Sumbawa Besar, sumbawanews.com – Halaman Kantor Bupati Sumbawa dikepung oleh ratusan masa aksi demonstrasi dua kelompok masa, Kamis (11/06). Dua kelompok masa yang berseberangan tersebut, masing-masing melakukan aksi di dalam halaman dan satu lainnya di luar halaman kantor bupati sumbawa.
Baca Juga: Ada Terduga Pelaku Illegal Logging Ngeyel, Bupati Sumbawa Geram
Masa aksi dari Pemuda Pancasila dan berbagai LSM yang melakukan aksi di dalam halaman kantor bupati sumbawa memulai demonstrasi sejak sekitar pukul 10.00 wita. Mereka menyatakan dukungan terhadap kebijakan pemerintah Kabupaten Sumbawa yang dikeluarkan khususnya terkait illegal logging.

Mereka juga mendukung upaya tegas oleh Satgas Hutan terhadap terduga pelaku illegal logging. Termasuk seperti yang dilakukan di Kecamatan Batulanteh baru-baru ini.
Sebab, kelestarian dan keberlangsungan hutan dipandang sangat penting untuk diwariskan kepada generasi mendatang. Selain itu, juga berkaitan erat dengan ketersediaan air dan mata air.
Kemudian, kelompok masa aksi dari Gerakan 119 mendatangi kantor bupati sumbawa sekitar pukul 13.00 wita. Mereka menyampaikan tuntutan antara lain meminta bupati sumbawa untuk mencabut Surat Edaran larangan menanam jagung dan tindakan terhadap illegal logging di Kecamatan Batulanteh.

Masa aksi Gerakan 119 malakukan orasi di luar halaman kantor bupati sumbawa. sebab pada waktu yang bersamaan Masa aksi dari Pemuda Pancasila dan berbagai LSM, juga melakukan orasi didalam halaman kantor bupati sumbawa.
Masa aksi Gerakan 119 yang meminta agar bertemu dengan bupati sumbawa mengirim 5 utusan untuk masuk kedalam kantor bupati sumbawa dengan pengawalan ketat TNI dan Polri. Namun pertemuan yang direncanakan berlangsung di ruang pertemuan bupati sumbawa gagal dilakukan dan Masa aksi Gerakan 119 membubarkan diri sekitar pukul 15.00 wita.
Sebelum bubar, mereka berjanji akan Kembali untuk melakukan aksi dengan membawa masa yang lebih besar. (Using)

















