Sumbawa Barat Sumbawanews.com – Pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam yang telah menjadi bagian penting dalam sejarah bangsa Indonesia diharapkan terus menjaga nilai-nilai pendidikan yang humanis dan bebas dari segala bentuk kekerasan. Upaya mewujudkan pesantren yang aman dan ramah santri dinilai menjadi kunci dalam mencetak generasi berakhlak mulia dan berdaya saing.
Dalam beberapa tahun terakhir, isu kekerasan di lingkungan pendidikan, termasuk pesantren, menjadi perhatian berbagai pihak. Karena itu, para pengelola pesantren didorong untuk memperkuat pola pembinaan yang mengedepankan keteladanan, dialog, dan kasih sayang dalam mendidik santri.
Pesantren selama ini dikenal sebagai pusat pendidikan karakter, tempat lahirnya ulama, tokoh bangsa, serta pejuang kemerdekaan. Peran besar tersebut menjadikan pesantren memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan seluruh santri mendapatkan hak belajar dalam suasana yang aman, nyaman, dan bermartabat.
Pendidikan karakter yang kuat, menurut Fakruddin Rob Anggota DPR Provinsi NTB Dapil Sumbawa dan sumbawa Barat, tidak dapat dibangun melalui intimidasi maupun kekerasan. Sebaliknya, pembinaan yang dilakukan dengan pendekatan persuasif dan penuh perhatian akan lebih efektif dalam membentuk kedisiplinan serta tanggung jawab santri.
“Pesantren harus menjadi rumah kedua yang memberikan rasa aman bagi para santri. Lingkungan yang sehat secara fisik dan psikologis akan membantu mereka berkembang menjadi pribadi yang berilmu, mandiri, dan berakhlak mulia,” demikian ucap Bang Rob, pesan yang terus digaungkan dalam gerakan pesantren ramah santri.
Selain menjadi tempat menuntut ilmu agama, pesantren juga memiliki peran strategis dalam membangun peradaban bangsa. Dari pesantren lahir banyak tokoh yang berkontribusi dalam pembangunan nasional, sehingga menjaga kualitas pendidikan pesantren menjadi investasi penting bagi masa depan Indonesia.
Pemerintah, pengasuh pesantren, orang tua, dan masyarakat pun diharapkan dapat bersinergi dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang bebas dari kekerasan. Pengawasan, pendampingan, serta penguatan sistem perlindungan santri perlu terus dilakukan agar pesantren tetap menjadi lembaga pendidikan yang dipercaya masyarakat.
Dengan semangat tersebut, pesantren diharapkan terus menjadi benteng akhlak dan moral bangsa, sekaligus tempat tumbuhnya generasi yang cerdas, toleran, tangguh, dan siap menghadapi tantangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman dan kebangsaan.

















