Home Berita Bertemu di Kremlin, Putin Sebut Akui Negara Palestina Sejak 1988 dan Abbas...

Bertemu di Kremlin, Putin Sebut Akui Negara Palestina Sejak 1988 dan Abbas Beber Kondisi Palestina

Moskow, sumbawanews.com – Presiden Palestina Mahmoud Abbas bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin di Istana Kremlin, Kamis (22/01).

Dalam pertemuan tersebut Vladimir Putin menyebutkan, hubungan antara Rusia dan Palestina berakar dalam dan bersifat unik. Pada tahun 1988, Uni Soviet mengakui negara Palestina, dan kami mempertahankan posisi itu hingga hari ini.

Baca Juga: Putin Sebut Konflik Lama Makin Intensif, Titik Konflik Serius Baru Bermunculan

Pendekatan Rusia terhadap isu-isu Palestina dan proses perdamaian Timur Tengah berprinsip dan bukan oportunistik. Dan percaya bahwa hanya pembentukan dan berfungsinya negara Palestina secara penuh yang dapat mengarah pada penyelesaian akhir konflik Timur Tengah.

Dikatakan, pertemuan hari ini akan membahas situasi terkini di Jalur Gaza dan di Palestina secara keseluruhan, dalam konteks Israel-Palestina. Juga akan membahas inisiatif Presiden Amerika Serikat mengenai pembentukan struktur baru, yang, dilihat dari apa yang kita lihat, terutama bertujuan untuk menyelesaikan situasi di Palestina dan Jalur Gaza.

Di tempat yang sama, Mahmoud Abbas mengungkapkan, Secara historis, Rusia telah mendukung dan membela rakyat Palestina di tingkat politik dan diplomatik. Mengenai dukungan ekonomi dan bantuan keuangan, hal itu sangat penting dan dalam jumlah besar.

“Rakyat kami sangat senang dan berterima kasih kepada Rusia atas bantuan, dukungan, dan posisi teguh Rusia dalam mendukung Palestina,” jelas dia.

Dikatakan, Palestina telah sangat menderita di tanah Palestina, selama pendudukan Israel, yang telah menyebabkan kehancuran di Jalur Gaza, Tepi Barat, dan Yerusalem.

Jumlah korban tewas dan luka-luka di Jalur Gaza telah mencapai 260.000. Ada ribuan lagi yang terluka di Tepi Barat. Jalur Gaza hampir hancur total, dan 85 persen infrastruktur—pendidikan (sekolah, universitas), tempat-tempat keagamaan (masjid, gereja), dan sebagainya—telah hancur.

Ditegaskan, Palestina berpegang teguh pada tanah mereka, dan secara tegas menentang upaya Amerika dan Israel untuk mengusir warga Palestina ke luar wilayah Palestina. Rakyat Palestina bersikeras tidak akan meninggalkan tanah mereka, berapa pun harganya.

Disebutkan, Yang dibutuhkan Palestina adalah perdamaian, dan berharap dengan bantuan dan dukungan Rusia, perdamaian yang dibangun di atas fondasi resolusi hukum internasional, keputusan Perserikatan Bangsa-Bangsa, dan resolusi yang diadopsi setelah perang tahun 1967 dan 1973. “Yerusalem Timur tetap menjadi ibu kota Palestina, dan kami tahu bahwa Rusia selalu mendukung Palestina, merupakan negara pertama yang mendukungnya, dan telah mengambil posisi yang kuat untuk mendukung rakyat kami,” katanya. (Using)

Previous articleKodaeral XIII Laksanakan Tes Psikologi Calon Prajurit Bintara dan Tamtama PK TNI AL Gel. I Tahun 2026
Next articleDicurigai Berbendera Palsu, AL Prancis Intervensi Tanker dari Rusia
Kami adalah Jurnalis Jaringan Sumbawanews, individu idealis yang ingin membangun jurnalistik sehat berdasarkan UU No.40 Tahun 1999 tentang PERS, dan UU No.14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi. Dalam menjalankan Tugas Jurnalistik, kami sangat menjunjung tinggi kaidah dan Kode Etik Jurnalistik, dengan Ethos Kerja, Koordinasi, Investigasi, dan Verifikasi sebelum mempublikasikan suatu artikel, opini, dan berita, sehingga menjadi suatu informasi yang akurat, baik dalam penulisan kata, maupun penggunaan tatabahasa.