Home Berita Internasional Ribuan Migran Serbu Ceuta, Iran Tuduh AS dan Israel Dalangi Operasi

Ribuan Migran Serbu Ceuta, Iran Tuduh AS dan Israel Dalangi Operasi

Sumbawanews.com,- Gelombang migran besar-besaran yang menyerbu wilayah Ceuta, Spanyol pada Jumat, 31 Juli 2026, menewaskan setidaknya 86 orang, dengan banyak korban diperkirakan tenggelam di laut atau terinjak-injak di pos pemeriksaan perbatasan. Kedutaan Besar Iran di Nairobi menyatakan insiden ini sebagai operasi khusus yang diorganisir oleh Amerika Serikat dan Israel, dengan koordinasi bersama otoritas negara tetangga tertentu untuk menggoyahkan stabilitas Spanyol. Iran menilai krisis ini sebagai hadiah bagi sayap kanan ekstrem Eropa dan hukuman bagi negara yang menentang kepentingan AS dan sekutunya. Sementara itu, Duta Besar Israel untuk PBB, Danny Danon, mengecam kebijakan imigrasi Spanyol, menyerukan agar Madrid menjelaskan mengapa masih mempertahankan kantong-kantong kolonial di Afrika. Menteri Transportasi Spanyol Oscar Puente merespons dengan menyatakan bahwa maksud di balik komentar tersebut sudah jelas. Komentar serupa muncul dari aktivis Catalan dan komentator sayap kanan AS Alex Jones, yang menuduh Israel melancarkan invasi Islam ke Spanyol dengan dukungan Washington. Ketegangan antara Madrid dan Tel Aviv memanas sejak Spanyol mengakui Palestina pada Mei 2024, menuduh Israel melakukan genosida di Gaza, menarik duta besarnya dari Israel, serta menutup ruang udaranya bagi pesawat AS yang terlibat serangan terhadap Iran. Menteri Luar Negeri Israel Gideon Sa’ar mengecam Spanyol sebagai berpihak pada tirani, sementara Presiden AS Donald Trump mengkritik Spanyol sebagai negara yang buruk bagi NATO. Iran, di sisi lain, memuji posisi Spanyol sebagai “berprinsip” dalam konflik ini.

Previous articleFulham Resmi Datangkan Duo Masa Depan Real Madrid
Next articleJay Idzes Jadi Buruan Serie A, Nilai Pasarnya Tembus Rp243 Miliar