Home Berita Internasional Cina Dorong Myanmar Bangun Pembangunan Berbasis Rakyat

Cina Dorong Myanmar Bangun Pembangunan Berbasis Rakyat

Sumbawanews.com,- Presiden Cina Xi Jinping mendesak Myanmar untuk merancang pembangunan nasional yang benar-benar didukung oleh rakyatnya, dalam pertemuan bilateral di Beijing pada Selasa, 16 Juni 2026. Kunjungan kenegaraan lima hari oleh Presiden Myanmar Min Aung Hlaing—yang tiba sehari sebelumnya—menjadi momen krusial dalam memperkuat hubungan strategis antara dua negara bertetangga yang saling berbatasan.

Dalam sambutan resmi usai upacara penyambutan, Xi menegaskan bahwa Cina menempatkan hubungan dengan Myanmar sebagai prioritas utama dalam diplomasi kawasan. “Cina mendukung pemerintah Myanmar dalam mengoordinasikan pembangunan dan keamanan, demi menetapkan langkah yang paling tepat sesuai kondisi nasionalnya—dan yang benar-benar mendapat legitimasi dari rakyat,” ujar Xi, seperti dilansir Xinhua.

Pernyataan ini disampaikan di tengah tekanan internasional terhadap pemerintahan militer Myanmar yang berkuasa sejak kudeta 2021. Meski demikian, Cina tetap memandang Min Aung Hlaing sebagai mitra kunci, terutama dalam menjalankan Koridor Ekonomi Cina-Myanmar—proyek strategis yang menjadi tulang punggung Inisiatif Sabuk dan Jalan (BRI). Xi menekankan bahwa proyek infrastruktur, energi, dan perdagangan lintas batas ini bukan sekadar investasi ekonomi, tetapi juga alat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal.

Kedua pemimpin juga membahas upaya bersama menjaga stabilitas keamanan di perbatasan, mengingat konflik antar-etnis di Myanmar yang masih berkepanjangan. Beijing, yang khawatir dampak ketidakstabilan itu menyebar ke wilayah barat daya Cina, telah memperkuat patroli bersenjata di perbatasan dan mendorong dialog inklusif di Yangon.

Min Aung Hlaing, yang terpilih sebagai presiden pada April 2026 setelah memimpin Myanmar sebagai panglima militer selama lima tahun, menjadikan kunjungan ini sebagai bagian dari strategi diplomasi multipolar. Sebelum ke Beijing, ia baru saja menyelesaikan lawatan pertamanya sebagai presiden ke India—sinyal bahwa Myanmar berusaha menyeimbangkan pengaruh besar di kawasan tanpa tergantung pada satu kekuatan.

Kunjungan ini juga menandai intensifikasi kerja sama ekonomi. Pada 2025, perdagangan bilateral mencapai US$19,4 miliar, menjadikan Cina sebagai mitra dagang terbesar Myanmar. Selain infrastruktur, sektor energi dan pertambangan menjadi fokus utama investasi Tiongkok. Min dijadwalkan bertemu Perdana Menteri Li Qiang dan Pemimpin Komite Tetap Majelis Rakyat Nasional Zhao Leji, menunjukkan tingginya perhatian Beijing terhadap hubungan ini.

Dalam konteks geopolitik yang semakin kompleks, dorongan Xi untuk “pembangunan yang didukung rakyat” bisa dibaca sebagai pesan halus: Cina ingin memastikan bahwa proyek-proyeknya tidak hanya menguntungkan pemerintah, tetapi juga memperkuat legitimasi sosial di Myanmar. Dengan begitu, stabilitas jangka panjang—dan kepentingan strategis Cina—akan terjaga.

Kunjungan ini bukan sekadar pertemuan diplomatik biasa. Ia adalah langkah presisi dalam permainan besar kekuatan di Asia Tenggara—di mana Cina berusaha menjadi mitra yang tak hanya kuat, tapi juga dianggap peduli.

Previous articleHome Masa Depan: Antara Kecanggihan dan Kebutuhan Nyata
Next articleTrump Sindir Netanyahu: Suriah Lebih Mampu Hancurkan Hizbullah
Avatar photo
Kami adalah Jurnalis Jaringan Sumbawanews, individu idealis yang ingin membangun jurnalistik sehat berdasarkan UU No.40 Tahun 1999 tentang PERS, dan UU No.14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi. Dalam menjalankan Tugas Jurnalistik, kami sangat menjunjung tinggi kaidah dan Kode Etik Jurnalistik, dengan Ethos Kerja, Koordinasi, Investigasi, dan Verifikasi sebelum mempublikasikan suatu artikel, opini, dan berita, sehingga menjadi suatu informasi yang akurat, baik dalam penulisan kata, maupun penggunaan tatabahasa.