Sumbawa Besar, sumbawanews.com – Sejak beberapa minggun terakhir, gas Non subsidi berbagai ukuran relatif langkah di Kabupaten Sumbawa. Di beberapa daerah gas Non subsidi seperti ukuran 12 kg mulai susah didapatkan.
Arman, salah seorang warga Kota Sumbawa mengaku kesulitan menemukan Gas Non subsidi sejak minggu terakhir. “Saya sudah mutar-mutar dari kemarin, tapi belum dapat,” ucapnya.
Baca Juga: Oplos LPG 3 Kg ke Tabung 12 Kg, Warga Seketeng Ditangkap
Kondisi yang sama, juga terjadi di di Kecamatan Lopok seperti Desa Pungkit. Bahkan toko-toko yang bisanya tetap menyediakan tabung Non subsidi, beberapa minggu terakhir mulai kosong.
Fahri Bahanan, Agen LPG Non Subsidi (PT Mitra Energi Nusa Tengggara) mengungkapkan, permintaan atau pengguna LPG Non Subsidi saat ini cenderung meningkat dari sebelumnya. Misalnya dengan beroperasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang rata-rata menggunakan 6-8 tabung LPG 12 Kg per hari.
“Kalau 10 dapur saja minimal 420 tabung per minggu. Kalau 20 dapur jadi 840 tabung,” jelasnya.
Kemudian, adanya pengetatan penggunaan LPG bersubsidi sehingga terjadi peralihan ke LPG Non Subsidi. “Misalnya PNS, sekarang sudah tidak boleh pakai gas melon. Jadi mereka ke Non subsidi,” ucap dia.
Selain itu ungkapnya, Stasiun Pengisian Bulk Elpigi (SPBE) untuk pengisian LPG Non Subsidi hanya tersedia di pulau Lombok. Sehingga membutuhkan waktu untuk mobilisasi dari pulau Lombok ke Pulau Sumbawa.
Ditambah lama antrian untuk pengisian di SPBE di Pulau Lombok. “Kita sudah usulkan agar yang dari pulau Sumbawa ini antrian dikecualikan,” ujarnya.
Diungkapkan, sebelumnya terjadi pembatasan LPG Non subsidi akibat konflik Iran. “Satu minggu ini sudah tidak ada pembatasan, sampai selanjutnya,” jelasnya.
Sebagai salah satu agen dari dua agen resmi di Pulau Sumbawa, Ia tengah mengupayakan penambahan armada angkutan untuk mempercepat mobilisasi. Selain itu, juga tengah diupayakan untuk membangun pangkalan resmi di seluruh wilayah di Kabupaten Sumbawa.
“Tentu keberadaan pangkalan resmi itu nanti, kita mempertimbangkan jarak masing-masing pangkalan,” ucapnya.
Menurutnya, untuk mendekatkan LPG Non subsidi dengan pengguna, semustinya dapat difasilitasi oleh toko berjejaring nasional di Kabupaten Sumbawa. “Namun ini nanti harus ada intervensi dari pemerintah daerah,” kata dia. (Using)

















