Sumbawanews.com,- Setelah delapan tahun menghilangkan fitur pesan pribadi, YouTube resmi meluncurkan kembali layanan direct messaging (DM) bagi pengguna berusia 18 tahun ke atas di Amerika Serikat dan sejumlah negara lain. Fitur ini tidak tersedia secara terbuka, melainkan hanya bisa diakses setelah pengguna mengirim undangan melalui platform pesan eksternal seperti WhatsApp atau Telegram, dan penerima harus telah terhubung dengan pengirim di luar YouTube.
Pada 2017, YouTube pernah mencoba memperkenalkan fitur pesan pribadi, tetapi dua tahun kemudian menghentikannya demi fokus pada interaksi publik seperti fitur Stories—yang juga akhirnya dihapus pada 2023. Kini, dengan mengadopsi pendekatan yang lebih terkendali, platform tersebut berusaha menjawab permintaan komunitas yang lama menginginkan cara lebih intim untuk berbagi video, baik itu musik baru, tutorial praktis, maupun konten Short yang lucu.
Kebijakan baru ini dirancang untuk mencegah percakapan acak antar pengguna yang tidak saling mengenal. Untuk mengaktifkan fitur, pengguna harus memverifikasi usia mereka terlebih dahulu, lalu menekan ikon “Pesan” di sudut kanan atas aplikasi YouTube untuk menghasilkan tautan undangan. Tautan ini hanya bisa dibagikan lewat aplikasi pesan pihak ketiga, memastikan bahwa percakapan terjadi di antara orang-orang yang sudah memiliki hubungan nyata di luar platform.
“Komunitas kami suka berbagi video dengan keluarga dan teman, dan kami ingin mereka bisa melakukannya di satu tempat,” demikian pernyataan resmi YouTube. Seluruh pesan dan konten yang dibagikan melalui fitur ini tetap tunduk pada pedoman komunitas YouTube, dan perusahaan menyatakan akan terus memperluas jangkauan fitur ini dalam waktu dekat.
Dengan pendekatan yang lebih selektif dan berbasis kepercayaan, YouTube berharap fitur ini tidak hanya memperkuat koneksi pribadi, tetapi juga menghindari risiko penyalahgunaan yang pernah menghantui versi sebelumnya.

















