Home Blog Page 3140

Panglima TNI : Waspadai Potensi Konflik Menghadapi Tahun Politik

sumbawanews.com,- Menghadapi tahun politik kedepan, para Komandan Korem (Danrem) dan Komandan Kodim (Dandim) harus dapat mewaspadai potensi konflik di wilayah, seperti gesekan antar masyarakat, konflik antar agama maupun kelompok, karena indikasi ini sudah mulai ada.

 

Hal tersebut disampaikan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo dihadapan  404 peserta Apel Danrem dan Dandim Terpusat TNI AD Tahun 2017, bertempat di Aula Soedirman Secapa AD, Hegarmanah Bandung, Jawa Barat, Rabu (29/11/2017).

 

Panglima TNI menjelaskan bahwa dalam pelaksanaan Pilkada serentak 2018 dan Pemilu Legislatif serta Pemilihan Presiden 2019, para Danrem dan Dandim harus waspada dan bertanggung jawab karena berhubungan langsung dengan masyarakat di wilayah.  “Dekati tokoh-tokoh berpengaruh di wilayah masing-masing untuk mengantisipasi dan mencegah jangan sampai terjadi konflik, lakukan bakti TNI atau TMMD dan selalu membaur bersama-sama rakyat,” tuturnya.

 

“Para Danrem dan Dandim harus mampu memberikan dukungan nyata Pembinaan Teritorial (Binter) dalam menghadapi Pilkada serentak 2018 dan Pemilu Legislatif serta Pemilihan Presiden 2019, sehingga dapat berjalan aman dan dapat tercipta stabilitas politik dan keamanan,” kata Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.

Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menyampaikan bahwa dalam menghadapi pelaksanaan Pilkada serentak 2018 dan Pemilu Legislatif serta Pemilihan  Presiden 2019, para Danrem dan Dandim  harus mampu memetakan potensi konflik di wilayah masing-masing.  “Pelajari, identifikasi dan petakan kemungkinan potensi konflik, sehingga dapat diantisipasi dengan tepat,” jelasnya.

 

Dihadapan para Danrem dan Dandim, Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengatakan bahwa dalam menghadapi tahun politik ke depan potensi konflik dan gesekan di masyarakat sangat tinggi. Untuk itu, pentingnya aparat Komando Kewilayahan (Kowil) menjaga netralitas TNI.  “Prajurit TNI harus bisa menjadi penengah, kuncinya kalian harus netral,” tegasnya.

 

Lebih lanjut Panglima TNI mengatakan bahwa tonggak penyangga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) salah satunya adalah TNI, oleh sebab itu TNI tidak boleh berpolitik praktis.  “Politik TNI adalah Politik Negara yang didalamnya terangkum ketaatan kepada hukum, sikap yang selalu menempatkan kepentingan rakyat di atas kepentingan manapun, serta taat kepada atasan yaitu Presiden RI yang dipilih secara sah sesuai dengan Konstitusi,” jelasnya.

 

Pada kesempatan tersebut, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengingatkan kembali bahwa berita hoax semakin banyak melalui media sosial, sehingga sebagai pemimpin harus mengecek kebenarannya agar tidak mudah diadu domba.  “Jika ada informasi apapun yang membuat kalian marah, prajurit harus sadar dan bila perlu cek kepada atasanmu ataupun cek ulang, sehingga tidak mudah diadu domba,” katanya.

 

“Pimpinan harus pro aktif dan cepat mencari berita sebenarnya, selanjutnya segera sampaikan kepada prajurit. “Ingat, kalian akan dijadikan martir untuk menyudutkan TNI dengan dibuat emosi, sehingga diharapkan prajurit TNI akan melakukan tindakan di luar kepatutan, direkam dan diviralkan melalui media sosial,” ujar Panglima TNI.

 

Apel diikuti Danrem, Dandim dan para pejabat setingkat Paban/Dir/Ses (Pembina Kecabangan dan Pembina Fungsi) yang terkait dengan fungsi Pembinaan Teritorial (Binter). Digelar selama empat hari (27 s.d 30 November 2017) dengan tema  “Melalui Apel Danrem Dandim Terpusat TA 2017, Kita Mantapkan Profesionalitas Aparat Komando Kewilayahan Dalam Rangka Mendukung Tugas Pokok TNI AD”. (Mad/Puspen TNI)

Berita Foto : Panglima TNI Pimpin Upacara Peringatan HUT Ke-46 Korpri di Mabesad

sumbawanews.com,- Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo memimpin upacara Peringatan HUT ke-46 Korpri tahun 2017 yang diikuti oleh 914 Prajurit TNI dan Aparatur Sipil Negara dengan mengusung tema “46 Tahun Kerja Bersama Setia Sepanjang Masa”, bertempat di lapangan Mabesad, Jakarta Pusat, Rabu (29/11/2017).

 

Pada upacara tersebut, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo atas nama Presiden RI menyematkan Satya Lencana Karya Satya 30 tahun, 20 tahun dan 10 tahun kepada perwakilan Aparatur Sipil Negara di lingkungan TNI, berdasarkan Keppres Nomor 63/TK/2017 tanggal 18 Juli 2017 sebagai penghargaan atas pengabdian, kesetiaan, kejujuran, kecakapan dan kedisiplinannya dalam melaksanakan tugas sebagai Aparatur Sipil Negara secara terus menerus terhadap negara, sehingga dapat dijadikan teladan bagi setiap pegawai lain. (Mad/Puspen TNI)

Kapuspen TNI : Kembangkan Ilmu Jurnalistik Dalam Bertugas

????????????????????????????????????

sumbawanews.com,- Hasil kelulusan pelatihan Kamera Video Jurnalistik tidak dipandang sebagai prestasi, namun prestasi yang sebenarnya adalah bagaimana personel Penerangan TNI mampu mengaplikasikan dan mengembangkan ilmu jurnalistik yang didapat selama mengikuti pelatihan.

 

Demikian amanat tertulis Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Brigjen TNI M. Sabrar Fadhilah yang dibacakan Wakil Kepala Pusat Penerangan (Wakapuspen) TNI Laksma TNI Tunggul Suropati, S.E., M.Tr (Han) saat menutup Pelatihan Kamera Video Jurnalistik Tahun Anggaran 2017, di Balai Wartawan Puspen TNI, Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (29/11/2017).

 

“Prestasi yang sebenarnya adalah kemampuan dan keberhasilan dalam mengaplikasikan pengetahuan yang didapat dalam melaksanakan tugas di satuan masing-masing,” ujar Kapuspen TNI.

Lebih lanjut Kapuspen TNI Brigjen TNI M. Sabrar Fadhilah mengatakan bahwa  bekal pengetahuan yang diterima dalam waktu yang singkat perlu terus dikembangkan oleh peserta pelatihan untuk menjadi kameramen yang professional. “Pengembangan ilmu jurnalistik tersebut tergantung dari masing-masing peserta di satuan,” ucapnya.

 

“Kembangkan ilmu yang diperoleh dengan belajar mandiri, baik teori maupun praktek sehingga mampu memberikan kontribusi nyata bagi keberhasilan tugas di satuan,” tegas Kapuspen TNI Brigjen TNI M. Sabrar Fadhilah.

 

Diakhir amanatnya, Kapuspen TNI Brigjen TNI M. Sabrar Fadhilah mengharapkan, melalui pelatihan  Kamera Video Jurnalistik tersebut para personel yang bertugas sebagai kameramen dapat mengambil gambar maupun mengoperasionalkan berbagai jenis peralatan kamera video dengan baik, sehingga menghasilkan gambar-gambar yang bermutu, untuk kepentingan publikasi dan dokumentasi satuan.

 

Pelatihan Kamera Video Jurnalistik dilaksanakan selama satu bulan diikuti oleh 20 personel militer dan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bertugas di satuan penerangan lingkungan TNI. Dalam pelaksanaan pelatihan tersebut, Puspen TNI bekerjasama dengan Sekretariat Nasional Kine Klub Indonesia (SNKKI) sebagai tenaga pengajar. (Mad/Puspen TNI)

Panglima TNI: Korpri TNI Tetap Bersikap Netral Mampu Melayani Yang Terbaik

sumbawanews.com,- Dalam rangka memperingati HUT ke-46 Korpri, segenap anggota Korpri TNI diharapkan dalam menjalankan tugasnya sebagai birokrat diajak untuk tetap bersikap Netral. Korpri TNI harus mampu memberikan pelayanan yang terbaik, bersih, tertib, mandiri dan bersatu.

 

Hal tersebut dikatakan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo saat memberikan sambutan pada acara ramah tamah dalam rangka Peringatan Hari Ulang Tahun ke-46 Korpri yang diikuti oleh 914 Prajurit TNI dan Aparatur Sipil Negara dengan mengusung tema “46 Tahun Kerja Bersama Setia Sepanjang Masa”, bertempat di lapangan Mabesad, Jakarta Pusat, Rabu (29/11/2017).

 

Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menyampaikan ucapan terima kasih serta penghargaan yang setinggi-tingginya kepada segenap keluarga besar Korpri TNI yang telah memberikan darma bakti dan pengabdiannya dalam melaksanakan tugas di jajaran TNI. Saat ini TNI memperoleh kepercayaan masyarakat tertinggi, pencapaian ini tidak terlepas dari peran anggota Korpri TNI. “Untuk itu Korpri TNI harus terus berkembang sebagai organisasi yang semakin solid dan profesional,” ucapnya.

 

Lebih lanjut Panglima TNI mengatakan bahwa Korpri TNI sebagai organisasi yang berkedudukan dan kegiatannya tidak terlepas dari kedinasan TNI. Korpri TNI harus senantiasa bergerak bersama komponen bangsa lainnya untuk secara konsisten memperjuangkan cita-cita bangsa. “Maka dari itu seluruh anggota Korpri TNI dituntut untuk mengedepankan empat peran utama,” tegasnya.

Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menekankan kepada anggota Korpri TNI yaitu Pertama, peran Korpri sebagai abdi negara yang memiliki tugas dan kewajiban untuk ikut melaksanakan kehidupan bernegara sesuai dengan amanat konstitusi dan semua peraturan hukum yang berlaku. Kedua, peran Korpri sebagai abdi masyarakat yang harus selalu memberikan pelayanan publik terbaik kepada seluruh masyarakat. Ketiga, peran Korpri sebagai abdi pemerintah yang senantiasa memberikan dukungan pada pelaksanaan tugas keseharian pemerintah. Keempat, peran sebagai Aparatur Sipil Negara yang secara otomatis juga sebagai anggota Korpri mengemban amanat mulia yang telah dipertanggungjawabkan kepada Tuhan Yang Maha Esa.

 

Diakhir sambutannya, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo berpesan kepada segenap anggota Korpri TNI agar dapat meningkatkan peran utama birokrasi di lingkungan TNI, diharapkan anggota Korpri TNI semakin profesional dalam mendukung pelayanan dan pengabdian kepada masyarakat makin berkualitas dan berdedikasi tinggi. (Mad/Puspen TNI)

Panglima TNI : Jaga dan Pelihara Kepercayaan Rakyat kepada TNI

(Puspen TNI).   Sekarang ini, kepercayaan rakyat Indonesia kepada TNI semakin tumbuh dan berkembang dengan baik. Hal ini terakumulasi dari pengabdian yang dilakukan oleh Angkatan Darat, Angkatan Laut dan Angkatan Udara yang telah melakukan tugas dengan dedikasi dan penuh tanggung jawab.

 

“Untuk itu, tetap jaga dan pelihara kepercayaan rakyat kepada TNI termasuk kinerja dan disiplin prajurit,” tegas Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo dihadapan 2.836 Perwira Tinggi (Pati) dan Perwira Menengah (Pamen) TNI se-Garnisun Tetap 1/Jakarta pada acara Commanders Call, di Gedung Balai Sudirman, Jl. Dr. Sahardjo No. 268 Menteng Dalam Tebet, Jakarta Selatan, Selasa  (28/11/2017).

 

Hal senada juga pernah disampaikan Presiden RI Ir. H. Joko Widodo bahwa saat ini TNI telah mendapat kepercayaan tertinggi di masyarakat   “Saya ucapkan terima kasih kepada seluruh prajurit TNI beserta keluarga dan ASN TNI atas kerja keras dan dedikasinya selama ini, sehingga kepercayaan rakyat kepada TNI meningkat drastis,” kata Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.

 

“TNI selalu berkomitmen untuk melaksanakan tugas terbaik dalam menjaga keutuhan dan mempertahankan kedaulatan NKRI. Kebersamaan TNI dan rakyat merupakan kekuatan bangsa yang sangat luar biasa,” tegas Panglima TNI.

 

Pada kesempatan tersebut, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo juga menyampaikan bahwa dalam rangkaian HUT ke-72 TNI tahun 2017 yang lalu, TNI telah melaksanakan berbagai kegiatan, diantaranya ziarah ke makam para Presiden RI dan Panglima Besar Jenderal Soedirman termasuk Taman Makam Pahlawan di Baucau dan Dili, Timor Leste serta membantu renovasi rumah veteran RI di seluruh Indonesia.

 

Menurut Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, kegiatan ziarah tersebut merupakan salah satu wujud bahwa TNI tidak pernah melupakan jasa-jasa para pemimpin bangsa, pahlawan dan prajurit terbaik TNI yang gugur. “Kita datang ziarah untuk berdoa sambil mencontoh tauladan dan perjuangannya,” ucapnya.

 

Sementara itu terkait dengan pelaksanaan Pilkada serentak tahun 2018,  Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menyatakan bahwa politik TNI adalah politik negara, artinya semua yang dilakukan TNI hanya untuk keutuhan NKRI dan harus taat hukum.  “Dalam menghadapi tahun politik, prajurit TNI harus tetap netral, jangan ada pihak-pihak lain yang ingin menarik TNI dalam politik praktis,” tegasnya. (Badar/Puspen TNI)

Kepala Bakamla RI Hadiri Commanders Call Panglima TNI

sumbawanews.com,- Kepala Bakamla RI Laksdya TNI Ari Soedewo, S.E., M.H. bersama sejumlah pejabat tinggi TNI di lingkungan Bakamla RI menghadiri acara Commanders Call Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, di gedung Balai Sudirman, Jakarta Selatan, Selasa (28/11/2017).

 

Kegiatan Commanders Call Panglima TNI yang dilaksanakan untuk Pati & Pamen Se Garnisun Tetap 1/Jakarta ini dihadiri antara lain pati dan pamen Mabes TNI, Mabes Angkatan Laut, Mabes Angkatan Darat, dan Mabes Angkatan Udara. Selain itu hadir pula pati TNI struktural dan non struktural dari jajaran BIN, Basarnas, BMPB, BNPT, Wantannas, Lemsaneg, Kemensetneg, dan lainnya.

 

Para pati Bakamla RI yang turut serta bersama Kabakamla RI antara lain Deputi Operasi dan Latihan Laksma TNI Semi Joni Putra, Kepala Biro Sarana Prasarana Laksma TNI Tugas Eko Santoso, Direktur Latihan Laksma TNI Muspin Santoso, S.H., M.Si (Han) , Direktur Data dan Informasi Laksma TNI Isbandi Andrianto, S.E., M.M., Direktur Hukum Kolonel (CPM) Sulendra, S.H., Kepala KPIML Kolonel Laut (P) Berkat Widjanarko, S.E., dan Kabag Kepegawaian Kolonel Marinir Budi Santoso, M.AP.

 

Dalam arahan yang disampaikannya, Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh jajarannya atas dedikasi dan kerja keras selama ini.  “Sampaikan salam saya kepada seluruh prajurit TNI, PNS dan keluargamu, saya bangga terhadap mereka semua”, demikian apresiasi kebanggaan Sang Jenderal. (Mad/Puspen TNI)

Bakamla RI Gelar Rakornas Operasi Keamanan Laut

sumbawanews.com,- Kepala Badan Keamanan Laut Republik Indonesia (Kabakamla RI)   Laksamana Madya TNI Ari Soedewo,  S.E., M.H., secara resmi membuka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Operasi Keamanan Laut, di Hotel Luminor,  Jl. Pecenongan-35, Jakarta, Selasa (28/11/2017).

 

Pembukaan kegiatan tersebut ditandai dengan pemukulan palu oleh Kabakamla RI yang disambut dengan tepuk tangan dari seluruh undangan yang hadir.

 

Acara yang berlangsung sehari itu melibatkan seluruh jajaran Instansi yang berkaitan dengan operasi keamanan laut se-Indonesia.

 

Adapun tema yang diusung dalam hajat akbar tersebut: “Melalui Rapat Koordinasi Nasional Operasi Keamanan Laut Kita Tingkatkan Sinergitas Kegiatan Penegakan Hukum di Laut Secara Terpadu dalam Mendukung Pembangunan Nasional Menuju Cita Indonesia Poros Maritim Dunia”.

 

Pada kesempatan tersebut Kabakamla RI dalam sambutannya antara lain mengatakan, Rakornas ini sangat baik untuk mengoptimalkan hasil operasi dengan bersinergi satu sama lainnya.

 

Penyelenggaraan Rakornas bidang operasi keamanan laut ini,  lajutnya, memiliki sasaran untuk terpetakannya permasalahan dan isu terkini di laut,  terjalinnya kerja sama pertukaran informasi maritim dan penanganan perkara tindak pidana di laut, terpadunya perencanaan gelar operasi, serta sinerginya operasi keamanan laut yang dilaksanakan oleh seluruh instansi.

 

Selain itu, Rakornas ini juga dimaksudkan sebagai wahana dalam meningkatkan koordinasi, sinkronisasi dan kerjasama antar aparat di bidang operasi keamanan laut serta sharing pengetahuan penanganan isu keamanan laut,” katanya.

 

Menurut Laksdya Ari,  Isu keamanan laut saat ini tetap menjadi bahasan yang strategis, mengingat salah satu kebijakan Pemerintah adalah menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia, sebagaimana tertuang dalam Perpres Nomor 16 tahun 2017 tentang Kebijakan Kelautan Indonesia.

 

Kebijakan ini dicapai dengan menguatkan lima pilar poros maritim dunia yang telah digariskan, yakni membangun budaya maritim, menjaga sumber daya laut, membangun infrastruktur dan konektivitas maritim, diplomasi maritim serta dengan membangun kekuatan pertahanan maritim, tambahnya. (Mad/Puspen TNI)

Menuju Parlemen Modern, Fahri Pimpin Silahturahmi Delegasi DPR dengan Konjen Sydney

Delegasi yang dipimpin Wakil Ketua DPR Koodinator bidang Kesejahteraan Rakyat (Korkesra) Fahri Hamzah ini diterima langsung oleh Fahri Hamzah dan rombongan menyempatkan bertemu dengan Dr Dianne Heriot, Australia Parliamentary Librarian

JAKARTA,Sumbawanews. com – Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah menegaskan bahwa di era keterbukaan informasi sekarang ini, fakta di dalam negara tidak boleh dibuat ghaib atau mitos, tetapi harus rasional. Beda dengan rezim otoriter, yang lebih banyak menyembunyikan fakta daripada menceritakan apa adanya, dan medianya juga tidak bebas saat itu.

“Sekarang ini kita sudah bebas betul, tidak ada lagi agenda yang disembunyikan karena semua harus dibahas dan diletakan di atas meja dan semua itu saintifik,” kata Fahri Hamzah saat memimpin delegasi DPR RI melakukan pertemuan dan bersilaturahmi dengan Konjen dan staff serta warga Indonesia di Sydney, Australia, Minggu (26/11).

Fahri Hamzah Menampung aspirasi Masyarakat Indonesia yang ada di Australia

Delegasi yang dipimpin Wakil Ketua DPR Koodinator bidang Kesejahteraan Rakyat (Korkesra) Fahri Hamzah ini diterima langsung oleh Konjen Sydney, Yayan Ganda Hayat Mulyana. Fahri sendiri didampingi sejumlah anggota DPR antara lain Maman Imanulhaq (F-PKS), Dadang Rusdiana (F-Hanura), dan Arteria Dahlan (F-PDIP), juga Kepala Badan Keahlian Setjen DPR Johnson Radja Gukguk.

Saat Pertemuan Delegasi DPR RI Konjen dan staff serta warga Indonesia di Sydney, Australia, Minggu (26/11).

Melanjutkan sambutannya, Fahri mengatakan kalau bicara soal negara jangan ada yang ghaib, karena bisa berbahaya. Negara, menurutnya harus rasional, transparan (terbuka), dan bisa diperdebatkan apapun itu.

“Kalau agama itu memang salah satu doktrinnya, orang harus percaya kepada yang ghaib. Tapi kalau kita bicara negara, tidak ada yang tabu. Ini yang mau kita tradisikan,” katanya.

Memang diakui politisi dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu kalau kaki dari orang Indonesia itu ada dua, satunya dibeton oleh kultur agama, cultur dan lain-lain, sedang satu lagi kakinya bebas. Tetapi kadang-kadang orang Indonesia ini salah tempat, kakinya itu kalau dalam negara harus betul-betul rasional dan terbuka.

“Bahkan karena di saat kita harus berdebat dalam negara, sampai menemukan problem-problem didalam kultur yang bisa menyebabkan masalah negara kita tidak terangkat, karena satu kaki kultur kita betul-betul terbeton,” paparnya.

Oleh karena itu, tambah Fahri lagi, awal dari refomasi dalam negara adalah bagaimana cara DPR mengelola kepentingan publik, mengingat DPR ini merupakan lembaga yang rasional. Apalagi, ada keinginan dari para wakil rakyat untuk membuat lembaga DPR ini lebih kuat dan solid, dan mencoba lepas dari sisa-sisa dari kulltur lama atau orde baru.

“Itu lah kenapa yang paling lama di kita adalah sistem terpimpin atau presidensial, makanya sistem ini diunggulkan di kita. Bahkan, dalam sistem sekarang pun belum ideal, karena bercampurnya sistem presidensial dengan parlementarisme. Dan ini yang perlu diperbaiki untuk menuju parlemen modern,” katanya.

Delegasi yang dipimpin Wakil Ketua DPR Koodinator bidang Kesejahteraan Rakyat (Korkesra) Fahri Hamzah ini diterima langsung oleh Fahri Hamzah dan rombongan menyempatkan bertemu dengan Dr Dianne Heriot, Australia Parliamentary Librarian

Selain itu, Fahri Hamzah dan rombongan menyempatkan bertemu dengan Dr Dianne Heriot, Australia Parliamentary Librarian.

Saat pertemuan tersebut, delegasi DPR RI dengan Mark Coulton, Wakil Ketua Parlemen Australia dan David Elder, Clerk of The House sempat mendiskusikan reformasi parlemen Indonesia.

Delegasi DPR RI dengan Mark Coulton, Wakil Ketua Parlemen Australia dan David Elder, Clerk of The House sempat mendiskusikan reformasi parlemen Indonesia.

Salah satu Hasil pertemuan tersebut Australia mempunyai salah satu perpustakaan Parlemen, “Jadi di Australia itu Perpustakaan parlemennya tidak hanya mengelola buku secara sempit, tapi juga mengelola dan mendistribusikan pengetahuan berupa hasil riset ilmiah dan riset media kepada seluruh anggota parlemen, ” Ucap Fahri Hamzah. (Erwin s)

Waaster Panglima TNI Berikan Pembekalan 40 Pengajar Muda

sumbawanews.com,- Wakil Asisten Teritorial (Waaster) Panglima TNI Brigjen TNI (Mar) Purnomo mewakili Aster Panglima TNI Mayjen TNI Kustanto Widiatmoko, M.DA., memberikan pembekalan kepada 40 Pengajar Muda Angkatan XV dari Yayasan Indonesia Mengajar, bertempat di Aula Balai Wartawan Puspen TNI, Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (27/11/2017).

 

Waaster Panglima TNI Brigjen TNI (Mar) Purnomo dalam pembekalannya menyampaikan bahwa para Pengajar Muda hendaknya dapat memahami terlebih dahulu tempat daerah penugasannya, agar dalam pelaksanaan tugas mengajar dapat terlaksana dengan optimal.

 

Disamping itu, para Pengajar Muda hendaknya juga memberikan kegiatan seperti wawasan kebangsaan dan memotivasi masyarakat setempat dalam upaya bela negara untuk menumbuhkan rasa nasional. “Kalian bisa bekerjasama dengan Babinsa, Danramil, Danlanal maupun Danlanud setempat,” ujarnya.

 

Dalam kesempatan tersebut, Waaster Panglima TNI Brigjen TNI (Mar) Purnomo mengatakan bahwa para Pengajar Muda akan ditempatkan di lima wilayah Indonesia, yaitu Singkil Nanggroe Aceh Darussalam, Natuna, Nunukan, Kepulauan Sula Maluku Utara dan Pegunungan Bintang di Papua. “Daerah-daerah tersebut merupakan daerah yang masih kurang tenaga pengajar,” ucapnya.

 

Lebih lanjut Brigjen TNI (Mar) Purnomo menjelaskan bahwa tugas yang akan diemban oleh para Pengajar Muda merupakan salah satu bentuk pengabdian kepada negara. Menurutnya, tugas mengajar di daerah terpencil membutuhkan kesiapan mental dan fisik serta siap menghadapi berbagai tantangan, sehingga mempunyai pengalaman berharga. “Ini bagian dari bela negara, karena kalian ikut serta mencerdaskan anak bangsa dengan memberikan ilmu, termasuk meningkatkan sumber daya manusia yang ada di sana,” tuturnya.

 

Waaster Panglima TNI  Brigjen (Mar) TNI Purnomo menegaskan bahwa generasi muda bangsa Indonesia yang akan datang, khususnya di daerah terpencil dan perbatasan perlu mendapatkan pendidikan yang memadai.  “Kita punya peluang menuju Indonesia Emas pada tahun 2045 dan diharapkan Pengajar Muda ini menjadi salah satu pioner yang berani menghadapi tantangan,” imbuhnya.

 

Disisi lain pembekalannya, Waaster Panglima TNI Brigjen (Mar) TNI Purnomo juga menyampaikan bahwa saat ini kondisi sosial masyarakat Indonesia sedang dihadapkan pada kompetisi global, oleh sebab itu perlu dibangun ketahanan masyarakat.  “Saat ini, kita sedang menghadapi ancaman nyata berupa Proxy War yang sudah masuk ke semua lini kehidupan, baik bidang ideologi, politik, ekonomi, sosial dan budaya,” ungkapnya. (Mad/Puspen TNI)

Bakamla RI Sempurnakan Perka Tata Naskah Dinas dan Klasifikasi Arsip

sumbawanews.com,- Kepala Biro Umum Bakamla RI Laksma TNI Suradi A.S., S.T., S.Sos., M.M. membuka acara Konsinyering Perka Tata Naskah Dinas dan Klasifikasi Arsip di Lingkungan Bakamla RI, di Hotel Mercure Convention Center, Jakarta, Senin (27/11/2017).

 

Dalam sambutannya Laksma Suradi mengatakan, kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka menyempurnakan Peraturan Kepala Bakamla RI tentang Tata Naskah Dinas dan Klasifikasi Arsip serta menyamakan pemahaman personel Bakamla RI terhadap konsep Perka tersebut.

 

Selama tiga hari ke depan, para peserta akan mendapatkan pengayaan materi dari beberapa nara sumber. Acara dihadiri pula oleh Pokja Bidang Operasi Keamanan Laut Laksma TNI (Purn) F.X. Eddy Santoso, S.IP dan Pokja Bidang Hukum Laut Djoko Cahyo Purnomo, SPI, M.M., M.H., serta diikuti pejabat eselon IV dan staf terkait.

 

Pada hari pertama, Kabag Humas dan Protokol Kolonel Laut (KH) Drs. Tony Syaiful, mewakili Laksma Suradi menyampaikan tentang penyelenggaraan kearsipan di lingkungan Bakamla RI.

 

Mengawali paparannya, Kolonel Tony mengatakan bahwa penyelenggaraan kearsipan yang sesuai dengan prinsip, kaidah, dan standar kearsipan dapat menjamin ketersediaan arsip yang autentik dan terpercaya. Oleh karenanya, perlu mendukung Gerakan Nasional Sadar Tertib Arsip guna mendukung program reformasi birokrasi, membangun tata kelola pemerintahan  yang bersih, efektif, akuntabel dan transparan.

 

Dijelaskannya, ada beberapa aspek kearsipan yang harus dibenahi Bakamla RI berdasarkan penilaian penyelenggaraan kearsipan oleh ANRI, yaitu : ketaatan terhadap peraturan perundang-undangan bidang kearsipan dalam penetapan kebijakan kearsipan, program kearsipan, pengolahan arsip inaktif, penyusutan arsip, SDM kearsipan, kelembagaan dan sarana prasarana.

 

Acara konsinyering ini menjadi salah satu upaya menyempurnakan Perka Bakamla RI sehingga diharapkan dengan adanya pembenahan tersebut, hasil audit eksternal Bakamla RI di tahun mendatang mendapatkan hasil yang lebih baik, tutupnya.

 

Pada hari kedua, Selasa (28/11) para peserta dijadwalkan akan menerima materi dari Arsiparis Ahli Madya Sutiana, S.Kom, MAP dan arsiparis ahli Muda Yuniarti Eka Basuki, SS, MSI. Keduanya nara sumber dari Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI). Selain itu pada sesi esok hari akan diisi pula oleh Kabag TU dan Rumga AKBP Capt. Nyoto Saptono, S.H., M.Si (Han)., M.Mar., Ketua Panitia Penyelenggara sekaligus selaku nara sumber. (Mad/Puspen TNI)

 

Berita Terkini

Indonesia Darurat Ekonomi, Mahasiswa Turun Jalan

Sumbawanews.com,- BEM UI bersama sejumlah organisasi mahasiswa se-Indonesia akan menggelar aksi demonstrasi besar-besaran di Bundaran Hotel Indonesia, Jumat, 12 Juni 2026, dengan tuntutan lima...

AS Ancam Serbu Pulau Minyak Iran

Sumbawanews.com,- Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengeluarkan pernyataan paling keras sejak memasuki masa jabatan keduanya, menjanjikan serangan “amat keras” terhadap Iran dan secara terbuka...

Cash App Luncurkan Layanan Seluler Sendiri

Sumbawanews.com,- Cash App, aplikasi keuangan pribadi terbesar di Amerika Serikat, resmi meluncurkan layanan seluler berbasis jaringan AT&T dengan paket data tanpa batas 5G seharga...

Masyarakat Lantung Padesa Minta Tertibkan Kegiatan Tambang Illegal

Sumbawa Besar, sumbawanews.com – Masyarakat Lantung Padesa Kecamatan Lantung meminta kepada pemerintah daerah dan provinsi untuk bertindak tegas menghentikan praktik tambang illegal di Kecamatan...

Beruang Liar Masuki Kota, 94 Sekolah di Jepang Ditutup

Sumbawanews.com,- Pemerintah Kota Utsunomiya, Jepang, menutup sementara 94 sekolah dasar dan menengah setelah seekor beruang hitam Asia terlihat berkeliaran di area permukiman dan pusat...

Berita Utama