sumbawanews.com,- Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengungkapkan rasa bangga selama memimpin prajurit TNI yang terbentuk melalui berbagai macam latihan dan medan pertempuran demi tegak kokohnya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
“Saya bangga memimpin prajurit TNI, prajurit Komando yang tangguh dan tidak kenal menyerah serta selalu menang di setiap medan pertempuran,” kata Jenderal TNI Gatot Nurmantyo dihadapan 1.200 prajurit Kopassus, bertempat di Gedung Balai Komando, Mako Kopassus, Cijantung, Jakarta Timur, Kamis (7/12/2017).
Menurut Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, prajurit Kopassus tidak mengenal menyerah dan memiliki prinsip lebih baik pulang nama daripada gagal di medan pertempuran, hal ini terlihat dari komitmen dan sumpah kesetiaan kepada NKRI. “Saya telah merasakan bersama-sama dengan kalian, melewati medan yang tidak ringan seperti lautan, cuaca yang mencekam berat, tugas operasi di tempat terpencil dan daerah rawan Indonesia,” ungkapnya.
Dihadapan ribuan prajurit Kopassus, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengatakan bahwa prajurit Kopassus tidak memiliki keraguan setiap melaksanakan tugas operasidalam kondisi apapun. “Saya merasakan itu dan tidak pernah menemukan keraguan serta kebimbangan prajurit Kopassus, karena memiliki loyalitas yang sangat tinggi,” tegasnya.
“Dedikasi apapun untuk NKRI, prajurit Kopassus selalu memegang teguh, menjunjung tugas dan kehormatan sebagai prajurit serta menempatkan integritas kedaulatan NKRI di atas segala-galanya, meskipun resikonya nyawa sekalipun,” ujar Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.
Dihadapan para awak media, Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menyampaikan rasa bangga luar biasa selama menjabat Panglima TNI bisa memimpin prajurit TNI yang pemberani, disiplin, menjunjung tinggi kepentingan rakyat diatas kepentingan pribadi atau golongan dan setia kepada NKRI. “Saya bangga memimpin seluruh prajurit TNI yang bertugas di seluruh Indonesia dan mengucapkan terima kasih kepada rakyat yang telah memberi kepercayaan kepada institusi TNI,” ungkapnya.
Dalam kesempatan ini, saya selaku Panglima TNI menyampaikan permohonan maaf apabila ada perbuatan prajurit TNI yang menyakiti hati rakyat. “Saya juga mohon doa kepada seluruh masyarakat Indonesia, agar TNI selalu menjadi perekat persatuan/kesatuan bangsa dan mampu melaksanakan tugasnya menjaga keutuhan dan kedaulatan NKRI,” tutup Jenderal TNI Gatot Nurmantyo. (Mad/Puspen TNI)
sumbawanews.com,- Prajurit TNI adalah patriot bangsa yang berjuang, rela berkorban demi tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia dan menempatkan kepentingan rakyat di atas segala-galanya.
“Ingat kepentingan kalian (prajurit TNI) adalah menjaga tegak kokohnya Negara Kesatuan Republik Indonesia dan tidak akan pernah terbeli oleh kepentingan apapun,” kata Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo saat memberikan pengarahan kepada 4.097 prajurit Kostrad di Lapangan Markas Divisi-1/Kostrad Cilodong, Bogor, Jawa Barat, Kamis (7/12/2017).
Dihadapan ribuan prajurit Kostrad, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengingatkan bahwa tantangan tugas ke depan bukan semakin ringan, khususnya dalam menghadapi tahun politik 2018 dan 2019. “Saat ini tingkat kepercayaan rakyat kepada institusi TNI sangat tinggi, disitulah tantangan yang terberat bagi TNI. Kuncinya prajurit TNI harus tetap netral,” ujarnya.
Lebih lanjut Panglima TNI mengatakan bahwa prajurit Kostrad memiliki loyalitas tinggi sebagai pasukan cadangan strategis, bahkan resiko nyawa sekalipun tetap teguh berdiri menjunjung tugas dan kehormatan sebagai prajurit. “Tunjukkan integritas kalian, berbuat yang terbaik, berani, tulus dan ikhlas hanya untuk kepentingan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tuturnya.
Pada kesempatan tersebut, Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menyampaikan bahwa sebagai manusia tentunya apabila selama memimpin ada salah dan khilaf mohon maaf, semua itu dilakukan hanya karena rasa cinta dan bangga kepada TNI.
“Selamat bertugas, selamat berjuang semoga Tuhan Yang Maha Esa selalu membimbing, memberi perlindungan dan kekuatan kepada kita, untuk melanjutkan pengabdian yang terbaik hanya untuk Negara Kesatuan Republik Indonesia yang sangat-sangat kita cintai bersama,” pungkas Panglima TNI. (Mad/Puspen TNI)
sumbawanews.com,- Jiwa patriotisme pemimpin yang tinggi sangat berpengaruh terhadap terwujudnya kepemimpinan nasional yang kuat dalam menjalankan fungsi-fungsi kepemimpinan secara efektif, untuk mengelola pemerintahan negara dalam rangka memperkokoh ketahanan nasional suatu bangsa.
Hal tersebut dikatakan Kasum TNI Laksdya TNI Dr. Didit Herdiawan, M.P.A.,M.B.A., mewakili Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo dalam pembekalan Kepemimpinan Pemerintahan Dalam Negeri Angkatan III Tahun 2017 dihadapan 150 Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah serta Walikota se-Indonesia dengan tema “Kebijakan TNI”, di Auditorium Lt. 4 Gedung F Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kemendagri, Jl. Taman Makam Pahlawan No.8 Kalibata, Jakarta Selatan, Kamis (7/12/2017).
“Tanpa kepemimpinan yang baik dalam pengelolaan sebuah negara terutama Indonesia sebagai bangsa yang multi etnis dengan kondisi geografis wilayah negara yang berbentuk kepulauan, maka negeri ini amat rentan terhadap guncangan sosial dan politik yang dapat berujung kepada perpecahan dan disintegrasi bangsa,” ujar Laksdya TNI Dr. Didit Herdiawan.
Kasum TNI menuturkan bahwa seorang pemimpin harus mempunyai pengetahuan, keterampilan dan dapat menganalisis informasi secara mendalam, untuk mengambil suatu keputusan yang tepat. Disamping itu, seorang pemimpin harus bisa melibatkan pihak-pihak yang tepat dalam proses pengambilan keputusan. “Seorang pemimpin yang efektif adalah mampu membaca situasi, mengatasi permasalahan, bertanggung jawab, memiliki integritas dan etika yang baik, karena dia harus memberikan contoh atau bertindak sebagai panutan bagi jajarannya,” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Kasum TNI Laksdya TNI Dr. Didit Herdiawan menjelaskan bahwa kebijakan penggunaan kekuatan TNI adalah untuk meningkatkan pemberdayaan wilayah pertahanan secara terpadu dan mewujudkan kondisi yang mendukung terselenggaranya Sistim Pertahanan Semesta (Sishanta), terutama di daerah rawan konflik, pasca konflik dan rawan bencana. “TNI juga melaksanakan misi perdamaian dunia di bawah bendera PBB dan organisasi Internasional yang diakui oleh pemerintah serta mendukung perbantuan kepada Pemda dan Polri,” ucapnya.
Kasum TNI menyampaikan bahwa rencana TNI kedepan, antara lain melanjutkan pengamanan, pembangunan dan melengkapi sarana prasarana di perbatasan serta pulau-pulau terluar tertentu dan daerah yang bersifat strategis, dengan prioritas di Wilayah Timur dan Selatan Indonesia yaitu Pulau Natuna, Pulau Selaru, Pulau Morotai, Pulau Biak, dan Merauke.
Disamping itu, Laksdya TNI Dr. Didit Herdiawan juga menyampaikan bahwa TNI akan mengoptimalkan Komunikasi Sosial (Komsos) dengan menjalin hubungan silaturahmi bersama segenap komponen bangsa, mengedepankan Komsos Kreatif dalam menjaga, mengelola kerukunan, toleransi dan Ke-Bhinneka Tunggal Ika-an, mencegah bangkitnya komunisme, serta meningkatkan kemanunggalan TNI – rakyat agar menjadi bangsa yang kuat, “Bersama Rakyat TNI Kuat”.
Kasum TNI Laksdya TNI Dr. Didit Herdiawan mengatakan bahwa TNI juga melaksanakan perbantuan kepada Pemda dan Polri dalam pengamanan Pilkada serentak tahun 2018 dan Pemilu tahun 2019 dengan mengutamakan azas hukum dan peraturan perundang-undangan. “TNI tetap mempertahankan netralitas dari tingkat atas sampai satuan paling bawah pada Pilkada tahun 2018 dan Pemilu tahun 2019,” tegasnya. (Mad/Puspen TNI)
sumbawanews.com,- Hingga saat ini dari berbagai hasil survey menempatkan institusi TNI pada posisi tertinggi tingkat kepercayaan rakyat. Tanpa kerja disiplin prajurit, tidak akan mungkin rakyat mempercayai TNI.
Hal tersebut disampaikan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo saat memberikan pengarahan kepada 561 prajurit Pasukan Khas (Paskhas) TNI AU di Mako Kopaskhas, Margahayu Bandung, Jawa Barat, Jumat (8/12/2017).
“Saya ucapkan terima kasih atas dedikasi, disiplin dan semangat prajurit sekalian yang mengutamakan kepentingan rakyat sehingga dipercaya oleh rakyat, tanpa kerja dengan disiplin tidak akan mungkin terwujud kepercayaan rakyat seperti itu,” ungkapnya.
Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengingatkan menjelang tahun politik agar prajurit tetap menjaga kepercayaan rakyat dengan bersikap tetap netral, tidak tergoda dengan ajakan untuk mendukung atau terlibat dalam politik praktis. “Ingat, bagi TNI dalam menghadapi situasi ini pilihan hanya satu yaitu netral, yang merupakan kekuatan dasar sebagai penengah manakala ada konflik antar kelompok,” ujarnya.
Lebih lanjut Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengatakan bahwa untuk bersikap netral, seorang prajurit harus tetap menjunjung tinggi Sapta Marga, Sumpah Prajurit, loyalitas tegak lurus, setia menjaga kehormatan dan harga diri TNI. “Jangan pernah terbeli oleh kepentingan apapun, ingat kepentingan kalian hanya menjaga tegak kokohnya Negara Kesatuan Republik Indonesia dan menempatkan kepentingan rakyat diatas segala-galanya,” tegasnya.
Diakhir pengarahannya, Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menyampaikan permohonan pamit sehubungan dengan akan berakhirnya masa jabatan sebagai Panglima TNI. “Saya mohon pamit, sebagai manusia, saya mohon maaf apabila selama memimpin ada salah dan khilaf. Yakinlah bahwa semua itu dilakukan karena rasa cinta dan kebanggaan saya kepada prajurit TNI yang sangat luar biasa,” tutupnya. (Mad/Puspen TNI)
(Puspen TNI). Presiden RI Ir. Joko Widodo sangat tepat menunjuk Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau) Marsekal TNI Hadi Tjahjanto sebagai Panglima TNI, karena sesuai persyaratan pernah menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan.
Hal tersebut disampaikan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo dihadapan awak media sebelum pelaksanaan Fit and Proper Test Marsekal TNI Hadi Tjahjanto sebagai calon Panglima Tentara Nasional Indonesia bertempat di Lobi Gedung Nusantara II, Komplek DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (6/12/2017).
Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengatakan bahwa Marsekal TNI Hadi Tjahjanto dipilih oleh Presiden RI Ir. Joko Widodo untuk menjadi Panglima TNI karena masa dinas militernya masih panjang untuk menghadapi tantangan tugas ke depan khususnya mengawal pesta demokrasi, yang akan berlangsung pada tahun 2018 dan 2019.
“Ini suatu kebanggaan dan saya yakin Pak Hadi mampu untuk memimpin khususnya menghadapi tahun politik yang memerlukan perhatian lebih, mengingat konstelasi politik sangat tinggi dibeberapa daerah. TNI bisa menjadi penengah, kuncinya TNI netral dan Pak Hadi sudah paham mengenai hal itu,” ungkap Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.
Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengemukakan bahwa kehadirannya bersama Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Mulyono dan Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Ade Supandi ke Gedung DPR/MPR RI untuk mengantarkan Marsekal TNI Hadi Tjahjanto yang akan menjalani Fit and Proper Test calon Panglima TNI. “Hal ini sebagai wujud bahwa Jenderal TNI Mulyono dan Laksamana TNI Ade Supandi siap dipimpin oleh Marsekal TNI Hadi Tjahjanto setelah dilantik oleh Presiden RI menjadi Panglima TNI,” ujarnya.
“Saya sebagai Panglima merasa bangga, bahwa diantara Kepala Staf Angkatan menjadi Panglima TNI. Setelah dilantik oleh Presiden RI, saya dengan tulus ikhlas akan menyerahkan tongkat komando dan siap mendampingi Pak Hadi apabila diperlukan sesuai dengan petunjuk Presiden,” kata Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.
Dalam kesempatan tersebut Panglima TNI menyampaikan meskipun Jenderal TNI Mulyono dan Laksamana TNI Ade Supandi sebagai senior, akan tetap loyal dibawah kepemimpinan Marsekal TNI Hadi Tjahjanto. “Ini menjadi penting, menunjukkan kesiapannya dipimpin oleh junior. Secara akademik, Kasad dan Kasal merupakan lulusan pendidikan militer tahun 1983, sedangkan Kasau lulus pendidikan militer tahun 1986,” tutupnya. (Badar/Puspen TNI)
sumbawanews.com,- KAL PANANA I-9-13 yang merupakan salah satu unsur (kapal patroli) dalam Operasi Bakamla RI di wilayah Timur berhasil menangkap kapal barang bernama KM. Y 02 di perairan Teluk Ambon, Maluku, Selasa (05/12/2017).
Penangkapan terhadap kapal barang yang memiliki dokumen sudah habis masa berlaku (kadaluwarsa) sebagaimana mestinya itu berawal saat KAL PANANA I-9-13 yang sedang patroli tiba-tiba melihat gelagat yang janggal dari kapal tersebut. Komandan KAL PANANA I-9-13 Kapten Laut (P) Wahyu Widarta segera memerintahkan kapal tersebut untuk merapat. Setelah kapal motor tersebut merapat, Tim Pemeriksa melaksanakan pemeriksaan baik terhadap kapal, anak buah kapal (ABK), dan muatan serta kelengkapan dokumen.
Dari hasil pemeriksaan awal, ditemukan bahwa Nakhoda KM. Y 02, AW, menunjukan dokumen kapal yang sudah kadaluwarsa, berupa sertifikat keselamatan perlengkapan kapal barang, keselamatan konstruksi kapal barang, keselamatan radio kapal barang, garis muat dan Surat Persetujuan Berlayar (SPB).
Menindaklanjuti hal tersebut, Komandan KAL PANANA I-9-13 melakukan koordinasi dengan Kabid Penyelenggara Operasi Bakamla RI Kolonel Laut (P) Imam Hidayat. Selanjutnya, kapal tersebut diperintahkan untuk menurunkan barang muatan berupa barang kebutuhan pokok fan hasil kebun. Selain itu, kapal beserta 8 orang ABK dibawa menuju Dermaga Bakamla RI Halong, Ambon untuk diserahkan kepada Pangkalan Bakamla Zona Maritim Timur guna penyelesaian perkara lebih lanjut.
Kepala Kantor Kamla Zona Maritim Timur Vetty Vionna Salakay, S.H., M.Si., didampingi Kabid Inhuker Zona Maritim Timur Bakamla RI Julius M. Aponno, SH., turut terjun ke lapangan untuk inspeksi kapal saat tiba di pangkalan. (Mad/Puspen TNI)
(Puspen TNI. Selasa, 5 Desember 2017). Mutasi Jabatan di lingkungan TNI dalam rangka memenuhi kebutuhan organisasi dan pembinaan karier Perwira Tinggi TNI, guna mengoptimalkan tugas-tugas TNI yang semakin kompleks dan dinamis. Oleh karena itu, TNI terus melakukan upaya peningkatan kinerja melalui mutasi dan promosi jabatan personel di tingkat Perwira Tinggi TNI.
Berdasarkan Surat Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/982/XII/2017, tanggal 4 Desember 2017 tentang pemberhentian dari dan pengangkatan dalam jabatan di lingkungan TNI, telah ditetapkan Mutasi Jabatan 85 Perwira Tinggi (Pati) TNI, terdiri dari : 46 Pati jajaran TNI Angkatan Darat, 28 Pati jajaran TNI Angkatan Laut dan 11 Pati jajaran TNI Angkatan Udara.
Dalam mutasi tersebut tercatat sebagai berikut : 46 PatiTNI Angkatan Darat, yaitu Letjen TNI Edy Rahmayadi dari Pangkostrad menjadi Pati Mabes TNI AD (dalam rangka pensiun dini), Mayjen TNI Sudirman dari Asops Kasad menjadi Pangkostrad, Mayjen TNI A.M. Putranto, S.Sos., dari Pangdam II/Swj menjadi Asops Kasad, Mayjen TNI Subiyanto dari Aspers Kasad menjadi Pangdam II/Swj, Brigjen TNI Heri Wiranto, S.E., M.M., M.Tr.(Han) dari Waaspers Panglima TNI menjadi Aspers Kasad, Brigjen TNI Gunung Iskandar dari Waaspers Kasad menjadi Waaspers Panglima TNI, Kolonel Inf Agus Setiawan, S.E. dari Pamen Denma Mabesad menjadi Waaspers Kasad, Mayjen TNI Agung Risdhianto, M.B.A., dari Dankodiklat TNI menjadi Staf Khusus Kasad, Mayjen TNI Nurendi, M.Si.(Han) dari Koorsahli Panglima TNI menjadi Pati Mabes TNI AD (dalam rangka pensiun), Mayjen TNI Wardiyono, S.I.P., M.B.A., M.M., dari Pa Sahli Tk. III Bid. Sosbudkum HAM dan Narkoba Panglima TNI menjadi Koorsahli Panglima TNI, Brigjen TNI Tiopan Aritonang, S.I.P. dari Kasdam I/BB menjadi Pa Sahli Tk. III Bid. Sosbudkum HAM dan Narkoba Panglima TNI, Brigjen TNI Teuku Beny Firmansyah, S.I.P., dari Dandenma Mabes TNI menjadi Kasdam I/BB, Kolonel Inf Asep Syaripudin dari Dandenma Mabesad menjadi Dandenma Mabes TNI, Brigjen TNI Jumadi dari Dansatkomlek TNI menjadi Staf Khusus Kasad, Brigjen TNI Budi Prijono, S.T., M.M dari Dirhubad menjadi Dansatkomlek TNI, Kolonel Chb Widjang Pranjoto dari Paban V/Sistek Skomlek TNI menjadi Dirhubad, Brigjen TNI Muhammad Hafiz dari Staf Khusus Kasad menjadi Pa Sahli Tk III Bid. Ekkudag Panglima TNI, Brigjen TNI A. Raharyono, S.I.P., M.Si., dari Pa Sahli Tk. II Bid Intekmil Sahli Bid. Intekmil dan Siber Panglima TNI menjadi Staf Khusus Kasad, Kolonel Inf Abdul Rachim Siregar, S.E., M.M., dari Paban V/Pam Sintel TNI menjadi Pa Sahli Tk. II Bid Intekmil Sahli Bid. Intekmil dan Siber Panglima TNI, Brigjen TNI Edison Simanjuntak, S.I.P., dari Pa Sahli Tk. II Ekku Sahli Bid. Ekkudag Panglima TNI menjadi Staf Khusus Panglima TNI, Brigjen TNI Herawan Adji, M.Si.(Han) dari Dir F Bais TNI menjadi Pa Sahli Tk. II Ekku Sahli Bid. Ekkudag Panglima TNI, Kolonel Kav Steverly Christmas P. dari Pa Sahli Tk. II Poldagri Sahli Bid. Polkamnas Panglima TNI menjadi Dir F Bais TNI, Kolonel Inf Syafruddin dari Paban IV/Ops Sops TNI menjadi Pa Sahli Tk. II Poldagri Sahli Bid. Polkamnas Panglima TNI, Mayjen TNI Imam Edy Mulyono, M,Sc., dari Kas Kostrad menjadi Staf Khusus Kasad, Mayjen TNI M. Bambang Taufik dari Pa Sahli Tk. III Bid. Banusia Panglima TNI menjadi Kas Kostrad, Brigjen TNI Herman Asaribab dari Kasdam XVII/Cen menjadi Pa Sahli Tk. III Bid. Banusia Panglima TNI, Brigjen TNI I Nyoman Cantiasa dari Danrem 173/PVB (Biak) Kodam XVII/Cen menjadi Kasdam/Cen, Kolonel Inf Bahman dari Kapuskodalops TNI AD menjadi Danrem 173/PVB (Biak) Kodam XVII/Cen, Brigjen TNI Bambang Sudiono dari Pati Ahli Kasad Bid. Sosbud menjadi Pati Mabes TNI AD (dalam rangka pensiun), Kolonel Inf Rochiman dari Pamen Denma Mabesad menjadi Pati Ahli Kasad Bid. Sosbud, Brigjen TNI Aman Surachman dari Pati Ahli Kasad Bid. Ideologi dan Politik menjadi Staf Khusus Kasad, Kolonel Kav Sudono, S.E., dari Kabagum Set Ditjen Kuathan Kemhan menjadi Pati Ahli Kasad Bid. Ideologi dan Politik, Brigjen TNI Bramantyo Andi Susilo dari Waasrena Kasad menjadi Staf Khusus Kasad, Kolonel Arh Hassanudin, S.I.P., dari Irut Renproggar Itjenad menjadi Waasrena Kasad, Brigjen TNI I Dewa Ketut Siangan, S.I.P., dari Asdep Koord. Kesadaran Bela Negara Kemenko Polhukam menjadi Pati Mabes TNI AD (dalam rangka pensiun), Kolonel Arm Rufbin Marpaung, S.I.P., dari Pamen Denma Mabesad menjadi Asdep Koord. Kesadaran Bela Negara Kemenko Polhukam, Mayjen TNI M. Thamrin Marzuki dari Staf Ahli Bid. Idpol BIN menjadi Staf Khusus Panglima TNI, Brigjen TNI Gaguk Susatio dari Dir Kontra Separatisme Deputi III BIN menjadi Staf Ahli Bid. Idpol BIN, Brigjen TNI Suharyanto, S.Sos., M.M., dari Karopeg Settama BIN menjadi Dir Kontra Separatisme Deputi III BIN, Kolonel Inf Irwan Mulyana, S.E., M.Si., dari Paban III/Binkar Spers TNI menjadi Karopeg Settama BIN, Brigjen TNI Suyanto, S.E., M.Si.(Han) dari Karoum Settama BIN menjadi Direktur Asia Pasifik Deputi Bid. Intelijen Luar Negeri BIN, Brigjen TNI Gustaf Agus Irianto Kusumowibowo, S.I.P dari Kabinda Papua BIN menjadi Agen Madya Direktorat Rendalgiat Ops Deputi Bid. Intelijen Dalam Negeri BIN, Brigjen TNI Abdul Haris Napoleon dari Kabinda Papua Barat BIN menjadi Kabinda Papua BIN, Kolonel Chk Yan Akhmad Mulyana, S.H., M.H., dari Kadilmilti I Medan menjadi Anggota Pokkimiltama Mahkamah Agung, Brigjen TNI Chrisna Pujangga dari Staf Khusus Kasad menjadi Pati Mabes TNI AD (dalam rangka pensiun) dan Brigjen TNI Ratman Wiady dari Staf Khusus Kasad menjadi Pati Mabes AD (dalam rangka pensiun).
28 Pati TNI Angkatan Laut, yaitu Mayjen TNI (Mar) Bambang Suswantono, S.H., M.H., M.Tr.(Han) dari Dankormar menjadi Dankodiklat TNI, Brigjen TNI (Mar) Hasanudin dari Kas Kormar menjadi Dankormar, Brigjen TNI (Mar) Nur Alamsyah, M.Tr.(Han) dari Danpasmar II Kormar menjadi Kas Komar, Kolonel Mar Edi Juardi dari Asops Kormar menjadi Danpasmar II Kormar, Laksda TNI Tri Prasodjo dari Irjenal menjadi Pati Mabes TNI AL (dalam rangka pensiun), Laksda TNI Dwi Widjajanto, S.A.P. dari Staf Khusus Kasal menjadi Irjenal, Brigjen TNI (Mar) Dedi Suhender dari Danlantamal VII/Kpg Koarmatim menjadi Staf Khusus Kasal, Brigjen TNI (Mar) Kasirun Situmorang, S.H., dari Wadan Kodiklatal menjadi Danlantamal VII/Kpg Koarmatim, Laksma TNI Sugeng Ing Kaweruh, S.E., M.M. dari Kas Kolinlamil menjadi Wadan Kodiklatal, Laksma TNI Irwan Achmadi, M.Tr.(Han) dari Dirdok Kodiklatal menjadi Kas Kolinlamil, Kolonel Laut (P) Budi Purwanto, S.T., M.M. dari Kapuskodal Mabesal menjadi Dirdok Kodiklatal, Laksma TNI Nur S. Prihartono, S.E., M.Tr.(Han) dari Danlantamal IX/Amb Koarmatim menjadi Staf Khusus Kasal, Laksma TNI Antongan Simatupang dari Waaspam Kasal menjadi Danlantamal IX/Amb Koarmatim, Kolonel Mar Suaf Yanu Hardani dari Sahli F. Binkuatmar Pangarmatim menjadi Waaspam Kasal, Laksma TNI Ir. Fery Sidjaja, M.M. dari Pati Sahli Bid. Iptek Sahli Kasal menjadi Staf Khusus Kasal, Kolonel Mar Bambang Hullianto dari Ir Kormar menjadi Pati Sahli Bid. Iptek Sahli Kasal, Laksma TNI Robert Wolter Tappangan, S.H. dari Kasarmatim menjadi Staf Khusus Kasal, Laksma TNI I.N.G. Sudihartawan, S.Pi., M.M. dari Danlantamal X/Jpr Koarmatim menjadi Kasarmatim, Kolonel Mar Ipung Purwadi dari Sahli F. Binkuatmar Pangarmabar menjadi Danlantamal X/Jpr Koarmatim, Laksma TNI Sigit Setiyanta dari Waaspotmar Kasal menjadi Danlantamal XIII/Trk Koarmatim, Laksma TNI Ferial Fachroni dari Danlantamal XIII/Trk Koarmatim menjadi Waaspotmar Kasal, Brigjen TNI (Mar) Ivan Ahmad Rizki Titus, S.H. dari Direktur Operasi dan Latihan Basarnas menjadi Pati Mabes TNI AL (dalam rangka pensiun), Kolonel Mar Bambang Suryo Aji dari Waka Pusjaspermildas TNI menjadi Direktur Operasi dan Latihan Basarnas, Kolonel Laut (P) Guntur Wahyudi dari Wadan Puspenerbal menjadi Direktur Operasi Udara Maritim Deputi Bid. Operasi dan Latihan Bakamla, Laksdya TNI Dr. Desi Albert Mamahit, M.Sc. dari Staf Khusus Kasal menjadi Pati Mabes TNI AL (dalam rangka pensiun), Laksda TNI Muhammad Atok Urrahman dari Staf Khusus Kasal menjadi Pati Mabes TNI AL (dalam rangka pensiun), Laksda TNI Bambang Sugiarto, S.E. dari Staf Khusus Kasal menjadi Pati Mabes TNI AL (dalam rangka pensiun) dan Mayjen TNI (Mar) Achmad Faridz Washington dari Staf Khusus Kasal menjadi Pati Mabes TNI AL (dalam rangka pensiun).
11 Pati TNI Angkatan Udara, yaitu Marsda TNI Imran Baidirus, S.E. dari Pangkoopsau I menjadi Pangkohanudnas, Marsma TNI Nanang Santoso dari Kadisopslatau menjadi Pangkoopsau I, Marsma TNI Tamsil Gustari Malik dari Kas Kohanudnas menjadi Kadisopslatau, Marsma TNI Heraldy Dumex Dharma, M.Si.(Han) dari Pangkosek Hanudnas IV Bik menjadi Kas Kohanudnas, Kolonel Pnb Jorry S. Koloay dari Dansekkau menjadi Pangkosek Hanudnas IV Bik, Marsma TNI Eko Rislanto, S.E., M.Sc. dari Pati Sahli Kasau Bid. Sumdanas Sahli Kasau menjadi Staf Khusus Kasau, Kolonel Lek Gunawan Wibisono, S.T., M.Sc. dari Pamen Diskomlekau menjadi Pati Sahli Kasau Bid. Sumdanas Sahli Kasau, Marsma TNI Toto Boedihardjo, S.H. dari Waaspers Kasau menjadi Pa Sahli Tk. II Was Aspas Sahli Bid. Hubint Panglima TNI, Marsma TNI Diyah Yudanardi dari Kadisminpersau menjadi Waaspers Kasau, Marsma TNI Djamaluddin, M.Si.(Han) dari Pa Sahli Tk. II Was Aspas Sahli Bid. Hubint Panglima TNI menjadi Kadisminpersau dan Marsma TNI Zapanta Boes, S.H., M.Si.(Han) dari Staf Khusus Kasau menjadi Pati Mabes AU (dalam rangka pensiun). (Badar/Puspen TNI)
(Puspen TNI). Sebanyak 3.120 warga masyarakat sekitar Ternate akan mendapatkan pengobatan gratis dari TNI dengan melibatkan Staf Teritorial TNI, Pusat Kesehatan TNI dan Satuan Militer setempat di Wilayah Ternate, Maluku Utara. Demikian dikatakan Kapuspen TNI Brigjen TNI M. Sabrar Fadhilah di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Selasa (5/12/2017).
Menurut Brigjen TNI M. Sabrar Fadhilah, Bakti Sosial Kesehatan TNI berupa pengobatan gratis merupakan kegiatan pendahuluan Rapat Pimpinan (Rapim) TNI yang akan digelar tanggal 8 s.d 10 Desember 2017 di KRI Makassar-590, di perairan laut wilayah timur.
Kapuspen TNI menyampaikan bahwa pengobatan gratis bagi warga Ternate meliputi Operasi Katarak (100 orang), Pengobatan Umum (2000 orang), Operasi Bibir Sumbing (20 orang), Khitanan Massal (100 orang), Pengobatan Gigi (500 orang), pembagian kaca mata baca (250 orang), pembagian alat bantu dengar (100 orang), dan pembagian kursi roda (50 orang).
Lebih lanjut Kapuspen TNI menjelaskan bahwa dalam kegiatan Bakti Sosial Kesehatan tersebut, TNI mengerahkan 153 Dokter dan Paramedis, terdiri dari Pusat Kesehatan TNI 25 Dokter Spesialis dan 31 Paramedis serta 40 Dokter dan Paramedis dari Budha Zhu-Chi. Sedangkan Tim Kesehatan Wilayah meliputi 10 Dokter dan Paramedis Kesdam XVI/Ptm, 24 Dokter dan Paramedis Kesrem XVI/Ptm serta 15 Dokter dan Paramedis dari Rumah Sakit Pemda Ternate.
Kapuspen TNI Brigjen TNI M. Sabrar Fadhilah mengatakan bahwa kegiatan Bhakti Sosial TNI dengan mengusung tema “TNI Kuat, Profesional Dan Dicintai Rakyat Siap Mendukung Pembangunan Nasional” akan dilaksanakan pada tanggal 7 Desember 2017.
“Dengan tema tersebut diharapkan dapat meningkatkan dan memperkokoh hubungan antara TNI dengan masyarakat Indonesia, khususnya di wilayah perbatasan Ternate Maluku Utara,” kata Brigjen TNI M. Sabrar Fadhilah. (Badar/Puspen TNI)
Bandung,Sumbawanews.com.- Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang stabil dan cenderung meningkat akan menjadikan ekonomi Indonesia menempati posisi ke-4 terbesar di dunia pada tahun 2050 nanti. Trend itu terlihat sejak 2016 dimana Indonesia menempati peringkat pertumbuhan ekonomi pada posisi ke-8. Hal ini cenderung meningkat setiap tahun yang ditandai dengan meningkatnya kelas menengah di Indonesia.
Hal itu mengemuka dalam pertemuan persiapan Konferensi Dunia tentang Ekonomi Kreatif (WCCE) di Bandung, Jawa Barat, hari pertama yang dibuka oleh Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif Indonesia Rocky Joseph Pesik, Selasa (05/12/2017).
Pertemuan yang dihadiri oleh perwakilan negara dari berbagai kawasan, organisasi internasional, akademisi, sektor swasta, media serta kalangan pemerintah ini akan membahas elemen kunci dari empat isu utama yang akan dibahas nantinya dalam WCCE 2018 yang akan berlangsung di Bali pada Juni 2018 mendatang.
Mantan Menteri Keuangan Chatib Basri dalam pidato kuncinya mengatakan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan bergeser dari basis pertanian menuju Industrialisasi dan Ekonomi berbasis Information Technology (IT).
“Posisi kelas menengah Indonesia semakin meningkat, sekitar 10% tiap tahun mengalami pertumbuhan, dan terdapat 38 juta kelas menengah baru yang lahir antara tahun 2002 hingga 2016. Ini berarti menyumbang sekitar 20% pertumbuhan seluruh populasi yang ada saat ini. Industri kreatif akan memegang peranan penting dalam pertumbuhan ekonomi kedepan. Hal ini disebabkan ekonomi kreatif menyebabkan nilai tambah yang tinggi bagi suatu produk.” jelas Chatib Basri.
Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara melihat sektor jasa akan memegang peranan penting dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia kedepan. Sektor jasa ini akan maju jika didukung oleh Infrastruktur IT yang bagus dan luas. “Dengan makin meningkatnya sektor jasa maka kebutuhan data juga meningkat, oleh karena itu Indonesia sedang membangun Palapa Ring yang akan menghubungkan seluruh kota dan desa di Indonesia,” jelas Rudiantara.
Saat ini, dari 13.000 kepulauan yang ada di Indonesia, jaringan data yang terkoneksi baru mencapai 28 kota dari 58 kota besar di Indonesia. Sementara, kebutuhan data semakin meningkat dari tahun ketahun.
“Sejak tahun 2005 hingga 2014 terjadi lonjakan penggunaan arus data hingga mencapai 45 kali lipat, pada tahun 2005 pemakaian 4.7 terabits per second (Tbps, red) sedangkan pada tahun 2014 meningkat menjadi 211,3 Tbps,” terang Rudy.
Pertemuan persiapan WCCE yang berlangsung selama 3 hari ini menghadirkan para pembicara antara lain Menteri Komunikasi dan Informastika Rudiantara, Chatib Basri, Nicholas Buchoud, Daniel Tumpal Simanjuntak, Country Representative British Council di Indonesia Paul Smith, Laura Anderson, Ridwan Hasan, Dr. Surjadi, Candra Darusman, Samirah Muzaffar, Chiam Lu Lin, dan Tita Larasati dari BCCF.***
sumbawanews.com,- Presiden RI Ir. Joko Widodo telah menentukan calon pengganti Panglima TNI dan telah dipersiapkan untuk menghadapi tantangan tugas ke depan. Tantangan tugas ke depan tidaklah mudah yaitu menghadapi tahun politik dalam rangka Pilkada Serentak, Pemilu Legislatif dan Presiden.
Hal tersebut dikatakan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo dihadapan awak media usai menghadiri rapat Kabinet Persiapan Pemeriksaan Laporan Keuangan Tahun 2017 pada Pemerintah Pusat di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Selasa (5/12/2017).
Lebih lanjut Panglima TNI menuturkan bahwa penunjukan Pejabat Panglima TNI merupakan hak prerogatif Presiden RI yang sudah diatur oleh Undang-Undang. Dengan diajukannya Kasau MarsekalTNI Hadi Tjahjanto, S.I.P telah memenuhi kriteria dan dinilai sangat tepat. “Regenerasi kader-kader kepemimpinan TNI sudah melalui tahapan yang matang dan dipersiapkan,” ujarnya.
Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menyampaikan bahwa potensi konflik pada tahun politik dalam Pilkada Serentak tahun 2018 dan Pemilu Legislatif dan Presiden tahun 2019 sangat tinggi. Sebagai gambaran, pada saat Pilkada Gubernur DKI berlangsung dalam suasana yang begitu keras dengan tensi tinggi disertai dengan pengerahan pasukan yang begitu banyak. Hal ini dapat dijadikan acuan pada penyelenggaraan Pilkada Serentak di 171 daerah, pemilihan Legislatif serta Pilpres yang akan datang. “Dalam hal ini Kasau MarsekalTNI Hadi Tjahjanto, S.I.P sangat tepat menjadi Panglima TNI pada tahun politik dan sudah sesuai dengan keinginan Presiden RI Jokowi,” ucapnya.
“Saat ini, saya masih menjabat sebagai Panglima TNI, bertekad untuk menyelesaikan tugas-tugas dan menyiapkan segala sesuatu guna mendukung pelaksanaan tugas pejabat Panglima TNI yang baru. Diharapkan pergantian dan serah terima jabatan Panglima TNI dapat berjalan dengan lancar,” tuturnya. (Mad/Puspen TNI)
Sumbawanews.com,- Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti mengungkapkan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya menjadi jembatan nutrisi bagi siswa, tetapi juga...
Sumbawanews.com,- Moskow mengecam Prancis, Jerman, dan Inggris atas apa yang disebutnya sebagai sikap hipokrit dalam konflik Ukraina. Dalam pertemuan tertutup di ibu kota Rusia,...
Sumbawanews.com,- Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), M. Herindra, memberikan respons tegas terhadap ultimatum yang dilayangkan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) wilayah...
Sumbawanews.com,- Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menargetkan transaksi di Jakarta Fair 2027 mencapai Rp9 triliun, melampaui capaian tahun sebelumnya yang terus meningkat. Target ini...
Sumbawanews.com,- Di tengah gemerlap Summer Game Fest tahun ini, Sega memperkenalkan Stranger Than Heaven—game baru dari RGG Studio yang menggoyang fondasi warisan Yakuza. Bukan...