Sumbawanews.com,- Kantor Media Pemerintah Gaza mengungkapkan bahwa Israel telah menewaskan lebih dari 21.500 anak Palestina sejak melancarkan agresi militer di wilayah tersebut pada Oktober 2023. Meski telah menyetujui gencatan senjata dengan Hamas pada Oktober 2025, serangan udara Israel terus berlanjut, memperdalam krisis kemanusiaan di Gaza. Kantor tersebut mengecam tindakan Israel yang secara sistematis menargetkan warga sipil, termasuk anak-anak, dan mengabaikan seluruh seruan PBB serta hukum kemanusiaan internasional. Dalam laporan itu, disebutkan 1.244 dari 1.275 masjid di Gaza telah menjadi sasaran serangan, dengan 1.077 di antaranya hancur total.
Kantor Media Gaza menegaskan bahwa kebisuan komunitas internasional turut memperparah genosida yang masih berlangsung. Pada 16 Agustus 2026, Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir dalam sebuah siniar secara terbuka menyerukan pembunuhan harian terhadap puluhan warga Palestina, menyatakan bahwa “bunuh 30 atau 40 dari mereka setiap malam.” Ia juga menegaskan bahwa seluruh Jalur Gaza seharusnya menjadi milik Israel dan mendukung pemindahan massal penduduk Palestina dari wilayah itu, dengan menyatakan bahwa “ini adalah orang-orang yang seharusnya tidak hidup.”















