Sumbawanews.com,- Frank Lampard resmi kembali ke Liga Inggris sebagai pelatih, kali ini memimpin Coventry City di musim 2026/27, menjadi kesempatan ketiganya menangani tim di kasta tertinggi sepak bola Inggris. Setelah sebelumnya menangani Chelsea (dua periode) dan Everton, Lampard kini memimpin tim yang baru saja promosi setelah meraih gelar Championship 2025/26. Debut mereka di Premier League akan berlangsung pada Sabtu, 22 Agustus 2026, pukul 02.00 WIB, melawan Arsenal di Emirates Stadium.
Coventry City kembali ke kompetisi tertinggi Inggris setelah absen selama 25 tahun, sebuah pencapaian luar biasa bagi klub yang sebelumnya hanya dikenal sebagai tim kasta kedua. Lampard mengakui kebanggaannya terhadap skuadnya yang seluruhnya belum pernah bermain di Premier League sepanjang karier profesionalnya. “Para pemain berjuang habis-habisan dan bersemangat tinggi untuk tampil di Premier League,” ujar Lampard dilansir BBC. “Tidak ada satu pun dari mereka yang pernah main di liga ini sebelumnya. Mereka pantas mendapat sanjungan.”
Sebagai manajer, Lampard telah menangani 95 laga di Premier League dengan rasio kemenangan 38,9 persen. Di Chelsea, ia membawa tim meraih final Piala FA 2020, meski kalah dari Arsenal. Di Everton, ia gagal membangun performa konsisten, meski berhasil menyelamatkan tim dari degradasi pada musim 2022/23. Kini, tantangan terbesarnya adalah membawa Coventry — tim promosi dengan anggaran terbatas dan tanpa pemain berpengalaman Premier League — bertahan di kompetisi paling kompetitif di dunia.
Ipswich Town dan Hull City menjadi rekan promosi Coventry musim ini, menciptakan persaingan sengit di antara tiga tim baru. Dengan Arsenal sebagai lawan pembuka, Lampard akan langsung diuji oleh salah satu tim paling stabil di liga. Prediksi pun bermunculan: apakah Coventry bisa menciptakan kejutan, atau akan menjadi korban awal dari ambisi besar Arsenal yang dijagokan superkomputer sebagai calon juara?
Lampard tak hanya membawa nama besar, tapi juga beban harapan dari ribuan suporter Coventry yang menanti kembalinya tim ke panggung utama sepak bola Inggris — setelah seperempat abad menunggu.















