Home Berita Nasional Mahasiswa UI Gelar Aksi Tolak MBG dan Militerisasi Sipil

Mahasiswa UI Gelar Aksi Tolak MBG dan Militerisasi Sipil

Sumbawanews.com,- BEM Universitas Indonesia merencanakan aksi demonstrasi besar-besaran di Bundaran HI, Jakarta, pada Jumat, 12 Juni 2026, menuntut Presiden Prabowo Subianto menghentikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih. Aksi ini menjadi puncak dari serangkaian konsolidasi mahasiswa yang dimulai sejak Senin, 8 Juni, dengan melibatkan berbagai elemen kampus dan diskusi mendalam tentang krisis ekonomi dan demokrasi di tanah air.

Ketua BEM UI, Yatalathof Ma’shum Imawan, menyatakan bahwa tuntutan ini lahir dari kekecewaan mendalam terhadap kebijakan pemerintah yang dinilai semakin menjauh dari kebutuhan rakyat. “Indonesia kaya sumber daya, tapi rakyatnya makin terpuruk. Kebijakan fiskal bocor, independensi Bank Indonesia direnggut, dan komunikasi pemerintah justru memperdalam kesenjangan informasi,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu, 10 Juni.

Selain menolak MBG dan Koperasi Desa Merah Putih, mahasiswa juga mengecam pemborosan anggaran negara, kenaikan harga kebutuhan pokok dan BBM, serta semakin menguatnya militerisasi di ruang sipil. Mereka menilai bahwa penggunaan aparat negara untuk membungkam kritik publik telah mengikis ruang demokrasi. “Pemerintah tidak hanya menolak fakta, tapi juga mendegradasi suara rakyat yang ingin berubah. Ini bukan sekadar protes, ini peringatan,” tegas Imawan.

Aksi ini juga menuntut Presiden Prabowo untuk secara terbuka mengakui kesalahan kebijakan, bukan hanya mengelak atau mengalihkan tanggung jawab. Dalam pandangan BEM UI, kegagalan kebijakan ekonomi dan tata kelola publik tidak bisa lagi ditutupi dengan narasi nasionalisme yang dipolitisasi.

Menanggapi tuntutan ini, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengaku menghargai aspirasi mahasiswa, terutama terkait pelemahan nilai tukar rupiah. Namun, ia menekankan bahwa tantangan ekonomi nasional bersifat kompleks dan dipengaruhi banyak faktor global maupun struktural. “Ini bukan masalah yang bisa diatasi dengan satu keputusan atau satu aksi,” katanya saat ditemui di kompleks DPR, Senin lalu.

Sebelumnya, BEM UI telah menggelar focus group discussion dan konsolidasi nasional yang melibatkan puluhan organisasi mahasiswa dari berbagai kampus. Hasilnya, mereka menyimpulkan bahwa kebijakan pemerintah saat ini justru memperdalam ketidakadilan struktural—bukan mengatasinya. Dalam laporan mereka, program MBG dianggap sebagai simbol dari “bancakan gizi nasional” yang rentan korupsi, sementara Koperasi Desa Merah Putih dinilai sebagai proyek simbolis yang mengabaikan kebutuhan nyata petani dan nelayan.

Aksi yang direncanakan di Bundaran HI ini diprediksi akan menjadi salah satu demonstrasi terbesar mahasiswa sepanjang tahun ini, mengingat konteksnya yang menyentuh isu ekonomi, transparansi, dan hak sipil secara sekaligus. Dengan latar belakang krisis kepercayaan terhadap institusi negara yang semakin dalam, aksi ini bukan sekadar protes terhadap satu program, tapi sebuah pernyataan: bahwa generasi muda tidak lagi mau diam di hadapan kegagalan sistem.

Previous articleIRGC Usir Jet F-16 di Wilayah Udara Teluk
Next articleXbox Akui Model Bisnis Kini Tak Berkelanjutan
Avatar photo
Kami adalah Jurnalis Jaringan Sumbawanews, individu idealis yang ingin membangun jurnalistik sehat berdasarkan UU No.40 Tahun 1999 tentang PERS, dan UU No.14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi. Dalam menjalankan Tugas Jurnalistik, kami sangat menjunjung tinggi kaidah dan Kode Etik Jurnalistik, dengan Ethos Kerja, Koordinasi, Investigasi, dan Verifikasi sebelum mempublikasikan suatu artikel, opini, dan berita, sehingga menjadi suatu informasi yang akurat, baik dalam penulisan kata, maupun penggunaan tatabahasa.