Sumbawa Barat sumbawanews.com – Potensi pariwisata di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) dinilai memiliki daya tarik yang besar untuk menjadi motor penggerak ekonomi daerah, terutama sebagai alternatif sumber pendapatan pascatambang. Namun hingga saat ini, pengelolaan sektor pariwisata dinilai masih belum maksimal dan membutuhkan langkah yang lebih serius dari pemerintah daerah.
Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Sumbawa Barat dari Partai Golkar, H. Basuki, menegaskan bahwa pengembangan pariwisata KSB tidak bisa lagi dilakukan secara parsial. Menurutnya, diperlukan konsep pengelolaan yang lebih terintegrasi dengan membentuk kawasan khusus pariwisata yang memiliki badan usaha pengelola profesional.
“Potensi pariwisata di KSB ini harus lebih serius lagi. Harus dikelola sebagai Kawasan Ekonomi Khusus seperti Mandalika dan harus ada badan usaha pengelolanya,” ujar H. Basuki kepada Wartawan media kamis 11/06/2026.
Politisi asal Daerah Pemilihan (Dapil) III yang meliputi Kecamatan Jereweh, Maluk, dan Sekongkang tersebut menilai sejumlah destinasi wisata unggulan di wilayah selatan KSB hingga kini masih menghadapi berbagai keterbatasan, terutama dari sisi infrastruktur dan fasilitas pendukung.
Menurutnya, kawasan wisata seperti kertasari, Jelengah, Balat, Maluk, hingga Sekongkang memiliki panorama alam yang mampu bersaing dengan destinasi wisata kelas nasional. Namun akses menuju lokasi serta fasilitas dasar bagi wisatawan masih perlu mendapat perhatian serius.
“Jelengah, Balas atau Sekongkang saja sekarang aksesnya belum memadai. Kami mendorong pemerintah untuk membentuk kawasan dan badan pengelola kawasan tersebut sehingga pengembangannya lebih terarah dan berkelanjutan,” imbuhnya.
H. Basuki menilai keberadaan badan pengelola akan memberikan kepastian dalam perencanaan, pengelolaan investasi, promosi, hingga pemeliharaan destinasi wisata. Dengan sistem pengelolaan yang profesional, potensi wisata KSB diyakini mampu menarik lebih banyak investor dan wisatawan baik domestik maupun mancanegara.
Ia juga menekankan bahwa sektor pariwisata harus mulai dipersiapkan sebagai salah satu pilar ekonomi masa depan Kabupaten Sumbawa Barat. Terlebih, daerah ini memiliki sejumlah destinasi unggulan seperti Pantai Jelengah dengan ombak kelas dunia, kawasan wisata Sekongkang, Gili Balu, Gili Kenawa, Pantai Balas, hingga berbagai potensi wisata budaya dan alam lainnya.
“Kalau kita ingin pariwisata menjadi penopang ekonomi daerah, maka harus dimulai dari sekarang dengan konsep yang jelas, pengelolaan yang profesional, dan dukungan infrastruktur yang memadai,” tegasnya.
Dorongan tersebut sejalan dengan harapan banyak pihak agar sektor pariwisata KSB tidak hanya menjadi pelengkap pembangunan daerah, tetapi mampu menjadi lokomotif ekonomi baru yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat lokal, khususnya di wilayah Jereweh, Maluk, dan Sekongkang yang selama ini dikenal sebagai kawasan dengan potensi wisata unggulan di Kabupaten Sumbawa Barat.

















