Sumbawanews.com,- FIFA resmi mengizinkan suporter tim tamu hadir di stadion lawan mulai musim Super League 2026/2027, mengakhiri larangan bertahun-tahun yang sempat membatasi mobilitas fans di Indonesia. Keputusan ini diumumkan oleh Direktur Utama I.League, Ferry Paulus, pada Selasa, 11 Agustus 2026, di kantor I.League, Jakarta, setelah mendapat persetujuan dari badan sepak bola dunia tersebut dengan sejumlah syarat ketat. Namun, pertandingan dengan rivalitas tinggi tetap berpotensi dilarang menyediakan tiket bagi pendukung tamu demi alasan keamanan.
Ferry menegaskan, kebijakan ini bukanlah pembukaan tanpa batas. Setiap klub wajib mematuhi protokol yang telah ditetapkan, termasuk pengawasan ketat terhadap perilaku suporter. Ia secara eksplisit menyebut dua derbi paling panas di Indonesia—Persija Jakarta vs Persib Bandung dan Persebaya Surabaya vs Arema FC—sebagai laga yang masih berpotensi diberlakukan larangan suporter tamu. Kedua pertandingan ini dinilai memiliki sejarah konflik berkepanjangan dan indikasi risiko keamanan yang tinggi berdasarkan informasi intelijen. “Untuk pertandingan dengan tingkat rivalitas tinggi seperti itu, suporter away bisa di-lock atau tidak diperbolehkan hadir,” tegas Ferry.
Meski demikian, kebijakan baru ini menjadi terobosan signifikan bagi perkembangan atmosfer sepak bola Indonesia. Selama ini, larangan suporter tandang diberlakukan secara menyeluruh sebagai langkah pencegahan kerusuhan. Dengan keputusan FIFA, klub-klub kini diharapkan bisa membangun budaya suporter yang lebih tertib dan terkoordinasi, sambil tetap menjaga stabilitas keamanan di stadion. Kebijakan ini berlaku untuk seluruh laga di Super League 2026/2027, kecuali yang secara khusus dikecualikan oleh otoritas kompetisi berdasarkan analisis risiko.















