Home Berita Olah Raga Messi dan Ronaldo: Bukan Duel untuk Dijadikan Perang

Messi dan Ronaldo: Bukan Duel untuk Dijadikan Perang

Sumbawanews.com,- Jakarta – Di tengah hiruk-pikuk Piala Dunia 2026, dua legenda sepak bola terbesar sepanjang masa—Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo—kembali menjadi pusat perhatian. Namun, bukan karena mereka saling bersaing di lapangan, melainkan karena upaya sebagian pihak yang berusaha mempertentangkan mereka dengan cara yang justru melemahkan keagungan keduanya.

Messi membuka turnamen dengan gemilang. Dalam laga pembuka Grup J melawan Aljazair, ia mencetak hat-trick, memperkuat dominasi Argentina yang menang 4-1. Laga berikutnya, ia kembali menunjukkan kelasnya dengan mencetak dua gol dalam kemenangan 2-0 atas Austria. Performa konsisten itu memperkuat narasi bahwa ia masih menjadi mesin pencetak gol yang tak tergantikan, bahkan di usia 39 tahun.

Sementara itu, Ronaldo mengalami awal yang suram. Di laga pertama, Portugal ditahan imbang 1-1 oleh Republik Demokratik Kongo, dan sang kapten gagal memberi kontribusi signifikan. Banyak yang langsung menyatakan masa kejayaannya telah berakhir. Tapi dalam laga kedua melawan Uzbekistan, ia menjawab semua keraguan dengan brace—dua gol yang mengembalikan kepercayaan dan menggema dengan sorakan “Siuu!” di Stadion Houston.

Jurnalis Spanyol Raul Varela menilai, upaya untuk merendahkan Ronaldo demi memperbesar citra Messi adalah tindakan yang tidak sehat. “Jika Messi adalah yang terbaik sepanjang masa—dan memang begitu fakta sejarahnya—maka Ronaldo adalah satu-satunya yang pernah mampu menantang dominasinya selama lebih dari satu dekade. Ia bukan pesaing yang harus dihancurkan, tapi mitra sejarah yang memperkaya legenda,” ujar Varela, dikutip Marca.

Ia menambahkan, setiap pemain top di Piala Dunia 2026—baik Messi, Ronaldo, Mbappé, atau Haaland—telah menunjukkan setidaknya satu momen luar biasa. “Tidak ada yang tersisa tanpa jejak. Jadi, mengapa kita harus merusak keagungan satu demi memuliakan yang lain?”

Di atas lapangan, mereka bukan musuh. Di atas sejarah, mereka adalah dua sisi dari satu keajaiban yang sama: satu memukau dengan keanggunan dan visi, yang lain dengan kekuatan dan ketahanan. Keduanya bukan untuk dipilih—tapi untuk dihargai.

Messi kini hanya butuh empat gol lagi untuk menyamai total gol Ronaldo di Piala Dunia. Tapi yang lebih penting daripada angka-angka itu adalah pesan yang tersembunyi: legenda tidak dibangun dengan mempermalukan rival, melainkan dengan menghormati kehebatan yang melampaui batas waktu.

Previous articleArema FC Bangun Fondasi Kekuatan Lokal Menuju Super League 2026-2027
Next articleRaphinha Berjuang Lawan Cedera demi Piala Dunia
Avatar photo
Jurnalis Jaringan Sumbawanews berkomitmen membangun jurnalistik sehat berlandaskan UU Pers No. 40/1999 dan UU KIP No. 14/2008. Kami menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik dengan mengedepankan koordinasi, investigasi, dan verifikasi untuk menjamin akurasi informasi, integritas penulisan, serta tata bahasa yang baik