Sumbawanews.com,- Setelah kekalahan memalukan di babak 32 besar Piala Dunia 2026 melawan Paraguay lewat adu penalti, tekanan terhadap Julian Nagelsmann semakin memuncak. Publik Jerman meminta pergantian pelatih, dan nama Juergen Klopp pun muncul sebagai calon paling kuat untuk menggantikannya.
Awalnya, Klopp menolak membahas kemungkinan itu. Namun, dalam perkembangan yang mengejutkan, ia kini terbuka untuk menerima tawaran resmi dari Federasi Sepakbola Jerman (DFB). Menurut laporan Sportbild, pelatih asal Jerman itu sedang mempertimbangkan kesempatan langka tersebut—dengan satu syarat: tawaran harus datang secara formal, bukan sekadar spekulasi media.
Klopp, yang menutup karier kepelatihannya di Liverpool pada 2024, belum pernah menangani tim nasional. Namun, reputasinya sebagai arsitek tim yang memadukan energi, disiplin, dan identitas permainan membuatnya menjadi figur ideal di mata banyak pengamat. Di bawah kepemimpinannya, Borussia Dortmund meraih dua gelar Bundesliga, sementara Liverpool memenangi Liga Champions dan Premier League—semua dengan filosofi sepak bola yang menginspirasi.
Sementara itu, DFB masih enggan berkomentar lebih jauh. Presiden DFB, Bernd Neuendorf, mengakui kekalahan timnas bukan hanya kegagalan teknis, tapi juga luka emosional bagi seluruh fans. “Kami tidak bisa bersikap wajar setelah kekalahan seperti ini,” katanya, mengacu pada kegagalan beruntun Jerman di Euro 2024 dan Nations League 2025, yang membuat tim tanpa tropi sejak Nagelsmann menjabat pada 2022.
Kegagalan di Piala Dunia 2026—di mana Jerman tersingkir oleh tim yang tak diunggulkan—memperdalam krisis kepercayaan. Banyak suporter dan analis menilai bahwa tim ini kehilangan identitas, dan butuh sosok yang bisa membangkitkan semangat kolektif. Klopp, dengan kepemimpinan karismatik dan kedekatannya dengan budaya sepak bola Jerman, dianggap mampu menjadi jawaban itu.
Namun, keputusan akhir masih berada di tangan DFB. Jika tawaran resmi benar-benar diajukan, Klopp akan menjadi pelatih pertama yang kembali melatih timnas Jerman setelah meninggalkan klub klubnya dengan status legenda. Dan jika ia menerima, maka Piala Dunia 2030 akan menjadi ujian pertama dalam misinya untuk mengembalikan kejayaan Der Mannschaft.















