Lombok Tengah – Proses pencairan bantuan dana stimulan dari Pemerintah pusat untuk warga terdampak gempa terus dilakukan hingga batas waktu tanggal 31 Maret 2020. Kaitan dengan itu, Komandan Korem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos. SH. M.Han., didampingi Kasdim 1620/Loteng Mayor Inf Dian Aksmiyandita melaksanakan kunjungan ke Kantor BPBD Lombok Tengah sekaligus meninjau dan memantau proses pendebetan dan pencairan dana stimulan yang diberikan oleh Bank Mandiri, Selasa (28/1).
Pada kesempatan tersebut, Danrem 162/WB dalam wawancaranya dengan wartawan setempat menjelaskan bantuan dana stimulan dari Pemerintah harus sudah terserap oleh masyarakat terdampak gempa dalam bentuk rekening Pokmas sampai tanggal 31 Maret 2020 sehingga tidak menghambat proses percepatan regab rekon.
Menurut Danrem, pembuatan rumah tahan gempa (RTG) membutuhkan proses yang lumayan berat, mulai dari proses verifikasi, penetapan SK, proses pencairan dana hingga mencari tukang bangunan.
“Untuk mencapai target pembangunan 100 persen dengan batas waktu hingga tanggal 31 Maret 2020 membutuhkan tukang yang banyak sehingga harus dilakukan pengecekan dan pengawasan,” ujarnya.
Selain itu, orang nomor satu di jajaran Korem tersebut juga menyampaikan jumlah warga terdampak gempa di Kabupaten Lombok Tengah pada tahap ini sebanyak 655 dari jumlah keseluruhan 10.089 KK.
“Sisa sebanyak 655 KK ini harus segera dibangun setelah menerima dana, dan jangan digunakan untuk kepentingan yang lain,” harap Danrem.
Danrem juga mengingatkan para Pokmas, Fasilitator dan Aplikator agar serius dan Maksimal dalam pembangunan RTG dan jangan ada pemikiran memanfaatkan untuk disalah gunakan atau tindakan-tindakan yang dapat merugikan warga korban gempa dan Pemerintah.
“Jika ada yang main-main dan mengambil keuntungan dari proses rehab rekon ini, maka akan diberikan tindakan keras dengan sanksi hukum sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku,” tandas Danrem 162/WB. dan beberapa Oknum yang nakal sudah ditanggani pihak Kepolisian untuk dilambil langka hukum agar hal hal seperti ini tidak harus terjadi apa lagi dalam situasi Masyarakat kita sedang dilanda musibah.
Surat rekomendasi yang dibacakan Wakil Ketua DPRD NTB, H. Muzihir 009.1/119/DPRD/2020 tersebut menjelaskan bahwa Berdasarkan Surat Gubernur NTB Nomor : 550/375/Dishub/2019 tanggal 5 November 2019 tentang Pelaksanaan Keputusan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor 1421 Tahun 2018 yang memohon kepada DPRD NTB untuk memberikan rekomendasi/dukungan.
“Berdasarkan rapat pimpinan, pimpinan Fraksi-Fraksi dan Pimpinan Komisi-komisi DPRD NTB menyepakati Rekomendasi DPRD tentang Pelaksanaan Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KP 1421 Tahun 2018 tentang Perubahan Nama Bandara Internasional Lombok menjadi Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid di Kabupaten Lombok Tengah Provinsi Nusa Tenggara Barat untuk melaksanakan Diktum kedua keputusan Menteri Perhubungan RI Nomor KP 1421 Tahun 2018,” jelas Muzihir di hadapan paripurna.
Bahwa tambahnya, dalam waktu paling lama 6 (enam) bulan sejak ditetapkannya keputusan Menteri ini, seluruh akibat hukum administratif karena penetapan nama Bandar Udara sebagaimana dimaksud dalam Diktum pertama harus telah selesai dilakukan secara menyeluruh.
Sementara Gubernur dalam sambutannya, merasa bersyukur atas hasil rekomendasi tersebut. Bahwa bandara internasional yang dimiliki oleh NTB adalah ikon infrastruktur monumental yang berhasil diwujudkan dalam mimpi kolektivitas yang sangat panjang.
“Kita lihat mimpi itu sudah menjadi kenyataan semangat dan kebersamaan yang melebur dalam kohesivitas berhasil mewujudkan mimpi bersama itu,” katanya.
Sebelum menyampaikan sambutan, Ketua DPR menyerahkan rekomendasi tersebut kepada Gubernur NTB disaksikan seluruh anggota DPRD NTB serta para tamu undangan paripurna.
Untuk diketahui, Paripurna tersebut dipimpin Ketua DPRD NTB, Hj Baiq Isvie Rupaeda didampingi Wakil Ketua, Mori Hanafi, H. Muzihir dan Abdul Hadi serta dihadiri Gubernur NTB, Dr. Zulkieflimansyah seluruh anggota DPRD NTB serta unsur Forkopimda.
Dompu – Kodim 1614/Dompu bersama masyarakat menanam 1000 bibit pohon di So Lapompo Desa Woko Kecamatan Pajo Kabupaten Dompu, Rabu (29/1).
Penanaman 1000 bibit pohon rehabilitasi hutan dan lahan (RHL) dipimpin Komandan Kodim 1614/Dompu Letnan Kolonel Inf Ali Cahyono, S.Kom, dalam rangka penyelamatan hatan dari kerusakan.
Pada kesempatan tersebut, Dandim Dompu menyampaikan kondisi hutan yang sudah gundul dan memperihatinkan jangan lagi ditambah dengan perusakan yang lebih parah.
“Untuk itu, kali ini kita bersama-sama menanam bibit pohon dalam rangka mengembalikan fungsi hutan dan penyelamatan hutan,” ujar Dandim.
Selain itu, Dandim juga mengingatkan warga untuk tidak melakukan penggerahan hutan dengan melakukan perambahan hutan secara ilegal mengingat selain sanksinya tegas dan berat, juga dampak dari tindakan itu akan merugikan kita bersama terutama warga disekitar hutan.
“Mari kita jaga dan lestarikan lingkungan untuk kemaslahatan bersama,” tandasnya.
Usai memberikan arahan kepada masyarakat, dilanjutkan dengan penanaman 1000 binit pohon di daerah tersebut.
Terpisah, Kepala Penrem 162/WB menyampaikan kegiatan penghijauan tidak hanya dilakukan di Kodim 1614/Dompu, namun juga diseluruh satuan jajaran korem 162/WB sebagai bentuk komitmen TNI khususnya Korem 162/WB beserta jajaran bersama para steakholder di daerah untuk mencegah, menjaga, melesatarikan dan mengembalikan fungsi hutan dan lahan.
“Jika itu sudah dilakukan maka akan terwujud keseimbangan ekosistem yang menjadi satu kesatuan yang utuh dalam hubungan mutualisme diantara semua mahluk hidup,” tutupnya.
Sumbawanews.com,- Mewaspadai menyebarnya virus corona yang berasal dari Cina, Gubernur NTB Dr. Zulkieflimansyah mengimbau masyarakat agar tetap tingkatkan kewaspadaan.
Gubernur yang akrab disapa Bang Zul ini menjelaskan virus corona di beberapa negara sudah menyebar. Awalnya virus ini bersumber dari negara Cina. Maka sebagai bentuk kewaspadaan terhadap munculnya virus Corona masyarakat NTB diharapkan untuk tetap tenang dan menjaga kesehatan.
“Pola hidup bersih dan sehat harus ditingkatkan. Seperti cuci tangan pakai sabun, konsumsi makanan berimbang, aktifitas fisik terus dilakukan, istrahat yang cukup, serta menggunakan masker. Juga ketika mengalami demam, batuk dan susah bernafas segera ke fasilitas kesehatan terdekat,” imbau Bang Zul melalui Surat Edaran (SE) Gubernur NTB, Nomor: 443/43/KESRA.
Selanjutnya kata Bang Zul, penyebaran virus corona merupakan kejadian yang tidak dapat diprediksi. Juga diminta kepada hotel atau penyedia akomodasi yang ada di NTB untuk tidak mengenakan biaya pembatalan atau Cancellation fee terhadap agen perjalanan wisatawan Cina. Artinya membatalkan dulu kedatangannya, karena alasan penyebaran penyakit tersebut.
“Bagi agen perjalanan wisatawan Cina yang sudah membayar down payment kepada hotel atau penyedia akomodasi, dapat menggunakan down payment dimaksud untuk kunjungan yang akan datang,” katanya.
Selain itu, Bang Zul mengingatkan kepada semua pihak agar tetap berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi NTB, sebelum membuat pernyataan-pernyataan terkait dengan adanya pasien yang menunjukkan tanda-tanda demam.
Hal ini guna menghindari berita yang kurang tepat sehingga menimbulkan keresahan dan merugikan NTB sebagai destinasi Pariwisata.
sumbawanews.com,- Rapat Pimpinan (Rapim) TNI sebagai forum menguatkan jalinan komunikasi yang harmonis, guna menyamakan persepsi, memantapkan soliditas profesionalitas TNI dan penyampaian berbagai ide dan gagasan cerdas demi kemajuan TNI, sehingga di masa mendatang akan lebih optimal lagi dalam mendukung efektivitas pencapaian tugas pokok TNI.
Hal tersebut disampaikan Panglima TNI Marsekal TNI Dr. (H.C.) Hadi Tjahjanto, S.I.P. didampingi Kasal Laksamana TNI Siwi Sukma Adji, S.E., M.M., Kasau Marsekal TNI Yuyu Sutisna, S.E., M.M., dan Wakasad Letjen TNI Tatang Sulaiman saat membuka Rapat Pimpinan (Rapim) TNI tahun 2020, bertempat di GOR A. Yani Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (29/1/2020).
Panglima TNI menjelaskan bahwa Rapim TNI bukan sekadar ritual atau rutinitas semata yang dilaksanakan setiap tahun tanpa makna dan output yang jelas. Rapim TNI adalah forum tertinggi, dimana para pemimpin TNI bertemu untuk membahas, merumuskan kebijakan, dan membicarakan kebijakan strategis untuk menghadapi tantangan ke depan. Pembahasan kebijakan tersebut dihadapkan pada perkembangan lingkungan strategis terkini, visi misi pemerintah, dan berbagai persoalan yang membutuhkan solusi.
Tema Rapim TNI 2020 “Membangun TNI Yang Kuat, Unggul, Maju dan Mandiri Guna Keberhasilan Pelaksanaan Tugas Pokok”, sejalan dengan fenomena global yang menghadirkan berbagai bentuk ancaman nyata yang sedemikian sulit diprediksi kedepan.
Rapim TNI 2020 bertujuan memberikan informasi tentang kondisi menonjol berkaitan dengan pelaksanaan tugas-tugas TNI pada tahun 2019, mengevaluasi pelaksanaan program kerja dan anggaran 2019, penyampaian rencana program kerja dan anggaran 2020 serta Pokok-Pokok Kebijakan Panglima TNI Tahun 2020.
Dalam Rapim Tahun 2020, dilaksanakan Olah Yudha sebagai tindak lanjut pengembangan organisasi baru TNI sesuai Perpres Nomor 66 Tahun 2019 tentang susunan organisasi TNI, yang telah dilaksanakan yaitu Komando Operasi Khusus (Koopssus) TNI, Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) TNI dan Pusat Informasi Maritim (Pusinfomar) TNI. Hal ini untuk memberikan kejelasan terkait dengan grand design, mekanisme kerja sehingga tidak terjadi tumpang tindih kewenangan.
Organisasi baru TNI yang telah dibentuk termasuk pembangunan Satuan TNI Terintegrasi (STT) di Saumlaki, Morotai, Biak dan Merauke merupakan bagian dari pembangunan Postur TNI menjadikan tantangan bagi TNI untuk semakin mampu mengimplementasikan perannya sebagai komponen utama pertahanan negara, dan sebagai upaya TNI untuk lebih mengefektifkan dan mengefisienkan gelar operasi TNI di seluruh wilayah NKRI serta meningkatkan peran serta TNI dalam penanganan dan penanggulangan terorisme di Indonesia. (Mad/Puspen TNI)
Bandung-Sumbawanews.com
Polisi menetapkan dedengkot Sunda Empire Nasri Banks sebagai tersangka. Selain itu, polisi menetapkan status tersangka pada ibunda ratu agung atau kaisar Rd Ratna Ningrum.
Penetapan tersangka dilakukan setelah penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jabar memeriksa Nasri dan Ratna Ningrum di Mapolda Jabar pada Selasa (28/1/2020).
“Kami menetapkan sebagai tersangka Saudara NB atau Nasri Banks selaku tokoh Sunda Empire atau perdana menteri dalam jabatannya dan Rd Ratna Ningrum sebagai kedudukannya kaisar,” ucap Kabid Humas Polda Jabar Kombes Saptono Erlangga Waskitoroso di Mapolda Jabar, seperti di kutip laman detik.com
Erlangga menyatakan keduanya dijerat Pasal 14 dan 15 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946. Pasal itu berbunyi penyebaran berita bohong yang menimbulkan keonaran.
“Dari seluruh keterangan, penyidik telah melakukan gelar perkara dari hasil keterangan ahli dari alat bukti penyidik berkesimpulan memenuhi unsur pidana seusai Pasal 14 dan/atau Pasal 15,” katanya.
Selain dua pimpinan tersebut, polisi juga turut menetapkan Rangga Sasana atau HRH Rangga sebagai tersangka.
“Kemudian ada satu lagi yang sudah dilakukan penangkapan tadi pukul 15.00 WIB di Tambun, Bekasi, Ki Ageng Rangga,” ucap Kabid Humas Polda Jabar Kombes Saptono Erlangga Waskitoroso.
(Merauke). Sebagai wujud kepedulian TNI terhadap kesehatan warga di perbatasan RI-PNG, personel Satgas Pamtas Yonif MR 411/Pdw Kostrad menggelar layanan pengobatan keliling bagi warga Kampung Rawa Biru, Distrik Sota, Kab. Merauke, Papua, Selasa (28/1/2020).
Kegiatan layanan kesehatan berupa pengobatan keliling tersebut dilaksanakan oleh Pos Rawa Biru, dipimpin Letda Inf Raden Adityas P.S, S.Tr. (Han) selaku Danpos Rawa Biru bersama dengan 4 orang anggotanya, dimana dua diantaranya adalah personel kesehatan atas nama Serka Abdul Hanif (Bakes) dan Praka Joko Lelono (Takes).
“Layanan kesehatan keliling ini merupakan solusi bagi warga yang membutuhkan, seperti yang sedang sakit mulai dari batuk, demam, flu, memiliki luka, dan lainnya, dengan cepat di tangani dan diberi obat, mudah-mudahan sakit yang dialami dapat segera sembuh,” ucap Danpos Rawa Biru.
Di tempat terpisah, Dansatgas Yonif MR 411/Pdw Kostrad Mayor Inf Rizky Aditya S.Sos., M.Han., mengatakan bahwa kegiatan pengobatan keliling merupakan salah satu program Satgas dibidang kesehatan, disamping melaksanakan tugas pokoknya dalam menjaga keamanan di wilayah perbatasan RI-PNG sektor selatan.
“Tujuannya membantu warga disekitar pos yang sedang sakit agar dapat segera di obati, jika tidak bisa ditangani maka akan kita kordinasikan dengan instansi kesehatan setempat guna ditangani lebih lanjut,” ujarnya.
Dansatgas berharap melalui kegiatan ini, tali silaturahmi dan hubungan harmonis antara prajurit TNI dengan warga semakin erat. Selain itu juga agar kehadiran Satgas Yonif MR 411/Pdw Kostrad benar-benar dirasakan dan membawa manfaat nyata bagi masyarakat di perbatasan.
Bapak Nekolaus Sanggra (42 th) salah satu warga yang mendapat pelayanan kesehatan keliling karena sedang mengalami demam menyampaikan ucapan terima kasih kepada Bapak-bapak TNI dari Satgas Yonif MR 411/Pdw Kostrad Pos Rawa Biru.
“Kami merasa sangat terbantu dengan pengobatan yang sering dilaksanakan Pos Rawa Biru ini, jadi jika kita sedang sakit-sakit ringan dapat segera diberi obat,” ucapnya. (Bdr)
Jakarta-Sumbawanews.com,- Bakal calon Bupati/Cawabup pilkada 2020 yang akan di usung Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Nusa Tenggara Barat (NTB) di jadwalkan menyampaikan visi misi di Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKB, hari ini (28/01) di Jakarta.
Tampak hadir dalam moment foto bersama ketua DPW PKB NTB dan ketua DPC PKB Sumbawa, kandidat bakal calon bupati/wabup (bacabu/bacawabup) dari kabupaten Sumbawa dan KSB.
Nurdin Ranggabarani, kandidat calon bupati yang di usulkan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) hadir dalam sesi foto bersama tersebut.
Ibu Novi yang di gadang gadang koalisi partai PDI P – PKS juga akn turut menyampaikan visi misi.
Demikian pula dengan pasangan Ir. H. Syarafuddin Jarot terlihat bersama calon wakil bupati Sumbawa Ir. H. Mokhlis. MSi. Sebagaimana di ketahui, Jarot Mokhlis merupakan pasangan yang bakal di usung partai Gerindra.
Sememtara itu, Ir. Musyafirin juga akan menyampaikan visi misi membangun kabupaten Sumbawa Barat untuk lima tahun ke depan.
Bandung-Sumbawanews.com,- Polisi menetapkan 3 (tiga) orang petinggi Sunda Empire sebagai tersangka, termasuk Rangga Sasana yang sebelumnya sempat tampil di tv nasional.
Ketiganya yakni, Grand Prime Minister Nasri Banks, Royal Imperial Hignes Raden Ratna Ningrum, dan Rangga Sasana.
Mereka dijerat dengan Pasal Pasal 14 dan Pasal 15 UU RI No 1 tahun 1946 dan terancam hukuman penjara paling lama 10 tahun penjara,demikian tulis laman ayo bandung.com
Jakarta, sumbawanews.com.- Meski baru berusia seumur jagung, keberadaan dan manfaat dari #KomunitasPlastikuntukKebaikan (KPUK) sudah dirasakan oleh warga yang bermukim di wilayah Kecamatan Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan (Tangsel).
Sejak diluncurkan pada 10 November 2019 lalu, #KomunitasPlastikUntukKebaikan atau KPUK sudah menggelar sejumlah program edukasi dan pemberdayaan masyarakat. Komunitas yang mengusung visi membantu pemerintah, membudayakan pengelolaan sampah plastik secara dini, dimulai dari diri sendiri dan dari rumah ini, sejak awal memang mencanangkan niat mengedukasi warga tentang pentingnya pengelolaan sampah untuk membantu menyelamatkan lingkungan dan membantu ekonomi warga.
Dan terbukti, sudah banyak warga yang merasa terbantu dengan adanya berbagai program dari KPUK. Seperti yang dirasakan Mailinda, warga kelurahan Pisangan, Kecamatan Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan ini mengaku mendapatkan banyak manfaat setelah bergabung sebagai anggota KPUK.
“Alhamdulillah banyak sekali yang sudah kami dapat. Khususnya pengetahuan tentang pentingnya memilah sampah dari rumah. Kami diajarkan memilah sampah plastik karena banyak sekali manfaat ekonomi dari sampah plastik,” kata Mailinda yang ditemui usai kegiatan mobil edukasi sampah plastik yang diselenggarakan KPUK di markas KPUK Jalan Dahu, Pisangan, Ciputat Timur, Tangsel, Selasa (28/01/2020).
Ia menambahkan, selain mendapatkan edukasi memilah sampah dari rumah, KPUK juga mengajarkan pemanfaatan barang-barang kerajinan dari plastik, khususnya botol plastik. “Kami diajarkan membuat kerajinan tangan seperti bunga, tempat tisu dan tas, dan hasil kerajinan itu bisa kami jual dan mendapat keuntungan,” tambahnya.
Dua minggu lalu, kata Mailinda, KPUK juga mengajak warga Ciputat Timur dan para relawan KPUK berkunjung ke pelatihan Rumah Sopan di Bekasi untuk mendapat pelatihan tentang ecobrick. Di sana, mereka mendapatkan pelatihan dari Pak Soni, pemilik Rumah Sopan, tentang cara membuat ecobrick yakni kerajinan dari botol plastik, dimana hasil dari ecobrick itu bisa dimanfaatkan sebagai kursi atau meja.
“Kami senang karena tidak cuma mendapat ilmu tentang pengelolaan sampah tapi juga belajar membuat kerajinan dari plastik. Dan ini mendatangkan keuangan buat kami, karena kerajinan itu bisa dijual,” ujarnya. Ada anggota warga yang sering mengikuti pameran dimana hasil karya dari para warga bisa dibeli oleh para pengunjung pameran. Harga jual hasil kerajinan itu bervariasi. Misalnya harga tempat tisyu dan bunga di kisaran harga Rp 15 ribu sampai Rp 20 ribu, sedangkan harga tas bisa sekitar Rp 50 ribu sampai Rp 100 ribu.
Mailinda yang juga bergiat sebagai pengurus Bina Keluarga Lansia (BKL) dan Bina Keluarga Balita (BKB) ini juga mengapresiasi KPUK karena telah berbagi kebaikan dengan ibu-ibu lansia Bina Permata yang dikelolanya, yang rata-rata berusia di atas 65 tahun.
“Waktu perayaan Hari Ibu tanggal 22 Desember lalu KPUK mengajak ibu-ibu Lansia Bina Permata mengadakan lomba membuat kerajinan dari plastik. Bagi mereka, hal ini sangat membahagiakan karena begitu peduli dengan para lansia yang masih ingin berkarya seperti kaum muda lainnya,” ujar Mailinda.
Kedepan, ia berharap KPUK akan terus memberikan edukasi dan mengajarkan lebih banyak ketrampilan kepada warga di Tangsel, khususnya di Ciputat Timur.
“Rata-rata warga di wilayah ini punya lahan yang sebenarnya bisa untuk ditanami. Sayang rasanya kalau lahan di belakang rumah atau di depan rumah tidak dimanfaatkan. Jadi kami berharap bisa belajar tentang cara bercocok tanam dengan memanfaatkan lahan yang ada. Misalnya membuat tanaman dapur seperti cabe, jahe, pandan, yang bisa kami manfaatkan untuk keperluan memasak di dapur,” harap Mailinda.
Sementara itu, Camat Ciputat Timur, Sutang Suprianto, yang datang di acara yang sama mewakili Wakil Walikota Tangsel, Benyamin Davnie, sangat mendukung apa yang dilakukan KPUK untuk para warganya.
Menurut Sutang, sampah di sebuah kota memang menjadi masalah besar. Hal itu disebabkan langkanya lahan kosong untuk bisa dijadikan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah karena semua berubah menjadi tempat tinggal. “Berbeda dengan kabupaten yang wilayahnya luas dan daerah kosongnya banyak, ” ujarnya. Karena itu ia menghargai usaha Komunitas Plastik Untuk Kebaikan dalam membantu kota Tangsel mengatasi sampah.
Sutang menambahkan, diperlukan peran serta semya pihak untuk menangani masalah sampah, baik pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat, dan komunitas pecinta lingkungan seperti komunitas plastik untuk kebaikan.
“Sampah plastik kalau tidak dikelola dengan baik bisa jadi bumerang bagi kita sendiri karena 10 tahun tidak bisa hancur. Jadi sebaiknya sampah plastik itu jangan dibuang sembarangan, tapi harus dikelola dengan cara memilahnya dengan baik, ” ujarnya dalam acara yang dihadiri puluhan ibu-ibu tua dan muda tersebut. Para ibu juga datang dengan antusias sambil membawa botol plastik yang sudah dibersihkan untuk ditukar dengan sembako murah di mobil edukasi pilah sampah plastik.
“Alhamdulillah, ada komunitas yang dapat membantu dalam mengangani masalah sampah khususnya sampah plastik yang ada di wilayah Legoso yang ada di Kelurahan Pisangan. Saya atas nama Pemkot Tangsel berterimakasih kepada seluruh jajaran komunitas KPUK yang telah memberikan sosialisasi untuk menyadarkan masyarakat akan pentingnya mengelola sampah dengan baik. Selain itu juga mengajarkan ketrampilan yang bisa membantu ekonomi masyarakat. Saya berharap komunitas Plasti untuk Kebaikan dapat terus berbuat kebaikan di daerah Tangsel ini,” ujarnya.
Di acara yang sama, Penasehat Komunitas Plastik Untuk Kebaikan, Hani Hasyim, menegaskan tekad KPUK untuk membantu pemerintah dan masyarakat mengatasi masalah sampah khususnya sampah plastik.
Menurut Hani, persoalan plastik sering menjadi kambing hitam terhadap banyaknya persoalan yang muncul terkait sampah. Mulai dari tumpukan sampah, banjir dan pencemaran lautan. “Tapi kami melihat bahwa persoalannya bukan di plastiknya, tapi bagaimana kita mengelola sampahnya. Jadi gerakan yang kami inisiasi ini ingin mengedukasi masyarakat untuk mulai dari diri sendiri memilah plastik di rumah karena plastik bisa memiliki nilai ekonomi dengan cara dikumpulkan dan dijual ke kami,” pungkasnya. (*)
Sumbawanews.com,- Jakarta – Sebanyak 12 orang tewas dalam insiden penembakan brutal yang terjadi di permukiman kumuh Cleveland, Johannesburg, Afrika Selatan, Jumat (12/6/2026). Kejadian yang...
Sumbawanews.com,- Sebuah undang-undang bipartisan yang baru diajukan di Senat Amerika Serikat memberi warga negara hak untuk menggugat pejabat pemerintah yang mencoba memaksa platform media...
Sumbawanews.com,- Kejaksaan Agung menetapkan Hery Susanto, mantan Ketua Ombudsman RI, sebagai tersangka dalam kasus suap terkait tata kelola pertambangan nikel di Sulawesi Tenggara periode...
Sumbawanews.com,- Amuntai — Bupati Hulu Sungai Utara, Sahrujani, menyerahkan 159 unit jukung kepada masyarakat pesisir di Desa Sungai Kuini, Kecamatan Sungai Pandan, sebagai bentuk...
Sumbawanews.com,- Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti mengungkapkan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya menjadi jembatan nutrisi bagi siswa, tetapi juga...