sumbawanews.com,- Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P., melaksanakan Entry Briefing bersama Kasad Jenderal TNI Mulyono, Kasal Laksamana TNI Ade Supandi, Kasum TNI Laksdya TNI Dr. Didit Herdiawan, M.P.A., M.B.A., Pangkostrad Letjen TNI Edy Rahmayadi, para Wakil Kepala Staf Angkatan, para Panglima Komando Utama (Pangkotama) jajaran TNI, para Asisten Panglima TNI dan para Kepala Badan Pelaksana Pusat (Kabalakpus) Mabes TNI, bertempat di Ruang Rapat Paripurna Gedung Pimpinan Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (11/12/2017).
Pada Entry briefing tersebut, Panglima TNI menyampaikan tentang petunjuk dan perencanaan tugas-tugas TNI kedepan, dihadapkan pada situasi dan kondisi fenomena global, khususnya dalam menghadapi pesta demokrasi pada tahun 2018 dan 2019 harus berjalan sukses. (Mad/Puspen TNI)
(Pen Konga XXXVII-D/Minusca. Senin, 11 Desember 2017). Pasukan Garuda Misi Perdamaian PBB yang tergabung dalam Satgas Kompi Zeni TNI Konga XXXVII-D/Minusca (Multi-Dimensional Integrated Stabilization Mission in Central African Republic) dibawah pimpinan Letkol Czi Chotman Jumei Arisandy, S.E. sebagai Dansatgas, beberapa waktu lalu melaksanakan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1439 Hijriah/2017 Masehi, bertempat di Masjid Nurul Hijrah Indo Eng Coy Camp, Mpoko, Bangui, Republik Afrika Tengah.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1439 H, diikuti oleh seluruh personel Satgas Kompi Zeni TNI Konga XXXVII-D/Minusca yang beragama Islam. Dalam acara peringatan ini, seluruh personel satgas yang bergama Islam berkumpul dan bershalawat untuk mengingat dan meneladani ajaran-ajaran Nabi Muhammad SAW. Kegiatan diawali dengan pembacaan ayat Suci Al-Quran oleh Kopda Khairil Azwir, dilanjutkan tausiyah oleh Kopda Abdurrahman.
Dalam tausiyahnya, Kopda Abdurrahman menegaskan bahwa jangan sampai kita sebagai orang tua, ketika ditanya anak tentang junjungan kita Nabi Muhammad SAW, kita tidak tahu dan masih bingung. “Dengan acara Maulid Nabi Muhammad SAW ini, semoga kita dapat belajar dan lebih mengenal mengenai sejarah Nabi Muhammad SAW,” ujarnya.
Lebih lanjut Kopda Abdurrahman menyampaikan bahwa dengan dilaksanakannya peringatan maulid ini, diharapkan para personel Satgas dapat mencontoh dan meneladani apa yang telah dilakukan dan dilaksanakan oleh Nabi Muhammad SAW. “Sebagai insan hamba Tuhan yang bertakwa, maka sepatutnya kita meneladani hal-hal yang telah diajarkan oleh nabi akhir zaman, Nabi Muhammad SAW,” ujarnya.
“Beliau sebagai rahmatan lil ‘alamin bagi seluruh umat dapat menjadi contoh dan teladan bagi seluruh umatnya dan selanjutnya dapat diteladani oleh seluruh umat muslim dengan menerapkannya dalam kehidupan kita sehari-hari, dalam berdinas maupun dalam bersosialisasi dengan lingkungan sekitar,” kata Kopda Abdurrahman mengakhiri tausiyahnya.
Pasukan Garuda Satgas Kompi Zeni TNI Konga XXXVII-D/Minusca berjumlah 200 personel dari ketiga angkatan (176 personel TNI AD, 19 personel TNI AL dan 5 personel TNI AU) dibawah pimpinan Letkol Czi Chotman Jumei Arisandy, S.E. sebagai Dansatgas, yang kesehariannya menjabat sebagai Komandan Batalyon Zipur 5/ABW Kodam V/Brawijaya, Jawa Timur.
Satgas Konga XXXVII-D/Minusca yang akan bertugas selama satu tahun ke depan, memiliki tugas untuk membantu PBB dalam berbagai pekerjaan seperti pembuatan super camp, perbaikan jalan, pembangunan jembatan, perbaikan pangkalan, pembuatan perimeter camp dan perbaikan-perbaikan konstruksi lainnya. Selain tugas pokoknya tersebut, Satgas Kompi Zeni TNI berupaya untuk mendekatkan diri dengan masyarakat di daerah misi serta mengenalkan budaya Indonesia ke masyarakat Republik Afrika Tengah. (Badar/Puspen TNI)
sumbawanews.com,- Kepala Bakamla RI Laksdya TNI Ari Soedewo, S.E., M.H. menjadi pembicara pada diskusi panel dalam Kongres Maritim II, di Balai Senat, Universitas Gajah Mada, Yogyakarta, kemarin.
Hadir sebagai keynote speaker pada acara bertema “Kedaulatan Maritim untuk Kesejahteraan Rakyat: Mengawal Implementasi Kebijakan Kelautan Indonesia” yaitu Sri Sultan Hamengkubuwono X, yang membeberkan tentang pengertian negara maritim, cara membentuknya serta cara mengubah pola pikir masyarakat menjadi budaya maritim untuk kedaulatan bangsa.
Dalam diskusi panel sesi pertama kemarin, Sabtu (9/12), selaku salah satu pembicara, Laksdya Ari berkesempatan menyampaikan pandangan-pandangan tentang masalah-masalah yang berkaitan dengan pertahanan, keamanan, penegakan hukum, keselamatan dan kelestarian di laut.
Mengawali paparannya, Laksdya Ari menyampaikan rasa syukurnya atas Perpres No. 16/2017 tentang Kebijakan Kelautan Indonesia, yang menjadi dokumen resmi untuk mewujudkan visi Indonesia menjadi poros maritim dunia.
Menurutnya, di era kebangkitan maritim saat ini yang telah dicanangkan Presiden Joko Widodo, perubahan orientasi pembangunan nasional ke arah pendekatan maritim, semua diarahkan demi kepentingan asasi bangsa Indonesia di laut, yaitu terwujudnya laut sebagai media pemersatu bangsa, media perhubungan, media sumber daya, serta media pertahanan dan keamanan.
Disampaikannya pula, perlu adanya persamaan persepsi tentang Keamanan Laut, sebagaimana telah disampaikan dalam forum West Pasific Naval Symposium ke-8 di Tokyo oleh delegasi Indonesia beberapa tahun lalu, yaitu pertama, laut bebas dari ancaman dan kerawanan akan kekerasan, kedua, laut bebas dari ancaman dan kerawanan navigasi, ketiga, laut bebas dari ancaman dan kerawanan terhadap sumber daya laut berupa pencemaran dan perusakan ekosistem laut, dan keempat, laut bebas dari ancaman pelanggaran hukum.
Dengan kompleksitasnya masalah di laut, tambahnya, maka perlu mensinergikan seluruh kemampuan dan kekuatan yang dimiliki instansi-instansi yang berwenang di laut. “Dengan mengesampingkan ego sektoral dan keinginan yang menonjolkan keinginan institusi, maka upaya penegkan keamanan di laut dapat terlaksana dengan optimal,” katanya.
Kongres Maritim II diikuti ratusan peserta yang terdiri dari akademisi, praktisi, guru, dosen, perwakilan instansi pemerintahan, dan tokoh masyarakat serta generasi muda dan insan-insan yang peduli kedaulatan bangsa khususnya bidang kemaritiman.
Pada sesi pertama tersebut, hadir pula nara sumber dari Kemenko Maritim Dr. Arif Havas Oegroseno, S.H, M.H. yang memaparkan tentang Kebijakan Kemaritiman di Indonesia.
Sementara itu turut hadir mendampingi Kepala Bakamla RI yaitu Kepala Biro Umum Bakamla RI Laksma TNI Suradi A.S., S.T., S.Sos., M.M. dan staf ahli Sriyanto. (Mad/Puspen TNI)
sumbawanews.com,- Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P., menggelar coffee morningbersama Pemimpin Redaksi (Pemred) Media Massa dan awak wartawan serta Pejabat Mabes TNI dan TNI AU di atas udara, dengan menggunakan pesawat Hercules C–130 VIP milik TNI Angkatan Udara di ketinggian 15.000 feetdi atas permukaan laut, Minggu (10/12/2017).
“Kegiatan ini adalah sebagai lanjutan dari Kasau Awardyang telah dilaksanakan beberapa waktu lalu, saat saya masih menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau),” kata Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Panglima TNI juga melaksanakan ziarah ke makam leluhur TNI dan TNI AU, yaitu Panglima Besar Jenderal Sudirman di Taman Makam Pahlawan Nasional Kusumanegara Yogyakarta serta Pahlawan Nasional Adi Sucipto dan Abdul Rahman Saleh di pemakaman Ngoto, Bantul.
Selanjutnya, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjantomengajak seluruh Pemred Media Massa dan awak wartawan mengunjungi Museum Pusat Dirgantara Mandala. “Museum ini akan dijadikan sebagai museum terbesar di Asia Tenggara saat ini, dengan koleksi terbanyak yaitu lebih dari 60 pesawat dari blok Barat maupun Timur,” katanya.
Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menyampaikan bahwa didalam Museum Pusat Dirgantara Mandala ini juga dikoleksi Pesawat Cureng yang pertama kali terbang, dengan logo Merah Putih yang diterbangkan oleh Bapak Adi Sucipto diatas wilayah Yogyakartapada tahun 1945, tepatnya pada tanggal 26 Oktober 1945, sehingga menjadi tonggak sejarah penerbangan Indonesia. “Mudah-mudahan ini bisa dijadikan inspirasi untuk generasi penerus bangsa Indonesia dan bisa dikunjungi oleh seluruh masyarakat Indonesia, dan ini akan saya jadikan ruang publik,” ucapnya.
“Disitulah memberikan pesan-pesan menjaga wilayah kedaulatan, termasuk Bapak Abdul Rahman Saleh yang merupakan Bapak Ilmu Faal yang meletakan pondasi-pondasi dengan tujuan menjaga kedaulatan dan keutuhan wilayah NKRI,” ungkapnya.
Sementara itu, dihadapan awak media usai melaksanakan nyekar kemakam Panglima Besar Jenderal Sudirman,Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto mengatakan bahwa Jenderal Sudirman telah memberikan nilai-nilai dasar yang diberikan kepada TNI, yaitu menegakan kedaulatan dan keutuhan wilayah NKRI. “Pesan-pesan yang disampaikan oleh beliau dalam tulisannya semua akan saya laksanakan dalam rangka membangun TNI yang profesional dan modern, semuanya adalah demi menjaga kedaulatan dan keutuhan NKRI,” tegasnya.
Terkait tahun politik 2018 dan 2019, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menegaskan bahwa TNI tidak berpolitik praktis, tapi politik negara sehingga perkuatan jati diri TNI itu memang harus benar-benar ditindaklanjuti dan dijaga seperti sekarang ini.“Kita tingkatkan soliditas TNI-Polri untuk terjaminnya netralitas, kita akan terus perkuat sehingga nanti untuk tahun politik 2018 dan 2019 kita sudah bisa memberikan jaminan kepada seluruh masyarakat Indonesia, dan kita juga memberikan jaminan bahwa TNI dan Polri Netral,” tuturnya.
“Rekan-rekan media memiliki nilai yang sangat strategis untuk TNI kedepan, sehingga acara ngopi bareng dengan Pemred Media Massa dan awak wartawan diatas udara dengan pesawat merupakan soliditas dan silaturahmi antara Panglima TNI dengan awak media dapat berjalan dengan baik, dan kegiatan ini tidak putus sampai disini,” pungkas Panglima TNI. (Mad/PUspen TNI)
sumbawanews.com,- Dalam menjalankan tugas-tugas organisasi diharapkan Dharma Pertiwi dan IKKT Pragati Wira Anggini dapat berperan lebih optimal, membina para istri Prajurit TNI selaku pendamping utama dalam menunjang suksesnya pelaksanaan tugas TNI.
Hal tersebut dikatakan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. pada acara serah terima jabatan Ketua Umum Dharma Pertiwi dan IKKT Pragati Wira Anggini dari Ibu Nenny Gatot Nurmantyo kepada Ibu Nanny Hadi Tjahjanto, di Aula Gatot Soebroto, Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Sabtu (9/12/2017).
Lebih lanjut Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. selaku Pembina Utama Dharma Pertiwi dan IKKT Pragati Wira Anggini mengatakan bahwa tugas sebagai Pembina Utama memiliki dimensi yang sangat penting, karena ada hubungan yang sangat erat antara keberhasilan tugas TNI dengan peran para istri dalam membina kehidupan keluarga prajurit.
“Saat ini harus dicari format yang tepat dalam pembinaan organisasi, tidak saja organisasi Dharma Pertiwi dan IKKT tetapi organisasi satuan di jajaran TNI agar diperoleh interoperabilitas manajemen dan interoperabilitas operasional dari peran dan tugas organisasi satuan, sebagai sub-sistem dari sistem kerja TNI,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Umum Dharma Pertiwi dan IKKT Pragati Wira Anggini Ibu Nanny Hadi Tjahjanto menyampaikan bahwa sejak pertengahan tahun 2015, Jenderal TNI Gatot Nurmantyo beserta lbu Nenny Gatot Nurmantyo telah meletakan dasar-dasar atau pondasi bagi kemajuan organisasi Dharma Pertiwi dan IKKT Pragati Wira Anggini. “Saat ini, kami tinggal melanjutkan dan mengembangkannya saja,” ucapnya.
Lebih lanjut Ibu Nanny Hadi Tjahjanto mengatakan bahwa Jenderal TNI Gatot Nurmantyo dan lbu Nenny lebih banyak pengalaman dan wawasan, sehingga akan tetap memohon arahan dan bimbingan, agar organisasi Dharma Pertiwi tetap eksis sebagai salah satu organisasi wanita yang berperan dalam mendukung keberhasilan tugas TNI serta kemajuan bangsa dan NKRI. “Semoga setelah serah terima, tali silaturahmi dan komunikasi yang baik tidak terputus, melainkan tetap terpelihara dengan baik bahkan lebih kuat lagi,” harapnya.
“Atas nama segenap pengurus beserta anggota Dharma Pertiwi dan IKKT Pragati Wira Anggini, saya mengucapkan terima kasih serta penghargaan yang tulus dan rasa hormat kepada Jenderal TNI Gatot Nurmantyo beserta lbu Nenny Gatot Nurmantyo,” tutup Ibu Nanny Hadi Tjahjanto.
Serah terima jabatan Ibu Nanny Hadi Tjahjanto selaku Ketua Umum Dharma Pertiwi dan Ketua Umum IKKT Pragati Wira Anggini, berdasarkan Surat Keputusan Panglima TNI nomor 990/XII/2017 Tanggal 9 Desember 2017 tentang pemberhentian dari dan pengangkatan dalam jabatan Ketua Umum Dharma Pertiwi serta Surat Keputusan Panglima TNI nomor 992/XII/2017 Tanggal 9 Desember 2017 tentang pemberhentian dari dan pengangkatan dalam jabatan Ketua Umum IKKT Pragati Wira Anggini. (Mad/Puspen TNI)
sumbawanews.com,- Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. bertekad membangun prajurit yang profesional, disiplin, militan dan rendah hati sehingga menjadikan TNI hebat dalam segala medan tugas, demi menghasilkan kemanunggalan yang kuat. Keempat sinegitas tersebut mewujudkan TNI yang tangguh dan percaya diri.
Hal tersebut disampaikan oleh Panglima TNI dalam sambutannya pada upacara Serah Terima Jabatan (Sertijab) Panglima TNI dari Jenderal TNI Gatot Nurmantyo kepada Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. di lapangan B3 Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur (9/12/2017).
Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. mengatakan, kesungguhan tekad tersebut bukanlah retorika tetapi sebuah cita-cita yang harus diraih dengan kerja keras oleh seluruh prajurit TNI. “Dengan kerja keras, kita yakin cita-cita itu bisa tercapai,” ujarnya.
Dalam menghadapi tantangan tugas TNI kedepan yang tidak semakin ringan, Panglima TNI menekankan perlunya kebersamaan seluruh prajurit dan Aparat Sipil Negara (ASN) TNI. “Dengan kebersamaan serta dorongan dan doa restu seluruh rakyat Indonesia, TNI akan mampu melaksanakan tugas dengan baik dalam rangka menegakkan kedaulatan, menjaga keutuhan wilayah dan melindungi segenap bangsa serta tumpah darah Indonesia,” katanya.
Lebih lanjut Panglima TNI mengatakan bahwa dalam menghadapi potensi ancaman ke depan, prajurit TNI harus cerdas menterjemahkan setiap bentuk konflik yang sulit diprediksi, dimana diameter konflik tidak lagi menjadi simetris, melainkan lebih sering bersifat asimetris, proxy dan hibrida.
“Potensi ancaman yang perlu dicermati TNI kedepan antara lain, dampak tatanan dunia baru, terorisme, perang siber, kemajuan Cina (china charm offensive) serta kerawanan keamanan di laut perbatasan. Termasuk kejahatan illegal fishing, penyelundupan barang, manusia, senjata dan narkoba yang mengancam keutuhan dan kedaulatan NKRI,” jelasnya.
Selanjutnya memasuki tahun politik mendatang, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. mengingatkan kepada seluruh prajurit TNI agar memegang teguh netralitas. “Prajurit TNI harus netral dari tingkat atas sampai paling bawah,” tegasnya.
“Demikian juga komitmen TNI dalam memberikan perbantuan kepada Pemda dan Polri pada pengamanan Pilkada serentak pada tahun 2018 dan Pemilu 2019, harus mengutamakan azas hukum dan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” imbuh Panglima TNI.
Pada kesempatan tersebut, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. mengucapkan terimakasih dan penghargaan kepada Jenderal TNI Gatot Nurmantyo atas segala pemikiran dan usaha untuk menjadikan TNI lebih maju, handal, profesional, solid, militan dan dicintai oleh rakyat.
“Kita tidak bisa pungkiri selama kepemimpinan beliau, telah menjadikan TNI salah satu institusi yang paling dipercaya publik. Selain itu, beliau selalu mengumandangkan slogan bersama rakyat TNI kuat, yang telah membumi dan melekat di hati sanubari rakyat dan prajurit TNI,” pungkasnya.
Dalam rangkaian Sertijab Panglima TNI tersebut dilaksanakan pula kegiatan exit briefing, Sertijab Ketua Umum Dharma Pertiwi dan IKKT Pragati Wira Anggini dari Ny. Nenny Gatot Nurmantyo kepada Ny. Nanny Hadi Tjahjanto, acara syukuran purna tugas pejabat lama dan pejabat baru Panglima TNI, dilanjutkan acara tradisi pelepasan Jenderal TNI Gatot Nurmantyo dan penerimaan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. (Mad/Puspen TNI)
(Puspen TNI). Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P., resmi menjabat sebagai Panglima TNI menggantikan Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, setelah secara resmi dilantik oleh Presiden RI Ir. H. Joko Widodo di Istana Negara, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Jumat (8/12/2017).
Pelantikan Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P., berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 83 TNI Tahun 2017, tanggal 8 Desember 2017 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, S.I.P. sebagai Panglima Tentara Nasional Indonesia. Dilanjutkan penyematan tanda pangkat dan jabatan oleh Presiden RI Joko Widodo kepada Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P..
Selanjutnya, Presiden RI Joko Widodo memimpin pengambilan sumpah jabatan secara Islam dan diikuti Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.IP.
“Demi Allah saya bersumpah bahwa saya untuk diangkat pada jabatan ini baik langsung maupun tidak langsung dengan rupa atau dalih apapun juga tidak memberi tahu menyanggupi akan memberikan sesuatu kepada siapa pun juga.”
“Bahwa saya tidak akan menerima hadiah atau suatu pemberian rupa apa saja dari siapa pun juga yang saya tahu atau patut dapat mengira bahwa ia mempunyai hal yang bersangkutan atau mungkin bersangkutan dengan jabatan atau pekerjaan saya.”
“Bahwa saya akan senantiasa menjunjung tinggi sumpah prajurit.”
Dilanjutkan dengan penandatanganan berita acara pelantikan yang disaksikan oleh Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu dan Kepala Polri Jenderal Pol Tito Karnavian.
Acara diakhiri dengan pemberian ucapan selamat kepada Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P dari Presiden RI Joko Widodo dan ibu Hj. Iriana Joko Widodo dan Wakil Presiden RI beserta ibu Hj. Mufidah Jusuf Kalla, kemudian diikuti oleh para Menteri Kabinet Kerja, mantan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, Kapolri, Kasad, Kasal dan undangan lainnya. (Badar/Puspen TNI)
sumbawanews.com,- Menjelang tahun politik tahun 2018 dan 2019, tidak ada alternatif lain bagi prajurit TNI yaitu harus tetap memegang teguh netralitas dan jangan melakukan kegiatan politik praktis. Demikian ditegaskan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo saat memberikan pengarahan kepada 2.038 prajurit TNI di Indosport Dermaga Madura Koarmatim, Ujung Surabaya, Jawa Timur, Jumat (8/12/2017).
Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengatakan bahwa yang paling penting adalah soliditas TNI dan Polri harus tetap terjaga sebagai penyangga, demi tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). “Kalian (TNI dan Polri) harus tetap solid dalam menghadapi Pilkada, Pileg, dan Pilpres, kuncinya adalah TNI dan Polri harus tetap menjaga netralitasnya,” tegasnya.
Dihadapan ribuan prajurit, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengingatkan kembali bahwa Presiden RI Ir. Joko Widodo saat memberikan pengarahan di Akademi Kepolisian Semarang beberapa waktu lalu mengatakan, politik TNI dan politik Polri sama yaitu politik negara dimana dedikasi TNI dan Polri hanya untuk keutuhan NKRI.
“Prajurit TNI dan Bhayangkara Polri harus taat kepada hukum dan mengutamakan kepentingan rakyat diatas kepentingan segala-galanya, taat kepada atasan dari bawah ke atas sampai kepada paling atas yaitu Presiden Republik Indonesia yang dipilih secara sah dan konstitusi,” ujar Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.
????????????????????????????????????
????????????????????????????????????
????????????????????????????????????
Dalam kesempatan tersebut, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menyampaikan rasa bangga terhadap prajurit TNI, khususnya kepada prajurit Marinir. “Saya bangga kepada kalian, Marinir adalah petarung yang hebat, sekali menyerang tidak mungkin mundur dan pantang gagal dalam melaksanakan tugas,” ujarnya.
Lebih lanjut Pangima TNI mengatakan bahwa sampai kapanpun prajurit Marinir akan tetap menjadi prajurit-prajurit yang tidak hanya hebat, tetapi juga prajurit yang menjunjung tinggi Sapta Marga, Sumpah Prajurit dan loyal serta setia menjaga kehormatan. “Ingat ! kalian tidak akan pernah terbelah oleh kepentingan apapun, jangan pernah terbeli oleh kepentingan sempit apapun. Kepentingan kalian hanyalah menjaga tegak kokohnya NKRI dan menempatkan kepentingan rakyat diatas segala-galanya,” tegasnya.
“Semoga Tuhan Yang Maha Esa selalu membimbing, memberikan petunjuk dan perlindungan kepada kita semua dalam melanjutkan pengabdian yang terbaik hanya untuk NKRI yang sangat kita cintai bersama,” pungkas Jenderal TNI Gatot Nurmantyo. (Mad/Puspen TNI)
sumbawanews.com,- Mabes TNI bekerjasama dengan Kementerian Kesehatan dan Instansi daerah Provinsi Maluku Utara menggelar Bakti Sosial Kesehatan TNI dengan tujuan membantu, meringankan kesulitan rakyat di bidang kesehatan dengan sasaran meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Ternate.
Hal tersebut disampaikan oleh Marsma TNI dr. Didik Kestito, Sp.U., MM.RS dalam laporannya selaku Ketua Panitia pada acara pembukaan Baksos Kesehatan TNI di gedung Dhuafa Center, Ternate, Maluku Utara, Kamis (7/12/2017).
Marsma TNI dr. Didik Kestito menyampaikan bahwa kegiatan Bakti Sosial TNI kali ini mengusung tema “Bersama rakyat TNI kuat, profesional Siap laksanakan tugas pokok” dan dilaksanakan pada tanggal 6 s.d. 7 Desember 2017 bertempat di gedung Dhuafa Center dan Rumah Sakit tingkat IV Ternate.
Lebih lanjut Marsma TNI dr. Didik Kestito menjelaskan bahwa tenaga medis yang dikerahkan dalam kegiatan ini berjumlah 203 orang yang terdiri dari kelompok Komando 21 orang, Tim Kesehatan Pusat dokter spesialis 38 orang, Paramedis 35 orang, Tim Kesehatan wilayah Kesdam XVI/Pattimura 10 orang dan Kesrem Ternate 24 orang dan Dinkes RSUD Ternate 75 orang.
Sasaran pasien dalam Baksos Kesehatan TNI adalah 6.000 orang dengan rincian target operasi katarak 200 pasien, Pengobatan umum sebanyak 4.000 pasien, Operasi bibir sumbing 50 pasien, Khitanan massal 100 pasien, Pengobatan gigi 1.000 pasien, Pembagian kacamata baca 500 pasien, Pembagian alat bantu dengar 100 pasien dan pembagian kursi roda 50 pasien.
Sementara itu, Pangdam XVI/Pattimura Mayjen TNI Suko Pranoto yang mewakili Panglima TNI dalam sambutannya mengatakan bahwa kegiatan bakti sosial ini merupakan perwujudan dari bentuk kepedulian sosial TNI terhadap sesama tanpa melihat suku, agama, ras maupun golongan, dalam rangka memperkokoh kemanunggalan TNI dan rakyat
“Karena TNI lahir dari rakyat dan rakyat adalah ibu kandung TNI, kegiatan bakti sosial kesehatan ini diharapkan dapat membawa manfaat positif bagi kita bersama terutama dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di daerah Maluku Utara khususnya Ternate,” tutur Pangdam XVI/Pattimura. (Mad/Puspen TNI)
sumbawanews.com,- Mutasi jabatan 85 Perwira Tinggi (Pati) TNI sudah melalui prosedur, tahap pertama Pra Dewan Jabatan dan Kepangkatan Tinggi (Wanjakti) TNI yang dihadiri Kepala Staf Umum TNI, Wakil Kepala Staf Angkatan Darat, Laut dan Udara, Irjen TNI, Kabais TNI. Kemudian perwakilan dari Lembaga-Lembaga terkait seperti Lemhannas, Kemenkopolhukam dan Kemenhan
Hal tersebut disampaikan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo dihadapan awak media usai memberikan pengarahan kepada 4.097 prajurit Kostrad di Lapangan Markas Divisi-1/Kostrad Cilodong, Bogor, Jawa Barat, Kamis (7/12/2017).
“Selesai sidang Pra Wanjakti TNI dilaporkan kepada Kepala Staf Angkatan masing-masing, setelah itu tanggal 4 Desember 2017 dilaksanakan prosedur tahap kedua Wanjakti TNI yang dihadiri oleh saya selaku Panglima TNI, Kasad, Kasal, Kasau, Waka BIN, Wakil Gubernur Lemhannas, Sekretaris Menkopolhukam, Irjen TNI dan Kabais TNI, sehingga secara prosedural, legalitas dan landasan konstitusi sudah sesuai,” jelas Panglima TNI.
Lebih lanjut Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menyampaikan bahwa, pada saat rapat tidak pernah ada voting dan seluruh yang hadir mendiskusikan pada sidang Wanjakti TNI, setelah menyetujui selanjutnya semuanya membubuhkan paraf di lembar berita acara, yang artinya semuanya sudah setuju.
Pada hari yang sama, Jenderal TNI Gatot Nurmantyo ditelepon oleh Mensetneg bahwa Presiden RI Ir. Joko Widodo sudah menyerahkan surat kepada DPR calon tunggal Panglima TNI yaitu Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, namun demikian Wanjakti TNI sudah berjalan.
Diakhir menjawab pertanyaan awak media, Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menyampaikan sudah menulis surat kepada Presiden RI meminta izin setelah selesai Serah Terima Jabatan Panglima TNI akan melakukan umroh. “Saya bersyukur diberikan anugerah menjabat sebagai Panglima TNI dan berjalan lancar, itu semuanya pasti takdir dari karunia Allah SWT,” tutupnya. (Mad/Puspen TNI)
Sumbawanews.com,- Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti mengungkapkan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya menjadi jembatan nutrisi bagi siswa, tetapi juga...
Sumbawanews.com,- Moskow mengecam Prancis, Jerman, dan Inggris atas apa yang disebutnya sebagai sikap hipokrit dalam konflik Ukraina. Dalam pertemuan tertutup di ibu kota Rusia,...
Sumbawanews.com,- Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), M. Herindra, memberikan respons tegas terhadap ultimatum yang dilayangkan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) wilayah...
Sumbawanews.com,- Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menargetkan transaksi di Jakarta Fair 2027 mencapai Rp9 triliun, melampaui capaian tahun sebelumnya yang terus meningkat. Target ini...
Sumbawanews.com,- Di tengah gemerlap Summer Game Fest tahun ini, Sega memperkenalkan Stranger Than Heaven—game baru dari RGG Studio yang menggoyang fondasi warisan Yakuza. Bukan...