Home Blog Page 7

FH UNTAG Semarang Beri Diskon Kuliah bagi Anggota Polri di Hari Bhayangkara ke-80

Sumbawanews.com,- Fakultas Hukum Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Semarang memberikan potongan biaya pendidikan bagi seluruh anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) yang ingin melanjutkan studi di program S1, S2, maupun S3. Keputusan ini diumumkan dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80 pada 1 Juli 2026, sebagai bentuk apresiasi terhadap dedikasi Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Dekan Fakultas Hukum UNTAG Semarang, Dr. Edi Pranoto, menjelaskan bahwa pendidikan tinggi bukan sekadar sarana peningkatan kompetensi, tetapi investasi strategis untuk membangun aparat penegak hukum yang profesional, berintegritas, dan berwawasan luas. “Kami ingin memberikan akses yang lebih mudah bagi anggota Polri untuk memperdalam pemahaman hukum. Ini adalah bentuk kolaborasi nyata antara dunia akademik dan institusi kepolisian,” ujarnya.

Menurut Edi, keberadaan anggota Polri di lingkungan kampus justru memperkaya proses belajar mengajar. Mereka membawa perspektif praktis dari lapangan yang memperdalam diskusi teori hukum, terutama dalam konteks penegakan hukum yang adil dan berkeadilan. “Bukan hanya mereka yang belajar dari dosen, tetapi dosen juga belajar dari pengalaman mereka di lapangan,” tambahnya.

Program ini terbuka untuk seluruh jajaran Polri, mulai dari Bintara hingga Perwira, tanpa membedakan pangkat atau unit kerja. Tujuannya jelas: membangun kesadaran bahwa penegakan hukum yang kuat dimulai dari sumber daya manusia yang unggul secara akademik maupun etis.

Edi menegaskan, momentum Hari Bhayangkara ke-80 menjadi titik penting untuk memperkuat sinergi antara institusi kepolisian dan perguruan tinggi. “Kami berharap kerja sama ini tidak berhenti di sini. Pendidikan adalah jembatan panjang yang menghubungkan keamanan dengan keadilan,” katanya.

Sejak bertahun-tahun lalu, Fakultas Hukum UNTAG Semarang telah menjadi pilihan utama bagi anggota Polri yang menempuh pendidikan lanjutan. Kini, dengan kebijakan diskon biaya kuliah, langkah ini diperkuat sebagai komitmen nyata terhadap reformasi institusional dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia di sektor penegakan hukum.

Indonesia Turunkan Target Emas di Asian Games 2026 Jadi Empat

Sumbawanews.com,- Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir mengumumkan bahwa Indonesia menargetkan empat medali emas di Asian Games 2026 di Aichi dan Nagoya, Jepang, pada 19 September hingga 4 Oktober mendatang. Target ini turun dari tujuh emas yang diraih pada Asian Games 2023, seiring dengan penghapusan sejumlah cabang olahraga andalan Indonesia dari program resmi pertandingan, termasuk menembak dan dayung.

Erick menekankan bahwa penyesuaian target dilakukan demi realistis dan strategis. “Targetnya mesti realistis, kurang lebih empat emas. Dulu tujuh, tapi tiga nomor di antaranya sudah tidak dipertandingkan lagi,” ujarnya di Gedung Kemenpora, Jakarta, Rabu, 1 Juli 2026. Ia menolak mengungkap cabang-cabang yang menjadi fokus perolehan emas, demi menjaga kerahasiaan strategi dari pesaing. “Kita tidak boleh lugu. Musuh sudah tahu jika kita buka semua rencana,” katanya.

Pemerintah juga meningkatkan anggaran keberangkatan kontingen dari Rp30 miliar menjadi Rp61 miliar, yang seluruhnya telah disalurkan kepada Komite Olimpiade Indonesia (KOI). “Alhamdulillah dana terkumpul Rp61 miliar dan sudah diserahkan sepenuhnya ke KOI,” ujar Erick.

Chief de Mission (CdM) Indonesia untuk Asian Games 2026, Todotua Pasaribu, menyatakan bahwa 32 cabang olahraga telah dipersiapkan, dengan 411 atlet yang kini sedang diproses untuk diperluas menjadi 420 atlet. Selain itu, sekitar 150 ofisial akan turut serta, sehingga total kontingen diperkirakan mencapai hampir 600 orang. Tim advance akan segera diberangkatkan ke Jepang untuk meninjau venue, akomodasi, dan transportasi, serta berkoordinasi dengan Kedubes RI dan Garuda Indonesia guna memastikan kelancaran logistik.

Pemantauan langsung terhadap masing-masing cabang olahraga juga dijadwalkan mulai pekan depan sebagai bagian dari persiapan akhir menuju ajang multi-event terbesar Asia itu.

Lubang Raksasa di Aceh Tengah Mulai Stabil, Tapi Ancaman Masih Mengintai

Sumbawanews.com,- Hasil pemantauan terbaru menunjukkan laju perluasan lubang raksasa di Kampung Pondok Balik, Kecamatan Ketol, Aceh Tengah, mulai melambat setelah mengalami pertumbuhan pesat sepanjang awal 2026. Selama periode November 2025 hingga Juni 2026, area longsoran bertambah sekitar 11.177 meter persegi atau 40,3 persen, namun tren peningkatan luasnya menunjukkan tanda-tanda stabil dalam tiga bulan terakhir.

Direktur Pemetaan Tematik Badan Informasi Geospasial (BIG), Gatot Haryo Pramono, menjelaskan bahwa dinamika pergerakan tanah itu terus dipantau melalui citra satelit Sentinel-2 yang diolah di platform Piksel. “Pemantauan berbasis penginderaan jauh memungkinkan kita melihat perkembangan secara objektif, tanpa harus selalu mengandalkan survei lapangan yang terbatas sumber dayanya,” ujarnya, Rabu, 1 Juli 2026.

Pada November 2025, luas lubang tercatat 27.724 meter persegi. Pada Januari 2026, angka itu naik menjadi 29.170 meter persegi. Lonjakan paling signifikan terjadi pada Februari 2026, ketika area longsoran meledak hingga 36.196 meter persegi — bertambah 7.026 meter persegi hanya dalam sebulan. Namun, setelah itu, peningkatan menjadi jauh lebih pelan: 38.180 meter persegi pada Maret, 38.901 meter persegi pada April, dan hingga pertengahan Juni 2026, tidak ditemukan perubahan signifikan lagi.

“Meski tampak stabil, kondisi lereng tetap rentan. Potensi aktifasi kembali sangat mungkin terjadi saat musim hujan tiba,” tegas Gatot.

Pola pergerakan tanah juga terus bergerak ke arah selatan dan tenggara, dengan material longsoran berpindah menuju kaki lereng dan memperluas zona terdampak. Ancaman terbesar kini mengarah pada Jalan Simpang Balik–Blang Mancung, yang jaraknya semakin dekat dengan tepi lubang. “Risiko retak, penurunan badan jalan, bahkan putusnya akses transportasi masih nyata jika pergerakan tanah kembali aktif,” tambahnya.

Fenomena ini telah teramati sejak awal 2000-an, namun baru menjadi sorotan luas karena ukurannya yang mengejutkan. Hasil kajian Badan Geologi dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memastikan bahwa lubang ini bukan sinkhole dalam pengertian geologis sejati. Kawasan Ketol tidak terbentuk dari batuan gamping, yang biasa menjadi penyebab amblesan alami, melainkan dominan terdiri dari material vulkanik rapuh berupa tufa.

“Proses erosi bawah permukaan yang berjalan perlahan namun konsisten, ditambah kerapuhan material, secara bertahap membentuk lembah yang semakin lebar hingga menjadi lubang raksasa yang kita lihat sekarang,” demikian kesimpulan kajian ilmiah tersebut.

Jerman Gagal di Piala Dunia, Klopp Siap Latih Timnas Asalkan Diresmikan

Sumbawanews.com,- Setelah kekalahan memalukan di babak 32 besar Piala Dunia 2026 melawan Paraguay lewat adu penalti, tekanan terhadap Julian Nagelsmann semakin memuncak. Publik Jerman meminta pergantian pelatih, dan nama Juergen Klopp pun muncul sebagai calon paling kuat untuk menggantikannya.

Awalnya, Klopp menolak membahas kemungkinan itu. Namun, dalam perkembangan yang mengejutkan, ia kini terbuka untuk menerima tawaran resmi dari Federasi Sepakbola Jerman (DFB). Menurut laporan Sportbild, pelatih asal Jerman itu sedang mempertimbangkan kesempatan langka tersebut—dengan satu syarat: tawaran harus datang secara formal, bukan sekadar spekulasi media.

Klopp, yang menutup karier kepelatihannya di Liverpool pada 2024, belum pernah menangani tim nasional. Namun, reputasinya sebagai arsitek tim yang memadukan energi, disiplin, dan identitas permainan membuatnya menjadi figur ideal di mata banyak pengamat. Di bawah kepemimpinannya, Borussia Dortmund meraih dua gelar Bundesliga, sementara Liverpool memenangi Liga Champions dan Premier League—semua dengan filosofi sepak bola yang menginspirasi.

Sementara itu, DFB masih enggan berkomentar lebih jauh. Presiden DFB, Bernd Neuendorf, mengakui kekalahan timnas bukan hanya kegagalan teknis, tapi juga luka emosional bagi seluruh fans. “Kami tidak bisa bersikap wajar setelah kekalahan seperti ini,” katanya, mengacu pada kegagalan beruntun Jerman di Euro 2024 dan Nations League 2025, yang membuat tim tanpa tropi sejak Nagelsmann menjabat pada 2022.

Kegagalan di Piala Dunia 2026—di mana Jerman tersingkir oleh tim yang tak diunggulkan—memperdalam krisis kepercayaan. Banyak suporter dan analis menilai bahwa tim ini kehilangan identitas, dan butuh sosok yang bisa membangkitkan semangat kolektif. Klopp, dengan kepemimpinan karismatik dan kedekatannya dengan budaya sepak bola Jerman, dianggap mampu menjadi jawaban itu.

Namun, keputusan akhir masih berada di tangan DFB. Jika tawaran resmi benar-benar diajukan, Klopp akan menjadi pelatih pertama yang kembali melatih timnas Jerman setelah meninggalkan klub klubnya dengan status legenda. Dan jika ia menerima, maka Piala Dunia 2030 akan menjadi ujian pertama dalam misinya untuk mengembalikan kejayaan Der Mannschaft.

Janice Tjen Terhenti di Babak 64 Besar Wimbledon 2026

Sumbawanews.com,- Janice Tjen harus mengakhiri perjalanan di tunggal putri Wimbledon 2026 setelah dikalahkan Daria Kasatkina dalam pertandingan sengit tiga set, Rabu (1/7) malam waktu Indonesia. Pertandingan yang berlangsung di All England Lawn Tennis and Croquet Club, Wimbledon, Inggris, memakan waktu hampir dua jam dan menjadi ujian ketahanan mental bagi petenis Indonesia berperingkat 42 WTA itu.

Setelah sukses mengalahkan unggulan ke-22, Leylah Fernandez, di babak pertama, Janice tampil percaya diri di babak kedua. Ia memimpin 4-1 pada set pertama dan sempat unggul 6-5, namun Kasatkina—petenis non-unggulan yang kini membela Australia—bangkit dengan ketenangan luar biasa. Pertandingan berakhir dengan tie-break ketat, 7-6 (7-5), setelah Janice berhasil menyusul dari tertinggal 1-5.

Namun, momentum itu tak mampu dipertahankan. Di set kedua, Kasatkina mendominasi dengan service break di gim keempat dan keenam, menang 6-1 dalam waktu 31 menit. Set ketiga berlangsung sengit, dengan Janice sempat memperkecil selisih menjadi 4-5. Namun, di gim kesepuluh yang penuh tekanan, Kasatkina berhasil memenangi poin penentu, menutup pertandingan dengan kemenangan 6-4, 6-1, 6-4.

Meski tersingkir, pencapaian Janice di Wimbledon 2026 tetap menjadi sejarah—ia menjadi satu-satunya wakil Indonesia yang berhasil melangkah ke babak 64 besar tunggal putri dalam turnamen Grand Slam tersebut. Janice masih akan berlanjut di sektor ganda putri, berpasangan dengan Aldila Sutjiadi, yang juga menjadi harapan tim Indonesia di ajang ini.

Spanyol Lawan Austria di 32 Besar Piala Dunia 2026, Pertahanan Kokoh Jadi Kunci

Sumbawanews.com,- Pertandingan sengit akan mempertemukan Spanyol dan Austria di babak 32 besar Piala Dunia 2026, Jumat, 3 Juni 2026, pukul 02.00 WIB di SoFi Stadium. La Roja, juara bertahan Eropa, tampil sebagai tim tak terkalahkan dengan rekor 34 laga tanpa kekalahan di semua ajang, sementara Austria kembali ke babak gugur Piala Dunia setelah 72 tahun menunggu.

Spanyol memuncaki Grup H dengan tujuh poin dari tiga laga: imbang, menang, menang. Mereka mencatatkan catatan impresif: tidak kebobolan satu gol pun sepanjang fase grup, bahkan belum pernah menerima tembakan tepat sasaran di babak pertama. Kemenangan 1-0 atas Uruguay berkat gol Alex Baena menjadi penutup sempurna, sekaligus memperpanjang streak tak terkalahkan mereka yang kini hanya selisih satu pertandingan dari rekor nasional 35 laga (2007–2009).

Di sisi lain, Austria meraih tiket ke babak gugur sebagai runner-up Grup J, mengungguli Aljazair berkat selisih gol. Keberhasilan mereka terasa epik setelah menahan imbang 3-3 melawan lawan tangguh di laga terakhir, dengan Sasa Kalajdzic mencetak gol penyelamat di menit ke-96. Ini menjadi sejarah: tim pertama dalam sejarah Piala Dunia yang lolos setelah tertinggal di waktu tambahan babak kedua. Kembalinya Das Team ke babak gugur adalah momen bersejarah, terakhir kali terjadi pada Piala Dunia 1954, ketika mereka menang 7-5 atas Swiss sebelum kalah telak dari Jerman Barat di semifinal.

Meski dikenal dengan gaya permainan dominan dan teknis, Spanyol kali ini menunjukkan kedalaman tim yang luar biasa. Dengan kiper Unai Simón yang tampil konsisten dan lini belakang yang terorganisir rapi, La Roja membuktikan bahwa pertahanan bukan lagi sekadar pelindung, tapi senjata utama. Di depan, Mikel Oyarzabal dan Lamine Yamal menjadi ujung tombak yang mengancam, menggantikan peran para bintang senior yang kini berada di fase akhir karier.

Austria, meski tak sekuat Spanyol dalam hal reputasi, menunjukkan ketahanan mental luar biasa. Mereka tidak hanya bertahan, tapi juga mampu menyerang dengan efektif, terutama lewat serangan balik cepat dan umpan-umpan pendek yang presisi. Pelatih mereka berhasil menyatukan tim yang terdiri dari pemain klub Eropa dengan semangat nasional yang membara.

Pertandingan ini bukan sekadar duel antara dua tim, tapi perbandingan antara kekuatan tradisional yang mengandalkan sistem dan kebangkitan tim underdog yang bermain dengan hati. Spanyol mengincar kelanjutan rekor tak terkalahkan, sementara Austria berharap bisa menciptakan kejutan sekaligus menutup masa penantian panjang mereka.

Pemenang laga ini akan melaju ke babak 16 besar untuk menghadapi pemenang laga antara Portugal dan Kroasia. Di tengah sorotan global, Spanyol dan Austria siap mempertaruhkan sejarah—bukan hanya untuk menang, tapi untuk membuktikan bahwa sepak bola masih menyimpan ruang bagi keajaiban.

Persib Bandung Ganti Sembilan Pemain, Persiapan Besar untuk Musim 2026/2027

Sumbawanews.com,- Persib Bandung melakukan reshuffle besar-besaran menjelang musim 2026/2027, dengan sembilan pemain dan dua staf pelatih resmi meninggalkan klub. Perombakan ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang Maung Bandung untuk membangun tim yang lebih kompetitif, sekaligus membuka ruang bagi pemain baru yang diharapkan bisa mengangkat performa tim di kancah Liga 1.

Di sektor pertahanan, perpisahan paling mencolok datang dari Rezaldi Hehanussa dan Zalnando. Rezaldi, yang bergabung sejak 2023 dan sempat dipinjamkan ke Persik Kediri, memutuskan berpamitan setelah tiga musim bersama klub. Sementara Zalnando, bek asal Cimahi yang telah membela Persib sejak 2019, juga mengakhiri perjalanannya setelah beberapa masa pinjaman ke PSIS Semarang dan Persita Tangerang gagal mempertahankan posisinya di skuad utama.

Federico Barba, bek asal Italia yang menjadi andalan di lini belakang, juga meninggalkan Pancatakhta setelah dua musim berkontribusi. Persib mengucapkan terima kasih secara resmi melalui media sosial, menyebut Barba sebagai “Sang Gladiator” yang meninggalkan jejak tak terlupakan. “Grazie di cuore Federico Barba. Hatur nuhun untuk setiap pengorbanan, kepemimpinan, dan perjuanganmu bersama Persib,” demikian pernyataan resmi klub.

Sergio Castel, penyerang asal Spanyol yang direkrut pada awal 2025, gagal memenuhi ekspektasi. Dengan hanya enam penampilan di Liga 1 2025/2026 tanpa mencetak gol, ia pun diberi kebebasan untuk mencari klub baru. Di posisi bek serba bisa, Alfeandra Dewangga juga resmi hengkang ke Arema FC setelah minimnya kesempatan bermain—hanya sembilan kali tampil sepanjang musim lalu. Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat, Adhitia Putra Herawan, menegaskan keputusan ini diambil setelah diskusi mendalam dengan tim pelatih. “Persib selalu berkomitmen mendukung perkembangan karier setiap pemain,” ujarnya.

Perombakan ini belum berakhir. Manajemen masih membuka kemungkinan penambahan daftar pemain yang akan dilepas, seiring dengan upaya memperkuat tim melalui bursa transfer. Meski tidak disebutkan secara eksplisit dalam sumber, isu tentang kedatangan Mariano Peralta menjadi pembicaraan hangat di kalangan bobotoh, mengingat kebutuhan Persib akan striker tajam pasca kepergian Castel.

Dengan sembilan pemain yang telah resmi pergi, Persib tampaknya sedang membangun kembali fondasi timnya—bukan hanya untuk bersaing di papan atas, tapi untuk kembali menjadi kekuatan dominan di sepak bola Indonesia.

Debutan Piala Dunia Paling Menggemparkan, Kroasia Raih Peringkat Tiga

Sumbawanews.com,- Piala Dunia tak hanya menjadi panggung bagi raksasa sepak bola dunia, tapi juga tempat lahirnya kejutan-kejutan luar biasa dari tim-tim baru yang belum pernah tampil sebelumnya. Di antara banyak debutan, lima tim berhasil mencatatkan sejarah dengan performa luar biasa—bahkan ada yang langsung menembus semifinal dan meraih medali perunggu.

Puncaknya datang dari Kroasia pada Piala Dunia 1998 di Prancis. Sebagai negara yang baru merdeka pada 1991, Kroasia tampil sebagai kekuatan tak terduga. Dengan sentuhan teknis dan semangat juang yang membara, mereka menembus semifinal setelah mengalahkan Jepang, Argentina, dan Romania di fase grup dan babak gugur. Di semifinal, mereka kalah 2-1 dari tuan rumah Prancis, tapi bangkit dengan gemilang di pertandingan perebutan peringkat tiga, menaklukkan Belanda 2-1. Davor Šuker menjadi pencetak gol terbanyak turnamen dengan enam gol, mengukuhkan nama Kroasia sebagai salah satu debutan terhebat sepanjang sejarah.

Sebelumnya, pada 1966 di Inggris, Korea Utara menjadi kejutan paling mengejutkan dalam sejarah Piala Dunia. Di tengah minimnya perhatian dari dunia, tim yang dijuluki Chollima ini menumbangkan Italia 1-0 di babak grup—kemenangan pertama mereka atas tim Eropa di ajang dunia. Mereka melaju hingga perempatfinal, menghentikan langkah tim-tim besar seperti Portugal yang dipimpin Eusebio. Meski akhirnya kalah 5-3 dalam pertandingan epik yang diwarnai empat gol Eusebio, Korea Utara tetap menjadi tim pertama dari Asia yang mencapai perempatfinal Piala Dunia.

Di Piala Dunia 1994 di Amerika Serikat, Nigeria—dengan julukan Super Eagles—langsung menunjukkan kelasnya. Mereka menjuarai grup yang berisi Argentina, Bulgaria, dan Yunani, mengalahkan tim berbintang Diego Maradona dengan skor 3-0. Langkah mereka terhenti di babak 16 besar setelah kalah 1-2 dari Italia, di mana Roberto Baggio mencetak gol emas pertama dalam sejarah Piala Dunia. Namun, keberhasilan Nigeria lolos ke fase gugur di debutnya menjadi tonggak sejarah bagi sepak bola Afrika.

Selain ketiganya, ada juga Timnas Swedia pada 1934 yang mencapai perempatfinal di debutnya, dan Timnas Turki pada 1954 yang menembus semifinal—meski tak masuk lima besar versi peringkat prestasi, keduanya tetap menjadi contoh keberhasilan tim baru yang mampu bersaing di level tertinggi.

Kesemua tim ini membuktikan bahwa Piala Dunia bukan hanya milik negara-negara besar. Di balik minimnya sumber daya, infrastruktur, atau pengalaman, semangat, strategi, dan keberanian bisa menciptakan legenda—dari tanah yang tak pernah dianggap mampu menyaingi raksasa.

Wakil Grup E dan F Gagal Melangkah, Semua Tersingkir di 32 Besar Piala Dunia 2026

Sumbawanews.com,- Semua perwakilan dari Grup E dan F Piala Dunia 2026 tersingkir dalam satu gelombang, mengakhiri harapan mereka di babak 32 besar tanpa satupun yang mampu melaju ke babak berikutnya. Kejadian ini menjadi salah satu kejutan terbesar dalam sejarah turnamen, mengingat enam tim tersebut dianggap sebagai salah satu kekuatan utama setelah lolos dari fase grup.

Dari Grup E, Jerman yang tampil sebagai juara grup harus menelan kekalahan pahit dari Paraguay dalam adu penalti 3-4 setelah bermain imbang 1-1 selama 120 menit. Sementara Pantai Gading, runner-up grup, dikalahkan Norwegia 1-2 lewat gol penentu Erling Haaland pada laga Rabu (1/7) dini hari WIB. Ekuador, yang menempati peringkat ketiga terbaik, tak mampu menahan serangan tuan rumah Meksiko dan kalah 0-2.

Di Grup F, Belanda yang tampil impresif di fase grup harus menyerah 2-3 dari Maroko dalam adu penalti setelah bermain imbang 1-1. Jepang, yang unggul lebih dulu melawan Brasil, justru kebobolan gol penentu oleh Gabriel Martinelli di menit akhir injury time, sehingga kalah 1-2. Swedia, tim ketiga dari grup, tak berkutik melawan Prancis dan tumbang 0-3 pada hari yang sama.

Kegagalan semua tim dari dua grup ini sekaligus menghapus prediksi bahwa Jerman atau Belanda—dua raksasa Eropa—akan menjadi kandidat kuat juara. Bahkan, kekalahan Jerman dari Paraguay dan Belanda dari Maroko menjadi dua kejadian paling mengejutkan sepanjang babak gugur, mengingat keduanya dianggap sebagai tim favorit berdasarkan kualitas skuad dan histori turnamen.

Dengan tersingkirnya enam tim ini, babak 32 besar kini hanya menyisakan tim-tim dari grup lain yang dianggap lebih tidak diunggulkan, namun justru menunjukkan ketangguhan luar biasa. Sembilan laga tersisa hingga Sabtu (4/7) pagi WIB akan menentukan siapa yang berhak melaju ke babak 16 besar, sementara para penggemar pun menanti apakah kejutan ini akan berlanjut ke putaran selanjutnya.

Belgia dan Senegal Beradu di Babak 32 Besar Piala Dunia 2026

Sumbawanews.com,- Pertandingan sengit antara Belgia dan Senegal akan memecah kesunyian Seattle Stadium pada Kamis, 2 Juli 2026, pukul 03.00 WIB, dalam laga 32 besar Piala Dunia 2026. Ini adalah pertemuan pertama kedua tim di ajang dunia, sekaligus ujian berat bagi dua tim yang sama-sama menemukan ritme di saat-saat terakhir fase grup.

Belgia, yang tampil sebagai juara Grup G, menutup perjalanan kelompoknya dengan kemenangan telak 5-0 atas Selandia Baru, setelah awal yang suram. Tim asuhan Rudi Garcia sempat tersandung di laga pembuka, bermain imbang 1-1 melawan Mesir, lalu gagal mencetak gol saat menghadapi Iran. Meski demikian, koleksi lima poin dan enam gol yang diciptakan mengamankan posisi teratas bagi tim peringkat sembilan dunia versi FIFA itu. Belgia, yang pernah meraih peringkat ketiga pada 2018, kini berusaha bangkit dari kegagalan tersingkir di babak grup tahun 2022.

Di sisi lain, Senegal datang sebagai salah satu tim peringkat ketiga terbaik, setelah mengejutkan dunia sepak bola dengan kemenangan 5-0 atas Irak di laga terakhir. Hasil itu bukan hanya mengamankan tiket ke babak gugur, tetapi juga mencatat sejarah sebagai tim Afrika pertama yang mampu mencetak lima gol dalam satu pertandingan Piala Dunia. Setelah dua kekalahan beruntun dari Prancis dan Norwegia, Lions of Teranga bangkit dengan semangat membara, mengusung harapan benua hitam sebagai satu-satunya perwakilan Afrika yang masih bertahan di babak 32 besar.

Kedua tim sama-sama memiliki kelemahan: Belgia rawan kehilangan konsistensi, sementara Senegal kerap kebobolan di babak awal. Namun, momentum dan tekad menjadi kunci. Belgia mengandalkan kreativitas lini tengah dan kecepatan sayap, sementara Senegal mengandalkan keganasan serangan balik dan ketajaman striker. Dengan sejarah yang belum pernah terjadi antara keduanya, laga ini bukan sekadar pertandingan—tapi perang antara kebangkitan dan ekspektasi.

Mata dunia tertuju pada Seattle, bukan hanya karena jalannya pertandingan, tetapi karena ini adalah momen di mana dua tim yang sempat terhuyung-huyung di fase grup, kini saling menantang untuk membuktikan bahwa mereka masih punya nyawa di Piala Dunia 2026.

Berita Terkini

Belgia Comeback Menang 3-2 Atas Senegal, Lolos ke 16 Besar Piala Dunia 2026

Sumbawanews.com,- Dalam laga seru di Lumen Field, Seattle, Kamis (2/7/2026) pagi WIB, Timnas Belgia menyelamatkan masa depannya di Piala Dunia 2026 lewat aksi heroik...

Belgia Kalahkan Senegal 3-2 dalam Comeback Epik, Lolos ke 16 Besar Piala Dunia 2026

Sumbawanews.com,- Timnas Belgia menyelamatkan masa depannya di Piala Dunia 2026 dengan kemenangan dramatis 3-2 atas Senegal dalam laga babak 32 besar di Stadion Seattle,...

Belgia Lolos ke 16 Besar lewat Penalti Menit Akhir

Sumbawanews.com,- Seattle – Belgia menyelamatkan mimpi mereka di Piala Dunia 2026 dengan kemenangan dramatis 3-2 atas Senegal dalam laga 16 besar yang berlangsung di...

Setan Merah Bangkit, Belgia Paksa Ekstra Waktu Lawan Senegal

Sumbawanews.com,- Seattle - Drama sepak bola memuncak di Stadion Seattle pada Kamis, 2 Juli 2026, ketika Belgia menyulitkan Senegal dengan comeback spektakuler di menit-menit...

Berita Utama