Home Berita Olah Raga Keisuke Honda Tawarkan Diri Latih Timnas Jepang Usai Gagal di Piala Dunia...

Keisuke Honda Tawarkan Diri Latih Timnas Jepang Usai Gagal di Piala Dunia 2026

Sumbawanews.com,- Keisuke Honda, legenda sepak bola Jepang dan mantan pemain AC Milan, secara terbuka menawarkan diri untuk memimpin Timnas Jepang pasca kegagalan di babak 32 besar Piala Dunia 2026, yang berlangsung pada 29 Juni 2026 di Mexico City. Tim Samurai Biru dikalahkan 1-2 oleh Brasil, mengakhiri ambisi mereka untuk melangkah ke perempat final, sekaligus memicu kritik keras terhadap keputusan Asosiasi Sepak Bola Jepang (JFA) yang berencana memperpanjang kontrak pelatih Hajime Moriyasu. Honda menilai tawaran perpanjangan kontrak itu bukanlah pilihan strategis, melainkan pelarian dari kewajiban mencari pemimpin baru yang lebih berpotensi.

Melalui akun X pribadinya @kskgroup2017 pada 2 Juli 2026, Honda menyampaikan kekecewaannya terhadap sikap JFA yang dinilainya menunda reformasi. “Saya tahu ini akan kontroversial, tetapi biar saja saya bicara. Saya melihat berita mereka menawari Coach Hajime Moriyasu perpanjangan kontrak satu tahun,” tulisnya. “Tapi, itu tawaran untuk mengisi kekosongan belaka karena mereka tidak bisa mencari kandidat lain untuk pelatih berikutnya.” Pernyataan itu langsung memicu perdebatan di kalangan fans dan analis sepak bola Jepang, yang sejak lama menuntut pergantian kepemimpinan setelah hasil buruk di dua turnamen besar berturut-turut.

Honda, yang pensiun dari dunia profesional pada 2023 dan kini aktif sebagai konsultan sepak bola serta pengusaha, menekankan bahwa Jepang tidak bisa terus mengandalkan pelatih lama yang gagal membawa timnya melampaui babak awal di Piala Dunia. Ia menyebut bahwa generasi pemain saat ini—yang mencakup nama-nama seperti Ritsu Doan, Kaoru Mitoma, dan Takefusa Kubo—memiliki kualitas teknis setara dengan tim-tim top dunia, tetapi membutuhkan strategi dan kepemimpinan baru yang lebih agresif dan inovatif.

Kegagalan Jepang di Piala Dunia 2026, yang menjadi ajang pertama kali digelar di tiga negara—AS, Kanada, dan Meksiko—menjadi titik balik kritis bagi sepak bola Jepang. Dengan total 13 kali partisipasi di Piala Dunia dan catatan tak pernah mencapai semifinal, tekanan terhadap JFA semakin meningkat. Honda, yang pernah mencetak gol penting di Piala Dunia 2010 dan 2018, menilai bahwa masa depan timnas harus dibangun dari visi jangka panjang, bukan dari keputusan instan demi menghindari kritik.

Hingga kini, JFA belum memberikan tanggapan resmi terhadap tawaran Honda. Namun, sumber di dalam lingkaran federasi mengatakan bahwa proses pencarian pelatih baru sedang dalam tahap awal, dengan sejumlah nama internasional dan lokal tengah dievaluasi. Jika Honda benar-benar bergabung dalam proses ini, ia akan menjadi pelatih pertama yang pernah memperkuat timnas Jepang sebagai pemain dan kemudian mengambil alih peran pelatih kepala—sebuah langkah simbolis yang bisa menjadi awal dari transformasi besar sepak bola Jepang pasca-Piala Dunia 2026.

Previous articleInggris Hadapi Tantangan Ketinggian Lawan Meksiko di Piala Dunia 2026
Next articlePersib Bandung Hampir Resmi Rekrut Mariano Peralta, Tapi Masih Ada Kendala