Home Blog Page 232

Pramono dan Cak Imin Hadiri Haul Ulama Betawi di Monas

Sumbawanews.com,- Ribuan jamaah memadati kawasan Monas pada Jumat malam, 19 Juni 2026, dalam acara Haul Akbar Ulama dan Habaib Betawi yang digelar secara khidmat dan penuh kekhusyukan. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar atau akrab disapa Cak Imin, hadir sebagai tokoh negara yang turut menghormati tradisi keagamaan masyarakat Betawi.

Keduanya tiba di lokasi dengan waktu berbeda. Pramono bersama Wakil Gubernur Rano Karno tiba sekitar pukul 19.36 WIB, disambut hangat oleh sejumlah ulama dan habaib yang telah lebih dahulu hadir. Satu jam kemudian, Cak Imin tiba pukul 20.21 WIB, mengenakan kemeja putih dan sarung, senada dengan gaya berpakaian Pramono yang juga memilih busana tradisional sebagai bentuk penghormatan terhadap budaya lokal.

Acara yang berlangsung di bawah langit malam Jakarta itu tidak hanya menjadi ajang ziarah rohani, tetapi juga simbol kebersamaan antara pemerintah dan komunitas keagamaan. Panitia membagi area jamaah secara terpisah antara laki-laki dan perempuan, sambil menyiapkan ruang yang luas untuk menampung ribuan peserta yang datang dari berbagai penjuru Nusantara. Bendera-bendera kecil dan atribut keagamaan menghiasi area acara, menciptakan nuansa kekhidmatan yang khas.

Sejumlah tokoh ulama dan habaib ternama turut hadir, termasuk Habib Syekh bin Abdul Qodir Assegaf, Habib Muhammad Rizieq Syihab, Habib Ali bin Abdurrahman Assegaf, Prof. KH Syukron Ma’mun, KH Maulana Kamal Yusuf, KH Mahfudz Assirun, KH Munawir Aseli, KH Muhyidin Ishak, Habib Hud bin Muhammad Bagir Al Athos, Habib Muhsin bin Zeid Al Athos, KH Muhammad Faiz Syukron, Dr. Akhmad H. Abubakar, dan KH Muhammad Luthfi Zawawie. Kehadiran mereka tidak hanya memperkuat makna spiritual acara, tetapi juga menegaskan peran ulama Betawi sebagai penjaga nilai-nilai kearifan lokal dalam bingkai kebangsaan.

Haul ini menjadi salah satu peristiwa keagamaan terbesar di ibu kota tahun ini, sekaligus bukti nyata bahwa tradisi spiritual masyarakat Betawi masih hidup, dihormati, dan bahkan didukung oleh para pemimpin nasional. Di tengah dinamika politik dan sosial yang kian kompleks, momen seperti ini menjadi pengingat bahwa kebersamaan dalam keragaman tetap menjadi fondasi utama kehidupan berbangsa.

Putra Prabowo Kunjungi Jokowi dalam Silaturahmi

Sumbawanews.com,- Mengikuti tradisi tahunan menyambut 1 Muharam, Putra Presiden Prabowo Subianto, Ragowo Hediprasetyo atau akrab dipanggil Didit, mengunjungi kediaman mantan Presiden Joko Widodo di Solo pada Kamis, 18 Juni 2026. Kunjungan tersebut dilakukan dalam rangka silaturahmi pribadi, bukan misi resmi pemerintah.

Didit, yang berada di Solo untuk menghadiri perayaan Malam 1 Suro di Keraton Surakarta, menyempatkan diri menemui Jokowi setelah rangkaian acara budaya selesai. Menurut Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, kunjungan ini murni bersifat kekeluargaan dan tidak ada pesan atau agenda politik yang dibawa oleh Didit kepada Jokowi.

“Enggak ada,” tegas Prasetyo usai mengikuti rapat terbatas dengan Presiden Prabowo di Hambalang, Bogor, Jumat (19/6). Ia menekankan bahwa Presiden Prabowo tidak menitipkan pesan apa pun melalui putranya.

Perayaan 1 Suro, yang bertepatan dengan 1 Muharam 1448 Hijriah, berlangsung meriah di kompleks Keraton Surakarta Hadiningrat sejak Selasa malam hingga Rabu dini hari. Ribuan kerabat, abdi dalem, dan sentana dalem memadati Sasana Sewaka dan area inti keraton, mengikuti kirab dan ritual spiritual yang menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya Jawa.

Kehadiran Didit di Solo bukan sekadar kebetulan. Ia dikenal aktif dalam kegiatan budaya dan sering terlibat dalam perhelatan keagamaan dan tradisi lokal. Kunjungannya ke rumah Jokowi, yang juga memiliki akar kuat di Solo, dianggap sebagai bentuk penghormatan terhadap mantan pemimpin yang tetap dihormati di tanah kelahirannya.

Meski hubungan politik antara Prabowo dan Jokowi sempat tegang di masa lalu, interaksi semacam ini menunjukkan bahwa hubungan pribadi antar-elit politik tetap bisa berjalan di luar dinamika kekuasaan. Keduanya pernah berkolaborasi dalam sejumlah program nasional, termasuk lumbung pangan, dan kini, dalam konteks yang lebih personal, mereka tetap menjaga ruang saling menghargai.

Pemerintah pusat, melalui Sekretariat Negara, memilih untuk tidak mengaitkan kunjungan ini dengan isu kebijakan atau koordinasi politik. Sebaliknya, mereka menekankan nilai-nilai kekeluargaan dan tradisi yang menjadi fondasi budaya bangsa.

Dengan demikian, pertemuan singkat itu bukanlah sinyal politik, melainkan refleksi sederhana dari sebuah nilai lama: bahwa silaturahmi, bahkan di antara mereka yang pernah berbeda jalan, tetap bisa menjadi jembatan yang tak tergantikan.

Trump Kesal Dicap Putus Asa oleh Kritikus Iran

Sumbawanews.com,- Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengungkapkan kekesalannya terhadap pernyataan Mojtaba Kalian, seorang analis politik Iran, yang menyebutnya sebagai sosok “putus asa” dalam upaya mempertahankan pengaruh global. Kalian, yang dikenal sebagai tokoh pro-rezim Teheran, menyampaikan komentar itu dalam sebuah wawancara televisi yang ditayangkan pada akhir pekan lalu, di mana ia menilai kebijakan luar negeri Trump—terutama terkait sanksi terhadap Iran dan pendekatan “America First”—telah gagal membangun kembali kekuatan AS di kancah internasional.

Trump, yang saat ini masih aktif dalam dunia politik sebagai calon presiden dari Partai Republik untuk pemilu 2024, langsung merespons melalui platform Truth Social. Dalam unggahan berbahasa Inggris yang penuh emosi, ia menyebut pernyataan Kalian sebagai “kebodohan klasik dari para pengecut yang takut pada keberhasilan Amerika.” Ia menegaskan bahwa kebijakannya justru memaksa Iran untuk kembali ke meja negosiasi, meskipun kesepakatan nuklir 2015 telah dicabutnya pada 2018.

“Mereka bilang saya putus asa? Lihatlah: ekonomi Iran hancur, mata uangnya runtuh, dan rakyatnya berdemo. Saya tidak putus asa—saya menang,” tulis Trump, merujuk pada inflasi yang melonjak hingga 40% di Iran dan protes massal yang meletus di beberapa kota besar sejak 2022.

Analisis dari Institut Studi Strategis Washington menunjukkan bahwa meskipun sanksi AS memang memberi tekanan ekonomi besar pada Iran, efek jangka panjangnya justru memperkuat ketergantungan Teheran pada China dan Rusia. Namun, Trump menolak anggapan bahwa pendekatannya gagal. “Kami tidak ingin perjanjian yang merugikan. Kami ingin kekuatan. Dan kami punya itu,” tegasnya.

Kalian, yang merupakan anggota Dewan Keamanan Nasional Iran versi kelompok pro-rezim, sebelumnya dikenal karena sering mengkritik kebijakan Barat dengan nada provokatif. Respons Trump terhadap pernyataannya ini dianggap sebagai bagian dari strategi komunikasi politiknya yang konsisten: mengalihkan fokus dari kritik internal ke konfrontasi simbolis dengan lawan luar.

Sementara itu, pemerintah Iran belum memberikan tanggapan resmi terhadap komentar Trump, tetapi media negara itu tetap memutar ulang wawancara Kalian sebagai bukti “kegagalan moral dan strategis” AS di bawah kepemimpinan Trump. Di Washington, para penasihat keamanan nasional mengaku tidak khawatir—mereka lebih fokus pada upaya mempertahankan koalisi internasional untuk mengawasi program nuklir Iran, terlepas dari retorika yang memanas.

Roy Suryo dan Dokter Tifa Diperiksa Kesehatannya di RS Polri

Sumbawanews.com,- Keduanya menjalani pemeriksaan medis wajib di Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, sebagai bagian dari prosedur hukum terkait kasus dugaan fitnah dan pencemaran nama baik terkait keaslian ijazah Presiden Joko Widodo. Kedatangan mereka di RS Polri pada Jumat (19/6/2026) pukul 17.55 WIB disertai pengawalan ketat dari Polda Metro Jaya.

Roy Suryo tiba dengan mengenakan celana pendek abu-abu dan kaos biru putih, turun dari mobil tahanan sambil mengepalkan tangan dan mengucapkan “siap”. Sementara itu, Tifauzia Tyassuma atau yang dikenal sebagai Dokter Tifa, mengenakan rompi tahanan oranye, turun dari kendaraan yang sama dalam keadaan tenang. Keduanya langsung menuju Instalasi Gawat Darurat untuk menjalani serangkaian pemeriksaan kesehatan.

Kuasa hukum mereka, Refly Harun, menyatakan bahwa pemeriksaan ini dilakukan meski Roy Suryo sendiri menyatakan tidak merasa perlu menjalani prosedur tersebut. “Mereka diperiksa padahal Mas Roy sendiri mengatakan dia tidak merasa perlu diperiksa. Pokoknya dibikin suratnya,” ujar Refly di lokasi.

Penangkapan keduanya terjadi secara mendadak pada pagi hari. Roy Suryo ditangkap di Bandung sekitar pukul 05.00 WIB, tak lama setelah menyelesaikan shalat Subuh, menurut informasi dari tim advokasi. Sementara Dokter Tifa ditangkap di apartemennya di Jakarta pukul 06.47 WIB oleh aparat kepolisian. Keduanya kemudian dibawa ke Jakarta untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

Pihak kepolisian menegaskan bahwa semua tindakan dilakukan sesuai prosedur hukum dan protokol penangkapan. Pemeriksaan kesehatan ini menjadi langkah formal sebelum proses penahanan lebih lanjut, sebagaimana diatur dalam hukum acara pidana.

Dalam perkembangan terbaru, kuasa hukum menyatakan bahwa keduanya dalam kondisi sehat secara fisik dan mental. Proses hukum terkait dugaan penyebaran informasi tidak benar mengenai ijazah Presiden Jokowi masih berlangsung, dengan penyidik terus mengumpulkan bukti dan keterangan saksi.

Kantor Imigrasi Bali Digerebek Terkait Kasus Izin WNA

Sumbawanews.com,- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah Kantor Imigrasi Denpasar, Bali, dalam lanjutan penyidikan dugaan korupsi terkait pengurusan dokumen keimigrasian bagi warga negara asing (WNA). Penggeledahan yang masih berlangsung ini menyasar jaringan pungli yang diduga melibatkan pejabat tinggi Kementerian Hukum dan HAM, termasuk mantan Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Silmy Karim.

Dalam keterangannya, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengonfirmasi bahwa operasi ini terkait dugaan pemerasan dan gratifikasi dalam proses penerbitan Kartu Izin Tinggal Tetap (KITAP) dan Kartu Izin Tinggal Terbatas (KITAS). “Penggeledahan dilakukan sebagai bagian dari pengumpulan bukti dalam perkara yang telah menetapkan delapan tersangka,” ujarnya, Jumat (19/6/2026).

Sebelumnya, KPK telah menetapkan Silmy Karim sebagai tersangka pada 4 Juni 2026, menyusul operasi tangkap tangan di Kantor Imigrasi Kelas I Non-TPI Jakarta Barat. Dari 18 orang yang diamankan dalam OTT tersebut, delapan di antaranya ditetapkan sebagai tersangka, termasuk mantan Plt Direktur Jenderal Imigrasi Saffar Muhammad Godam dan Kepala Kantor Wilayah Imigrasi Jawa Barat, Jaya Saputra. Sepuluh lainnya kini berstatus saksi.

KPK menduga, jaringan ini memanfaatkan posisi strategis di lingkungan Imigrasi untuk meminta imbalan uang dari WNA yang ingin memperpanjang atau memperoleh izin tinggal di Indonesia. Modus operandinya diduga melibatkan penerbitan dokumen secara tidak sah, dengan mempercepat proses administratif melalui transaksi gelap.

Silmy Karim, yang kini menjabat sebagai Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero), sempat menjalani pemeriksaan intensif di Gedung Merah Putih KPK sebelum ditahan. Ia dijerat dengan Pasal 12 huruf e dan Pasal 12B juncto Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, yang mengatur tindak pidana pemerasan dan gratifikasi oleh pejabat publik.

Penggeledahan di Bali menjadi indikasi bahwa jaringan korupsi ini tidak terbatas pada Jakarta, melainkan menyebar ke pusat-pusat administrasi keimigrasian strategis di daerah. Kantor Imigrasi Denpasar, yang menjadi gerbang utama kedatangan WNA ke Indonesia—terutama turis, ekspatriat, dan investor—diduga menjadi salah satu titik paling rentan terhadap praktik pungli sistemik.

KPK belum mengungkap hasil konkret dari penggeledahan tersebut, namun menegaskan bahwa proses penyidikan masih berjalan dan akan terus diperbarui. “Kami akan terus menggali jejak aliran dana dan dokumen yang berkaitan dengan kasus ini,” tegas Budi.

Kasus ini memperkuat kekhawatiran publik terhadap integritas sistem keimigrasian Indonesia, yang kerap menjadi sasaran eksploitasi oleh pihak tak bertanggung jawab. Dengan ditetapkannya seorang menteri sebagai tersangka, KPK menunjukkan komitmen untuk menindak tegas korupsi di level tertinggi birokrasi, bahkan ketika pelaku telah berpindah jabatan.

Publik menanti langkah selanjutnya: apakah akan ada penggeledahan di kantor-kantor Imigrasi lain, atau pemeriksaan terhadap pihak swasta yang diduga menjadi perantara dalam transaksi ilegal ini. Yang jelas, kasus ini bukan sekadar soal uang, tapi soal kepercayaan—kepercayaan negara terhadap sistemnya sendiri.

TNI Gelar Nobar Kebangsaan Piala Dunia 2026 di Lebih Dari 1.500 Titik, Satukan Semangat Kebersamaan

Jakarta – Dalam upaya menghadirkan hiburan yang merata dan memperkuat kebersamaan nasional, Tentara Nasional Indonesia (TNI) telah menggelar lebih dari 1.500 titik Nonton Bersama (Nobar) Kebangsaan Piala Dunia 2026 secara gratis di seluruh wilayah Indonesia, sejak 11 Juni hingga 19 Juni 2026. Jumlah tersebut menjadikan Nobar Kebangsaan sebagai salah satu kegiatan nonton bersama terbesar yang difasilitasi TNI bagi masyarakat di seluruh Indonesia, menghadirkan ruang kebersamaan yang menjangkau berbagai lapisan masyarakat dari Sabang sampai Merauke.

Pelaksanaan Nobar Kebangsaan merupakan bentuk sinergi antara TNI dan TVRI dalam menghadirkan hiburan yang sehat sekaligus memperkuat semangat nasionalisme. Melalui kegiatan ini, masyarakat dari berbagai daerah dapat berkumpul, berinteraksi, dan merasakan suasana persatuan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Momentum Piala Dunia dimanfaatkan sebagai sarana membangun solidaritas sosial, memperkuat rasa persaudaraan, dan menumbuhkan kebanggaan sebagai bangsa Indonesia. Selain memberikan manfaat sosial, kegiatan ini juga diharapkan mampu mendorong pergerakan ekonomi lokal melalui keterlibatan pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di sekitar lokasi penyelenggaraan.

Melalui Nobar Kebangsaan Piala Dunia 2026, TNI mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga suasana yang aman, tertib, dan penuh semangat persatuan. Dengan kebersamaan yang terbangun, TNI terus memperkokoh kemanunggalan TNI dengan rakyat sebagai kekuatan utama bangsa dalam mewujudkan Indonesia yang semakin maju dan bersatu.

Jakbar Kembali Diguncang Aksi Maling Kambuhan

Sumbawanews.com,- Polisi menangkap seorang residivis pencurian motor di Jakarta Barat, yang terbukti mengulangi aksinya demi membiayai kecanduan narkoba. Pria berinisial AF (30) diamankan di Duri Selatan, Kecamatan Tambora, pada Jumat (19/6/2026), setelah mencuri sepeda motor milik warga pada Kamis (11/6) malam.

Aksi pencurian berawal ketika korban memarkirkan motornya di depan rumah tanpa pengamanan memadai. Pelaku, yang telah mengawasi lokasi sebelumnya, memanfaatkan celah itu dengan membobol kunci menggunakan alat berbentuk huruf “T”. Keesokan harinya, korban menyadari kendaraannya hilang dan langsung melaporkan kejadian itu ke Polsek Tambora.

Berdasarkan penyelidikan, AF bukan pelaku baru. Ia merupakan residivis kasus pencurian kabel PLN yang pernah beraksi di wilayah yang sama. Polisi mengungkap, pelaku telah melakukan sejumlah pencurian motor di berbagai titik Jakarta Barat dalam beberapa bulan terakhir. Semua hasil penjualan barang curian digunakan untuk membeli sabu dan memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

“Motif utamanya jelas: membiayai kecanduan narkoba dan kebutuhan pokok. Ini pola yang sudah berulang,” ujar Kanit Reskrim Polsek Tambora, AKP Sudrajat Djumantara.

AF kini ditahan dengan jerat Pasal 477 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan, mengingat rekam jejak kriminalnya yang panjang. Petugas juga mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan keamanan kendaraan, terutama di area yang minim pengawasan.

Kasus ini kembali menggarisbawahi persoalan kompleks antara kecanduan narkoba dan kriminalitas jalanan. Di tengah upaya penegakan hukum, muncul pertanyaan mendesak: sejauh mana program rehabilitasi dan pencegahan ulang bagi residivis telah menyentuh akar masalah?

Dina Masyusin Bagikan Kursi Roda untuk Warga Tidak Mampu di Rawa Buaya

Sumbawanews.com,- Anggota DPRD DKI Jakarta dari Partai Perindo, Dina Masyusin, menyerahkan langsung bantuan kursi roda kepada warga berkebutuhan khusus di kawasan Suka Menanti, Rawa Buaya, Cengkareng, Jakarta Barat, pada Jumat (19/6/2026). Kegiatan ini dilakukan dalam kerja sama erat dengan Dinas Sosial DKI Jakarta, sebagai bagian dari upaya memastikan aksesibilitas dan kesejahteraan bagi penyandang disabilitas yang paling rentan.

Dina, yang turun langsung ke lapangan, menjelaskan bahwa permintaan bantuan kursi roda di wilayah tersebut masih sangat tinggi. “Masih banyak warga yang menunggu giliran, terutama dari RW 12, yang pengajuannya belum terpenuhi. Tapi karena keterbatasan anggaran, kita harus memprioritaskan mereka yang benar-benar membutuhkan dan belum pernah menerima bantuan serupa,” ujarnya kepada awak media.

Ia menekankan, keputusan ini bukanlah pilihan sembarangan, melainkan hasil koordinasi mendalam dengan tim sosial di tingkat kelurahan dan kecamatan. Setiap penerima dipilih berdasarkan kriteria kesehatan, kondisi ekonomi, dan tingkat ketergantungan terhadap alat bantu mobilitas. “Kami tidak ingin bantuan ini hanya simbolis. Tujuannya jelas: memberi kehidupan yang lebih layak, sekaligus menghormati hak dasar setiap warga untuk bergerak dan berpartisipasi dalam masyarakat,” tambahnya.

Pemberian kursi roda ini menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan Dina Masyusin dalam memperkuat jembatan antara legislatif dan masyarakat bawah. Ia menegaskan, meski sumber daya terbatas, kehadiran wakil rakyat harus terasa nyata di tingkat akar rumput—bukan hanya lewat rapat atau pernyataan, tapi melalui tindakan konkret yang menyentuh kebutuhan dasar warga.

Dinas Sosial DKI Jakarta, yang menjadi mitra utama dalam program ini, menyatakan apresiasi atas keterlibatan aktif anggota dewan dalam distribusi bantuan. Pihaknya menjamin proses verifikasi penerima tetap transparan dan berbasis data, dengan target penyaluran lebih luas di bulan-bulan mendatang.

Dasco: Orasi di Mobil Komando Akan Kami Tindaklanjuti

Sumbawanews.com,- Ketua DPR RI Puan Maharani menanggapi serius aksi orasi mahasiswa di atas mobil komando di depan Gedung DPR, Jakarta, pada Selasa (15/8). Dalam keterangan resminya, Wakil Ketua Umum PDIP itu menyatakan, tuntutan yang disampaikan para mahasiswa akan segera ditindaklanjuti secara serius oleh lembaga legislatif.

Aksi yang berlangsung sekitar dua jam itu dipimpin oleh sekelompok mahasiswa dari berbagai universitas di Jabodetabek. Mereka meminta pemerintah dan DPR segera meninjau ulang Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP), menolak kenaikan harga BBM, serta meminta transparansi anggaran negara pasca-pandemi. Beberapa peserta aksi bahkan naik ke atap mobil komando untuk menyampaikan orasi langsung kepada anggota DPR yang sedang masuk ke gedung.

“Kami tidak melihat ini sebagai gangguan, tapi sebagai suara rakyat yang ingin didengar,” ujar Dasco, yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Umum PDIP, dalam konferensi pers singkat usai pertemuan dengan perwakilan mahasiswa.

Menurut Dasco, orasi di mobil komando—meski terkesan tidak konvensional—justru menunjukkan kreativitas dan keteguhan generasi muda dalam menyuarakan aspirasi. “Ini bukan protes yang anarkis, tapi bentuk partisipasi politik yang hidup. Kami akan catat semua poin tuntutan mereka, lalu diskusikan dalam rapat kerja internal dan komisi terkait.”

Ia menegaskan, DPR tidak akan mengabaikan suara mahasiswa, terutama yang menyentuh isu strategis seperti keadilan sosial, transparansi anggaran, dan perlindungan ideologi negara. “Kami akan panggil kementerian terkait, minta penjelasan rinci, dan jika perlu, ajukan revisi atau pembatalan regulasi yang dinilai tidak sesuai kebutuhan rakyat.”

Aksi ini menjadi salah satu bentuk unjuk rasa paling mencolok sejak awal tahun 2023. Sebelumnya, aksi serupa pernah terjadi pada 2022, namun tidak direspons secepat ini. Para mahasiswa menyebut respons cepat dari DPR sebagai tanda bahwa demokrasi masih hidup.

Dalam kesempatan itu, Dasco juga mengajak para mahasiswa untuk terlibat aktif dalam proses legislasi, bukan hanya sebagai pengamat, tapi sebagai mitra. “Kami terbuka. Silakan kirim usulan, saran, atau kritik melalui kanal resmi DPR. Jangan hanya berorasi di mobil komando—tapi juga di ruang rapat,” katanya sambil tersenyum.

Sementara itu, sejumlah anggota DPR dari fraksi berbeda menyambut positif inisiatif ini. “Ini bukan ancaman, tapi pelajaran bahwa generasi muda masih percaya pada institusi,” ujar salah seorang anggota Komisi I yang enggan disebut namanya.

Aksi berakhir damai. Tidak ada bentrokan, tidak ada penangkapan. Hanya suara-suara yang akhirnya didengar.

Gelombang Kembali ke Jam Analog di Era Digital

Sumbawanews.com,- Di tengah deru teknologi yang terus membanjiri kehidupan sehari-hari—dari kulkas pintar hingga boneka seks berkecerdasan buatan—sebuah gerakan diam-diam sedang berkembang: orang-orang mulai melepas smartwatch mereka, dan memilih sesuatu yang jauh lebih sederhana. Bukan karena teknologi gagal, tapi karena terlalu banyak memberi.

Di toko buku Barnes & Noble, generasi muda kini lebih sering terlihat memegang buku cetak dan piringan vinil daripada menatap layar ponsel. Di jalanan, kamera film dan pemutar kaset kembali populer. Dan kini, di pergelangan tangan, tren serupa terjadi: orang-orang meninggalkan jam pintar yang penuh notifikasi, dan beralih ke jam mekanik, gelang fitness tanpa layar, atau bahkan cincin pintar yang tak pernah berbunyi.

“Smartwatch membuatku terikat pada hal-hal yang seharusnya ia bebaskan dariku,” tulis seorang pengguna di Reddit, merangkum perasaan banyak orang. Dulu, jam pintar dijanjikan sebagai alat untuk tetap terhubung tanpa harus mengambil ponsel. Kini, justru sebaliknya: pergelangan tangan menjadi pangkalan notifikasi yang tak pernah berhenti—email, pesan, pemberitahuan olahraga, bahkan peringatan tidur yang tak akurat. “Saya tidak ingin pergelangan tangan saya berbicara dengan saya,” ujar seorang pengguna Whoop. “Ponsel saja sudah terlalu banyak gangguan.”

Masalahnya bukan hanya gangguan. Fitur yang terus bertambah justru membuat pengguna terjebak dalam siklus obsesi data. Seorang pengguna Garmin mengaku terus memeriksa layar selama berolahraga, memastikan setiap repetisi tercatat—hingga ia lupa menikmati gerakannya sendiri. Sementara itu, data tidur, stres, dan pemulihan yang ditampilkan jam pintar hanyalah estimasi algoritmik, bukan pengukuran medis. Bagi sebagian orang, angka-angka itu justru menambah kecemasan, bukan menguranginya.

Harga juga jadi pertimbangan. Apple Watch Series 11 dijual mulai $399, Samsung dan Google menawarkan produk sejenis dengan harga serupa. Padahal, untuk pelacakan kesehatan dasar, alternatif seperti Fitbit Air ($100) atau CMF Watch 3 Pro dari Nothing menawarkan fungsi serupa dengan harga sepertiganya. Bahkan, cincin pintar seperti Oura Ring 5 atau Samsung Galaxy Ring—meski harganya mendekati $400—menawarkan pelacakan tidur yang lebih akurat tanpa layar, tanpa getaran, tanpa godaan untuk terus menatapnya.

Di jalan, risiko pun muncul. Studi medis menunjukkan bahwa menatap jam pintar saat mengemudi justru lebih mengalihkan perhatian daripada melihat ponsel di dasbor. Karena ukurannya kecil dan posisinya dekat mata, setiap kilatan notifikasi memaksa pengemudi untuk mengalihkan pandangan lebih lama—dan lebih sering.

Sementara itu, estetika menjadi faktor tak terduga. Jam analog tetap menjadi pilihan elegan di acara formal, di kantor, atau bahkan saat makan malam romantis. Gelang fitness tanpa layar bisa dipakai bersama jam mekanik, memberi kebebasan: satu untuk tampilan, satu untuk data. “Saya bisa memakai jam mekanik dan benar-benar hadir di momen itu,” kata seorang pengguna Whoop. “Gelangnya yang menghitung langkah dan tidur, tanpa mengganggu.”

Dan yang paling menarik: jam mekanik tak perlu diisi ulang. Tak ada pembaruan perangkat lunak yang membuatnya usang. Tak ada langganan bulanan. Tak ada algoritma yang menilai kualitas tidurmu. Hanya jarum yang bergerak, tenang, dan konsisten.

Casio, dengan jam-jamnya yang dijual mulai $30, menjadi simbol gerakan ini: sederhana, andal, dan abadi. Di toko perhiasan, di pasar loak, di rak-rak department store, pilihan jam analog tak pernah habis. Mereka tak menjanjikan dunia. Tapi mereka juga tak mencuri perhatianmu—dan itulah yang justru membuatnya berharga.

Di tengah hiruk-pikuk teknologi, kembali ke yang sederhana bukanlah kemunduran. Ia adalah pilihan sadar: untuk hidup lebih tenang, lebih hadir, dan lebih bebas dari keharusan untuk selalu terhubung.

Berita Terkini

Harry Kane Lewati Rekor Gol Pele di Piala Dunia 2026

Sumbawanews.com,- Inggris mengalahkan RD Kongo 2-1 dalam laga babak 32 besar Piala Dunia 2026 di Atlanta Stadium, Rabu (1/7/2026), berkat brace Harry Kane yang...

Persib Bandung Hampir Resmi Rekrut Mariano Peralta, Tapi Masih Ada Kendala

Sumbawanews.com,- Jurnalis Italia Lorenzo Lepore melaporkan bahwa Persib Bandung telah mencapai kesepakatan verbal dengan penyerang Argentina Mariano Peralta pada 2 Juli 2026. Pemain berusia...

Keisuke Honda Tawarkan Diri Latih Timnas Jepang Usai Gagal di Piala Dunia 2026

Sumbawanews.com,- Keisuke Honda, legenda sepak bola Jepang dan mantan pemain AC Milan, secara terbuka menawarkan diri untuk memimpin Timnas Jepang pasca kegagalan di babak...

Inggris Hadapi Tantangan Ketinggian Lawan Meksiko di Piala Dunia 2026

Sumbawanews.com,- Timnas Inggris akan menghadapi Timnas Meksiko di babak 16 besar Piala Dunia 2026 pada 6 Juli mendatang di Stadion Azteca, Mexico City. Laga...

Berita Utama