Sumbawanews.com,- Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menargetkan transaksi di Jakarta Fair 2027 mencapai Rp9 triliun, melampaui capaian tahun sebelumnya yang terus meningkat. Target ini disampaikan saat ia membuka Jakarta Fair Kemayoran 2026 di JIExpo, Kemayoran, Jakarta, Kamis (11/6) malam.
Dalam sambutannya, Pramono menekankan bahwa pameran multiproduk terbesar dan terlama di Asia Tenggara ini bukan sekadar ajang belanja, tetapi menjadi simbol semangat ekonomi rakyat dan ikon perayaan HUT Jakarta. Tahun depan, ibu kota akan genap berusia 500 tahun—sebuah momen bersejarah yang diharapkan bisa dipadukan dengan gelaran yang lebih megah dan berdampak luas.
Pada tahun 2025, total transaksi Jakarta Fair mencapai Rp7,3 triliun. Tahun ini, panitia mematok target transaksi di atas Rp8 triliun dengan estimasi pengunjung melebihi 6 juta orang. Jika target itu tercapai, maka lonjakan 25 persen pada 2027 menjadi langkah logis dan ambisius dalam memperkuat peran Jakarta sebagai pusat ekonomi nasional.
Gelaran tahun ini diikuti oleh 2.800 peserta dengan 1.800 stand yang tersebar di seluruh area JIExpo. Komposisi peserta terdiri dari 55 persen sektor swasta dan 45 persen usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), menunjukkan keseimbangan antara kekuatan bisnis besar dan daya tahan ekonomi rakyat. Anjungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta di Hall C1 turut menjadi magnet, menawarkan layanan gratis seperti cek kesehatan, pendaftaran BPJS, informasi transportasi publik, hingga layanan perpajakan dari Bapenda dan PAM Jaya.
Pembukaan ditandai dengan pemukulan kenong oleh Pramono bersama Menteri UMKM Maman Abdurrahman, Direktur Utama JIExpo Hartati Murdaya, dan jajaran pengelola lainnya. Acara yang berlangsung selama 32 hari ini juga menampilkan beragam aktivitas budaya, kuliner khas nusantara, hingga promo spesial yang dirancang untuk menarik minat masyarakat dari seluruh penjuru Jabodetabek.
Pramono menegaskan, keberhasilan Jakarta Fair bukan hanya diukur dari angka transaksi, tetapi dari seberapa besar peranannya dalam mendorong pertumbuhan UMKM, memperkuat daya beli masyarakat, dan menjadikan pameran ini sebagai jembatan antara pemerintah dan pelaku ekonomi lokal. “Ini bukan sekadar pameran. Ini adalah ruang kebangkitan ekonomi rakyat,” ujarnya.
Dengan basis peserta yang semakin beragam dan layanan publik yang terintegrasi, Jakarta Fair 2027 berpotensi menjadi momentum strategis untuk memperkuat ekonomi kerakyatan sekaligus menegaskan posisi Jakarta sebagai pusat peradaban dan ekonomi Indonesia yang tak tergoyahkan.

















