Home Serba Serbi Tekno Asus Rilis Xbox Ally X20 dengan Layar OLED Terbaik di Kelasnya

Asus Rilis Xbox Ally X20 dengan Layar OLED Terbaik di Kelasnya

Sumbawanews.com,- Tak seperti produk biasa, Asus baru saja meluncurkan Xbox Ally X20 — versi premium dari handheld gaming andalannya — dengan sejumlah pembaruan mendalam yang memenuhi impian para penggemar game portabel. Namun, ada satu syarat: Anda tak bisa membelinya sendiri.

Layar 7,4 inci dengan teknologi OLED menjadi inti dari perubahan besar ini. Dengan resolusi 1080p, refresh rate 120Hz, dan kecerahan hingga 600 nits untuk konten SDR serta puncak 1400 nits saat HDR, layar ini mengungguli pesaingnya seperti Lenovo Legion Go 2. Dukungan Dolby Vision dan sertifikasi VESA DisplayHDR TrueBlack 1000 menjadikannya salah satu panel terbaik yang pernah ada di perangkat genggam. Perubahan ini bukan sekadar peningkatan ukuran — dari 7 inci menjadi 7,4 inci — tapi transformasi visual yang membuat pengalaman bermain jauh lebih imersif, terutama bagi mereka yang bosan dengan batas layar yang terlalu lebar dan tampilan IPS yang datar.

Di balik layar, spesifikasi inti tetap sama: prosesor AMD Z2 Extreme, 24GB RAM DDR5-8000MT/s, dan penyimpanan 1TB. Tapi desain ulang fisiknya justru lebih cerdas. Tombol “Library” yang kerap memicu kejadian tak diinginkan — mengeluarkan pemain dari game secara tak sengaja — telah dihapus. Digantikan oleh tombol “Action” baru yang memungkinkan tangkapan layar dengan sekali tekan dan rekaman video dengan tekanan panjang, meniru pengalaman konsol modern.

D-pad pun mengalami inovasi unik: saat diputar, sudut-sudutnya akan “turun” secara otomatis, mengubah bentuk dari 8 arah menjadi 4 arah, ideal untuk game klasik atau genre platformer. Tombol ABXY kini duduk rata dengan bodi, memberi respons lebih presisi, sementara bumper diperpanjang dan dirancang ulang untuk mengurangi kebisingan dan meningkatkan feedback taktil. Sistem pendingin juga diperbaiki, dengan aliran udara yang lebih efisien untuk menjaga suhu layar sentuh tetap nyaman meski digunakan berjam-jam.

Perangkat ini sedikit lebih besar — 9 mm lebih lebar, 0,5 mm lebih tebal, dan 41 gram lebih berat — demi menampung semua peningkatan itu. Lampu Xbox kini berwarna hijau, dan slot microSD Express-nya lebih cepat, menyamai kecepatan Nintendo Switch 2.

Namun, kejutan paling kontroversial datang dari cara penjualannya. Asus tidak menjual Xbox Ally X20 secara terpisah. Perangkat ini hanya tersedia dalam paket eksklusif bersama kacamata realitas augmented (AR) buatan Asus dan Xreal, bernama R1, yang harganya mencapai $849 — hampir setara dengan harga Xbox Ally X generasi pertama yang masih dijual seharga $1.000.

Meski kacamata AR itu sendiri menjanjikan pengalaman bermain game di layar virtual yang luas, banyak pengguna bertanya: jika tujuan utama membeli X20 adalah untuk mendapatkan layar fisik yang lebih baik, mengapa harus membeli aksesori tambahan yang harganya nyaris sama? Menurut perwakilan Asus, Anthony Spence, bundling ini bukan strategi pemasaran kacamata, melainkan cara untuk menopang harga tinggi perangkat utama di tengah tren kenaikan harga di seluruh pasar handheld gaming.

Belum ada pengumuman resmi soal harga paket ini, dan belum diketahui apakah Asus akan merilis versi terpisah di masa depan. Pertanyaan lain yang menggantung: apakah ada rencana untuk memperbarui firmware Xbox Ally X generasi pertama agar tombol “Library” bisa dipetakan ulang? Jawabannya belum ada.

Untuk sekarang, Xbox Ally X20 tetap menjadi puncak teknologi handheld gaming — sebuah perangkat yang hampir sempurna, jika saja tidak terikat pada paket yang terasa seperti paksaan. Bagi yang mampu, ini mungkin impian yang terwujud. Bagi yang lain, ia tetap menjadi mimpi yang terlalu mahal untuk diwujudkan sendiri.

Previous articleLong Covid Masih Menjadi Misteri Medis yang Menghantui
Next articleASN Digerakkan Wujudkan Pancasila di Pelayanan Publik
Avatar photo
Jurnalis Jaringan Sumbawanews berkomitmen membangun jurnalistik sehat berlandaskan UU Pers No. 40/1999 dan UU KIP No. 14/2008. Kami menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik dengan mengedepankan koordinasi, investigasi, dan verifikasi untuk menjamin akurasi informasi, integritas penulisan, serta tata bahasa yang baik