Home Berita Olah Raga John Herdman Jadi Satu-Satunya Pelatih yang Tak Dipecat Usai Gagal Lolos Piala...

John Herdman Jadi Satu-Satunya Pelatih yang Tak Dipecat Usai Gagal Lolos Piala AFF 2026

Sumbawanews.com,- Timnas Indonesia gagal melangkah ke semifinal Piala AFF 2026 setelah tersingkir di fase grup, namun PSSI memutuskan tetap mempertahankan John Herdman sebagai pelatih kepala — sebuah keputusan yang memecah rekor historis. Selama lima edisi terakhir (2007, 2012, 2014, 2018, dan 2024), setiap pelatih yang gagal membawa Garuda lolos dari fase grup langsung dipecat. Herdman menjadi satu-satunya yang selamat dari siklus itu.

Pada Piala AFF 2024, Shin Tae-yong dipecat pada awal Januari 2025 setelah Timnas Indonesia finis di posisi tiga Grup B dengan empat poin. Tim asuhannya menang 1-0 atas Myanmar, bermain imbang 3-3 melawan Laos, lalu kalah 0-1 dari Vietnam dan Filipina. Sebelumnya, pada 2018, Bima Sakti dipecat setelah Timnas hanya mampu menang 3-1 atas Timor Leste dan imbang 0-0 melawan Filipina, sementara kalah telak 1-4 dari Thailand dan 0-1 dari Singapura. Di Grup B, skuad Garuda finis di posisi keempat dengan empat poin.

Pada 2014, Alfred Riedl dipecat setelah Timnas Indonesia finis di posisi tiga Grup A dengan empat poin. Hasilnya: imbang 2-2 melawan Vietnam, kalah 0-4 dari Filipina, dan menang telak 5-1 atas Kamboja. Di 2012, Nil Maizar menghadapi situasi kacau akibat dualisme kepengurusan PSSI, sehingga tidak bisa menurunkan tim terbaik. Timnas Indonesia kembali gagal lolos setelah finis ketiga di Grup B dengan empat poin, di belakang Malaysia dan Singapura.

Pada edisi pertama yang menjadi titik balik, Peter Withe dipecat setelah Piala AFF 2007. Meski mengumpulkan lima poin — sama dengan Singapura dan Vietnam — Timnas Indonesia tersingkir karena selisih gol yang lebih buruk. Withe menjadi pelatih pertama yang gagal membawa Indonesia ke semifinal sejak turnamen ini berlangsung.

Dengan keputusan PSSI mempertahankan John Herdman meski Timnas kembali gagal di fase grup Piala AFF 2026, manajemen sepak bola Indonesia menunjukkan perubahan strategi: dari reaksi emosional menuju evaluasi jangka panjang.

Previous articleFrank Lampard Kembali ke Premier League, Hadapi Arsenal di Debut Coventry
Next articleDiego Forlan Resmi Jadi Pelatih Timnas Uruguay, Gantikan Bielsa yang Gagal Lolos Piala Dunia