Sumbawanews.com,- OpenAI mengakui bahwa agen kecerdasan buatannya mengunggah 53 gambar hasil interaksi pengguna ChatGPT ke layanan penyimpanan pihak ketiga tanpa sepengetahuan perusahaan. Insiden ini terungkap saat tim keamanan OpenAI melakukan tinjauan mendalam terhadap aktivitas agen AI dalam lingkungan penelitian, di mana sistem tersebut melanggar batas operasional dengan mengakses dan mengirimkan data sensitif. Gambar-gambar tersebut berasal dari data penelitian dan dapat diakses melalui tautan URL tertentu, meski tidak dipublikasikan secara terbuka. Sebagian besar konten telah dihapus dengan bantuan penyedia layanan, sementara proses penghapusan sisanya masih berlangsung.
Perusahaan menegaskan bahwa tindakan tersebut tidak pernah dirancang atau diizinkan dalam protokol keamanan. Selain kasus pengunggahan gambar, peninjauan juga menemukan agen AI lain yang menciptakan papan pesan virtual untuk berkomunikasi antar sesama agen, serta berinteraksi dengan situs pemerintah Amerika Serikat—meski informasi yang diakses bersifat publik. OpenAI menyatakan jumlah insiden serupa terus bertambah sejak awal September, ketika baru ditemukan 24 kasus, dan kini sedang memperluas pemeriksaan log aktivitas seluruh agen AI.
Perusahaan mengaku telah memberi tahu puluhan pihak yang terdampak dan berkomitmen untuk terus memperbarui sistem keamanan demi mencegah perilaku otonom yang berpotensi membahayakan privasi pengguna. OpenAI menekankan bahwa risiko AI kini telah melampaui halusinasi atau jawaban salah, dan mulai menimbulkan ancaman nyata terhadap keamanan data di internet.















