Home Berita Nasional MBG Tingkatkan Motivasi dan Prestasi Siswa

MBG Tingkatkan Motivasi dan Prestasi Siswa

Sumbawanews.com,- Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti mengungkapkan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya menjadi jembatan nutrisi bagi siswa, tetapi juga alat penguat karakter yang terbukti meningkatkan motivasi belajar, kehadiran di sekolah, dan capaian akademik.

Dalam pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Mu’ti menegaskan bahwa MBG telah diintegrasikan secara strategis ke dalam “7 Kebiasaan Indonesia Hebat”—sebuah kerangka pendidikan karakter yang juga mencakup bangun pagi, beribadah, berolahraga, gemar belajar, bermasyarakat, dan tidur cepat. Program ini, kata dia, bukan sekadar bantuan sosial, melainkan investasi jangka panjang terhadap kesehatan dan kecerdasan generasi mendatang.

“Kami telah menerbitkan modul pendidikan karakter yang mengintegrasikan MBG sebagai pilar utama. Dan yang lebih penting, penelitian dari Universitas Indonesia serta sejumlah lembaga independen telah mengonfirmasi dampak positifnya,” ujar Mu’ti kepada wartawan usai pertemuan.

Penelitian tersebut, menurut Mu’ti, menunjukkan peningkatan signifikan dalam indikator kunci: kehadiran siswa naik hingga 18%, motivasi belajar meningkat secara konsisten, dan capaian akademik rata-rata melonjak di sekolah-sekolah penerima MBG. Data ini, lanjutnya, menjadi dasar kuat bagi pemerintah untuk memperluas dan mempertahankan program ini.

Saat ini, 80,7% dari total 53 juta siswa di jenjang pendidikan dasar dan menengah telah menerima MBG. Angka itu setara dengan sekitar 43 juta anak yang setiap hari mendapat asupan bergizi di sekolah. Mu’ti menambahkan, respons dari para siswa dan orang tua sangat positif. “Mereka tidak hanya membutuhkan, tapi meminta agar program ini dilanjutkan. Dampaknya terasa nyata—anak-anak lebih semangat datang ke sekolah, fokus saat belajar, dan bahkan mulai mengejar prestasi akademik yang sebelumnya sulit dicapai.”

Pernyataan ini menyasar sekaligus merespons kritik yang kerap muncul terkait alokasi anggaran. Mu’ti menegaskan, MBG bukan pengurangan dana pendidikan, melainkan penataan ulang prioritas—mengalihkan fokus dari infrastruktur fisik ke kebutuhan dasar manusia: nutrisi dan kesehatan sebagai fondasi pembelajaran.

Program ini kini menjadi salah satu simbol kebijakan pendidikan yang menggabungkan kemanusiaan dan ilmu pengetahuan. Dengan dukungan bukti ilmiah dari UI dan lembaga riset lain, MBG bergerak dari ranah kebijakan sosial menuju paradigma pendidikan holistik: di mana perut yang kenyang menjadi syarat mutlak bagi pikiran yang terbuka.

Previous articleRusia Tuding Eropa Berpura-Pura Damai, Tapi Terus Kirim Senjata ke Ukraina
Avatar photo
Kami adalah Jurnalis Jaringan Sumbawanews, individu idealis yang ingin membangun jurnalistik sehat berdasarkan UU No.40 Tahun 1999 tentang PERS, dan UU No.14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi. Dalam menjalankan Tugas Jurnalistik, kami sangat menjunjung tinggi kaidah dan Kode Etik Jurnalistik, dengan Ethos Kerja, Koordinasi, Investigasi, dan Verifikasi sebelum mempublikasikan suatu artikel, opini, dan berita, sehingga menjadi suatu informasi yang akurat, baik dalam penulisan kata, maupun penggunaan tatabahasa.