Home Blog Page 54

Gempa M6,7 di Sulteng, Satu Tewas dan Tiga Daerah Terparah

Sumbawanews.com,- Gempa berkekuatan magnitudo 6,7 mengguncang Sulawesi Tengah pada Selasa, 16 Juni 2026, menewaskan satu warga dan melukai 35 orang. Pusat gempa berada di darat, 42 kilometer tenggara Kota Palu, dengan kedalaman 10 kilometer, menurut data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Getaran kuat yang dirasakan hingga wilayah Donggala, Poso, dan Parigi Moutong memicu kerusakan infrastruktur dan kepanikan di sejumlah desa.

Korban jiwa dilaporkan meninggal di Kabupaten Sigi, wilayah paling parah terdampak. Data terakhir dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut 312 jiwa atau 110 kepala keluarga terdampak, dengan 272 orang—atau 89 KK—berada di Sigi. Di sana, 47 rumah rusak, terdiri dari 23 rusak ringan, enam rusak sedang, dan 12 rusak berat. Selain rumah, enam fasilitas ibadah, dua gedung perkantoran, satu jembatan, dan satu usaha mikro juga mengalami kerusakan. Sebanyak 22 warga mengalami luka ringan dan 13 lainnya luka berat di wilayah ini.

Kabupaten Parigi Moutong menjadi daerah kedua paling terdampak dengan 40 jiwa terdampak dan 15 rumah rusak. Di Kota Palu, dua warga mengalami luka ringan, sementara Jembatan III mengalami keretakan. Di Kabupaten Poso, satu warga luka dan lima rumah rusak, tiga di antaranya rusak ringan. Fasilitas umum, satu hotel, dan satu tempat usaha di Palu juga terdampak.

Aktivitas gempa susulan masih tercatat hingga sore hari, membuat warga enggan kembali ke rumah. Tim BNPB dan pemerintah daerah terus melakukan pendataan darurat, sementara bantuan logistik mulai mengalir ke titik-titik terdampak. Polisi pun memberlakukan pembatasan pembelian bahan bakar di sejumlah SPBU untuk mencegah penimbunan.

Episenter gempa berada di koordinat 1,03 derajat Lintang Selatan dan 120,24 derajat Bujur Timur, tepat di jalur sesar aktif yang pernah menjadi sumber gempa dahsyat 2018 lalu. BMKG mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap gempa susulan dan potensi tanah longsor di daerah berlereng. Pemerintah daerah diminta segera memetakan kerusakan infrastruktur vital, termasuk jalan akses dan jembatan, agar bantuan bisa sampai tepat waktu.

Hingga kini, belum ada laporan tsunami, namun kewaspadaan tetap dijaga. Pemulihan dimulai dari pendataan akurat—karena di Sigi, Bupati setempat menargetkan seluruh data kerusakan rampung dalam 24 jam.

Meriah dan Khidmat, Festival Muharram 2026 Desa Goa Resmi Dibuka dengan Tabligh Akbar

Sumbawa Barat, sumbawanews.com, -Menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah, Pemerintah Desa Goa, Kecamatan Jereweh, Kabupaten Sumbawa Barat, menggelar Tabligh Akbar di Lapangan Desa Goa pada Senin malam (15/06/2026). Kegiatan yang berlangsung khidmat tersebut sekaligus menjadi penanda dibukanya secara resmi rangkaian Festival Muharram Tahun 2026.

Ratusan masyarakat dari berbagai wilayah di Kecamatan Jereweh tampak memadati lokasi acara. Hadir dalam kegiatan tersebut Camat Jereweh H. Abdul Muthalib, S.Pd., M.M., unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Jereweh, Kepala Puskesmas Jereweh, Imam Besar Masjid Nurul Ikhsan Jereweh, serta sejumlah tokoh agama dan tokoh masyarakat.

Turut hadir Penjabat Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Sumbawa Barat, H. Abdul Wahid, S.Pd., M.M., yang mewakili Bupati Sumbawa Barat. Hadir pula Kepala Dinas P2KBP3A KSB, H. Made Budiartha, S.Sos., M.M., serta Anggota DPRD Kabupaten Sumbawa Barat dari Fraksi PAN, H. Riadi, S.E.

Dalam sambutannya, Pj Kepala Disparpora KSB, H. Abdul Wahid, menyampaikan apresiasi atas konsistensi masyarakat Desa Goa dalam menjaga dan melestarikan Festival Muharram yang telah menjadi agenda tahunan.

“Kami sangat bangga karena Festival Muharram Desa Goa merupakan salah satu dari dua event pariwisata Kabupaten Sumbawa Barat yang resmi masuk dalam kalender event Provinsi Nusa Tenggara Barat. Kami berharap kegiatan ini terus dilestarikan dan kualitasnya semakin meningkat dari tahun ke tahun,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Festival Muharram 2026, Abdul Wahid, S.E., menjelaskan bahwa festival tersebut tidak hanya menghadirkan kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi wadah pelestarian budaya lokal yang diwariskan secara turun-temurun.

Menurutnya, setelah Tabligh Akbar, masyarakat akan disuguhkan berbagai rangkaian kegiatan, mulai dari Semarak Muharram yang diisi dengan perlombaan keagamaan tingkat Desa Goa, tradisi Mangan Lawang Karang sebagai momentum mempererat silaturahmi melalui makan bersama, hingga prosesi adat Melala Minyak Jereweh, yakni pembuatan minyak khas Jereweh yang sarat nilai budaya dan kearifan lokal.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh panitia, sponsor, pemerintah daerah, serta masyarakat Desa Goa yang telah memberikan dukungan moril maupun materiil sehingga kegiatan dapat terselenggara dengan baik.

Usai kegiatan, Camat Jereweh H. Abdul Muthalib, S.Pd., M.M., memberikan apresiasi tinggi kepada Pemerintah Desa Goa dan seluruh masyarakat yang terlibat dalam menyukseskan festival tersebut.

Menurutnya, keberhasilan Festival Muharram merupakan bukti nyata semangat gotong royong masyarakat Jereweh yang selama ini dikenal dengan filosofi “Sai Ling Dalam Gawe”, yakni saling membantu dan bahu-membahu dalam bekerja.

“Semangat kebersamaan inilah yang menjadi kekuatan utama masyarakat Jereweh dan sejalan dengan semangat pembangunan di Kabupaten Sumbawa Barat,” ungkapnya.

Puncak acara diisi dengan tausiyah agama yang disampaikan oleh TGH. Khotibuddin Athar, QH., M.H., As-Saulaty. Dalam ceramahnya, ia mengajak seluruh jamaah untuk senantiasa bersyukur atas nikmat iman dan Islam yang diberikan Allah SWT.

“Kita harus bersyukur karena menjadi bagian dari umat Rasulullah SAW yang meskipun tidak pernah berjumpa langsung dengan beliau, namun memiliki kecintaan yang begitu besar kepada beliau,” pesan TGH. Khotibuddin.

Suasana semakin khusyuk saat memasuki sesi refleksi akhir tahun. Seluruh lampu di area lapangan dipadamkan dan digantikan oleh cahaya obor yang menyala di sekeliling lokasi acara. Dalam suasana hening dan penuh haru tersebut, jamaah diajak menundukkan kepala, melakukan muhasabah diri, serta memohon ampunan atas segala dosa dan kesalahan yang telah dilakukan selama setahun terakhir.

Kegiatan pembukaan Festival Muharram 1448 Hijriah berlangsung tertib, aman, dan penuh antusiasme. Kehadiran ratusan warga menjadi bukti bahwa Festival Muharram Desa Goa tidak hanya menjadi agenda keagamaan, tetapi juga telah tumbuh menjadi ikon budaya dan pariwisata yang membanggakan Kecamatan Jereweh dan Kabupaten Sumbawa Barat.

Bareskrim Tangkap Dua Buron Jaringan Sabu RI-Malaysia

Sumbawanews.com,- Bareskrim Polri berhasil menangkap dua tersangka buron dalam kasus penyelundupan narkotika lintas negara di Bengkalis, Riau. Keduanya, Indra Bayu dan Solihin, ditangkap dalam operasi berskala besar pada dini hari Selasa (16/6/2026), setelah menjadi buron sejak kegagalan penyelundupan 48 kilogram sabu dan 15 kilogram ketamin pada Mei lalu.

Kedua tersangka ditangkap di lokasi berbeda namun dalam satu wilayah Kabupaten Bengkalis. Indra Bayu, yang diduga sebagai pengambil barang di Malaysia, ditangkap di rumah orang tuanya di Desa Muntai, Kecamatan Bantan. Sementara Solihin, yang bertindak sebagai perantara penyewaan speed boat, ditangkap di rumahnya tak lama setelah memberikan keterangan tentang perannya dalam operasi tersebut.

Menurut Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Eko Hadi Santoso, penyelundupan ini merupakan bagian dari jaringan transnasional yang dipimpin oleh DPO Atuk Ham dan didukung oleh warga negara Malaysia inisial WAN. Pada 17 Mei 2026, Indra Bayu bersama dua rekannya, Erwin dan Nabil, berangkat dari perairan Bengkalis menuju Batu Pahat, Malaysia, menggunakan speed boat yang disewa Solihin dengan biaya Rp30,5 juta.

Di perairan Malaysia, ketiganya menerima dua kardus berisi sekitar 64 kilogram narkoba jenis sabu dan ketamin dari WAN. Namun, saat kembali ke wilayah Indonesia, mereka melihat kehadiran kapal patroli Bea Cukai. Panik, mereka memutuskan melompat ke laut dan melarikan diri melalui hutan bakau, meninggalkan speed boat beserta barang bukti.

Barang bukti yang ditemukan kemudian berjumlah 48 kg sabu, 15 kg ketamin, dan 20.000 butir ekstasi. Nilai ekonomi barang bukti itu diperkirakan mencapai Rp137,48 miliar, dengan potensi penyelamatan 314.466 jiwa dari bahaya penyalahgunaan narkoba.

Solihin mengaku diberi janji bayaran Rp10 juta atas jasanya menyewakan speed boat. Namun, ia tidak terlibat langsung dalam pengambilan barang. Indra Bayu, yang mengaku sebagai koordinator lapangan, mengakui keterlibatannya dalam rencana penyelundupan sejak awal Mei.

Saat ini, Bareskrim masih memburu empat tersangka lainnya: Erwin, Nabil, Atuk Ham, dan WN Malaysia inisial WAN. Operasi ini menjadi bagian dari upaya intensif aparat keamanan dalam memutus rantai peredaran narkoba lintas batas yang semakin canggih dan terorganisir.

Brigjen Eko menegaskan, penangkapan ini bukan akhir dari operasi, melainkan langkah awal untuk mengungkap jaringan lebih besar yang menghubungkan Malaysia dengan jaringan distribusi narkoba di pulau-pulau Sumatra dan Jawa. “Kami tidak hanya menangkap orangnya, tapi juga menggali struktur jaringan, sumber pendanaan, dan jalur distribusinya,” ujar Eko.

Dengan ditangkapnya dua buron ini, Bareskrim semakin dekat dengan target utama: menghancurkan jaringan yang mengambil keuntungan dari kerentanan wilayah perbatasan dan kelemahan pengawasan maritim.

Sebulan Tanpa Hujan, Bekasi dan Klaten Dilanda Krisis Air Bersih

Sumbawanews.com,- Kekeringan melanda sejumlah wilayah di Jawa akibat hujan yang tak turun selama sebulan terakhir. Di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Desa Ridogalih, Kecamatan Cibarusah, menjadi titik terparah—296 kepala keluarga atau sekitar 800 jiwa kesulitan mengakses air bersih. Kondisi serupa juga terjadi di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, di mana tiga desa di Kecamatan Kemalang—Kendalsari, Tegalmulyo, dan Tlogowatu—mengalami krisis serupa, dengan 393 keluarga atau 1.445 jiwa terdampak.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengonfirmasi bahwa ketiadaan hujan sejak awal Juni 2026 telah memicu bencana hidrometeorologi kering yang mengancam kebutuhan dasar masyarakat. “Air bersih kini menjadi barang langka. BPBD setempat telah mengerahkan mobil tangki untuk mendistribusikan air ke titik-titik terdampak, dan upaya ini terus berlanjut hingga seluruh warga terlayani,” ujarnya, Selasa (16/6/2026).

Di Bekasi, distribusi air bersih dilakukan secara bertahap, dengan fokus pada rumah-rumah yang tidak lagi memiliki akses ke sumur atau sumber air lokal yang kering. Di Klaten, pemerintah desa berkoordinasi erat dengan BPBD untuk memetakan wilayah paling rentan, sambil mengimbau warga untuk menghemat penggunaan air.

Kondisi ini bukan isolasi. BNPB mencatat bahwa kekeringan menjadi salah satu dari beberapa bencana utama yang terjadi dalam periode pemantauan 15–16 Juni 2026. Di Kalimantan Tengah, banjir melanda Kabupaten Murung Raya, menggenangi empat desa dan kelurahan, serta mengusir 36 jiwa dari rumah mereka. Sementara itu, di wilayah lain seperti Bima dan Aceh, fenomena hari tanpa hujan yang berkepanjangan juga memicu kekeringan dan kebakaran hutan lahan.

Ahli iklim memperingatkan bahwa pola cuaca ekstrem semacam ini kemungkinan akan semakin sering terjadi akibat perubahan iklim jangka panjang. “Kita tidak lagi menghadapi anomali, tapi tren baru. Ketersediaan air bersih bukan lagi masalah teknis, tapi masalah ketahanan nasional,” kata seorang peneliti dari LIPI yang tidak ingin disebutkan namanya.

Pemerintah daerah diminta segera mempercepat pembangunan infrastruktur air berkelanjutan, termasuk pengelolaan air tanah dan penampungan hujan skala komunitas. Sementara itu, bantuan darurat tetap menjadi prioritas—karena bagi warga di Desa Ridogalih dan Tlogowatu, air bersih bukan sekadar kebutuhan, tapi nyawa.

Gempa 6,7 SR Hantam Sulteng, 45 KK Terdampak dan Infrastruktur Rusak

Sumbawanews.com,- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan 45 kepala keluarga atau 109 jiwa terdampak gempa berkekuatan magnitudo 6,7 yang mengguncang Sulawesi Tengah pada Selasa (16/6) pukul 11.27 WITA. Guncangan kuat yang berpusat di wilayah darat itu tidak hanya menimbulkan korban luka, tetapi juga merusak rumah, jembatan, fasilitas umum, dan infrastruktur vital di lima kabupaten sekaligus.

Data sementara menyebut 24 warga mengalami luka ringan dan delapan lainnya luka berat. Kabupaten Sigi menjadi daerah paling parah terdampak, dengan 24 KK (69 jiwa) tercatat terkena imbas, termasuk 21 luka ringan dan delapan luka berat. Di Kabupaten Parigi Moutong, 21 KK (40 jiwa) terdampak, sementara Kota Palu melaporkan dua luka ringan dan Kabupaten Poso satu kasus luka yang masih dalam pendataan lanjutan.

Kerusakan fisik tersebar luas. Sedikitnya 64 unit rumah mengalami dampak, dengan empat di antaranya rusak ringan. Empat tempat ibadah, empat fasilitas umum, dua gedung perkantoran, satu tempat usaha, dan satu ruas jalan provinsi penghubung Palu-Sigi-Poso mengalami amblas. Di Sigi, 44 rumah terdampak, satu rusak ringan, empat fasilitas ibadah dan dua kantor terganggu, serta satu jembatan mengalami kerusakan. Di Poso, lima rumah terdampak—tiga di antaranya rusak ringan—dan satu ruas jalan provinsi rusak. Sementara di Parigi Moutong, 15 rumah terdampak, dan di Palu, Jembatan III mengalami keretakan, satu hotel rusak, serta satu fasilitas umum dan satu usaha terdampak.

Pendataan di Kabupaten Donggala masih berlangsung, sementara gempa susulan terus mengguncang wilayah tersebut. Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), hingga pukul 14.00 WIB telah tercatat 55 kali gempa aftershock. Kondisi ini memaksa otoritas setempat mengambil langkah antisipatif: seluruh pasien di Rumah Sakit Anutapura Palu dievakuasi ke area terbuka sebagai langkah pencegahan. Tenda darurat pun didirikan, dan pasien secara bertahap kembali ke ruang perawatan setelah dinilai aman.

Pemerintah Kota Palu bersama BPBD dan tim ahli struktur melakukan inspeksi mendalam terhadap jembatan-jembatan yang retak. Di Poso, masyarakat bersama aparat kepolisian membersihkan puing-puing bangunan yang roboh. Tim Reaksi Cepat dari BPBD di lima kabupaten—Palu, Donggala, Sigi, Parigi Moutong, dan Poso—terus melakukan kaji cepat, sambil berkoordinasi erat dengan pemerintah desa dan kecamatan untuk mempercepat distribusi bantuan.

Kebutuhan mendesak mulai teridentifikasi: terpal untuk menutupi atap yang rusak, tenda darurat di halaman RSUD Poso, dan logistik penanggulangan bencana. BNPB menegaskan bahwa angka korban dan kerusakan masih berpotensi berubah seiring perkembangan di lapangan. Hingga kini, belum ada penetapan status keadaan darurat di wilayah mana pun.

BNPB mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak menyebarkan informasi tidak terverifikasi, dan selalu mengikuti perkembangan resmi dari BMKG, BNPB, BPBD, dan pemerintah daerah. Warga diminta menghindari bangunan yang mengalami kerusakan hingga dinyatakan aman oleh petugas. Pemantauan terus dilakukan secara intensif, dan update situasi akan disampaikan secara berkala.

Xbox Game Pass Tambahkan EA Sports FC 26 dan RV There Yet?

Sumbawanews.com,- Di tengah gelombang perubahan di divisi gaming Microsoft, Xbox Game Pass kembali memperluas daftar judulnya pada akhir Juni 2026. Pada 16 Juni, game platformer aksi 3D berjudul *Junkster* dari Stormcloud Games resmi tiba di layanan ini, tersedia untuk Game Pass Ultimate dan PC Game Pass di Xbox Series X/S, Xbox Cloud, dan PC. Tak hanya itu, *Junkster* juga meluncur serentak di Steam, PS5, dan Nintendo Switch 2.

Esok harinya, 17 Juni, *Call of Duty: Vanguard* — game tahun 2021 dari seri ikonik itu — bergabung dengan katalog Game Pass Ultimate, Premium, dan PC Game Pass di seluruh platform: Xbox One, Xbox Series X/S, Xbox Cloud, dan PC. Sementara itu, pada 18 Juni, giliran *EA Sports FC 26* yang menyusul, menandai kedatangan pertamanya di layanan langganan Microsoft setelah sebelumnya eksklusif untuk PS Plus hingga hari ini.

Pada 25 Juni, para penggemar game kooperatif bergaya roguelite akan disambut oleh *Abyssus*, sebuah penembak berbasis tim yang menawarkan tantangan tak terduga. Lalu, pada 30 Juni, *RV There Yet?* — petualangan kooperatif komedi yang telah menjadi sensasi di PC dengan penjualan mencapai 4,5 juta kopi dalam beberapa bulan pertama — akhirnya tiba di Game Pass, membawa kegembiraan para pemain yang telah menantikannya.

Melangkah lebih jauh, pada 2 Juli, *Tony Hawk’s Pro Skater 3 + 4* akan bergabung dengan tier Premium, meski sebelumnya sudah tersedia di Game Pass Ultimate dan PC Game Pass. Tak ketinggalan, pada 6 Juli, *Winds of Arcana: Ruination*, game 2.5D bertema Metroidvania dengan dunia penuh misteri dan estetika gelap, akan menyusul di seluruh platform Game Pass.

Pengumuman ini muncul di tengah ketidakpastian besar di jajaran manajemen Xbox. Craig Duncan, kepala Xbox Game Studios, dikabarkan telah mengundurkan diri, menyusul rencana perusahaan untuk melakukan “reset” strategis yang kemungkinan besar melibatkan pemotongan tenaga kerja. Lebih lanjut, laporan terbaru menyebut Microsoft sedang mempertimbangkan penutupan tiga studio internal: Ninja Theory, Double Fine, dan Compulsion Games. Para pemimpin ketiga studio ini disebut sedang berupaya mencari pembeli atau melakukan buyout agar tetap beroperasi mandiri.

Teddy Bahas Kunjungan Modi ke Jakarta

Sumbawanews.com,- Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menerima kunjungan resmi Duta Besar India untuk Indonesia, Shri Sandeep Chakravorty, di Kantor Sekretariat Kabinet, Jakarta, pada Selasa, 16 Juni 2026. Pertemuan tertutup itu berlangsung dalam suasana hangat, dengan kedua belah pihak membahas eratnya hubungan strategis antara Indonesia dan India yang telah berjalan selama 76 tahun.

Dalam pertemuan tersebut, Dubes Sandeep menyampaikan sejumlah perkembangan terkini dalam kerja sama bilateral, termasuk dinamika komunitas diaspora India di Indonesia yang kini mencapai lebih dari 150 ribu jiwa. Ia juga menekankan pentingnya memperkuat sinergi di sektor ekonomi, teknologi digital, energi bersih, dan infrastruktur—area-area yang menjadi fokus utama pemerintah kedua negara.

Namun, topik paling strategis yang dibahas adalah rencana kunjungan kenegaraan Perdana Menteri India Narendra Modi ke Jakarta, yang dijadwalkan terlaksana pada pertengahan tahun ini. Kunjungan ini diharapkan menjadi momen krusial untuk memperdalam kemitraan strategis kedua negara, sekaligus membuka peluang investasi besar-besaran dari sektor swasta India ke Indonesia, terutama dalam proyek-proyek infrastruktur dan transformasi digital.

Pertemuan ini mengingatkan pada lawatan Presiden Prabowo Subianto ke New Delhi pada Januari 2025, ketika ia hadir sebagai tamu kehormatan dalam perayaan Hari Republik India ke-76. Saat itu, Prabowo dan Modi sepakat untuk menyederhanakan birokrasi, mengurangi hambatan regulasi, serta menempatkan kepentingan bersama di garis terdepan. Presiden juga secara eksplisit mengundang investor India untuk berkontribusi dalam pembangunan infrastruktur nasional—augmentasi yang kini semakin mendapat dorongan dari jajaran pemerintah pusat.

Dalam unggahan resmi di akun Instagram @catatanseskab, Teddy terlihat mengenakan batik lengan pendek warna biru, sementara Dubes Sandeep memakai batik lengan panjang cokelat, menunjukkan simbolisasi budaya yang saling menghormati. Keduanya didampingi sejumlah staf senior dari masing-masing pihak.

Kunjungan ini bukan sekadar formalitas diplomatik, tetapi bagian dari upaya sistematis pemerintah Indonesia untuk memperluas jaringan kemitraan strategis di luar tradisi Barat. Dengan populasi India yang melebihi 1,4 miliar jiwa dan ekonominya yang tumbuh pesat, kerja sama dengan New Delhi kini menjadi salah satu pilar kebijakan luar negeri Indonesia yang tak bisa diabaikan.

Sebagai penjaga agenda kepresidenan, Teddy berperan kunci dalam mengoordinasikan langkah-langkah teknis menjelang kunjungan Modi. Ia menjadi jembatan antara kebijakan tingkat tinggi yang ditetapkan Presiden Prabowo dan implementasi operasional di lapangan—termasuk koordinasi antar kementerian, keamanan, dan logistik.

Dengan kedekatan budaya, sejarah panjang, dan kepentingan ekonomi yang saling melengkapi, Indonesia dan India tampaknya sedang membangun hubungan yang tidak hanya berbasis kepentingan, tetapi juga kepercayaan—sebuah kemitraan yang diharapkan bisa bertahan melebihi generasi mendatang.

Trump Sindir Netanyahu: Suriah Lebih Mampu Hancurkan Hizbullah

Sumbawanews.com,- Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa pemerintah Suriah, bukan Israel, lebih berpotensi menghancurkan milisi Hizbullah di Lebanon. Pernyataan kontroversial itu ia sampaikan di sela-sela KTT G7 pada Selasa (16/6), sekaligus menjadi sindiran halus terhadap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu yang dianggapnya terlalu keras kepala dalam mengejar misi militer.

Trump menilai, Presiden Suriah Ahmed Al Sharaa — yang ia sebut sebagai “orang yang saya tempatkan di sana” — memiliki pemahaman mendalam tentang struktur dan taktik Hizbullah. “Dia bukan anak pramuka, tapi dia telah melakukan pekerjaan luar biasa dalam menyatukan negaranya. Dan dia tidak menyukai Hizbullah,” ujar Trump kepada wartawan. Ia bahkan secara terbuka menyarankan agar Israel memberi ruang kepada Damaskus untuk menangani ancaman milisi yang didukung Iran itu.

Pernyataan ini mengejutkan mengingat hubungan historis AS-Israel yang erat, sekaligus kontras dengan kebijakan militer Israel selama bertahun-tahun yang berfokus pada penghancuran kapabilitas Hizbullah di Lebanon selatan. Meski serangan udara dan darat telah berulang kali dilancarkan, Israel belum mampu menghentikan kemampuan Hizbullah meluncurkan roket ke wilayahnya.

Trump menekankan bahwa pendekatan militer Israel terlalu destruktif. “Anda tidak harus merobohkan gedung apartemen setiap kali mencari seseorang. Ada banyak warga sipil di dalamnya — dan tidak semuanya anggota Hizbullah,” katanya, mengkritik operasi militer yang menimbulkan korban jiwa besar di kalangan warga sipil Lebanon.

Kritik ini muncul di tengah upaya AS dan Iran yang hampir mencapai kesepakatan dalam bentuk nota kesepahaman (MoU) di Swiss pada 19 Juni. Salah satu syarat utama bagi kelanjutan perundingan itu adalah gencatan senjata antara Israel dan Hizbullah. Namun, serangan berulang Israel ke Lebanon dinilai Trump sebagai penghambat utama proses damai.

Trump mengaku frustrasi dengan sikap Netanyahu yang, menurutnya, sengaja memperkeruh upaya diplomasi AS-Iran demi kepentingan militer jangka pendek. “Netanyahu terus mempersulit. Padahal, jika kita bisa menyelesaikan ini dengan Iran, kita bisa mengakhiri konflik selama bertahun-tahun,” ujarnya.

Dalam konteks geopolitik yang semakin rumit, pernyataan Trump tidak hanya menandai pergeseran retorika, tetapi juga mengisyaratkan perubahan strategis dalam kebijakan luar negeri AS — yang kini tampak lebih mengutamakan stabilitas regional melalui diplomasi, daripada mempertahankan pendekatan militer tradisional yang selama ini menjadi andalan sekutu utamanya di Timur Tengah.

Cina Dorong Myanmar Bangun Pembangunan Berbasis Rakyat

Sumbawanews.com,- Presiden Cina Xi Jinping mendesak Myanmar untuk merancang pembangunan nasional yang benar-benar didukung oleh rakyatnya, dalam pertemuan bilateral di Beijing pada Selasa, 16 Juni 2026. Kunjungan kenegaraan lima hari oleh Presiden Myanmar Min Aung Hlaing—yang tiba sehari sebelumnya—menjadi momen krusial dalam memperkuat hubungan strategis antara dua negara bertetangga yang saling berbatasan.

Dalam sambutan resmi usai upacara penyambutan, Xi menegaskan bahwa Cina menempatkan hubungan dengan Myanmar sebagai prioritas utama dalam diplomasi kawasan. “Cina mendukung pemerintah Myanmar dalam mengoordinasikan pembangunan dan keamanan, demi menetapkan langkah yang paling tepat sesuai kondisi nasionalnya—dan yang benar-benar mendapat legitimasi dari rakyat,” ujar Xi, seperti dilansir Xinhua.

Pernyataan ini disampaikan di tengah tekanan internasional terhadap pemerintahan militer Myanmar yang berkuasa sejak kudeta 2021. Meski demikian, Cina tetap memandang Min Aung Hlaing sebagai mitra kunci, terutama dalam menjalankan Koridor Ekonomi Cina-Myanmar—proyek strategis yang menjadi tulang punggung Inisiatif Sabuk dan Jalan (BRI). Xi menekankan bahwa proyek infrastruktur, energi, dan perdagangan lintas batas ini bukan sekadar investasi ekonomi, tetapi juga alat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal.

Kedua pemimpin juga membahas upaya bersama menjaga stabilitas keamanan di perbatasan, mengingat konflik antar-etnis di Myanmar yang masih berkepanjangan. Beijing, yang khawatir dampak ketidakstabilan itu menyebar ke wilayah barat daya Cina, telah memperkuat patroli bersenjata di perbatasan dan mendorong dialog inklusif di Yangon.

Min Aung Hlaing, yang terpilih sebagai presiden pada April 2026 setelah memimpin Myanmar sebagai panglima militer selama lima tahun, menjadikan kunjungan ini sebagai bagian dari strategi diplomasi multipolar. Sebelum ke Beijing, ia baru saja menyelesaikan lawatan pertamanya sebagai presiden ke India—sinyal bahwa Myanmar berusaha menyeimbangkan pengaruh besar di kawasan tanpa tergantung pada satu kekuatan.

Kunjungan ini juga menandai intensifikasi kerja sama ekonomi. Pada 2025, perdagangan bilateral mencapai US$19,4 miliar, menjadikan Cina sebagai mitra dagang terbesar Myanmar. Selain infrastruktur, sektor energi dan pertambangan menjadi fokus utama investasi Tiongkok. Min dijadwalkan bertemu Perdana Menteri Li Qiang dan Pemimpin Komite Tetap Majelis Rakyat Nasional Zhao Leji, menunjukkan tingginya perhatian Beijing terhadap hubungan ini.

Dalam konteks geopolitik yang semakin kompleks, dorongan Xi untuk “pembangunan yang didukung rakyat” bisa dibaca sebagai pesan halus: Cina ingin memastikan bahwa proyek-proyeknya tidak hanya menguntungkan pemerintah, tetapi juga memperkuat legitimasi sosial di Myanmar. Dengan begitu, stabilitas jangka panjang—dan kepentingan strategis Cina—akan terjaga.

Kunjungan ini bukan sekadar pertemuan diplomatik biasa. Ia adalah langkah presisi dalam permainan besar kekuatan di Asia Tenggara—di mana Cina berusaha menjadi mitra yang tak hanya kuat, tapi juga dianggap peduli.

Home Masa Depan: Antara Kecanggihan dan Kebutuhan Nyata

Sumbawanews.com,- Di tengah gelombang teknologi yang kian merasuk ke setiap sudut rumah, definisi “rumah” pun berubah—bukan hanya soal desain atau warna dinding, tapi soal kelangsungan hidup, keterjangkauan, dan kemanusiaan. Dalam kolaborasi unik antara Architectural Digest dan WIRED, dua pemimpin editorial global, Amy Astley dan Katie Drummond, menggali masa depan tempat tinggal yang tak lagi hanya cerdas, tapi juga cerdas dalam arti yang lebih manusiawi.

Rumah masa depan bukan lagi sekadar tempat di mana lampu menyala otomatis saat Anda masuk, atau termostat menyesuaikan suhu berdasarkan kebiasaan tidur Anda. Lebih dari itu, ia harus mampu bertahan—di atas tiang baja setinggi 23 kaki seperti rumah Shearwater di pesisir, yang dirancang untuk menghindari banjir akibat kenaikan permukaan laut. Ia harus bisa dibangun dengan tanah terkompresi, bambu, atau kayu tahan api, seperti yang dilakukan arsitek di berbagai belahan dunia yang memilih solusi lokal dan rendah teknologi. “Dulu, desain tahan bencana terdengar ekstrem. Sekarang, itu kebutuhan,” ujar Astley.

Di sisi lain, kecanggihan teknologi—terutama kecerdasan buatan—menimbulkan dilema moral. Steven Blum, dalam esainya yang menyentuh, menceritakan bagaimana ia memasang mikrofon sepanjang waktu di rumah ayahnya yang lanjut usia untuk memantau kesehatannya. “Ini bukan sekadar alat bantu. Ini tentang kekhawatiran, rasa bersalah, dan batas antara perhatian dan pengawasan,” katanya. Pertanyaan yang sama muncul di mana-mana: seberapa jauh kita bersedia mengorbankan privasi demi rasa aman? Apakah kita siap hidup di rumah yang terus-menerus mengamati, merekam, dan menganalisis setiap napas?

Tapi tak semua orang ingin rumah yang “cerdas”. Banyak yang justru memilih kembali ke hal-hal sederhana: telepon kabel yang masih berfungsi, lampu tanpa sensor, ruang-ruang sunyi tanpa notifikasi. Jill Kargman, dalam tulisannya yang penuh humor, menggambarkan perlawanan terhadap “smart everything” sebagai bentuk pemberontakan budaya—sebuah keinginan akan ketenangan, bukan otomasi. Desainer interior kini berperan bukan hanya sebagai penata ruang, tapi sebagai penjaga kemanusiaan: menciptakan sudut-sudut untuk bersembunyi dari dunia digital.

Ketidakmampuan finansial pun menjadi tantangan paling nyata. Survei global yang dilakukan WIRED menunjukkan, prioritas utama masyarakat bukan lagi rumah paling canggih, tapi rumah yang terjangkau dan tahan terhadap dampak iklim. Bahkan tim Gear WIRED, yang biasanya mengevaluasi gadget paling mutakhir, justru merekomendasikan lampu sederhana sebagai “teknologi rumah” paling berguna. “Kita bicara tentang masa depan, tapi banyak orang masih berjuang untuk memiliki rumah hari ini,” kata Astley.

Di Petaluma, California, Stewart Brand, ikon budaya dan pencipta The Whole Earth Catalog, membangun rumah ramah lingkungan yang dirancang khusus untuk masa tuanya—bukan karena ia kaya, tapi karena ia memahami bahwa teknologi harus melayani manusia, bukan sebaliknya. Di sana, rumah bukan simbol kemajuan, tapi pernyataan tentang bagaimana kita ingin hidup—dan bagaimana kita ingin mati.

Masa depan rumah bukan tentang seberapa banyak yang bisa dikendalikan dari jarak jauh. Ia tentang seberapa baik rumah bisa menyesuaikan diri—dengan iklim, dengan anggaran, dengan usia, dan dengan kerentanan manusia. Yang paling mewah bukan lagi teknologi paling canggih, tapi ruang yang tenang, aman, dan bisa dimiliki. Karena pada akhirnya, rumah bukan tempat yang menjawab semua pertanyaan. Ia adalah tempat yang mau mendengarkan—tanpa harus selalu menjawab.

Berita Terkini

Hasto Pendaki Gunung Kerinci, Megawati Beri Pesan Peluit

Sumbawanews.com,- Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mendaki puncak Gunung Kerinci, gunung tertinggi di Sumatera, bersama sejumlah kader partai dalam rangka memperingati Bulan Bung...

Truk Terguling di Tol Jagorawi, Arus Lalu Lintas Dialihkan

Sumbawanews.com,- Sebuah truk boks terguling di ruas Tol Jagorawi, tepatnya di titik perpisahan Cawang, pada Sabtu (20/6/2026) pukul 07.07 WIB. Kecelakaan itu menyebabkan badan...

Lautan Gelap: Kapal Hantu Mengeruk Triliunan di Balik Kegelapan

Sumbawanews.com,- Meski teknologi satelit kini mampu memantau hampir seluruh permukaan Bumi, ribuan kapal di lautan dunia tetap mampu menghilang tanpa jejak—menghindari pengawasan, merajalela di...

Remaja 16 Tahun Tewas Dibacok Usai Tantangan Medsos

Sumbawanews.com,- Seorang remaja berusia 16 tahun tewas tak tertolong usai menjadi korban pembacokan dalam sebuah duel yang diatur lewat media sosial. Kejadian tragis itu...

Berita Utama