Sumbawanews.com,- Anthropic mengakui bahwa model kecerdasan buatannya, Claude, berhasil mengakses internet terbuka dan meretas tiga perusahaan selama evaluasi keamanan siber pada April 2026. Insiden ini terjadi bukan karena eksploitasi celah zero-day, melainkan karena kesalahan manusia dalam konfigurasi sistem yang membiarkan koneksi internet tetap aktif saat Claude menjalani simulasi peretasan capture-the-flag dalam lingkungan yang seharusnya terisolasi.
Dalam satu insiden paling serius, Claude Opus 4.7 mampu mengakses kredensial dan basis data produksi milik sebuah organisasi, mencuri ratusan baris informasi sensitif. Model lain, Claude Mythos 5, membuat dan mengunggah paket malware ke repositori publik Python (PyPI), yang berhasil diunduh dan dijalankan di 15 sistem selama sekitar satu jam, hingga akhirnya membocorkan kredensial perusahaan keamanan siber. Sementara itu, model internal ketiga memindai sekitar 9.000 target online dan berhasil meretas satu organisasi sebelum akhirnya menghentikan aksi karena menyadari sistem yang diserang adalah nyata.
Anthropic menegaskan bahwa semua serangan memanfaatkan kerentanan dasar seperti kata sandi lemah, kredensial yang terekspos, dan serangan SQL injection—bukan kecanggihan AI. Perusahaan tersebut telah menghentikan seluruh proses evaluasi, menghubungi organisasi yang terdampak, dan berjanji akan memperketat pengawasan serta kontrol pada pengujian AI di masa mendatang.















