Amerika Siap Dukung Bakamla RI Tingkatkan Kapasitas



(Timika. Jumat, 31 Januari 2020). Satuan Tugas Batalyon Infanteri (Satgas Yonif) 755/Yalet/20/3 Kostrad mengajar dan membagikan buku tulis untuk siswa-siswi PAUD Herera Kampung Trimuris, Distrik Memberamo Hilir, Kab. Mamberamo Raya, Papua, Kamis (30/01/2020).
Dansatgas Yonif 755/Yalet/20/3 Kostrad Letkol Inf Dodi Nur Hidayat mengatakan dalam rilis tertulisnya di Mimika bahwa kami (satgas) sangat senang untuk membantu masyarakat dalam bidang pendidikan karena anak-anak merupakan masa depan bangsa Indonesia.
“Anggota Satgas Yonif 755/Yalet/20/3 Kostrad selain mengajarkan tentang membaca, berhitung, menggambar dan juga bermain bersama anggota, satgas juga membagikan puluhan buku tulis kepada anak-anak yang ada di PAUD Herera,” ungkapnya.
Tampak keceriaan yang dirasakan oleh anak-anak tersebut dalam pelaksanaan kegiatan, hal ini karena anak-anak merasa bangga dan senang sudah diberikan ilmu oleh anggota satgas.
Anike Awala selaku Kepala Sekolah mengatakan “kami disini merasa senang karena anggota TNI mau membantu kami mengajar kepada anak-anak didik kami,” ucapnya. (Bdr)

sumbawanews.com,- Pasukan Garuda yang tergabung dalam Satgas TNI Konga XXXIX-B Rapid Deployable Battalion (RDB) Mission de IOrganisation des Nations Unies pour La Stabilisation en République Démocratique du Congo (MONUSCO) dibawah pimpinan Kolonel Inf Daniel Lumbanraja sebagai Komandan Satgas menyelamatkan staf dan aset United Nations (UN) yang berada di Nyunzu Propinsi Tanganyika Republik Demokratik Kongo, Kamis (30/1/2020).
Pengiriman Pasukan Garuda untuk penyelamatan staf dan aset UN ke Nyunzu merupakan instruksi langsung dari Komandan Sektor Selatan Monusco kepada Komandan Satgas TNI Konga XXXIX-B RDB sebagai pemimpin yang bertanggung jawab dalam hal pengamanan Area of Responsibility (AoR).
Menjaga stabilitas keamanan di AoR Indo RDB dan mengamankan staf dan aset UN serta melindungi warga sipil ini sangat penting dilakukan karena belum lama ini telah terjadi penyerangan oleh kurang lebih 100 orang warga ke kantor Word Food Program (WFP) / Food and Agricultural Organisation (FAO) yang berlokasi di Nyunzu Propinsi Tanganyika dan ingin membunuh salah seorang anggota staf WFP termasuk dalam komunitas Twa.
Menurut informasi ada indikasi mereka melakukan perusakan dan penjarahan di kantor WFP/FAO yang merupakan aset UN. Dengan adanya kejadian tersebut pihak Head of Office (HoO) Mr. Jacob juga meninjau langsung situasi kondisi terakhir ke tempat kejadian dalam selang waktu yang berbeda.
Insiden tersebut merupakan tindakan balasan atas terbunuhnya Kepala Desa Bantu Mokimbo oleh komunitas Twa. Namun demikian semenjak kedatangan personel Satgas TNI Konga XXXIX-B RDB ke lokasi kejadian kondisi di wilayah Nyunzu berangsur-angsur membaik dan kondusif, akan tetapi untuk sementara pelaksanaan rotasi personel UN Security Management System (SMS) yang di Nyunzu ditangguhkan hingga keadaan aman. (Pen Satgas Konga XXXIX-B Monusco)
JENEWA, Sumbawanews.com – Merebaknya wabah virus Corona, Badan Kesehatan Dunia ( WHO) mengumumkan status darurat atas wabah virus corona yang sudah membunuh 212 orang di China.
Dalam konferensi pers, Sekretaris Jenderal Dr Tedros Adhanom Ghebreyesus menyatakan, kasus infeksi di luar China jadi pertimbangan serius status itu diumumkan.
Hingga saat ini, angka penularan virus corona sudah mencapai 98 orang di 18 negara, dengan belum ada korban meninggal yang dilaporkan.
Jumlah itu termasuk delapan kasus penularan dari manusia ke manusia, yang ditemukan di Amerika Serikat (AS), Vietnam, Jepang, dan Jerman.
Sementara di China, patogen dengan kode 2019-nCov itu sudah membunuh 212 orang, dengan kasus infeksi sudah mencapai lebih dari 7.700 orang.
“Alasan utama status darurat dunia ini diumumkan bukan karena apa yang terjadi di dunia. Namun apa yang tengah berlangsung di dunia,” ujar Tedros.
Dia menerangkan bahwa virus China itu adalah “wabah tak terduga” yang harus ditangani juga secara “tak terduga” untuk membendungnya.
Dilansir BBC Kamis (30/1/2020), perhatian utama WHO adalah virus tersebut bisa menular hingga ke negara dengan sistem kesehatan lemah.
“Biarkan saya menekankannya. Pengumuman ini bukanlah bentuk ketidakpercayaan terhadap China,” kata Tedros seraya memuji upaya Beijing menghentikan penyebarannya.
Otoritas Negeri “Panda” dilaporkan melakukan berbagai langkah pencegahan untuk memerangi virus corona yang pertama kali tercatat pada Desember 2019 lalu dengan menutup berbagai akses.
Di antaranya menutup Pasar Seafood Huanan di Wuhan, tempat penjualan hewan liar yang disebut menjadi asal penyebaran virus China.
Selain itu, mereka juga membangun fasilitas medis secara cepat yang bisa digunakan pada pekan ini, dan bisa menampung hingga 1.000 pasien.
“Inilah waktunya untuk fakta, bukan ketakutan. Inilah waktunya bagi ilmu pengetahuan, bukan rumor. Saatnya tiba bagi solidaritas, bukan stigma,” tegasnya dikutip Sky News.
Status darurat dunia itu diumumkan WHO merujuk kepada peristiwa kesehatan luar biasa yang mengancam negara-negara karena penularannya.
Sejauh ini, badan kesehatan internasional sudah mendeklarasikan lima kasus darurat. Termasuk Ebola pada 2014 dan 2019, serta virus Zika.
Sejumlah negara seperti AS, Perancis, hingga Jepang sudah mengumumkan evakuasi terhadap warganya dari Wuhan, di mana kota itu kini ditutup demi menghindari infeksi lanjutan.
Kendari, Sumbawanews.com.- Arisandi adalah nama balita penderita gizi buruk yang mengkonsumsi susu kental manis (SKM) sejak usia 4 bulan. Pada usia 10 bulan, bayi asal Konawe, Sulawesi Tenggara tersebut meninggal dunia setelah dirawat selama kurang lebih 2 minggu di RS Bahtera Mas, Kota Kendari.
Terkuaknya kasus balita Arisandi memunculkan temuan-temuan lainnya balita gizi buruk yang mengkonsumsi susu kental manis, produk yang seharusnya diperuntukkan sebagai bahan tambahan dalam makanan. Di Batam, juga dilaporkan Vania, balita yang usianya belum genap satu tahun juga mengkonsumsi susu kental manis sejak berusia 3 bulan. Tubuhnya menjadi gemuk memang, tapi lama kelamaan kulitnya menunjukan gejala yang sama seperti Arisandi: kulit melepuh seperti terbakar. Beruntung, Vania lebih cepat mendapat pertolongan.
Dalam peringatan hari gizi nasional yang diselenggarakan PW Muslimat NU Kendari, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Kendari Erny, SKM.,M.Kes juga menegaskan bahwa susu kental manis bukanlah pengganti ASI. “Mengantisipasi kebiasaan masyarakat mengkonsumsi susu kental manis, kami telah lakukan sosialisasi dan melatih kader-kader kesehatan untuk tidak memberikan susu kental manis pada balita. Semoga jangan ada lagi kasus gizi buruk di Kendari, jangan sampai ada Arisandi-Arisandi lainnya,” ujar Erny, Kamis (30/01/2020).
Sementara Kepala Balai Besar POM Provinsi Sulawesi Tenggara Jalidun, yang hadir dalam kesempatan itu juga menegaskan susu kental manis bukan susu yang dapat diberikan untuk anak. “BPOM juga telah melarang iklan susu kental manis tayang di acara TV kategori anak-anak,” ujar Jalidun.
Jalidun membenarkan keluarnya aturan tersebut. Pihaknya telah meminta kepada industri televisi agar tidak menayangkan iklan susu kental manis pada jam-jam tertenu. “Sejak Mei 2018 semua acara televisi tidak lagi menayangkan iklan label SKM di jam-jam anak menonton TV,” tegas Jalidun. Menurutnya, kadar gula yang terkandung dalam SKM sangat tinggi yakni 43 hingga 46 persen, sementara kadar airnya sangat rendah. Sehingga, diminta para orang tua supaya tidak lagi menyuguhkan susu kental manis pada anak berusia 0 sampai 12 bulan. (sn01)
Jakarta- Sumbawanews.com. Komisi Pemberantasan Korupsi memasukkan nama tersangka HAR (Politikus PDI Perjuangan) dalam Daftar Pencarian Orang. KPK menetapkan HAR sebagai tersangka sejak 9 Januari 2020 dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi terkait dengan penetapan anggota DPR RI Terpilih 2019-2024.
Sejak ditetapkan sebagai tersangka, KPK telah meminta HAR untuk menyerahkan diri dan kooperatif. Namun hingga siaran pers ini dipublikasikan, HAR belum juga menunjukkan itikad baik.
Sehingga sesuai dengan Pasal 12 Undang Undang Nomor 19 Tahun 2019 tentang Perubahan Kedua atas UU Nomor 30 Tahun 2002, KPK berwenang meminta bantuan kepolisian atau instansi lain yang terkait untuk melakukan penangkapan, penahanan, penggeledahan, dan penyitaan dalam perkara tindak pidana korupsi yang sedang ditangani.
Atas dasar itu, KPK memasukkan HAR ke dalam Daftar Pencarian Orang sejak 17 Januari 2020.
HAR diduga memberi sejumlah uang kepada tersangka WSE yang merupakan Komisioner KPU melalui salah seorang staf di DPP PDIP sebesar Rp850 juta. Uang ini diduga untuk membantunya menjadi Anggota DPR RI Pengganti Antar Waktu menggantikan Nazarudin Kieman yang meninggal sebelum Pemilihan Umum dilakukan.
Tersangka HAR disangkakan melanggar pasal 5 ayat 1 huruf a atau b atau Pasal 13 Undang Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.
Jika ada yang menemukan orang tersebut, bisa melaporkan ke kantor kepolisian terdekat atau Call Center KPK di nomor 198

(Maluku). Di sela-sela melaksanakan tugas dan tanggung jawab pengamanan di daerah rawan Maluku, anggota Pos Waai Satgas Yonif Raider Khusus 136/Tuah Sakti meluangkan waktunya untuk memberikan wawasan pengetahuan P3K kepada siswa-siswi SMPN 1 Salahutu yang berada di Negeri Waai, Kec. Salahutu, Kab. Maluku Tengah, Kamis (30/1/2020).
Komandan Pos (Danpos) Waai Serka Ruly S. mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut guna memberikan pengetahuan tentang pertolongan pertama kepada korban kecelakaan pada tingkat siswa atau pelajar sebelum mendapat pertolongan lebih lanjut dari petugas kesehatan ataupu medis.
Tujuan mengajarkan pengetahuan P3K pada pelajar adalah untuk menghindari cedera yang lebih parah akibat pertolongan pertama yang tidak tepat. Menurut Danpos Waai, pengetahuan mengenai P3K akan membuat siswa lebih mengerti, apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan jika terjadi cedera atau kecelakaan.
“Dengan demikian, siswa tidak akan sembarangan melakukan hal-hal yang justru malah membahayakan korban. Di samping itu, mengajarkan pengetahuan P3K pada siswa juga dapat melatihnya menjadi lebih mandiri dan berani,” katanya.
Para siswa juga diajarkan untuk segera melapor kepada orang tua, guru, atau orang dewasa lain jika terjadi cedera. “Dengan kerja sama yang baik antara siswa, orang tua, guru, ataupun orang dewasa lain, keselamatan siswa akan lebih terjamin,” tutupnya.
Kepala Sekolah SMPN 1 Salahutu, Bapak Agung Matakupang mengungkapkan materi P3K yang diberikan oleh anggota Pos Waii Satgas Yonif Raider Khusus 136/Tuah Sakti merupakan materi yang sangat bermanfaat bagi siswa SMPN 1 Salahutu. “Lewat kegiatan tersebut, siswa-siswi mendapat tambahan pengetahuan khususnya materi P3K,” ucapnya. (Bdr)

(Merauke). Prajurit TNI dari Batalyon Infanteri Mekanis Raider 411/Pandawa (Yonif MR 411/Pdw) Kostrad yang tergabung dalam Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan Republik Indonesia-Papua Nugini (Satgas Pamtas RI-PNG) tidak hanya menjaga keutuhan NKRI saja, namun juga berperan dalam membentuk karakter pelajar yang berada di perbatasan melalui kegiatan-kegiatan positif dan bermanfaat.
Seperti yang dilakukan oleh anggota Satgas Yonif 411 Kostrad Pos Bupul 13, memberikan contoh dan mengajarkan siswa-siswi untuk menjaga dan mencintai kebersihan lingkungan sekolah dengan membuang sampah pada tempatnya, di SD Inpres Bupul 13, Kampung Kirely, Distrik Ulilin, Kabupaten Merauke, Papua, Kamis (30/1/2020).
Komandan Pos (Danpos) Bupul 13, Letda Inf Yusri Khoirudin, S.Tr. (Han)., bersama lima orang anggotanya, secara langsung mengajarkan para siswa-siswi untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan sekolah agar senantiasa sehat, nyaman dan indah dengan cara membuang sampah pada tempatnya.
“Mereka kita ajarkan peduli terhadap lingkungan di sekolahnya, kita arahkan dan bimbing untuk selalu membuang sampah pada tempatnya. Dengan lingkungan bersih, nyaman, maka akan terhindar dari segala bentuk penyakit dan membuat semangat belajar,” kata Letda Inf Yusri.
Hal senada disampaikan Dansatgas Pamtas RI-PNG Yonif MR 411/Pdw Kostrad Mayor Inf Rizky Aditya S.Sos., M.Han., bahwa mengajarkan siswa-siswi menjaga kebersihan lingkungan sekolah adalah salah satu wujud kepedulian dan cara sederhana membentuk karakter positif yang akan meningkatkan semangat dan motivasi siswa dalam belajar sehari-hari.
“Berinovasi melalui kegiatan yang bermanfaat adalah salah satu konsentrasi Satgas Yonif MR 411/Pdw Kostrad. Sebagai prajurit TNI mengajarkan hal positif tentu akan menjadi semangat tersendiri bagi para siswa-siswi yang berada di tapal batas, semoga bermanfaat dalam menularkan perubahan melalui pembelajaran sederhana,” ujarnya.
Kepala Sekolah SD Inpres Bupul 13, Ibu Ona Bernandus, S. Pd.K, menyampaikan ucapan terima kasih kepada personel Satgas Yonif MR 411/Pdw Kostrad Pos Bupul 13 yang telah mengajarkan siswa-siswi disekolahnya tentang pentingnya menjaga dan mencintai kebersihan lingkungan sekolah dengan memberikan contoh secara langsung. “Dengan diajarkan oleh Bapak-bapak TNI tentunya menjadi sesuatu yang berbeda dan akan tertanam didalam dirinya,” ucapnya. (Bdr)
Kendari, Sumbawanews.com.- – Pada 2018, Kendari, ibukota Provinsi Sulawesi Tenggara pernah menjadi sorotan karena gizi buruk. Di waktu yang bersamaan, pada Februari 2018, dua balita berumur masing-masing 7 dan 10 bulan di rawat di RS Bahtera Mas Kendari akibat gizi buruk.
Selain berat badan yang jauh dari berat badan normal, tubuhnya lemas dan pada kulitnya terlihat luka-luka. Yang mengagetkan adalah, Arisandi, salah satu bayi dengan gizi buruk ini ternyata sejak berusia 4 bulan mengkonsumsi susu kaleng/ susu kental manis. Ia meninggal dunia setelah dirawat kurang lebih 2 minggu.
Tak hanya di Kendari, kasus yang kurang lebih sama juga ditemukan di Batam dan Sulawesi Selatan. Anak-anak dalam rentang usia 0 23 bulan telah mengkonsumsi susu kental manis sejak usia dibawah 12 bulan. Kondisinyapun sama dengan kedua bayi gizi buruk di Kendari, berat badan jauh dari normal, tubuh lemas, dan kulit seperti luka bakar.
Dalam edukasi tentang gizi untuk kader PW Muslimat NU di Kota Kendari, Kamis 30 Januari 2020, Kepala Balai Besar POM Provinsi Sulawesi Tenggara Jalidun, menegaskan susu kental manis bukan susu yang dapat diberikan untuk anak. BPOM juga telah melarang iklan susu kental manis tayang di acara TV kategori anak-anak, ujar Jalidun.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Kendari Erny, SKM.,M.Kes juga menegaskan bahwa susu kental manis bukanlah pengganti ASI. Mengantisipasi kebiasaan masyarakat mengkonsumsi susu kental manis, kami telah lakukan sosialisasi dan melatih kader-kader kesehatan untuk tidak memberikan susu kental manis pada balita. Semoga jangan ada lagi kasus gizi buruk di Kendari, jangan sampai ada Arisandi-Arisandi lainnya, ujar Erny.
Bermula dari temuan terhadap Arisandi itu yang mendorong YAICI bersama Yayasan Peduli Negeri di Kendari melakukan survey mengenai persepsi ibu terhadap susu kental manis pada 2018 yang lalu. Survey dilakukan dengan metodologi kualitatif (wawancara mendalam) dan kuantitatif dengan teknik random sampling representative. Hasilnya, sebagian besar masyarakat kota Kendari memiliki persepsi bahwa susu kental manis adalah susu. Dengan sumber informasi utama sebesar 97% dari iklan produk di televisi dan 14% dari kemasan produk.
Survey yang sama juga kami lakukan di beberapa kota lainnya seperti Batam, Aceh, Sulawesi Utara dan Manado, hasilnya kurang lebih sama, masyarakat masih beranggapan bahwa susu kental manis adalah susu. Salah satu penyebabnya adalah pengaruh iklan susu kental manis di televisi yang selama bertahun-tahun dicitrakan sebagai minuman bergizi untuk keluarga, jelas Ketua Harian YAICI, Arif Hidayat.
Menindaklanjuti perdebatan mengenai susu kental manis, BPOM akhirnya mengeluarkan kebijakan yang mengatur tentang label, iklan dan penggunaan susu kental manis yang tertuang pada PerBPOM No 31 Tahun 2018 tentang Label Pangan Olahan, yaitu pada pasal 54 yang menyatakan bahwa susu kental manis bukan untuk anak dibawah 12 bulan serta pasal 67 point W dan X yang mengatur larangan pernyataan/ visualisasi yang menampilkan anak dibawah usia 5 (lima) tahun.
“Kami mengapresiasi langkah BPOM tersebut dengan kebijakan yang telah ditetapkannya. Meski kami masih melihat terdapat celah-celah bagi produsen, namun kami berharap BPOM dapat lebih berpihak pada konsumen dan masyarakat. Karena itu, YAICI bersama PP Muslimat dan mitra lainnya akan ikut serta mengedukasi masyarakat agar tidak lagi memberikan susu kental manis sebagai minuman anak dan juga aktiv mengawal penerapannya oleh produsen, baik dari sisi label maupun iklan di televisi,” jelas Arif Hidayat.
Sekretaris Umum PP Muslimat NU, Dr. Hj. Ulfah Masfufah mengatakan PP Muslimat NU turut serta mengedukasi masyarakat mengenai gizi dan susu kental manis sebagai komitmen untuk menciptakan generasi emas 2045.
“Mengingat Kendari sebelumnya menjadi sorotan karena anak dengan gizi buruk akibat mengkonsumsi susu kental manis, maka edukasi yang dilaksakanakan hari ini adalah sebagai tindak lanjut dan komitmen kami bersama YAICI , untuk memberi pemahaman kepada masyarakat bahwasannya penggunaan susu kental manis sebenarnya tidak untuk dikonsumsi sebagai minuman, terutama pada anak-anak. Susu kental manis adalah toping atau penambah rasa pada makanan dan pencampur minuman. Sayangnya masih banyak orang tua yang memberikan susu kental manis kepada anak karena mereka belum teredukasi,” tutup Ulfah.(*)
Mataram- Sumbawanews.com,-Sebanyak 543 Tenaga Pendamping Profesional Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat melakukan penandatangan kontrak kerja di Hotel Lombok Raya, Kamis (30/01/2020). Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Wakil Gubernur NTB Dr. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalilah yang didampingi Asisten I Setda Provinsi NTB Baiq Eva Nurcahyaningsih, M.Si dan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Pemerintah Desa Kependudukan dan Pencatatan Sipil Prov. NTB Dr. H. Ashari.
Dalam sambutannya, Wagub menyampaikan di masa pembangunan sekarang fungsi dari Camat, Kepala Desa, Pendamping Desa yang ada di Desa dan Dusun adalah ujung tombak. Apalagi otonomi sudah sampai ke lingkup desa. Jika kita dapat menggunakan sistem yang ada ini sampai lingkup desa dengan baik, maka segala sesuatu yang kita lakukan dapat tersistem.
“Saya yakin di tahun 2020 kita akan seatle semua desa dan dusun, dan bapak ibu adalah kuncinya. Karena pendamping profesional yang harus meyakinkan apa yang dilakukan di desa itu bisa difasilitasi dan didorong,” jelas Ummi Rohmi.
Diakhir sambutannya Ummi Rohmi mengatakan niat baik ini sebagai ladang ibadah bagi kita semua. Oleh karena itu Ummi Rohmi memiliki harapan besar bagi para pendamping profesional karena memiliki imbas yang besar bagi pembangunan di NTB.