Sumbawanews.com,- Persib Bandung resmi meminjamkan bek serba bisa Hamra Hehanussa ke Garudayaksa FC, klub promosi di Super League, demi memberinya kesempatan bermain reguler. Pemain kelahiran Tangerang, 1 Juli 1999, ini sebelumnya juga menjalani masa peminjaman di Persik Kediri pada putaran kedua musim 2025/2026, menjadi langkah kedua berturut-turut yang diambil Persib untuk memperdalam pengalaman kompetitifnya.
Meski belum tampil dalam laga resmi bersama Pangeran Biru sejak bergabung pada awal musim 2025/2026, Hamra mendapat apresiasi tinggi dari pelatih berkat disiplin, pemahaman taktis, dan konsistensi dalam latihan. Ia bahkan turut berkontribusi dalam perjalanan Persib meraih gelar runner-up Piala Presiden 2026, dengan tampil dalam lima pertandingan sebagai pemain pengganti maupun starter.
Deputi CEO PT Persib Bandung Bermartabat, Adhitia Putra Herawan, menegaskan bahwa keputusan ini bukan tanda berkurangnya kepercayaan terhadap kemampuan Hamra. Sebaliknya, Persib ingin memastikan ia mendapat ruang berkembang melalui menit bermain yang konsisten. “Peminjaman Hamra bukan karena kami kehilangan kepercayaan terhadap kemampuannya. Justru kami ingin memastikan dia mendapatkan ruang untuk terus berkembang dan memperoleh menit bermain yang sesuai dengan kebutuhannya sebagai pemain,” ujar Adhitia.
Pengalaman positif Hamra di Persik Kediri menjadi salah satu pertimbangan utama dalam keputusan ini. “Seperti ketika dipinjamkan ke Persik musim lalu, kami berharap kesempatan bermain bersama Garudayaksa dapat memberikan pengalaman yang berharga bagi Hamra. Yang terpenting adalah dia tetap mendapatkan kesempatan untuk berkembang, menjaga ritme kompetitif, dan terus meningkatkan kualitasnya,” tambahnya.
Di lini belakang, Persib kini memiliki komposisi padat dengan Patricio Matricardi dan Julio Cesar sebagai pilihan utama bek tengah, ditambah dua rekrutan baru dari Eropa—Gabriel Mutombo dari Prancis dan Danijel Loncar dari Kroasia. Sementara di posisi bek kiri, Eliano Reijnders dan Ikhwan Ali Tanamal menjadi opsi andalan. Kepadatan ini memungkinkan Persib mengambil kebijakan strategis berbasis pengembangan pemain muda, tanpa mengorbankan kualitas tim utama.















