Home Blog Page 106

TNI dan Angkatan Bersenjata Malaysia Gelar Latgabma Malindo Darsasa 12AB/2026

Bandar Lampung – Tentara Nasional Indonesia (TNI) bersama Angkatan Bersenjata Malaysia (ATM) secara resmi menggelar Latihan Gabungan Bersama (Latgabma) Malaysia-Indonesia (Malindo) Darat Samudera Angkasa (Darsasa) 12 AB/2026 yang berlangsung dari tanggal 17 s.d. 25 Juni 2026 di wilayah Provinsi Lampung, Indonesia.

Dalam amanat Asisten Operasi (Asops) Panglima TNI Letjen TNI Bobby Rinal Makmun yang dibacakan oleh Kepala Biro Latihan Sops TNI Brigjen TNI Ade David Siregar pada upacara pembukaan yang dilaksanakan pada hari Rabu, 17 Juni 2026, mengatakan bahwa  latihan ini merupakan komitmen nyata pemerintah Indonesia dan Malaysia yang diwakili kedua angkatan bersenjata untuk memperkuat semangat kebersamaan, hubungan persahabatan dan kerja sama antara kedua bangsa serumpun.

“Latihan ini diharapkan menjadi sarana untuk meningkatkan profesionalisme, interoperabilitas, sinergi kesiapsiagaan penanganan bencana alam dan dalam pemberian bantuan kemanusiaan yang berpotensi besar dilaksanakan di kedua negara sesuai dengan mekanisme dan prosedur yang berlaku,” pungkasnya.

Berdasarkan laporan kesiapan latihan yang disampaikan oleh Kepala Seksi Operasi Latihan (Kasi Ops Lat) Latgabma Malindo Kolonel Inf A. Wakhid Dedy Setyawan mewakili Direktur Latihan (Dirlat) Brigjen TNI Sumarlin Marzuki, menerapkan skenario utama dalam Latgabma Malindo ini yaitu Misi Bantuan Kemanusiaan dan Penanggulangan Bencana / Humanitarian Assistance and Disaster Relief (HADR). Dengan materi latihan meliputi, Latihan Staf (Staff Exercise), Latihan Siber (Cyber Exercise) untuk mengantisipasi ancaman digital modern dan Program Bakti Sosial / Medical Civic Action Program (MEDCAP).

Latihan gabungan tiga tahunan ini diawali dengan kegiatan Program Karya Bakti / Engineering Civic Action Program (ENCAP) berupa rehab Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu), pengecoran jalan dan water purification di sungai terdekat, yang merupakan wujud kepedulian TNI terhadap warga masyarakat setempat di sekitar daerah latihan. Latgabma Malindo menjadi bukti nyata komitmen TNI dalam mempererat hubungan bilateral kedua negara dan meningkatkan kesiapan operasional, serta memperkuat stabilitas keamanan di kawasan Asia Tenggara.

GBK Sediakan Posko untuk Tamu Hotel Sultan yang Terdampak

Sumbawanews.com,- Jakarta – Setelah pengadilan menyerahkan aset Hotel Sultan kepada pemerintah melalui Pusat Pengelolaan Kompleks Gelora Bung Karno (PPKGBK), sejumlah tamu yang telah memesan kamar sebelum eksekusi kini diarahkan ke posko darurat di seberang lokasi. PPKGBK membuka pusat bantuan krisis untuk membantu para tamu yang terdampak, meski menegaskan tidak ada kewajiban memberi kompensasi.

Direktur Utama PPKGBK Rakhmadi Afif Kusumo menjelaskan, tamu yang memiliki reservasi untuk check-in dalam waktu dekat diminta datang langsung ke posko yang berlokasi di Jalan Jenderal Sudirman. “Beberapa sudah datang hari ini, dan kami bantu pindahkan ke hotel-hotel mitra di kawasan Senayan,” ujarnya usai menyaksikan proses serah terima aset, Kamis (18/6/2026).

Namun, pihak GBK menegaskan bahwa kontrak pemesanan kamar dibuat antara tamu dan PT Indobuildco, pengelola lama Hotel Sultan. “Kami tidak memiliki ikatan hukum dengan para tamu. Mereka membayar langsung ke pihak yang lama, bukan ke GBK,” tegas Rakhmadi.

Kuasa hukum GBK, Chandra Hamzah, menambahkan bahwa PPKGBK telah mempublikasikan jadwal eksekusi sejak beberapa hari sebelumnya. “Jika seseorang tetap memesan meski tahu akan dieksekusi, itu adalah pilihan pribadi. Kami tidak bisa menanggung risiko yang seharusnya menjadi tanggung jawab pengelola lama,” katanya.

Meski demikian, PPKGBK berkomitmen membantu proses penyelesaian secara manusiawi. Tim hukum sedang mendata tamu-tamu yang terdampak, baik yang memesan secara daring maupun langsung, untuk memastikan koordinasi dengan pihak pengelola lama dan mencari solusi terbaik. “Kami ingin memastikan tidak ada tamu yang terlantar. Bantuan kami bersifat kemanusiaan, bukan hukum,” ujar Rakhmadi.

Sebelumnya, Pengadilan Negeri Jakarta Pusat telah menyerahkan secara resmi lahan dan 15 bangunan Hotel Sultan kepada pemerintah, menutup babak panjang sengketa kepemilikan yang berlangsung selama lebih dari satu dekade. Kini, seluruh fasilitas berada di bawah kendali PPKGBK, yang berencana mengintegrasikan gedung tersebut ke dalam kompleks Gelora Bung Karno.

Sementara itu, pemerintah juga telah berjanji memperhatikan nasib karyawan Hotel Sultan yang kehilangan pekerjaan, dengan membuka saluran komunikasi dan koordinasi bersama serikat buruh dan pihak terkait.

Tamu yang terdampak diimbau untuk segera menghubungi posko darurat PPKGBK di seberang Hotel Sultan atau melalui saluran resmi yang telah diumumkan, demi mempercepat penyelesaian akomodasi baru.

Xi Jinping Luncurkan Terobosan Perangi Kesenjangan Ekonomi China

Sumbawanews.com,- Presiden China Xi Jinping secara resmi meluncurkan strategi nasional baru untuk mempercepat pemerataan pembangunan antara wilayah timur yang maju dan pedalaman barat yang tertinggal. Dalam pidato di Konferensi Kerja Nasional tentang Kerja Sama Timur-Barat di Yinchuan, Ningxia, Rabu (17/6/2026), Xi menekankan bahwa kemakmuran bersama bukan lagi pilihan, melainkan kewajiban konstitusional bagi negara yang telah menghapus kemiskinan ekstrem.

Dengan mengangkat model kolaborasi antara Provinsi Fujian di pesisir timur dan Daerah Otonom Ningxia di barat laut sebagai tonggak utama, pemerintah pusat akan memperluas mekanisme bantuan reguler yang mencakup transfer teknologi, mobilitas tenaga profesional, dan reformasi tata kelola pemerintahan daerah. Bukan sekadar aliran dana, program ini dirancang untuk membangun jaringan pengetahuan yang berkelanjutan—di mana kota-kota maju menjadi mitra strategis, bukan hanya donor.

Xi, yang juga menjabat Sekretaris Jenderal Partai Komunis Tiongkok dan Ketua Komisi Militer Pusat, mengingatkan bahwa keberhasilan pengentasan kemiskinan selama tiga dekade terakhir tidak boleh menjadi titik akhir. “Kita tidak bisa membiarkan kemiskinan kembali dalam bentuk baru,” tegasnya. Pemerintah daerah diminta memastikan program revitalisasi pedesaan berjalan dengan akuntabilitas tinggi, termasuk pengawasan ketat terhadap alokasi anggaran dan partisipasi masyarakat lokal.

Pertemuan yang dihadiri Wakil Perdana Menteri Liu Guozhong itu menandai fase transisi penting: dari pendekatan bantuan darurat menuju sistem ekonomi wilayah yang saling terintegrasi. Dalam kerangka baru ini, kawasan miskin tidak lagi dipandang sebagai beban, melainkan sebagai aset strategis yang bisa memicu pertumbuhan nasional—melalui sumber daya alam, tenaga kerja muda, dan potensi industri hijau yang belum dimanfaatkan secara optimal.

Langkah ini sejalan dengan visi “Kemakmuran Bersama” yang menjadi pilar utama kebijakan Xi sejak 2012. Namun, kali ini, pendekatannya lebih sistemik, lebih teknokratis, dan lebih berorientasi pada keberlanjutan. Dengan memadukan kekuatan ekonomi timur dan semangat pembangunan barat, China bergerak menuju satu tujuan: bukan hanya mengurangi kesenjangan, tapi menghapusnya—secara permanen.

Gempa M6,7 di Sulteng Tewaskan Tiga Orang

Sumbawanews.com,- Jumlah korban jiwa akibat gempa bumi berkekuatan M6,7 yang mengguncang Sulawesi Tengah pada Selasa, 16 Juni 2026, bertambah menjadi tiga orang. Data terbaru dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga Kamis, 18 Juni 2026, pukul 13.51 WIB, juga mencatat 17 orang mengalami luka berat dan 91 lainnya luka ringan. Sebanyak 6.412 jiwa dari 2.109 kepala keluarga terdampak langsung oleh bencana ini.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengungkapkan bahwa tiga korban meninggal berasal dari dua desa di Kabupaten Sigi: Desa Ampera, Kecamatan Palolo, dan Desa Kamarora A, Kecamatan Nokilalaki. Korban keempat yang sempat dilaporkan terkonfirmasi dalam pendataan ulang, namun setelah verifikasi lanjutan, jumlah pasti korban tewas tetap tiga orang.

Kerusakan infrastruktur pun meluas. Sekitar 1.652 unit rumah mengalami kerusakan, terinci dalam 1.472 rumah rusak ringan, 111 rusak sedang, dan 69 rusak berat. Fasilitas publik ikut terdampak: 42 rumah ibadah, delapan gedung perkantoran—termasuk Kantor Bupati Sigi dan BAPPERINDA—13 sekolah, dua rumah adat, serta delapan jaringan air bersih mengalami kerusakan signifikan.

Gempa utama terjadi pukul 11.27 WITA, berpusat di darat sejauh 42 kilometer tenggara Kota Palu, tepatnya di Kabupaten Parigi Moutong, pada kedalaman 10 kilometer. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan gempa ini tidak berpotensi tsunami. Hingga Kamis malam, telah tercatat 703 gempa susulan, dengan magnitudo tertinggi mencapai 5,2 dan terendah 1,3. Sebanyak 25 gempa susulan masih dirasakan kuat oleh masyarakat di sekitar pusat gempa.

Kabupaten Sigi menjadi wilayah paling parah terdampak, dengan akses jalan terputus, listrik padam, dan sejumlah bangunan penting mengalami kerusakan struktural. Tim gabungan dari TNI, Polri, dan relawan kemanusiaan terus bergerak melakukan evakuasi, distribusi logistik, dan pendataan ulang di lokasi-lokasi terpencil.

Pemerintah daerah dan pusat telah membuka posko darurat di beberapa titik strategis, sementara bantuan kemanusiaan mulai mengalir dari berbagai daerah. Masyarakat diminta tetap waspada terhadap gempa susulan dan menghindari bangunan yang mengalami retak atau kerusakan struktural.

Gempa ini terjadi di zona sesar aktif, namun BMKG menegaskan bahwa tidak ada kaitannya dengan aktivitas Sesar Palu-Koro yang legendaris. Analisis geofisika menunjukkan gempa berasal dari sesar lokal yang belum sepenuhnya terpetakan, memperkuat kebutuhan akan pemetaan risiko bencana yang lebih mendalam di wilayah Sulawesi Tengah.

NASA dan Relativity Space Siap Kirim Orbiter ke Mars

Sumbawanews.com,- NASA bekerja sama dengan Relativity Space, perusahaan antariksa yang kini dikendalikan oleh mantan CEO Google Eric Schmidt, untuk meluncurkan misi orbiter bernama Aeolus ke Mars. Dijadwalkan lepas landas pada 2028, misi ini menandai salah satu kemitraan publik-swasta paling ambisius dalam sejarah eksplorasi Mars.

Relativity Space akan menyediakan seluruh sistem transportasi—dari pesawat antariksa hingga roket dan operasi penerbangan lintas planet—untuk membawa empat instrumen ilmiah canggih milik NASA ke permukaan Mars. Misi ini dirancang untuk membangun warisan misi-misi sebelumnya seperti Mars Reconnaissance Orbiter, Mars Odyssey, dan MAVEN, yang baru saja dihentikan setelah enam bulan tak bersentuhan.

Aeolus akan mengumpulkan data atmosfer Mars secara holistik dan harian, dengan empat alat utama: Doppler Wind and Temperature Sounder (DWTS-Ozone) untuk mengukur profil angin dan suhu; Thermal Limb Sounder (TLS) yang memantau suhu vertikal serta awan debu dan es air; Surface Radiometric Sensor Package (SuRSeP) yang menganalisis keseimbangan energi permukaan dan sifat debu; serta Wide-Field Context Camera (WFCC) yang menangkap citra global aktivitas atmosfer setiap hari. Semua instrumen ini dirancang dan dibangun oleh ilmuwan NASA di Ames Research Center, California.

Data yang dikumpulkan Aeolus tidak hanya memperdalam pemahaman ilmiah tentang dinamika cuaca Mars—termasuk pola debu, angin, dan perubahan musiman—tetapi juga menjadi fondasi penting untuk merancang sistem pendaratan yang lebih aman bagi misi berawak maupun tak berawak di masa depan. Informasi ini akan membantu perusahaan antariksa, termasuk NASA, menyempurnakan teknologi masuk, turun, dan mendarat di planet merah.

Misi ini juga berfungsi sebagai uji coba teknis bagi program Interplanetary Sciences milik Relativity Space. Hingga kini, perusahaan belum mengungkap spesifikasi teknis roket atau pesawat yang akan digunakan, sekaligus belum membuktikan kemampuannya menangani misi sebesar ini. Schmidt mengambil alih kendali penuh atas Relativity Space pada Maret 2025, dan beberapa bulan kemudian mengungkapkan tujuan jangka panjangnya: menempatkan pusat data di orbit Bumi sebagai bagian dari visi infrastruktur ruang angkasa masa depan.

Aliansi Perempuan Bawa Alat Dapur di Aksi, Ini Alasannya

Sumbawanews.com,- Di tengah hujan deras yang membasahi lapangan, ratusan perempuan dari berbagai organisasi masyarakat membawa peralatan dapur—wajan, sendok kayu, pisau, dan panci—sebagai simbol perlawanan damai dalam aksi protes di Jakarta. Mereka bukan sedang memasak, tapi menyampaikan pesan: “Kami tidak akan diam, meski harus memasak di tengah tekanan.”

Aliansi Perempuan untuk Keadilan, koalisi yang terdiri dari aktivis, ibu rumah tangga, pekerja migran, dan tokoh perempuan lintas agama, menggelar aksi ini sebagai respons terhadap kebijakan pemerintah yang dinilai mengabaikan kebutuhan dasar perempuan, terutama di sektor pangan, pendidikan, dan perlindungan sosial. “Kami tidak membawa bendera, tapi peralatan dapur. Karena di situlah perjuangan kami dimulai—di meja makan, di dapur, di setiap nasi yang kami masak untuk keluarga,” ujar Ibu Siti, koordinator aksi sekaligus ibu dari empat anak yang bekerja sebagai pedagang keliling.

Aksi ini sengaja dirancang untuk menyoroti krisis pangan yang semakin menghimpit rumah tangga miskin. Data Kementerian Sosial menunjukkan, lebih dari 12 juta keluarga di Indonesia kini mengalami ketidakamanan pangan, dengan perempuan menjadi penanggung jawab utama pemenuhan gizi anak. “Ketika harga beras naik, kami yang mengurangi porsi makan. Ketika listrik padam, kami yang memasak dengan kayu bakar. Tapi ketika kebijakan salah, kami justru disuruh diam,” tambah Ibu Siti.

Para peserta aksi juga membawa spanduk bertuliskan “Dapur Kami Bukan Tempat Kompromi” dan “Kami Masak, Bukan Minta Belas Kasihan.” Beberapa di antaranya bahkan memasak nasi goreng di lokasi aksi, sebagai simbol ketahanan dan kemandirian. “Ini bukan pertunjukan. Ini adalah pernyataan: kami tidak butuh simpati, tapi keadilan sistemik,” kata Rina, seorang aktivis dari gerakan perempuan pedesaan.

Pemerintah belum memberikan tanggapan resmi terhadap aksi ini. Namun, sejumlah anggota DPR dari fraksi oposisi menyatakan dukungan, menilai aksi tersebut sebagai bentuk demokrasi yang kreatif dan manusiawi. “Ini adalah bentuk protes paling jujur yang pernah saya lihat—tanpa kekerasan, tanpa kebencian, hanya dengan alat yang sehari-hari mereka gunakan untuk bertahan hidup,” ujar Anggota DPR dari Fraksi PKB, yang hadir secara pribadi sebagai pengamat.

Aksi berlangsung tertib hingga sore hari. Setelah memasak dan membagikan nasi goreng gratis kepada pengunjung jalan, para perempuan itu perlahan membungkus peralatan dapur mereka—seolah menutup sesi, tapi tidak menutup perjuangan. “Besok, kami akan kembali. Dengan panci yang sama. Dengan semangat yang lebih besar,” ucap Ibu Siti, sambil menatap langit yang mulai cerah.

AS dan Iran Tetap Bertemu di Swiss Meski MoU Sudah Diteken

Sumbawanews.com,- Meski nota kesepahaman (MoU) antara Amerika Serikat dan Iran telah resmi ditandatangani secara digital oleh Presiden Donald Trump dan Presiden Masoud Pezeshkian di sela KTT G7 di Versailles, perundingan lanjutan tetap berjalan sesuai jadwal. Kementerian Luar Negeri Swiss memastikan delegasi kedua negara akan bertemu kembali di resor Burgenstock, Jumat (19/6), untuk membahas implementasi kesepakatan bersejarah tersebut.

Awalnya, Burgenstock ditetapkan sebagai lokasi penandatanganan fisik MoU. Namun, rencana itu berubah ketika Trump menandatangani salinan fisik dokumen tersebut secara langsung dalam pertemuan makan malam bersama Presiden Prancis Emmanuel Macron, sementara Pezeshkian menandatangani versi Iran di Teheran. Foto dokumen yang telah ditandatangani kedua pemimpin pun langsung disampaikan ke pihak masing-masing sebagai bukti keseriusan komitmen.

Meski demikian, Swiss sebagai mediator netral menegaskan bahwa penandatanganan MoU bukanlah akhir dari proses, melainkan awal dari tahap yang jauh lebih kompleks: implementasi. “Rencananya masih tetap agar AS dan Iran, bersama mediator Pakistan dan Qatar serta sejumlah negara terkait, bertemu besok di Burgenstock untuk membahas langkah-langkah awal pelaksanaan perjanjian,” demikian pernyataan Kemlu Swiss yang dikutip Reuters.

MoU yang ditandatangani mencakup empat pilar utama: pembukaan Selat Hormuz, pencabutan sanksi ekonomi terhadap Iran, dana rekonstruksi dari AS untuk wilayah yang terdampak konflik, serta kerangka pengelolaan program nuklir Iran yang transparan. Kesepakatan ini dianggap sebagai titik balik dalam hubungan yang selama puluhan tahun dipenuhi ketegangan dan saling curiga.

Pihak Iran sebelumnya menyatakan pertemuan di Swiss mungkin dibatalkan setelah MoU ditandatangani. Namun, respons Swiss yang jelas dan konsisten menunjukkan bahwa diplomasi tetap berjalan di jalur yang telah disepakati—bahkan ketika simbol politik sudah terwujud. Para diplomat dari Pakistan dan Qatar, yang turut menjadi bagian dari proses mediasi, juga dikabarkan telah tiba di lokasi pertemuan.

Pertemuan di Burgenstock nantinya tidak akan bersifat publik. Tidak ada upacara resmi, tidak ada foto bersama, dan tidak ada pernyataan pers langsung. Ini adalah pertemuan teknis—tempat para ahli keamanan, ekonomi, dan nuklir dari kedua belah pihak akan duduk bersama, menguraikan bagaimana janji-janji di atas kertas bisa diwujudkan di lapangan.

Diplomasi sering kali berjalan di balik layar. Dan kali ini, bahkan setelah tanda tangan telah mengukir sejarah, proses yang lebih sulit—mengubah kata-kata menjadi tindakan—baru saja dimulai.

Swiss Konfirmasi Penandatanganan Kesepakatan AS-Iran

Sumbawanews.com,- Kesepakatan bersejarah antara Amerika Serikat dan Iran untuk meredam konflik di Timur Tengah resmi akan ditandatangani pada Jumat, 19 Juni 2026, di resor pegunungan Burgenstock, Swiss. Konfirmasi ini disampaikan secara resmi oleh Kementerian Luar Negeri Swiss pada Rabu, menutup spekulasi panjang tentang lokasi dan waktu pelaksanaan perjanjian yang dinanti dunia.

Burgenstock, sebuah kompleks mewah yang tersembunyi di atas Danau Lucerne, dipilih bukan karena kemewahannya, melainkan karena keamanan dan netralitasnya. Dikelilingi perairan di tiga sisi dan aksesnya yang terbatas, lokasi ini dianggap ideal untuk menjaga kerahasiaan dan menghindari gangguan eksternal. Pemilihan tempat ini, menurut pernyataan Swiss, merupakan hasil konsultasi antara mediator utama—Pakistan dan Qatar—dengan kedua belah pihak yang terlibat.

Perjanjian ini merupakan titik balik setelah konflik berskala regional meletus pada 28 Februari 2026, menyusul serangan gabungan AS-Israel terhadap fasilitas strategis Iran. Konflik itu memicu gelombang ketegangan yang meluas ke Yaman, Lebanon, dan Teluk Persia, menimbulkan kekhawatiran global akan eskalasi nuklir.

Meski nota kesepahaman telah ditandatangani secara elektronik oleh Presiden AS Donald Trump, Wakil Presiden JD Vance, dan Wakil Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Bagher Ghalibaf, teks lengkap perjanjian belum dirilis ke publik. Hal ini memicu spekulasi tentang isi rinci kesepakatan, terutama terkait pembatasan program nuklir Iran, pencabutan sanksi ekonomi, dan akses maritim di Selat Hormuz.

Vance mengungkapkan kepada CNN bahwa dokumen tersebut “hanya sekitar satu setengah halaman”—mengisyaratkan bahwa kesepakatan bersifat kerangka umum, bukan rincian teknis. Ini menunjukkan bahwa kedua pihak sengaja memilih pendekatan pragmatis: menetapkan dasar perdamaian terlebih dahulu, sambil menunda penyelesaian isu-isu paling sensitif ke tahap berikutnya.

Swiss, yang berperan sebagai fasilitator netral, menekankan bahwa perannya tidak hanya menyediakan tempat, tetapi juga menciptakan lingkungan diplomatik yang aman dan terpercaya. “Kami memastikan bahwa setiap detail logistik, keamanan, dan protokol diplomatik terpenuhi tanpa bias,” ujar seorang pejabat Swiss yang meminta tidak disebutkan namanya.

Dunia menanti dengan hati-hati. Jika perjanjian ini benar-benar diimplementasikan, ia bisa menjadi awal dari era baru stabilitas di Timur Tengah—atau sekadar jeda sementara di tengah badai yang belum sepenuhnya reda. Namun, satu hal sudah pasti: Swiss, negara kecil yang sering menjadi tempat perundingan dunia, kembali membuktikan diri sebagai ruang netral yang tak tergantikan.

Iran dan AS Resmi Berdamai, Surat Kesepahaman Ditandatangani di Versailles

Sumbawanews.com,- Presiden Iran Masoud Pezeshkian secara resmi menandatangani nota kesepahaman perdamaian dengan Amerika Serikat dalam sebuah upacara tertutup di Istana Versailles, Prancis, pada Rabu malam waktu setempat. Dokumen bersejarah itu menjadi puncak negosiasi intensif selama tiga bulan yang mengakhiri konflik bersenjata antara kedua negara — sebuah perang dingin yang sempat mengancam stabilitas global dan memicu krisis energi di Selat Hormuz.

Penandatanganan dilakukan setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump lebih dulu membubuhkan tanda tangannya pada dokumen serupa. Keduanya kemudian saling bertukar salinan asli surat kesepahaman itu di hadapan para menteri luar negeri, duta besar, dan sejumlah pejabat tinggi dari kedua belah pihak. Acara berlangsung dalam suasana hening, diwarnai tepuk tangan ringan yang pecah saat kedua pemimpin berjabat tangan — sebuah momen yang belum pernah terjadi sejak 2018.

Kesepakatan ini mencakup penghentian semua serangan siber dan militer, pembukaan kembali jalur pelayaran strategis di Selat Hormuz, serta komitmen bersama untuk membatasi program nuklir Iran di bawah pengawasan IAEA. AS juga berjanji mencabut sebagian besar sanksi ekonomi yang selama ini membelenggu sektor energi dan perbankan Iran, sementara Teheran menjanjikan akses penuh bagi tim pemantau internasional ke fasilitas nuklirnya.

Meski demikian, perjanjian ini tidak serta-merta meredam ketegangan regional. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu langsung merespons dengan peringatan tajam, menegaskan bahwa “Iran tidak boleh dibiarkan memiliki kapasitas nuklir, sekecil apa pun.” Demonstrasi pun meletus di Los Angeles dan beberapa kota Eropa, di mana kelompok pro-Israel dan aktivis hak asasi manusia mengecam kesepakatan itu sebagai “pengkhianatan terhadap keamanan global.”

Di dalam Iran sendiri, responsnya beragam. Sebagian rakyat merayakan berakhirnya isolasi ekonomi, sementara kelompok garis keras di Majelis Syuro Islamiah menuduh Pezeshkian “melemahkan revolusi Islam” dengan terlalu banyak mengorbankan prinsip. Namun, di jalanan Teheran, warga biasa mulai membeli kembali barang-barang impor yang sebelumnya langka, dan harga bensin mulai turun perlahan.

Diplomat dari Uni Eropa menyebut kesepakatan ini sebagai “lompatan terbesar dalam hubungan AS-Iran dalam satu dekade.” Sementara pasar global merespons dengan cepat: indeks saham Korea Selatan melonjak lebih dari 5 persen dalam sehari, sementara harga minyak mentah brent anjlok hingga 8 persen — tanda bahwa kekhawatiran akan gangguan pasokan energi mulai mereda.

Dengan ditandatanganinya dokumen ini, dunia menyaksikan berakhirnya salah satu konflik geopolitik paling mematikan abad ini — bukan melalui kekalahan militer, tapi melalui keberanian diplomatik yang jarang terjadi. Dan di balik tinta basah di atas kertas, tersimpan harapan: bahwa perdamaian, meski rapuh, tetap mungkin.

Dukun Gadungan Tipu Lansia, Gasak Emas dengan Modus Ritual Aura

Sumbawanews.com,- Polisi menangkap seorang pria berinisial AF (48) yang mengelabui seorang lansia di Tegal Alur, Kalideres, Jakarta Barat, dengan modus ritual “buka aura” untuk mengambil seluruh perhiasan emas milik korban. Aksi penipuan berujung kerugian Rp 33 juta, termasuk jam tangan Swiss, yang berhasil diungkap dalam waktu kurang dari 24 jam.

Kasus bermula saat AF berkenalan dengan korban, TW (67), di kawasan Cengkareng pada Senin, 8 Juni 2026. Dengan wajah ramah dan janji manis, ia menawarkan bantuan sembako dan mengantar korban pulang ke rumahnya. Keesokan harinya, AF kembali datang, kali ini dengan tawaran pekerjaan di usaha sembako bergaji Rp 3 juta per bulan plus komisi.

Untuk meyakinkan korban, AF mengklaim dirinya seorang dukun berilmu tinggi yang mampu membuka aura agar usaha lancar. Syaratnya: korban harus melepas seluruh perhiasan emasnya—kalung, cincin, dan gelang—total seberat 12 gram—dan meletakkannya dalam mangkuk sebagai bagian dari ritual. Saat korban fokus mengikuti arahan, AF pergi meninggalkan rumah, membawa kabur perhiasan itu.

Laporan korban langsung ditindaklanjuti Tim Opsnal Reskrim Polsek Kalideres. Berbekal rekaman CCTV dan keterangan saksi, petugas melacak jejak pelaku hingga ke Jalan Batu Jaya, Batuceper, Kota Tangerang. Pada Rabu, 10 Juni 2026, sekitar pukul 14.30 WIB, AF berhasil diamankan tanpa perlawanan.

Barang bukti yang disita antara lain sepeda motor yang digunakan saat beraksi, ponsel, dompet, dan pakaian yang dikenakan saat kejadian. Dalam pemeriksaan, AF mengakui telah menjual perhiasan emas tersebut seharga Rp 8,7 juta. Ia kini ditahan di Polsek Kalideres dan dijerat Pasal 476 jo Pasal 492 KUHP tentang penipuan dan penggelapan.

Kasus ini kembali mengingatkan masyarakat akan maraknya modus penipuan berbasis kepercayaan mistis yang sengaja dimanfaatkan untuk mengeksploitasi kerentanan lansia. Polisi mengimbau warga, terutama keluarga korban, untuk lebih waspada terhadap orang asing yang menawarkan bantuan spiritual atau pekerjaan dengan imbalan yang terlalu menggiurkan.

Berita Terkini

Messi dan Ronaldo: Bukan Duel untuk Dijadikan Perang

Sumbawanews.com,- Jakarta – Di tengah hiruk-pikuk Piala Dunia 2026, dua legenda sepak bola terbesar sepanjang masa—Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo—kembali menjadi pusat perhatian. Namun,...

Arema FC Bangun Fondasi Kekuatan Lokal Menuju Super League 2026-2027

Sumbawanews.com,- Malang – Menjelang dimulainya musim Super League 2026-2027, Arema FC memperkuat fondasi tim dengan mempertahankan tujuh pemain lokal yang telah menjadi tulang punggung...

Cemburu Berujung Bom Molotov di Koja

Sumbawanews.com,- Polisi masih mengejar pria berinisial M, pelaku pelemparan bom molotov di wilayah Koja, Jakarta Utara, yang berujung pada kecelakaan tragis: seorang ibu yang...

Tiga Peserta SPPI Meninggal dalam Latihan Militer, Kemhan Evaluasi Proses

Sumbawanews.com,- Kementerian Pertahanan mengonfirmasi penambahan korban meninggal dalam Program Sarjana Penggerak Pembangun Indonesia (SPPI), kini menjadi tiga orang sejak dimulainya pendidikan latihan dasar kemiliteran...

Berita Utama