Sumbawanews.com,- Lionel Messi resmi menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia setelah membawa Timnas Argentina menang 2-0 atas Austria di laga Grup J, Selasa (23/6/2026) dini hari WIB di AT&T Stadium, Arlington, Amerika Serikat. Dua gol yang ia cetak pada menit ke-38 dan ke-90+5 mengantarkannya meraih koleksi 18 gol di ajang empat tahunan itu, sekaligus menggeser Miroslav Klose yang selama 12 tahun memegang rekor dengan 16 gol.
Sebelum laga, Messi dan Klose sama-sama mengoleksi 16 gol. Dengan satu gol saja, La Pulga sudah bisa menyamai rekor legenda Jerman itu. Namun, perjalanan menuju sejarah tidak berjalan mulus. Di menit ke-8, Argentina memperoleh penalti setelah Lautaro Martínez dijatuhkan di kotak terlarang. Messi maju sebagai eksekutor dengan keyakinan tinggi, tapi tembakannya meleset ke kiri gawang penjaga gawang Austria, Alexander Schlager. Kesalahan itu sempat membuat penonton terdiam—tapi bukan Messi jika menyerah pada kegagalan.
Dalam 72 menit berikutnya, ia berubah menjadi mesin pencetak gol yang tak terbendung. Gol pertamanya datang dari tendangan akurat setelah mengolah bola di sisi kanan, memanfaatkan kekosongan pertahanan Austria. Gol kedua, yang menutup laga, lahir dari kecepatan dan ketajaman yang tak tergoyahkan—memanfaatkan umpan terobosan dari Julián Álvarez, lalu menyelesaikannya dengan tendangan kaki kiri yang menghujam sudut gawang.
Dengan dua gol itu, Messi tidak hanya mengukir rekor, tetapi juga memperkuat legenda sebagai satu-satunya pemain yang mencetak gol di lima edisi Piala Dunia berbeda (2006, 2010, 2014, 2018, dan 2026). Ia kini menjadi satu-satunya nama yang mendominasi puncak daftar top skor Piala Dunia, jauh di atas Klose, Gerd Müller, dan Ronaldo Nazário.
Kemenangan ini juga mengamankan posisi Argentina di babak 32 besar, sekaligus menegaskan bahwa sang kapten masih menjadi jantung dan ujung tombak tim yang berambisi meraih gelar ketiganya. Di usia 39 tahun, Messi membuktikan bahwa waktu bukanlah penghalang bagi kehebatan sejati—ia bukan sekadar pemain, tapi legenda yang terus menulis ulang sejarah.
Di tengah gemuruh sorak penonton yang memadati stadion, Messi hanya tersenyum kecil, menepuk dada sambil menatap langit—seolah menghaturkan rasa syukur, bukan untuk dirinya, tapi untuk semua yang percaya padanya sejak ia masih berusia belia di Rosario.















