Home Berita Internasional Israel Serukan Lebanon Dihancurkan Usai Empat Tentara Tewas

Israel Serukan Lebanon Dihancurkan Usai Empat Tentara Tewas

Sumbawanews.com,- Tel Aviv — Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir dan Menteri Keuangan Bezalel Smotrich mengeluarkan pernyataan ekstrem pasca-kematian empat tentara Israel dalam serangan Hizbullah di Lebanon selatan. Dalam unggahan di platform X, Ben-Gvir menyerukan “seluruh Lebanon harus dibakar” sebagai balasan atas kehilangan prajurit-prajuritnya, menegaskan bahwa keamanan warga Israel tidak boleh dikorbankan demi tekanan diplomasi internasional.

“Untuk setiap air mata ibu Israel, seribu ibu Lebanon harus menangis,” tegas Ben-Gvir, yang langsung menyampaikan pandangannya kepada Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dalam pertemuan tertutup. Ia menambahkan, di Timur Tengah, Israel harus “mengamuk, menghancurkan, dan melumat teror” tanpa kompromi.

Pernyataan ini muncul di tengah eskalasi militer yang semakin memburuk. Sejak Februari lalu, Israel telah melancarkan serangan masif ke wilayah selatan Lebanon, dengan dalih memusnahkan Hizbullah—kelompok yang dianggapnya sebagai ancaman keamanan nasional. Namun, operasi ini justru memicu balasan berkelanjutan dari Hizbullah, yang menggunakan drone, rudal, dan serangan rudal presisi untuk menargetkan posisi militer Israel.

Kematian keempat tentara itu termasuk seorang komandan batalyon, memicu kemarahan di kalangan elit keamanan Israel. Menurut laporan Anadolu, serangan Hizbullah dalam beberapa pekan terakhir telah menewaskan lebih dari 3.000 warga sipil Lebanon dan merusak infrastruktur kritis di wilayah perbatasan.

Ben-Gvir, yang dikenal sebagai tokoh sayap kanan paling radikal dalam kabinet Netanyahu, bukanlah figur baru dalam mengadvokasi kekerasan ekstrem. Ia sebelumnya pernah menjadi pusat kontroversi setelah menerobos Masjid Al-Aqsa pada Agustus 2024, sebuah tindakan yang memicu kemarahan luas di dunia Muslim.

Sementara itu, pemerintah AS, yang selama ini menjadi pemasok utama senjata bagi Israel, kini menghadapi tekanan internal yang meningkat. Wapres AS J.D. Vance baru-baru ini menyatakan bahwa “Israel selamat karena senjata mereka dibeli dari pajak rakyat Amerika,” sebuah kritik langka yang menggambarkan semakin tajamnya perpecahan di antara sekutu tradisional.

Di Beirut, Hizbullah menegaskan bahwa serangan mereka adalah bentuk perlawanan terhadap “penjajahan Israel” yang telah berlangsung selama puluhan tahun. “Kami tidak menyerang tanpa sebab,” ujar seorang juru bicara kelompok itu. “Kami membalas invasi, bukan memulainya.”

Dengan korban sipil terus bertambah dan retorika pemimpin Israel semakin membara, dunia mengawasi dengan cemas apakah konflik ini akan meledak menjadi perang regional yang tak terkendali—atau apakah diplomasi masih punya ruang untuk mencegah bencana lebih besar.

Previous articlePencuri Emas di Menteng Ditusuk Tujuh Kali
Next articlePrabowo Dorong Pemberdayaan Atlet Disabilitas dan Akademi Olahraga Nasional
Avatar photo
Kami adalah Jurnalis Jaringan Sumbawanews, individu idealis yang ingin membangun jurnalistik sehat berdasarkan UU No.40 Tahun 1999 tentang PERS, dan UU No.14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi. Dalam menjalankan Tugas Jurnalistik, kami sangat menjunjung tinggi kaidah dan Kode Etik Jurnalistik, dengan Ethos Kerja, Koordinasi, Investigasi, dan Verifikasi sebelum mempublikasikan suatu artikel, opini, dan berita, sehingga menjadi suatu informasi yang akurat, baik dalam penulisan kata, maupun penggunaan tatabahasa.