Sumbawanews.com,- Jakarta – Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik Nanik S Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), didampingi dua wakil baru, Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono. Pelantikan berlangsung di Istana Negara, Jakarta, pada Senin, 8 Juni 2026, dalam rangkaian penyempurnaan struktur kabinet periode 2024–2029.
Pelantikan ini didasarkan pada Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 18/M Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Kepala dan Wakil Kepala BGN. Dalam upacara yang berlangsung khidmat, Presiden membacakan sumpah jabatan secara langsung, menekankan komitmen para pejabat baru untuk setia pada UUD 1945, menjalankan peraturan perundang-undangan dengan penuh integritas, serta menjunjung tinggi etika dan tanggung jawab dalam menjalankan tugas.
“Bahwa saya, akan setia kepada Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darmabakti saya kepada bangsa dan negara,” demikian bunyi sumpah yang diucapkan oleh Nanik S Deyang, Agustina Arumsari, dan Mayjen Trenggono, seraya mengepalkan tangan kanan di depan dada.
Nanik S Deyang, yang sebelumnya dikenal sebagai tokoh di bidang kesehatan masyarakat dan gizi, diharapkan dapat memperkuat strategi nasional dalam penanggulangan stunting dan meningkatkan kualitas nutrisi di seluruh wilayah Indonesia. Sementara itu, Agustina Arumsari, yang memiliki latar belakang di bidang kebijakan publik, dan Mayjen Trenggono, perwira tinggi TNI dengan pengalaman manajemen logistik dan operasional, akan mendukung tiga pilar utama BGN: regulasi, koordinasi lintas sektor, dan implementasi program berbasis bukti.
Pelantikan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat tata kelola kesehatan nasional pasca-pandemi, dengan fokus pada pencegahan jangka panjang melalui pendekatan sistemik. Sebelumnya, Nanik S Deyang telah menyatakan komitmennya untuk segera mengevaluasi puluhan ribu Surat Perintah Pekerjaan Gizi (SPPG) yang belum tuntas, sebagai langkah awal memperbaiki efisiensi program gizi di tingkat daerah.
Dengan pengangkatan ini, BGN kini memiliki kepemimpinan baru yang menggabungkan keahlian teknis, administratif, dan militer—sebuah kombinasi yang diharapkan mampu mempercepat pencapaian target pembangunan gizi nasional hingga tahun 2030.

















