Home Berita Pertamina Akui BBM Terpengaruh Geo Politik dan Perang, Kunsumsi Tinggi Sejak Mei...

Pertamina Akui BBM Terpengaruh Geo Politik dan Perang, Kunsumsi Tinggi Sejak Mei di Kabupaten Sumbawa

Sumbawa Besar, sumbawanews.com – Ari Pradana, Sales branch manager khusus BBM Seluruh Pulau Sumbawa Pertamina mengakui, konsumsi BBM di Kabupaten Sumbawa meningkat setidaknya sejak sekitar 4 bulan lalu. Dan peningkatan tersebut selalu terjadi setidaknya sejak tiga tahun lalu dalam periode yang sama.

Baca Juga: Pemberian Rekomendasi BBM Bersubsidi Berdasarkan Ketentuan BPH Migas

“Konsumsi bbm 3-4 bulan ini agak tinggi, terutama di bulan Mei. Secara data tiga tahun terakhir, konsumssi solar sangat tinggi, Karena bersamaan panen raya,” kata Ari Pradana dalam Rapat Dengar Pendapat di DPRD Sumbawa, Senin (23/08).

Sedangkan disatu sisi, SPBU memiliki kemampuan terbatas untuk menyimpan BBM. “Sehingga dirasakan Langkah karena SPBU memiliki kapasitas terbatas untuk menyimpan bbm. Sehingga BBM menjadi cepat habis di SPBU,” jelasnya.

Ia memastikan, suplay untuk stok BBM ke SPBU tidak terkendala. Meskipun secara teknis, pada juli hingga Agustus lalu terdapat kendala di kapal pengiriman untuk BBM bersbusidi jenis pertalite, karena factor cuaca.

“Sehingga ada beberapa pengaturan pertalilte dan bio solar di SPBU. Yang penting SPBU dapat dulu untuk stoknya, jangan sampai benar-benar habis,” ucapnya.

Ia juga mengakui, secara umum ketersediaan dan suplay BBM di Indonesia saat ini terpengaruh akibat konflik geopolitik atau perang. Sebab, Indonesia belum mampu memenuhi 100 persen kebutuhan BBM sehingga harus di inport dari negara lain.

“Tapi saya pastikan Stok di badas masih aman,” tegas dia, juga menambahkan, bahkan depot tetap melakukan penyaluran pada hari libur. (Using)

Previous articlePemberian Rekomendasi BBM Bersubsidi Berdasarkan Ketentuan BPH Migas
Next articleDybala dan Malen Hancurkan Fiorentina, Roma Menang 4-0
Jurnalis Jaringan Sumbawanews berkomitmen membangun jurnalistik sehat berlandaskan UU Pers No. 40/1999 dan UU KIP No. 14/2008. Kami menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik dengan mengedepankan koordinasi, investigasi, dan verifikasi untuk menjamin akurasi informasi, integritas penulisan, serta tata bahasa yang baik