sumbawanews.com,- Tentara Nasional Indonesia (TNI) siap mengevakuasi Warga Negara Indonesia (WNI) yang terisolasi akibat Virus Corona di kota Wuhan, China. Demikian disampaikan Panglima TNI, Marsekal TNI Dr. (H.C.) Hadi Tjahjanto, S.I.P. di hadapan awak media di Kompleks Parlemen, Jl. Gatot Subroto, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (30/1/2020).
Panglima TNI mengatakan bahwa TNI telah menyiagakan pesawat-pesawat milik TNI termasuk berbagai peralatan yang mendukung dalam rangka mengevakuasi Warga Negara Indonesia. Selain menyiagakan pesawat, TNI juga menyiapkan tenaga medis.
Lima hari yang lalu, Panglima TNI telah memerintahkan Kapuskes TNI bersama Dinas Kesehatan Angkatan untuk menyiapkan peralatan-peralatan apa saja yang harus dibawa termasuk baju astronot, ruang isolasi dan alat untuk memonitor panas tubuh manusia.
Semua itu sudah disiapkan, TNI tinggal menunggu perintah dari Menlu selaku leading sector. Intinya, kapanpun diberangkatkan TNI siap. (Mad/Puspen TNI)
sumbawanews.com,- Panglima TNI Marsekal TNI Dr. (H.C.) Hadi Tjahjanto, S.I.P. diwakili Kasum TNI Letjen TNI Joni Supriyanto memimpin upacara pemberangkatan Satgas misi PBB sebanyak 175 prajurit TNI yang tergabung dalam Satgas Kizi TNI Konga XX-Q MONUSCO, bertempat di Plaza Mabes TNI, Cilangkap, Kamis (30/1/2020).
Panglima TNI menyampaikan ucapan selamat kepada para prajurit yang telah mendapatkan kehormatan sekaligus kepercayaan untuk mengemban tugas internasional, yang tergabung dalam misi Pasukan Pemeliharaa Perdamaian PBB. Tugas yang diemban para prajurit sarat dengan Misi Negara baik dari aspek militer, politik, diplomasi maupun budaya. Misi tersebut menjadikan para prajurit berkewajiban menjaga nama baik dan kehormatan bangsa dan negara. Untuk itu, tugas harus dilaksanakan dengan penuh semangat, dedikasi dan loyalitas, serta tetap memperhatikan faktor keamanan dan kesiapsiagaan.
Para prajurit harus mampu mengantisipasi setiap perkembangan situasi di wilayah tugas. Pembekalan dan pelatihan yang telah diterima agar menjadi acuan sehingga dapat memperkecil peluang terjadinya insiden yang tidak perlu dalam pelaksanaan tugas. Pengalaman tugas dari satuan satuan terdahulu termasuk dari satuan negara lain dapat dijadikan pelajaran penting untuk pengembangan keberhasilan tugas. Penugasan ke Misi PBB juga harus dapat dijadikan momen bagi para prajurit memperluas wawasan dan pengetahuan. Keberhasilan tugas Satgas Kizi TNI Konga XX-Q MONUSCO sangat menentukan citra dan prestasi, serta keberlanjutan misi-misi perdamaian Indonesia di masa mendatang.
Satgas Kizi TNI Konga XX-Q MONUSCO akan menggantikan Satgas Kizi TNI Konga XX-P MONUSCO yang saat ini dalam proses kembali ke tanah air dari Kongo Afrika. Satgas Kizi TNI Konga XX-Q MONUSCO berjumlah 175 personel terdiri dari 153 TNI AD, 17 TNI AL dan 5 TNI AU dengan mainbody pasukan dari Detasemen Zeni Tempur 2/Prasada Sakti, Padang-Sumatera Barat di bawah komando Letkol Czi M.P.Sibuea, S.H., M.Han., sebagai Dansatgas. (Mad/Puspen TNI)
Mataram,- Sumbawanews.com,- Lembaga kajian politik NTB, Mi6 memprediksi bakal muncul pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati yang anomali di Pilkada Lombok Tengah.
Figur yang selama ini dinilai underdog dan tak memiliki dukungan politik kuat, justru akan muncul dalam kontestasi Pilkada Lombok Tengah 2020.
Direktur Mi6, Bambang Mei Finarwanto menjelaskan, prediksi Mi6 itu disandarkan pada analisa lembaga terhadap perkembangan politik menuju Pilkada 2020, khususnya di wilayah Lombok Tengah.
“Dari perkembangan terbaru saat ini, dan peta politik yang mencuat, Mi6 memprediksi akan ada pasangan calon anomali yang justru akan menjadi kuda hitam di Pilkada Lombok Tengah,” kata pria yang akrab disapa Didu yang didampingi Kepala Litbang Mi6 , Zainul Pahmi, Kamis (30/1) di Mataram.
Didu memaparkan, opini yang berkembang saat ini Pilkada Lombok Tengah akan menempatkan pasangan petahana Wakil Bupati Lombok Tengah H Lalu Pathul Bahri dan putra atau kerabat lain dari Bupati Lombok Tengah, H Suhaili FT sebagai pasangan kuat yang didukung dua partai besar Gerindra dan Golkar.
Namun dalam perkembangan konstelasi sampai hari ini , kata Didu, pasangan yang dianggap _*the dream team*_ ini belum menunjukkan progres kearah kepastian sinergi paslon. Sehingga pihak Gerindrapun memberikan tenggat waktu 2 minggu kepada Pathul Bahri untuk menentukan pasangannya.
“Belum pasti juga. Apalagi santer ada rumors bahwa Golkar belum mau di posisi kedua sebagai Wakil (Bupati), sementara Petahana Wabup juga pasti mau jadi nomer satu,” katanya.
Mi6 menduga, apabila sampai tenggat waktu yang diberikan kepada Petahana Lalu Pathul Bahri belum bisa Fix menentukan pasangannya , bisa jadi merupakan _*sinyal awal*_ belum tercapainya formulasi sinergi politik yang pas dengan putra atau kerabat lain dari Bupati Suhaili.
“Bagaimanapun juga Gerindra akan dorong Pathul maju sebagai calon Bupati sendiri demi menjaga marwah partai ,” ulas didu sembari menambahkan diprediksi kuat Golkar akan mencalonkan putra atau kerabat lain Bupati Suhaili sebagai calon Bupati.
“Peluang ini sangat besar, diduga mereka akan maju sendiri-sendiri dan menggandeng calon Wakil masing-masing,” ujar Didu.
*Pengaruh Koalisi PDIP-PKS*
Didu menilai, seandainya ataupun seumpamanya kubu sesama petahana pisah jalan, maka akan ada beberapa pasangan pasangan anomali yang bakal muncul dan memiliki kans kuat digandeng oleh masing-masing kubu Petahana tersebut dengan berbagai pertimbangan taktis maupun strategis.
Didu melanjutkan bahwa tren konstestasi politik di NTB akhir-akhir ini menunjukkan banyak pendatang baru justru memenangkan pertarungan karena sukses memikat hati masyarakat,” kata Mantan Eksekutif Daerah Walhi NTB dua periode ini.
Direktur Mi6 ini kemudian melanjutkan kekuatan pendatang baru yang anomali justru terlihat di spirit dan keinginannya yang kuat yakni mampu mengubah kekurangan menjadi kelebihan. Semangat ini tidak dimiliki oleh _*calon kuat*_ yang kerap terbelenggu oleh zona nyaman .
” Para calon anomali yang dianggap underdogs itu paham dirinya tidak sepopuler calon kuat lainnya , maka dipastikan ia telah menggunakan strategi yang tepat dalam meraih persepsi yang kerap diabaikan oleh paslon lainnya,” papar Zainul Pahmi.
Sementara itu terkait pengaruh koalisi PDI Perjuangan dan PKS di tujuhp Pilkada Kabupaten dan Kota di NTB, didu mengatakan akan berdampak melahirkan pasangan anomali itu.
“Jangan salah, dalam politik apa saja mungkin terjadi. Figur yang dianggap underdog, bisa jadi melejit,” tambah Zainul Pahmi.
Ia mencontohkan, dari hasil Pileg 2019 lalu, H Bambang Kristiono dari Gerindra sempat dianggap remeh ketika bertarung menuju DPR RI dengan dapil Lombok. Tapi, faktanya suara HBK justru melejit dan menjadi suara terbanyak.
“Pasangan ZulRohmi di Pilkada NTB 2018 juga sempat underdog dan dianggap remeh. Tapi mereka justru melejit dan kini menjabat Gubernur dan Wakil Gubernur NTB,” katanya.
Didu mengatakan, ada beberapa figur potensial yang bisa mengulang sukses calon-calon underdog di Pilkada Lombok Tengah.
H Ruslan Turmuzi, yang akrab disapa RT , politisi PDIP yang kini menjabat anggota DPRD NTB salah satunya *calon anomali* melalui berbagai upaya terobosan politik baik secara terbuka ataupun underground.
“Terutama dengan melihat koalisi PDIP PKS, saya pikir Ruslan Turmuzi bisa masuk kriteria calon anomali jika diberi kepercayaan dan tentu jika ada Keajaiban ( Miracle ) Politik. Tentu ada beberapa calon underdogs lainnya yang memiliki kans seperti RT ,” Pungkasnya
(Merauke). Satgas Pamtas RI-PNG Yonif MR 411/Pdw Kostrad, Pos Komando Utama (Kout) yang dipimpin Pasiter Satgas Kapten Arm Imam Ari Setiawan bersama 5 personel lainnya, memberikan bantuan buku tulis ke Sekolah Madrasah Ibtidaiyah (MI) Al-Ma’arif Sota, di Kampung Sota, Distrik Sota, Kabupaten Merauke, Provinsi Papua, Kamis (30/1/2020).
Kegiatan tersebut juga sekaligus anjangsana ke MI Al-Ma’arif Sota yang disambut antusias dan penuh keceriaan oleh para siswa-siswi dengan langsung menyalami personel Pos Kout, selanjutnya diterima langsung Wakil Kepala Sekolah Ibu Jamilah, S.Pd., dan beberapa dewan guru lainnya.
Bantuan berupa buku tulis, alat tulis dan buku pelajaran tersebut guna mendukung kegiatan belajar mengajar di sekolah, secara simbolis diterima oleh Wakil Kepala Sekolah MI Al-Ma’arif Sota dan beberapa siswa sebagai perwakilan, untuk selanjutnya akan dibagikan pihak sekolah.
“Terimakasih banyak Bapak-bapak TNI dari Satgas Yonif MR 411/Pdw Kostrad atas bantuan yang diberikan, tentunya ini sangat membantu dan bermanfaat sekali bagi kami semua, karena siswa disini masih banyak kekurangan buku tulis dan buku pelajaran,” ucap Ibu Jamilah.
Ditempat yang berbeda, Wadansatgas Yonif MR 411/PDW Kostrad Mayor Inf Ilham Datu Ramang mengatakan, tujuan kami (satgas) melaksanakan kegiatan ini yaitu untuk berbagi sesuatu yang bermanfaat dengan sesama, karena kita semua adalah keluarga. “Bantuan buku tulis, buku pelajaran dan alat tulis itu tidak dilihat dari jumlah dan nilainya, tetapi lebih kepada asas manfaatnya untuk mendorong anak-anak di perbatasan lebih giat membaca dan belajar, sehingga kelak tercapai cita-citanya,” harapnya.
Sementara itu, Pasiter Satgas Kapten Arm Imam Ari Setiawan mengatakan, kegiatan ini bagian dari pembinaan teritorial Satgas Yonif MR 411/Pdw Kostrad Pos Kout, yang berkomitmen selama bertugas di Papua ingin memberikan yang bermanfaat untuk masyarakat di wilayah perbatasan.
“Sekolah ini berada di wilayah binaan Satgas Yonif MR 411/Pdw Kostrad khususnya Pos Kout, adanya keluhan bahwa masih kekurangan buku pelajaran, maka kita segera bantu sebagai wujud kepedulian Satgas dibidang pendidikan,” katanya. (Bdr)
sumbawanews.com,- Tim Advance Satuan Tugas (Satgas) TNI Kontingen Garuda (Konga) XXXIX-B Rapid Deployable Battalion (RDB) Mission de IOrganisation des Nations Unies pour La Stabilisation en République Démocratique du Congo (MONUSCO) dibawah pimpinan Kolonel Inf Daniel Lumbanraja sebagai Komandan Satgas yang didampingi Wadan Satgas Mayor Inf. H. Yossy Buanan dan perwira staf Satgas, menerima kunjungan Tim Contingen Owned Equipment (COE) Bukavu di Kalemie, Demokratik Republik Kongo, Rabu (29/1/2020).
Rombongan tim COE Bukavu yang dipimpin James Boima beserta 6 orang staf lainnya berkunjung ke Soekarno Camp Indo RDB di Kalemie dalam rangka pengecekan kesiapan sarana dan prasarana pendukung suatu misi yang meliputi pengecekan peralatan, perbekalan dan kendaraan operasional yang digunakan Satgas TNI Konga XXXIX-B RDB Monusco.
Kegiatan yang berlangsung selama kurang lebih satu minggu tersebut, nantinya akan dilaksanakan rutin setiap triwulan dalam setahun. Selain itu, tim COE mengecek kondisi terakhir dan juga sekaligus untuk memonitoring sekaligus mengevaluasi suatu kontingen yang sudah diberangkatkan ke daerah misi dibidang sarana dan prasarana pendukungnya agar misi dapat berjalan dengan baik sehingga tujuan dapat tercapai. (Pen Satgas Konga XXXIX-B Monusco)
(Maluku. Rabu, 29 Januari 2020). Personel Yonif Raider Khusus 136/Tuah Sakti yang tergabung dalam Satgas Operasi Pengamanan Daerah Rawan Maluku bekerjasama dengan Yayasan Al Hijrah Kota Ambon menggelar bakti sosial bertemakan “Bakti Untuk Negeri” di Desa Wakasihu, Kecamatan Leihitu Barat, Kabupaten Maluku Tengah, Selasa (28/1/2020).
Kegiatan yang dilaksanakan dalam bakti sosial tersebut antara lain penyuluhan kesehatan, pengecekan darah, pengobatan umum, khitanan massal dan pemeriksaan gigi. Sejak pagi hari, warga yang rata-rata lanjut usia dan anak-anak ini sudah mendatangi lapangan Desa Wakasihu. Tercatat ada sekitar 250 warga yang mendapat pelayanan kesehatan dan 34 anak-anak di khitan.
Komandan Pos (Danpos) Wakasihu Serka Herianto mengatakan, selain melaksanakan tugas menjaga daerah rawan di wilayah Maluku, khususnya di Desa Wakasihu, satgas juga melaksanakan tugas Pembinaan Teritorial Satuan Non-Komando Wilayah (Binter Satnonkowil) kepada masyarakat.
“Kami memiliki tugas untuk membantu masyarakat melalui Binter Satnonkowil berkoordinasi dengan instansi terkait, salah satunya adalah kegiatan bakti sosial dengan langsung turun ke tengah-tengah masyarakat,” ungkapnya.
Pimpinan Yayasan Al Hijrah Kota Ambon, Dr. H. Sofyan Umarella, Sp. PD. mengucapakan terima kasih kepada tim kesehatan Satgas Yonif Raider Khusus 136/Tuah Sakti atas sumbangsihnya pada pelaksanaan bakti sosial yang sangat membantu masyarakat.
Sementara itu, Bapak Ahmad Polanunu salah satu Tokoh Bapak Raja menyampaikan ucapan terima kasih atas adanya kegiatan ini. “Saya mewakili warga Desa Wakashiu mengucapkan banyak terima kasih atas kepedulian Yayasan Al Hijrah Kota Ambon serta partisipasi dukungan tenaga kesehatan dari bapak TNI selaku BKO Negeri Wakasihu Satgas Yonif Raider Khusus 136/Tuah Sakti. Semoga TNI semakin jaya, profesional dan dapat melaksanakan tugasnya dengan baik, serta selalu dicintai rakyat,” ungkapnya. (Bdr)
sumbawanews.com,- Panglima TNI Marsekal TNI Dr. (H.C.) Hadi Tjahjanto, S.I.P. didampingi Kasal Laksamana TNI Siwi Sukma Adji, S.E., M.M., Kasau Marsekal TNI Yuyu Sutisna, S.E., M.M., dan Wakasad Letjen TNI Tatang Sulaiman, menutup secara resmi Rapat Pimpinan (Rapim) TNI tahun 2020, bertempat yang dilaksanakan di GOR A. Yani Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu malam (29/1/2020).
Pelaksanaan Rapat Pimpinan TNI tahun 2020 membahas tentang pelaksanaan capaian progam kerja di tahun 2019 dan menetapkan prioritas program kerja di tahun 2020. Panglima TNI menyampaikan penetapan 11 Program Prioritas TNI yang dirancang untuk dapat menghadapi dinamika perkembangan lingkungan strategis dan tantangan tugas TNI ke depan.
11 program prioritas tersebut antara lain revitalisasi dan percepatan program-program Minimum Essential Force (MEF); penyempurnaan Dokrin TNI dan Angkatan; penyempurnaan organisasi TNI; pengembangan sistem pengelolaan SDM TNI; pembangunan TNI AD menjadi kekuatan terpusat, kewilayahan dan pendukung; pembangunan TNI AL melalui penyusunan Sistem Senjata Armada Terpadu (SSAT); pembangunan TNI AU untuk mencapai air supremacy atau air superiority; pembentukan Pasukan Khusus Tri Matra; pengembangan Sistem Operasi Tri Matra yang berbasis teknologi berkemampuan Network Centric Warfare; penguatan diplomasi militer dan peningkatkan kontribusi dalam rangka memenangkan kepentingan nasional; serta sistem pengadaan Alutsista berbasis Effect-Based and Interperability.
Pencapaian MEF (Minimum Essencial Force) pada akhir tahun 2019 secara fisik MEF telah mencapai rata-rata sebesar 63,19% dan dari target akhir MEF pada tahun 2024. Sementara berdasarkan penilaian dari Badan Pemeriksa Keuangan RI, Tahun 2019 TNI memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). Pencapaian tersebut menjadi tantangan untuk dapat mengoptimalkan dan mengimplementasikan Reformasi Birokrasi dan menerapkan akuntabilitas pengelolaan anggaran yang efektif, efisien, dan transparan.
Untuk pelaksanaan tugas TNI di tahun 2020, Panglima TNI menegaskan bahwa stabilitas pertahanan dan keamanan masih menjadi prioritas melalui peningkatan kekuatan, penguatan kemandirian pertahanan dan penguatan kapasitas kelembagaan pertahanan dan keamanan di wilayah perbatasan dan pulau terluar, dengan terus mengefektifkan gelar operasi TNI di seluruh wilayah NKRI.
Selanjutnya dalam penanggulangan bencana alam menjadikan tantangan bagi TNI untuk dapat melaksanakan tugasnya secara optimal melalui penguatan peran PRCPB untuk mengatasi lebih dari 2 (dua) trouble spots bersinergi dengan BNPB dan berbagai instansi terkait serta komponen bangsa lainnya.
Selain itu dalam menghadapi Pilkada serentak yang akan dilaksanakan pada 23 September 2020 di 270 daerah yaitu 9 Pilkada Gubernur, 224 Pilkada Bupati dan 37 Walikota, maka TNI berkewajiban turut menjaga stabilitas keamanan nasional dalam bentuk perbantuan kepada Polri sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku dengan tetap menjaga netralitas TNI.
Dalam pelaksanaan tugas agar ditingkatkan kewaspadaan melalui deteksi dini dalam upaya penanggulangan aksi terorisme, faham komunisme dan radikalisme serta gerakan separatis bersenjata dengan langkah-langkah yang profesional dan proposional.
Pada kesempatan tersebut, Panglima TNI menetapkan visi dan misi TNI yang linier dan sejalan dengan visi, misi pemerintah 2020-2024, yaitu TNI Yang Profesional, Modern Dan Tangguh Untuk Mewujudkan Indonesia Maju, Yang Berdaulat, Mandiri Dan Berkepribadian Berlandaskan Gotong Royong. Visi, Misi TNI diatas harus dijadikan pedoman dan laksanakan untuk mengakselerasi pencapaian program-program, terutama 11 program prioritas TNI yang dirancang untuk dapat menghadapi dinamika perkembangan lingkungan strategis dan tantangan tugas TNI ke depan. (Mad/Puspen TNI)
Jakarta-Sumbawanews.com,-Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) menjatuhkan sanksi berupa Peringatan Keras terhadap lima komisioner KPU Kabupaten Lombok Tengah. Sanksi tersebut diperoleh dari dua perkara berbeda yakni nomor 289-PKE-DKPP/IX/2019 dan 298-PKE-DKPP/IX/2019. Pembacaan putusan perkara tersebut dilakukan di Ruang Sidang DKPP, lantai 5, Jalan MH. Thamrin No.14, Jakarta Pusat, Rabu (29/1/2020) pukul 13.30 WIB.
Lima komisioner KPU Kabupaten Lombok Tengah tersebut adalah Ahmad Fuad Fahrudin (Ketua), Alimudin Sukri, Lukmanul Hakim, Lalu Darmawan serta M. Zaeroni masing-masing sebagai anggota.
Selain Peringatan Keras, DKPP juga memberhentikan Ahmad Fuad Fahrudin dari jabatannya sebagai Ketua KPU Kabupaten Lombok Tengah dan Lukmanul Hakim dari jabatannya sebagai Koordinator Divisi Teknis dan Penyelenggaraan.
Mereka diberhentikan dari jabatan sebagai ketua dan ketua Koordinator Divisi Teknis KPU Kabupaten Lombok Tengah, namun mereka masih menjabat sebagai komisioner dan posisi mereka hasil digantikan oleh komisioner lain sesuai hasil pleno internal.
“Menjatuhkan sanksi Peringatan Keras dan Pemberhentian dari Jabatan Ketua KPU Kabupaten Lombok Tengah kepada Teradu I, Ahmad Fuad Fahrudin terhitung sejak putusan ini dibacakan,” kata Ketua Majelis dan Plt Ketua DKPP, Prof. Muhammad.
“Menjatuhkan sanksi peringatan keras dan pemberhentian jabatan Ketua Koordinator Divisi Teknis KPU Kabupaten Lombok Tengah kepada teradu III yaitu Lukmanul Hakim,” lanjut Muhammad.
Para teradu terbukti melakukan pelanggaran kode etik dan pedoman perilaku penyelenggara pemilu dalam dua perkara ini. Sedangkan pertimbangan putusan dibacakan Dr. Ida Budhiati dan Prof. Teguh Prasetyo.
Perkara nomor 298-PKE-DKPP/IX/2019 diadukan Ketua dan Anggota Bawaslu Kabupaten Lombok Tengah yaitu Abdul Hanan, Usman Faesal, Lalu Fauzan Hadi, Harun Azwari, dan Baiq Husnawati karena tidak melaksanakan putusan Bawaslu RI terkait pelanggaran Administrasi Pemilu 2019 dengan nomor putusan 023/LP/PL/ADM/RI/00.00/V/2009.
Sedangkan perkara 289-PKE-DKPP/IX/2019 diadukan oleh Lalu Wiraksa, yang memberikan kuasanya kepada Yandri Susanto sebagai kuasa hukum. Para teradu diduga melakukan pelanggaran kode etik penyelenggara pemilu.
DKPP membacakan 13 putusan dari 15 perkara dugaan pelanggaran kode etik penyelenggara pemilu. DKPP juga merehabilitasi nama baik 43 penyelenggara pemilu dan 11 peringatan.
Belum adanya sikap tegas pemerintah Daerah Sumbawa terkait Mahasiswa/i yang sedang study di China, seorang mahasiswi asal Sumbawa curhat di media sosial facebook. Berikut isi lengkap curhatan Nur Aziza Apriani.
Aassalamualaikum,perkenalkan saya nur aziza apriani mahasiswa sumbawa yang sedang menepuh pendidikan di China,sekaligus mewakili teman-teman mahasiswa yang di china juga,kami ingin mempertanyakan mengenai prihal keberlangsungan Kami di china.dan juga postingan ini Kami tujukan kepada pamerintah kabupaten sumbawa mengenai tindak lanjut pamerintah terhadap Kami.seperti yang saya kirimkan gambar di bawa Ini,merupakan Salah Satu contoh tindak lanjut dari Pemerintah kabupaten sumbawa Barat terhadap mahasiswa ksb yang Ada di China. Yang Kami pertanyakan,Mengapa Pamerintah kabupaten Sumbawa Belum Ada tindak Lanjut terhadap Kami. Kami mohon terhadap Pemerintah Kabupaten Sumbawa agar bisa memberikan Sedikit Perhatiannya kepada Kami. Dan Mohon segera ditindak Lanjut mengenai perihal Kasus Corona yang sedang trjadi Di china
Semakin lama Kami berada disini Kami semakin susah karena kota kami semakin lama akan menjadi kota Mati,dan apabila kami Lama mengambil tindak lanjut Kami Akan terjebak Dan yang Dimana Kami ketahui bahwa bendara Semakin Lama Akan Tutup,kami mohon kepada pemerintah untuk mendengar suara Kami.
sumbawanews.com,- Ketua Umum (Ketum) Dharma Pertiwi, Ny. Nanny Hadi Tjahjanto menutup secara resmi “Rakor Dharma Pertiwi Tahun Anggaran 2020”, bertempat di Gedung Balai Sudirman, Jl. Dr. Saharjo No. 268, Tebet, Jakarta Selatan, Rabu (29/1/2020).
Ketum Dharma Pertiwi dalam sambutannya menyampaikan bahwa Rapat Koordinasi (Rakor) yang dilaksanakan selama dua hari ini tentu saja sangat diperlukan sebagai penyesuaian dengan dinamika kinerja di kedinasan suami, yang mengalami banyak sekali perubahan sebagai imbas dari kebutuhan organisasi TNI saat ini, otomatis mengalami perubahan juga di lingkungan organisasi ibu-ibu.
Sebagai organisasi yang besar di lingkungan TNI, Dharma Pertiwi tentu saja semakin berbenah menuju kepada hal-hal yang lebih baik. Ketua Umum Ny. Nanny Hadi Tjahjanto mengatakan dengan berdirinya beberapa satuan baru di kedinasan maka akan membentuk Badan Koordinasi (Bakoor) sebagai wadah yang dapat mempererat dan meningkatkan soliditas di wilayah terkait. Sehingga hasil akhirnya adalah kesatuan bangsa melalui organisasi ibu-ibu dapat terwujud untuk menambah kuatnya keluarga TNI.
Pada Rakor tersebut Ketum Dharma Pertiwi menegaskan untuk pemakaian nametag oleh setiap anggota. Demikian juga himbauan mengenai pemakaian cincin kawin sebagai yang sederhana saja, hal tersebut merupakan upaya untuk menambah kesahajaan anggota Dharma Pertiwi dimanapun berada.
Ny. Nanny Hadi Tjahjanto berharap kepada para ketua yang mengikuti Rakor ini untuk dapat dengan bijaksana mensosialisasikan aturan-aturan yang ada kepada anggotanya di daerah masing-masing. Tetaplah selalu bermuara kepada Program Kerja yang telah disahkan dan selalu disesuaikan pelaksanaannya dengan situasi dan kondisi di daerah masing-masing.
Seperti diketahui Dharma Pertiwi Pusat adalah induk dari seluruh organisasi ibu-ibu di lingkungan TNI. Sebagai induk atau sebagai ibu dari organisasi, selalu ingin memberikan bekal yang cukup untuk anak-anaknya agar dapat menjalankan organisasi dengan baik dan sarat makna.
Semua yang disajikan ini adalah sebagai wujud kepedulian Dharma Pertiwi Pusat untuk meningkatkan karakter anggota dengan transfer ilmu yang dapat diaplikasikan dalam kehidupan keluarga.
Pada Rakor Dharma Pertiwi tahun ini para peserta Rakor mendapatkan pembekalan ilmu tentang pemanfaatan lahan tidur dengan tanaman yang produktif, untuk memicu kreatifitas ibu-ibu dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga, dan juga pembahasan menarik mengenai pemanfaatan teknologi informasi dan komununikasi untuk pendiddikan yang sangat bermanfaat. (Mad/Puspen TNI)
Sumbawanews.com,- Sekretaris Jenderal PDI-P Hasto Kristiyanto resmi diangkat sebagai dosen tetap di Universitas Bung Karno (UBK), Jakarta. Pengangkatan itu diumumkan Hasto usai menyampaikan kuliah...
Sumbawanews.com,- Reddit meluncurkan fitur baru yang memungkinkan pengguna menyisipkan video langsung di kolom komentar, memperkaya cara berinteraksi di platform tersebut. Sebelumnya, pengguna hanya bisa...
Sumbawanews.com,- Jakarta – Sebanyak 12 orang tewas dalam insiden penembakan brutal yang terjadi di permukiman kumuh Cleveland, Johannesburg, Afrika Selatan, Jumat (12/6/2026). Kejadian yang...
Sumbawanews.com,- Sebuah undang-undang bipartisan yang baru diajukan di Senat Amerika Serikat memberi warga negara hak untuk menggugat pejabat pemerintah yang mencoba memaksa platform media...
Sumbawanews.com,- Kejaksaan Agung menetapkan Hery Susanto, mantan Ketua Ombudsman RI, sebagai tersangka dalam kasus suap terkait tata kelola pertambangan nikel di Sulawesi Tenggara periode...