Home Berita Internasional Iran Tetap Pertahankan Program Nuklir Meski Gencatan Senjata dengan AS

Iran Tetap Pertahankan Program Nuklir Meski Gencatan Senjata dengan AS

Sumbawanews.com,- Meski mencapai kesepakatan gencatan senjata dengan Amerika Serikat, Iran menegaskan tidak akan melepaskan program nuklirnya—baik untuk tujuan energi maupun keamanan nasional. Kesepakatan yang dicapai pada medio Agustus 2023 itu hanya menghentikan eskalasi militer dan serangan siber antara kedua negara, tetapi tidak menyentuh inti kebijakan nuklir Teheran. Pemerintah Iran menekankan bahwa haknya untuk mengembangkan teknologi nuklir sipil tetap diakui dalam kerangka Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir (NPT), yang menjadi dasar hukum internasional.

Para pejabat nuklir Iran, termasuk Kepala Organisasi Energi Atom (AEOI), Mohammad Eslami, menyatakan bahwa semua fasilitas uranium diperkaya tetap beroperasi di bawah pengawasan Badan Energi Atom Internasional (IAEA). Jumlah sentrifugasi yang berjalan, stok uranium diperkaya hingga 60 persen, serta kapasitas reaktor Arak tetap dipertahankan sebagai bagian dari strategi ketahanan energi jangka panjang. “Kami bukan mencari senjata nuklir, tapi kami tidak akan menyerahkan kemampuan teknis yang sudah kami bangun selama dua dekade,” ujar Eslami dalam konferensi pers di Teheran.

Amerika Serikat, meski menyambut gencatan senjata sebagai langkah positif, tetap mempertahankan sanksi ekonomi terhadap sektor nuklir Iran. Presiden Joe Biden menegaskan bahwa AS tidak akan menghapus sanksi sebelum Iran mengurangi stok uranium diperkaya dan menghentikan pengayaan di fasilitas bawah tanah Fordow. Namun, para diplomat Eropa—terutama dari Prancis, Jerman, dan Inggris—menyatakan siap menjadi mediator jika Iran bersedia membuka jalur dialog teknis mengenai transparansi program nuklirnya.

Analisis dari Institut Studi Strategis Internasional (IISS) di London menyebut bahwa kesepakatan gencatan senjata ini justru memperkuat posisi tawar Iran dalam jangka panjang. Dengan mempertahankan kemampuan nuklirnya, Teheran kini berada di posisi yang lebih kuat untuk menegosiasikan pencabutan sanksi di masa depan. Sementara itu, Israel dan Arab Saudi tetap waspada, dengan kedua negara itu secara terbuka menyatakan bahwa program nuklir Iran tetap menjadi ancaman strategis di kawasan.

Dalam laporan terbaru IAEA, Iran masih memiliki sekitar 128,3 kilogram uranium diperkaya hingga 60 persen—cukup untuk menghasilkan tiga senjata nuklir jika diperkaya lebih lanjut hingga 90 persen. Namun, para inspektur IAEA tidak menemukan bukti aktivitas militer terkait program tersebut. Dengan demikian, meski ketegangan mereda, pertarungan diplomasi tentang nuklir Iran justru memasuki babak baru yang lebih kompleks.

Previous articlePria Tewas Tersembunyi di Roda Pesawat
Next articleJalan Pasar Gadang Diperbaiki, Target Rampung November 2026
Avatar photo
Kami adalah Jurnalis Jaringan Sumbawanews, individu idealis yang ingin membangun jurnalistik sehat berdasarkan UU No.40 Tahun 1999 tentang PERS, dan UU No.14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi. Dalam menjalankan Tugas Jurnalistik, kami sangat menjunjung tinggi kaidah dan Kode Etik Jurnalistik, dengan Ethos Kerja, Koordinasi, Investigasi, dan Verifikasi sebelum mempublikasikan suatu artikel, opini, dan berita, sehingga menjadi suatu informasi yang akurat, baik dalam penulisan kata, maupun penggunaan tatabahasa.