Sumbawanews.com,- Di tengah gelombang perubahan di divisi gaming Microsoft, Xbox Game Pass kembali memperluas daftar judulnya pada akhir Juni 2026. Pada 16 Juni, game platformer aksi 3D berjudul *Junkster* dari Stormcloud Games resmi tiba di layanan ini, tersedia untuk Game Pass Ultimate dan PC Game Pass di Xbox Series X/S, Xbox Cloud, dan PC. Tak hanya itu, *Junkster* juga meluncur serentak di Steam, PS5, dan Nintendo Switch 2.
Esok harinya, 17 Juni, *Call of Duty: Vanguard* — game tahun 2021 dari seri ikonik itu — bergabung dengan katalog Game Pass Ultimate, Premium, dan PC Game Pass di seluruh platform: Xbox One, Xbox Series X/S, Xbox Cloud, dan PC. Sementara itu, pada 18 Juni, giliran *EA Sports FC 26* yang menyusul, menandai kedatangan pertamanya di layanan langganan Microsoft setelah sebelumnya eksklusif untuk PS Plus hingga hari ini.
Pada 25 Juni, para penggemar game kooperatif bergaya roguelite akan disambut oleh *Abyssus*, sebuah penembak berbasis tim yang menawarkan tantangan tak terduga. Lalu, pada 30 Juni, *RV There Yet?* — petualangan kooperatif komedi yang telah menjadi sensasi di PC dengan penjualan mencapai 4,5 juta kopi dalam beberapa bulan pertama — akhirnya tiba di Game Pass, membawa kegembiraan para pemain yang telah menantikannya.
Melangkah lebih jauh, pada 2 Juli, *Tony Hawk’s Pro Skater 3 + 4* akan bergabung dengan tier Premium, meski sebelumnya sudah tersedia di Game Pass Ultimate dan PC Game Pass. Tak ketinggalan, pada 6 Juli, *Winds of Arcana: Ruination*, game 2.5D bertema Metroidvania dengan dunia penuh misteri dan estetika gelap, akan menyusul di seluruh platform Game Pass.
Pengumuman ini muncul di tengah ketidakpastian besar di jajaran manajemen Xbox. Craig Duncan, kepala Xbox Game Studios, dikabarkan telah mengundurkan diri, menyusul rencana perusahaan untuk melakukan “reset” strategis yang kemungkinan besar melibatkan pemotongan tenaga kerja. Lebih lanjut, laporan terbaru menyebut Microsoft sedang mempertimbangkan penutupan tiga studio internal: Ninja Theory, Double Fine, dan Compulsion Games. Para pemimpin ketiga studio ini disebut sedang berupaya mencari pembeli atau melakukan buyout agar tetap beroperasi mandiri.















