps)

 

Prabowo Dorong Pemberdayaan Atlet Disabilitas dan Akademi Olahraga Nasional

Sumbawanews.com,- Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya terhadap pemerataan kesempatan bagi seluruh warga negara, termasuk atlet disabilitas, dalam pertemuan tertutup bersama Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir di kediaman Hambalang, Jawa Barat, Jumat (19/6/2026). Pertemuan yang juga dihadiri pelatih timnas John Herdman itu membahas sejumlah strategi jangka panjang untuk membangun sistem olahraga nasional yang berkelanjutan dan inklusif.

Erick Thohir mengungkapkan, Presiden menunjukkan perhatian mendalam terhadap pengembangan olahraga bagi penyandang disabilitas. “Bapak Presiden sangat peduli. Beliau ingin memastikan bahwa 23,9 juta hingga 25,9 juta warga disabilitas yang aktif berolahraga di Indonesia benar-benar mendapat dukungan struktural, bukan sekadar simbolis,” ujar Erick usai pertemuan.

Salah satu langkah konkret yang disepakati adalah percepatan peresmian National Paralympic Committee of Indonesia (NPC Indonesia) di Karanganyar, Jawa Tengah, yang hingga kini belum resmi dioperasikan. Prabowo bahkan menyatakan niat untuk secara langsung mengunjungi pusat pelatihan tersebut guna melihat secara langsung kondisi para atlet dan infrastruktur yang ada.

Selain itu, Presiden menekankan pentingnya sistem pembinaan berjenjang sejak dini. Erick menjelaskan, Prabowo mendukung rencana pendirian Akademi Olahraga Nasional yang menyentuh tingkat SD hingga SMA, dengan fokus pada identifikasi bakat sejak usia 8–10 tahun. “Ini bukan sekadar mencari atlet, tapi membangun ekosistem. Dari usia dini, kita harus sudah membina mental, disiplin, dan teknik,” kata Erick.

Dukungan Presiden juga meliputi pembiayaan jangka panjang untuk Pusat Pelatihan Nasional (Pelatnas). Erick menyampaikan bahwa anggaran Pelatnas selama ini bersifat tahunan, yang dinilai tidak memadai untuk persiapan multi-event besar seperti Olimpiade, Asian Games, dan SEA Games. Prabowo langsung menyetujui pendekatan multiyears, dan Mensesneg serta Seskab diminta segera menindaklanjuti penyusunan kerangka anggaran yang stabil dan berkelanjutan.

Tak hanya itu, Presiden juga menanyakan progres penyiapan dana pensiun bagi atlet, yang hingga kini masih dalam tahap penyempurnaan. Erick mengakui bahwa ini adalah tantangan kompleks, namun pihaknya telah menyusun skema yang menggabungkan dana dari APBN, swasta, dan dana sosial olahraga. “Bapak Presiden ingin pastikan bahwa atlet yang mengorbankan masa muda untuk bangsa tidak dibiarkan terlantar setelah pensiun,” tambahnya.

Pertemuan ini menegaskan arah kebijakan olahraga nasional di bawah kepemimpinan Prabowo: tidak lagi fokus pada prestasi semata, tapi pada keadilan, keberlanjutan, dan pemberdayaan. Dengan dukungan langsung dari Presiden, langkah-langkah strategis seperti peresmian NPC, akademi olahraga terpadu, dan jaminan pensiun atlet berpotensi menjadi fondasi baru bagi olahraga Indonesia yang lebih manusiawi dan berkelanjutan.

Israel Serukan Lebanon Dihancurkan Usai Empat Tentara Tewas

Sumbawanews.com,- Tel Aviv — Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir dan Menteri Keuangan Bezalel Smotrich mengeluarkan pernyataan ekstrem pasca-kematian empat tentara Israel dalam serangan Hizbullah di Lebanon selatan. Dalam unggahan di platform X, Ben-Gvir menyerukan “seluruh Lebanon harus dibakar” sebagai balasan atas kehilangan prajurit-prajuritnya, menegaskan bahwa keamanan warga Israel tidak boleh dikorbankan demi tekanan diplomasi internasional.

“Untuk setiap air mata ibu Israel, seribu ibu Lebanon harus menangis,” tegas Ben-Gvir, yang langsung menyampaikan pandangannya kepada Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dalam pertemuan tertutup. Ia menambahkan, di Timur Tengah, Israel harus “mengamuk, menghancurkan, dan melumat teror” tanpa kompromi.

Pernyataan ini muncul di tengah eskalasi militer yang semakin memburuk. Sejak Februari lalu, Israel telah melancarkan serangan masif ke wilayah selatan Lebanon, dengan dalih memusnahkan Hizbullah—kelompok yang dianggapnya sebagai ancaman keamanan nasional. Namun, operasi ini justru memicu balasan berkelanjutan dari Hizbullah, yang menggunakan drone, rudal, dan serangan rudal presisi untuk menargetkan posisi militer Israel.

Kematian keempat tentara itu termasuk seorang komandan batalyon, memicu kemarahan di kalangan elit keamanan Israel. Menurut laporan Anadolu, serangan Hizbullah dalam beberapa pekan terakhir telah menewaskan lebih dari 3.000 warga sipil Lebanon dan merusak infrastruktur kritis di wilayah perbatasan.

Ben-Gvir, yang dikenal sebagai tokoh sayap kanan paling radikal dalam kabinet Netanyahu, bukanlah figur baru dalam mengadvokasi kekerasan ekstrem. Ia sebelumnya pernah menjadi pusat kontroversi setelah menerobos Masjid Al-Aqsa pada Agustus 2024, sebuah tindakan yang memicu kemarahan luas di dunia Muslim.

Sementara itu, pemerintah AS, yang selama ini menjadi pemasok utama senjata bagi Israel, kini menghadapi tekanan internal yang meningkat. Wapres AS J.D. Vance baru-baru ini menyatakan bahwa “Israel selamat karena senjata mereka dibeli dari pajak rakyat Amerika,” sebuah kritik langka yang menggambarkan semakin tajamnya perpecahan di antara sekutu tradisional.

Di Beirut, Hizbullah menegaskan bahwa serangan mereka adalah bentuk perlawanan terhadap “penjajahan Israel” yang telah berlangsung selama puluhan tahun. “Kami tidak menyerang tanpa sebab,” ujar seorang juru bicara kelompok itu. “Kami membalas invasi, bukan memulainya.”

Dengan korban sipil terus bertambah dan retorika pemimpin Israel semakin membara, dunia mengawasi dengan cemas apakah konflik ini akan meledak menjadi perang regional yang tak terkendali—atau apakah diplomasi masih punya ruang untuk mencegah bencana lebih besar.

Berita Terkini

Spanyol dan Portugal Bertemu Lawan Berat di 32 Besar Piala Dunia 2026

Sumbawanews.com,- Malam ini, babak 32 besar Piala Dunia 2026 memasuki fase krusial dengan tiga laga seru yang digelar di berbagai stadion Amerika Serikat. Spanyol...

Michael Olise Pimpin Daftar Assist Terbanyak Piala Dunia 2026

Sumbawanews.com,- Pemain Timnas Prancis Michael Olise menjadi pencatat assist terbanyak di Piala Dunia 2026 dengan lima assist, mengungguli pesaing utamanya setelah laga babak 32...

Rayhan Hannan Siap Tarung Ketatnya Super League 2026-2027, Target Juara Persija Jadi Prioritas

Sumbawanews.com,- Gelandang muda Persija Jakarta, Rayhan Hannan, menyatakan tekad kuat untuk memperjuangkan gelar juara di musim Super League 2026-2027. Pemain berusia 22 tahun itu...

Portugal vs Kroasia Bertemu di 32 Besar Piala Dunia 2026, Ronaldo dan Modric Siap...

Sumbawanews.com,- Jumat, 3 Juli 2026, pukul 06.00 WIB, tim nasional Portugal menghadapi Kroasia di babak 32 besar Piala Dunia 2026 di BMO Field, Toronto,...

Berita Utama