Home Blog Page 2396

Danrem 174 Merauke Terima Tim Current Audit Itjenad

(Merauke). Korem 174/ATW Merauke menerima kunjungan kerja Tim Pengawas Current Audit Itjenad yang dipimpin oleh Brigjen TNI Heri Kuswanto, S.I.P., disambut langsung oleh Danrem 174 Merauke Brigjen TNI Bangun Nawoko beserta  para Kasi Korem dan para Perwira Staf Korem, bertempat di Ruang Rekreasi Makorem 174/ATW, Jln. Poros Tanah Distrik Tanah Miring, Kab. Merauke, Papua. Senin (13/12/2021).

 

Kepada Tim Pengawas Current Audit, Brigjen TNI Bangun Nawoko menyampaikan selamat datang kepada Brigjen TNI Heri Kuswanto, S.I.P. beserta rombongan di Makorem 174/ATW dengan semboyan satuan kami yaitu “Kami Saudara Yang Baik”.

 

“Saya berterimakasih dengan adanya kegiatan Pengawasan Current Audit ini, karena dapat menjadi sarana komunikasi dan pembelajaran terhadap kinerja Staf Korem 174/ATW dan jajarannya dalam hal ketaatan dan ketertiban administrasi pelaksanaan program kerja dan anggaran pada program yang sedang dilaksanakan,” kata Danrem.

 

Danrem Brigjen TNI Bangun Nawoko menyampaikan bahwa pada kegiatan Pengawasan Current Audit  ini, para Kasi dan para Dansat serta Kabalak Korem 174/ATW agar membantu kelancaran pelaksanannya dengan menyajikan data-data yang diminta.

 

“Adakan komunikasi yang baik dengan Tim Pengawas selama pelaksanaan kegiatan berlangsung dan jadikan kegiatan ini sebagai sarana untuk belajar memperbaiki kekurangan serta  mendapatkan arahan  dan pembinaan di Korem 174/ATW,” harapnya.

 

Pada  kesempatan yang sama, Brigjen TNI Heri Kuswanto, S.I.P. selaku Ketua Tim Pengawasan Current Audit Itjenad menyampaikan terima kasih atas sambutan dari Komandan Korem 174/ATW dan stafnya atas kedatangannya beserta ronbongan di Makorem  ini.

 

Tujuan pengawasan bukanlah semata-mata mencari kesalahan, namun berusaha mencari penyimpangan yang terjadi terhadap pelaksanaan program anggaran pada tahun anggaran yang berjalan, agar dapat diketahui dan segera mengambil langkah perbaikan.

 

Saat berada di Makorem 174/ATW, Ketua Tim  Current Audit  beserta rombongan  juga melaksanakan foto bersama Danrem 174 Merauke beserta staf di depan Makorem.

 

Selama pelaksanaan kegiatan Current Audit tetap mematuhi  protokol kesehatan Covid-19. (Bdr)

 

Akreditasi B, Dishub Sumbawa Terbitkan Smartcard Kendaran Laik Jalan

Sumbawa Besar, sumbawanews.com – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sumbawa menerbitkan smartcard dan sertifikat bagi kendaraan yang dinyatakan lulus uji atau laik jalan, sejak 1 Desembr 2021. Kewenanganan Penerbitan smartcard, setelah UPTD Pengujian Kendaraan Bermotor (PKB) Dinas Perhubungan Kabupaten Sumbawa dinyatakan lulus akreditasi B oleh tim sertifikasi dari Kementerian Perhubungan.

“Sesuai dengan regulasi yang ada, sejak 1 Desember 2021 Dinas Perhubungan sudah melakukan uji kendaraan, dengan menggunakan smartcard. Yang dulunya menggunakan kartu (biasa) sekarang sudah dengan smartcard,” kata Abdul Azis, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Sumbawa, disela kegiatannya di DPRD Sumbawa, Senin (13/12).

Dijelaskan, didalam smartcard tersebut, akan tercantum seluruh data kendaraan. Seperti pemilik, nomo polisi, jenias kendaraan dan data-data lainnya. “Ketika kendaraan itu lulus uji, maka dapatlah sertifikat dan smartcard. Didalam smartcard, terekam semua data kendaraan. Pemilik kendaraan, nopol, jenis kendaraan dan lainnya, itu termuat disini. Sertifikatnya, kita tempel di kendaraan. Sesuai dengan regulasi/aturan semua kabupaten/kota yang mempunyai kewenangan, tidak lagi diperkenankan untuk menguji kendaraan dengan kartu. Beralih ke smartcard,” tururnya.

Diungkapkan, dengan uji laek jalan di UPTD PKB Dishub Kabupaten Sumbawa, maka pemilik kendaraan, baik kendaraan angkutan umum mapun angkutan barang, tidak perlu lagi lakukan pengujian dan mendapatkan sertifikat di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) maupun Kabupten Dompu. Bagi kendaraan tidak lulus uji, tidak akan diberikan sertifikat dan diberikan waktu untuk memperbaiki item tidak layak.

“Pemilik kendaraan itu, tidak perlu jauh-jauh untuk menguji ke dompu, tidak jauh ke KSB. Karena kita disini sudah siap untuk menguji. Ujinya di kantor PKB, langsung kendaraan disitu dites. Kalau tidak lulus, tidak terbit sertifikatnya. Jadi harus diperbaiki kembali. Kita beri waktu perbaikan. Misalnya rem tidak pas, itu tidak lulus, akan terbaca disana. Dia kita beri kesempatan untuk memperbaiki, nanti kembali lagi. Alhamdulillah, dinas perhubungan sejak januari kemarin lulus akreditasi B, yang dinilai oleh tim kementerian perhubungan. Ini yang menjadi syarat mutlak. Kalau tidak salah, Dompu dan KSB itu masih akreditas C,” jelasnya.

Disebutkan, berdasarkan data Dinas Perhubungan Kabupaten Sumbawa, angkutan umum dan angkutan barang di Kabupaten sumbawa sebanyak 5.471 unit. Dan kendaraan yang sertifikat laek jalan telah kadaluarsa, diwajibkan untuk beralih ke smartcard.

“seluruh angkutan umum dan angkutan barang wajib memiliki sertifikat. Sesuai dengan data yang ada di kami itu, jumlah angkutan umum dan angkutan barang 5.471 unit. Ketentuannya adalah, ketika masa berlaku kartu (biasa) yang sebelumnya itu habis waktunya, atau kadaluarsa, wajib untuk ke smartcard ini,” ucapnya.

Ia menambahkan, Dinas Perhubungan Kabupaten Sumbawa menargetkan UPTD PKB akan mendapatkan akreditasi A dua tahun mendatang. Dan saat ini, akan dilakukan pembenahan-pembenahan sesuai dengan rekomendasi tim akreditasi Kementerian Perhubungan. Seperti SDM dan peralatan-peralatan yang dibutuhkan.

“Saya targetkan, dua tahun kedepan kita harus akreditasi A. dengan catatan, SDM kita tingkatkan, peralatan-peralatan yang dibutuhkan sesuai dengan rekomendasi tim akreditasi Insya Allah akan kita tingkatkan,” katanya. (Using)

Motif dan Tenun Sumbawa Diusul Jadi Warisan Dunia

Sumbawa Besar, Sumbawanews.com – Beberapa waktu yang lalu, telah dilakukan pengusulan motif dan tenun Sumbawa menjadi warisan budaya tak benda (WBTB) untuk menjadi Warisan Dunia melalui Pemerintah Provinsi NTB. Demikian disampaikan Riki Trisnadi, Kepala Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Sumbawa, pada pembukaan Pelatihan Tenun ATBM, di Desa Poto, Kecamatan Moyo Hilir, Senin (13/12).

Dikatakan, Proses tersebut dilakukan secara kolaboratif Bersama Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata, Budayawan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan beserta Asosiasi Tenun Sumbawa/APDISA. “Kita saat ini sedang berada di jalur pemajuan tenun yang memiliki nilai ekonomi dan nilai penjagaan warisan budaya lokal. Dalam rangka kepentingan yang saya sebutkan tadi, Saya minta kepada Trainer Pelatihan ini selama 10 hari ke depan, mampu menghasilkan kemampuan, kapasitas dan skill pada 2 group peserta, yaitu peserta ATBM dan Alat Hanai,” ucapnya.

Dijelaskan, dua alat tenun tersebut, akan menjadi embrio ekosistem bisnis tenun ATBM yang paling menentukan. “Kami akan fasilitasi lagi dengan kekayaan intelektual berupa hak merk dan sertifikasi halal bagi produk tenun kita sehingga akan menambah daya saing komoditas lokal Kita,” tuturnya.

Kepala Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sumbawa, berupaya keras menghadirkan inovasi dan terobosan bagi maju dan berkembangnya UMKM di segala sektor. “Kita sudah tidak bisa menyelesaikan permasalahan masa kini dan yang akan datang dengan cara using,” jelasnya.

Bahkan, untuk menyelesaikan masalah masa kini, diperlukan cara-cara dari masa depan. Sistem Big Data Digital melalui I-DATIN sudah kami siapkan, fasilitasi OSS bagi Pengrajin. “Tenun kami siapkan, Pendirian Perseroan Perorangan siap kami fasilitasi. Kita sedang berada di dunia yang cepat dan digerakkan oleh data dan informasi. Jadi, kami mengharapkan kerja sama dan kolaborasi efektif dari berbagai pihak agar tenun lokal kita bisa mengglobal,” katanya. (Using)

Kadis Koperindag : Spesial, Paket Lengkap ATBM Intervensi Langsung Bupati

Sumbawa Besar, sumbawanews.com – Riki Trisnadi, Kepala Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Sumbawa, mengungkapkan, pelatihan pengoperasian Alat Tenun Bukan Mesin yang sering kita sebut ATBM ini diselenggarakan bersamaan dengan pengadaan ATBM beserta alat Hanai. Dan Pengadaan paket lengkap ATBM dan pelatihan terbilang special.

“Karena yang mengintervensi langsung adalah Bupati Sumbawa. Sekitar 3 bulan silam, Rapat teknis digelar dengan pengrajin ATBM, dan wawancara dengan trainer ATBM, yang menghasilkan keputusan Harus segera diadakan ATBM dengan instalasi lengkap yang pada saat pelatihannya langsung menghasilkan kain tenun khas Sumbawa. Dua kali pertemuan dalam sehari,” ucap dia, pada pembukaan Pelatihan Tenun ATBM, di Desa Poto, Kecamatan Moyo Hilir, Senin (13/12).

Diungkapkan, pelatihan yang digelar tersebut, merupakan upaya untuk mewujudkan instruksi Bupati Sumbawa. “Jadi, pada hari ke-10 pelatihan ini, harus sudah ada kain tenun ATBM yang dihasilkan. Ini indikator keberhasilan kegiatan ini sesuai dengan instruksi lisan Bupati Sumbawa 3 bulan silam,” jelasnya.

Dikatakan, Keputusan Bupati Sumbawa, baik pengadaan paket lengkap ATBM maupun pelatihan, merupakan salah satu strategi dari kepentingan besar. Yaitu kepentingan melestarikan budaya, dan pada saat yang sama membentuk ekosistem bisnis/usaha tenun khas Sumbawa. dan kepentingan besar tersebut, akan diwujudkan bersama-sama.

Untuk pembentukan ekosistem bisnis tenun yang menjadi perhatian khusus Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan, maka pengadaan instalasi ATBM dipandang sebagai investasi Pemerintah Daerah yang harus berkelanjutan. Dan memberikan keuntungan ekonomi bagi para pengrajin dan terbentuk lini bisnis baru di subsektor fashion.

Selain itu, terobosan juga dilakukan dengan memberikan legalitas kelembagaan usaha, dari sebelumnya berupa pelembagaan kelompok tanpa legalitas usaha. Legalitas usaha yang dibentuk dengan mendirikan badan hukum perseroan perorangan bagi kelompok ATBM dan Alat Hanai.

Sehingga, Dalam rantai produksi tenun, terdiri dari ATBM dan Alat Hanai, dibentuk badan hukum usaha. “Saat ini ada 2 ATBM yang siap beroperasi maksimal, maka ada 2 badan hukum usaha untuk ATBM dan 1 badan hukum usaha Alat Hanai. Dua alat ini saing berkaitan dan saling mempengaruhi,” ucapnya.

Dengan Harapan, pengelolaan dan pemanfaatan ATBM dilakukan secara jelas dan bertanggung jawab. Serta masyarakat segera masuk dalam tatanan usaha yang legal sesuai dengan iklim perizinan berusaha yang dinamis dan cepat.

“Saya optimis, 2-3 tahun yang akan datang, para pengrajin yang hari ini dilatih dan dilegalkan dalam badan hukum Perseroan Perorangan akan mandiri. Dengan Catatan, Jujur dan Tekun,” tegas Riki. (Using)

Geledah Kos-kosan, Sat Narkoba Polres Sumbawa Amankan Pasutri

Sumbawa Besar, sumbawanews.com – Satuan Reserse Narkoba Polres Sumbawa berhasil meringkus DA (34) alias Teos ia diringkus pada salah satu kos-kosan yang beralamatkan di Kelurahan Lempeh Kecamatan Sumbawa (11/12/21) , Saat dilakukan penggeledahan pihak kepolisian berhasil menyita barang bukti berupa 1 poket narkotika jenis sabu dengan berat bruto 0,36 gram. 1 buah pipa kaca berisi sabu-sabu dengan berat bruto 1,93 gram, bong alat hisap sabu/bong,timbangan digital, korek gas, sumbu, skop, gunting,1 bendel klip obat , 1 buah handphone, dan uang tunai senilai Rp. 660.000,-.

Kasat Narkoba Polres Sumbawa Iptu Ekky Malaungi, SH. MH yang memimpin langsung pengerebekan tersebut membeberkan, Setelah melakukan serangkaian penyelidikan dilakukan penggerebekan pada pukul 14.00 WITA. “kami berhasil menemukan barang bukti narkotika jenis sabu-sabu dengan total berat bruto 2,29 gram,” singkatnya

Ditambahkan, pihaknya juga ikut menagamankan 3 orang lainnya yang berada di tempat kejadian perkara. yakni ES (27), RP (29), dan RA (19).

“Tidak hanya DA, Sat Narkoba Polres Sumbawa juga turut mengamankan ES (27), RP (29), dan RA (19) yang juga berada di TKP. ES merupakan istri dari DA. Ketiganya juga akan dimintai keterangan. Untuk tes urine DA dan ES dinyatakan positif sedangkan RP dan RA negatif. Kami akan terus mendalami kasus ini,’ tambahanya.

Atas kepemilikan barang haram tersebut DA di sangkakan Pasal Pasal 112 ayat (1) Jo Pasal 127 ayat 1 huruf a Undang – Undang No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. (Using)

Menyelamatkan Ibu Hamil Dan Anaknya, Personel Satgas Yonif 126/KC Sigap Membantu Proses Persalinan Darurat Warga Di Perbatasan

(Keerom). Personel Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 126/KC bersama Nakes Puskesmas setempat, membantu proses persalinan anak kedua Ibu Yustina di Kampung Umuaf, Distrik Web, Kabupaten Keerom.

 

Hal tersebut disampaikan Dansatgas Pamtas Yonif 126/Kala Cakti, Letkol Inf Dwi Widodo, S.H.,M.Han dalam rilis tertulisnya di Kabupaten Keerom, Papua. Senin (13/12/2021).

 

Dari keterangan yang diperoleh dari Komandan Kipur II Satgas Yonif 126/KC Lettu Inf Lisbon Situmorang bahwa seorang warga mendatangi pos dan melaporkan ada seorang wanita yang telah hamil tua di Kampung Umuaf dalam kondisi akan melahirkan. Mendapat laporan dari masyarakat tersebut, personel Satgas Yonif 126/KC dengan sigap segera berangkat menuju ke kediaman wanita yang akan melahirkan tersebut.

 

Dengan membawa peralatan kesehatan serta didampingi personel Nakes di Kampung Umuaf, selanjutnya secara darurat dilakukan proses persalinan di rumah Ibu Yustina, karena kondisi Ibu Yustina yang tidak memungkinkan untuk dibawa klinik.

 

Setelah beberapa jam proses persalinan tepatnya pada pukul 07.17 WIT telah lahir anak kedua Ibu Yustina secara normal dengan jenis kelamin laki-laki kemudian berat badan 3.1 kg, tinggi 47 cm dengan kondisi ibu dan anak sehat dan selamat.

 

Komandan Satgas Yonif 126/KC Letkol Inf Dwi Widodo S.H., M.Han. mengatakan apa yang dilakukan oleh prajurit Satgas Yonif 126/KC merupakan salah satu wujud implementasi dari 8 wajib TNI yaitu TNI harus dapat mengatasi kesulitan rakyat di sekelilingnya.

 

Sementara itu keluarga Ibu Yustina mengucapkan terima kasih kepada personel Satgas Yonif 126/KC dan Nakes yang telah membantu proses kelahiran Ibu Yustina dengan sangat baik, sehingga ibu dan anak dapat selamat dan sehat. (Bdr)

 

Bakamla RI Tingkatkan Kompetensi Rapala Banyuwangi

sumbawanews.com,- Sejumlah 60 orang yang termasuk dalam anggota Relawan Penjaga Laut Nusantara (Rapala) di Kabupaten Banyuwangi, mendapat pendalaman kompetensi di bidang keamanan dan keselamatan laut. Kegiatan berlangsung di Balai Pelatihan dan Penyuluhan Perikanan, Banyuwangi, kemarin.

 

Setelah 12 hari mengemban pendidikan singkat yang dilakukan oleh Bakamla RI, dan turut bekerja sama dengan stakeholder dan pemilik industri setempat, kegiatan resmi ditutup oleh Deputi Inhuker Bakamla RI Laksda Bakamla Drs. I Putu Arya Angga. Penyematan Brevet Scuba secara simbolis menjadi gong penutup jalannya kegiatan.

 

Pelatihan yang diberikan kali ini meliputi latihan selam, pencarian dan penyelamatan,bela negara, oseanografi, dan pertahanan maritim.

Dalam sambutan Kepala Bakamla RI yang dibacakan oleh Deputi Inhuker Bakamla RI, menyatakan bahwa kegiatan peningkatan kompetensi seperti ini, perlu dan akan dilakukan secara kontinyu. “Hal ini dilakukan untuk terus menjaga performa anggota Rapala yang turut berperan serta dalam menjaga keamanan dan keselamatan, khususnya di wilayah perairan Banyuwangi”, ujar Laksda Bakamla I Putu Arya Angga.

 

Bersinergi dengan pemerintah daerah dan pelaku industri setempat, kegiatan peningkatan kompetensi Rapala Banyuwangi berjalan dengan lancar. Tidak hanya ditutup dengan penyematan Brevet Scuba, Penghargaan kepada keluarga anggota Rapala juga disampaikan oleh Laksda Bakamla I Putu Arya Angga.

 

Tidak hanya itu, Sertifikat SAR juga secara simbolis diserahkan oleh perwakilan dari Bupati Banyuwangi kepada salah satu anggota Rapala. Penyerahan perlengkapan operasi SAR secara simbolis juga diserahkan oleh Direktur PT Bumi Suksesindo H. Boyke Abidin.

 

Diharapkan kegiatan ini dapat turut memberikan dampak yang signifikan, dalam membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya faktor keamanan dan keselamatan dalam melaut. Terlebih lagi, kemampuan dasar ini penting untuk diketahui semua masyarakat maritim, khususnya saat terjadi kejadian darurat. Sehingga situasi kritis dapat terkendali, dan minim adanya korban jiwa atau materi. (Humas Bakamla RI).

 

Setelah Liga 3 Usai, LFC Bakal Fokus Benahi Infrastruktur dan Fasilitas Klub  

MATARAM-Klub sepakbola peserta Liga 3 NTB Lombok Football Club atau LFC akan fokus memperbaiki dan meningkatkan infrastruktur dan fasilitas klub begitu Liga 3 usai. Langkah tersebut sebagai ikhtiar untuk memastikan klub dengan julukan Kijang Rinjani ini siap untuk liga di musim berikutnya.

“Terima kasih atas segala bahasan, ulasan, kritik, saran, ataupun masukan-masukan buat LFC,” kata Presiden LFC H. Bambang Kristiono, SE (HBK), Ahad (12/12/2021).

Saat ini, LFC masih menyisakan tiga pertandingan di Grup A Liga 3 PSSI NTB. HBK pun atas nama pemilik dan juga pengurus klub menyampaikan permohonan ma’af yang sebesar-besarnya apabila dalam kiprahnya di musim pertama di Liga 3 NTB tahun 2021 ini, LFC belum bisa tampil sebagaimana ekspektasi para pencinta sepakbola Bumi Gora.

HBK menekankan, secara pribadi, dirinya sangat bangga dengan tim pelatih dan para pemain LFC. Bayangkan, hanya dalam kurun waktu kurang dari tiga bulan, LFC sudah menjelma menjadi klub sepakbola yang diperhitungkan di NTB. Bahkan, dari skuad LFC yang disiapkan untuk mengarungi Liga 3 NTB, ada di antaranya yang baru bergabung dengan klub hanya beberapa hari hari sebelum kick off Liga 3 NTB dimulai.

HBK menekankan, apapun posisi akhir LFC di klasemen akhir grup A Liga 3 NTB, dirinya dan seluruh manajemen klub akan legowo dan mempersilahkan klub manapun yang berhasil menjuarai Liga 3 NTB tahun ini untuk bertarung ke level Liga 3 di tingkat Nasional.

“Sy bersama manajemen sudah menyiapkan skenario-skenario yang terbaik untuk kiprah LFC ke depan,” kata Wakil Ketua Komisi I DPR RI ini.

Politisi Partai Gerindra ini menegaskan, yang pasti, setelah gelaran Liga 3 usai, LFC tidak akan berhenti berkegiatan dan akan terus menempa diri untuk menjadi klub kecintaan dan sekaligus kebanggaan masyarakat Pulau Lombok. Sejumlah program pun telah disiapkan.

HBK menjelaskan, di antara program-program tersebut adalah fokus LFC untuk memperbaiki dan meningkatkan infrastruktur dan fasilitas-fasilitas pendukung klub. Saat ini, LFC sedang membangun markas yang akan menjadi home base bagi para pemain LFC melakukan training center (TC). Akan disiapkan pula, lapangan sendiri di markas tersebut untuk training taktik dan tehnik skuad LFC nantinya.

LFC juga ke depan akan melakukan restrukturisasi manajemen. Antara lain dengan menghire para profesional yang lebih paham tentang pengelolaan klub sepakbola. Selain itu, tentu juga akan dilakukan evaluasi terhadap para tim pelatih dan juga para tim pemain yang mengisi skuad LFC saat ini.

“Khusus buat pemain, LFC akan berusaha memanggil pulang para pemain NTB yang saat ini bermain di klub-klub Liga 2 Nasional, dan yang sudah confirm diantaranya Rossi dan Ari Marin yang sekarang ini main di klub Liga 2 Sulud United,” kata HBK.

Sementara itu, untuk melanjutkan pembinaan, LFC juga akan tetap melakukan latihan terpusat (TC), maupun melakukan pertandingan-pertandingan persahabatan dengan klub-klub dari dalam maupun dari luar Pulau Lombok. Laga-laga persehabatan tersebut akan menempa skuad LFC menjadi lebih matang dalam menghadapi kompetisi yang sangat ketat dan melelahkan.

“Pada intinya, saya ingin menyampaikan, bahwa perjuangan LFC untuk menjadi klub kecintaan dan sekaligus kebanggaan masyarakat Pulau Lombok tidak akan berhenti andai LFC belum berhasil menjadi juara Liga 3 di tahun ini,” tandas HBK.

Sementara itu, Juru Bicara LFC Ranny Agustyra Kristiono menegaskan, evaluasi terhadap perjalanan LFC di Liga 3 terus dilakukan untuk memastikan LFC bisa tampil maksimal di sisa pertandingan yang ada. Sejauh ini, sejumlah pemain-pemain LFC, kata Rannya, telah tampil menonjol secara individu tapi belum padu dalam permainan tim. Karenanya, LFC sadar sepenuhnya, bahwa sepakbola adalah soal kerja sama tim, bukan sekedar aksi-aksi one man show.

Suply dan aliran bola dari lini belakang ke depan tentu juga menjadi salah satu fokus perhatian untuk dibenahi. LFC ingin tampil atraktif dengan meminimalisir blunder dan kesalahan-kesalahan elementer dalam distribusi bola, termasuk dalam transisi dari bertahan ke menyerang maupun sebaliknya.

“Dengan begitu, skuad LFC bisa tampil menekan dengan variasi serangan yang beragam dalam setiap pertandingan,” imbuh Rannya.

RUU Penyelenggaraan Fintech Digodok

Jakarta, sumbawanews.com – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan saat ini pemerintah bersama DPR sedang menyusun Rancangan Undang-Undang untuk Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (RUU P2SK). Dan didalam RUU tersebut, sektor financial technology (fintech) menjadi salah satu bagiannya.

“Di dalam RUU ini tentu akan dibahas definisi dan ruang lingkup fintech, badan hukum penyelenggara fintech, pengaturan dan pengawasan, koordinasi pengaturan pengawasan dan pengembangan fintech, perizinan asosiasi fintech, dan perlindungan konsumen,” kata Menkeu dalam The 3rd Indonesia Fintech Summit 2021, Sabtu (11/12).

Dalam sambutannya, Menkeu menjelaskan bahwa digital teknologi memberikan konsekuensi, risiko, dan tantangan yang tidak mudah, mulai dari risiko terkait privasi data, kerugian finansial, penipuan, dan exclusion yaitu mereka yang tidak cakap secara digital menjadi objek yang sangat mudah untuk dieksploitasi.

“Selama periode 2018 hingga 2021, Satgas Waspada Investasi menutup sebanyak 3.365 pinjaman online ilegal di Indonesia. Data ini mencerminkan bahwa tantangan nyata bagi para pelaku industri-industri yang memiliki komitmen untuk terus menjaga industrinya menjadi baik dan dari sisi regulator,” ujar Menkeu.

Menurut Menkeu, kemudahan-kemudahan yang ditawarkan teknologi digital harus diikuti dengan pengaturan dan pengawasan yang sesuai dengan tetap melindungi konsumen, namun tidak mengkerdilkan industri fintech itu sendiri. Harapannya, RUU P2SK mampu membantu mewujudkan kebutuhan tersebut.

“Saya berharap di dalam proses ini (pembahasan RUU), komunikasi dan terus feedback dan masukan dari para pelaku menjadi sangat sangat penting. Karena kita semuanya sedang terus memformulasikan kebijakan yang terbaik di dalam menghadapi perubahan teknologi yang begitu masih sangat dinamis dan cepat,” kata Menkeu.

Ke depannya, istilah “fintech” akan diusulkan diubah menjadi “inovasi teknologi sektor keuangan” sehingga bisa mencakup kegiatan di dalam industri yang cukup luas.

Menkeu menggarisbawahi peranan fintech dan digital teknologi di dalam mentransformasikan ekonomi Indonesia sangat penting. Pengembangan kebijakan dan regulasi perlu terus dilakukan untuk memupuk potensi yang luar biasa dari teknologi digital dan juga fintech, namun tetap menjaga keamanan data dan keselamatan dari masyarakat terhadap hal-hal yang sifatnya kriminal dan distortif.

“Mari kita bersama-sama membangun fintech dan teknologi digital untuk bisa memberi manfaat yang seluas-luasnya dan sebesar-besarnya bagi masyarakat Indonesia, dan mendukung transformasi ekonomi Indonesia agar makin produktif, inovatif, dan kompetitif,” ujar Menkeu.

Fintech Mitra Pemerintah

Sri Mulyani Indrawati juga menyampaikan apresiasi atas kontribusi financial technology (fintech) sebagai mitra pemerintah di dalam berbagai program, terutama pada saat menghadapi pandemi Covid-19. “Fintech menjadi mitra pemerintah sekaligus menumbuhkan bisnisnya,” ujar Menkeu.

Kontribusi tersebut dapat dilihat dari meningkatnya pertumbuhan investor yang membeli Surat Berharga Negara (SBN) ritel secara online melalui media fintech. Pada penerbitan ORI16 tahun 2019 tumbuh sebanyak 7,9 persen kemudian meningkat mendekati 12 persen pada penjualan ORI17 tahun 2020.

“Kenaikan yang lebih dari 50 persen hanya dalam waktu satu tahun,” kata Menkeu.

Fintech turut berperan penting dalam membantu pemerintah memberikan bantuan sosial secara nontunai bagi masyarakat yang terdampak pandemi. Salah satunya melalui program Kartu Prakerja yang diberikan kepada 5,3 juta penerima baru. Setelah selesai mengikuti program tersebut, bantuan biaya langsung dikirimkan melalui rekening digital atau e-wallet masing-masing penerima.

“Pemerintah juga menggunakan e-money di dalam pembayaran berbagai transportasi dan transaksi lainnya. Dan dari sisi Kementerian Keuangan, pelaporan serta pembayaran pajak juga dilakukan secara online,” ujar Menkeu.

Lebih lanjut, Menkeu menjelaskan peranan fintech untuk mendukung usaha kecil menengah juga luar biasa penting. Para pengusaha kecil mendapatkan pendanaan yang lebih efisien dan lebih mudah, sehingga menjadi sumber pendanaan alternatif karena prosedurnya dianggap sangat singkat, sederhana, dan mudah.

“Fintech jelas membantu UMKM untuk bisa memperluas usaha mereka melalui berbagai platform marketplace,” kata Menkeu. (Using)

Jalin Kasih Dengan Masyarakat, Prajurit Satgas Yonif 126/KC Datangi Rumah Masyarakat Perbatasan

(Keerom). Prajurit Satgas Pamtas Yonif 126/KC Pos Waris yang dipimpin Sertu M. Khaidir beserta personel lainnya laksanakan anjangsana  ke rumah warga dalam rangka menjalin silaturahmi dengan masyarakat sekitar pos di Kampung Banda, Distrik Waris, Kabupaten Keerom.

 

Hal tersebut disampaikan Dansatgas Pamtas Yonif 126/Kala Cakti, Letkol Inf Dwi Widodo, S.H.,M.Han dalam rilis tertulisnya di Kabupaten Keerom, Papua, Minggu (12/12/2021).

 

Kegiatan anjangsana ini dilaksanakan secara rutin dan bergiliran kepada warga, tokoh agama dan tokoh adat di sekitar pos. Kegiatan ini bertujuan untuk  siraturahmi sekaligus melihat secara langsung kondisi warga di daerah binaannya.

 

Prajurit Satgas Pamtas Yonif 126/KC dalam melaksanakan anjangsana selalu mengedepankan sikap ramah, senyum, sapa dan salam kepada masyarakat dan selalu peduli atas kesulitan yang dialami warga masyarakat.

 

Kedatangan Prajurit Satgas Yonif 126/KC selalu di sambut baik warga karena kesempatan tersebut dapat dimanfaatkan oleh warga untuk saling berkomunikasi dan membagi informasi tentang permasalahan warga dan sekaligus pengamanan di wilayahnya.

 

Selain itu prajurit Satgas Pamtas Yonif 126/KC juga memberikan pelayanan kesehatan secara gratis kepada warga yang mengalami sakit serta konsultasi tentang kesehatan.

 

Kepala Kampung Bapak Jhoni May mengaku senang kedatangan Prajurit TNI. “Kami bisa menyampaikan kesulitan yang kami hadapi dan Satgas Pamtas Yonif 126/KC menanggapi dan membantu kesulitan yang kami hadapi,” ucapnya. (Bdr)

 

Berita Terkini

Pahlawan Tanpa Tanda Jasa: Briptu Nanda Gugur Selamatkan Bocah Terseret Arus

Sumbawanews.com,- Di pantai berbatu Nanirun Lear Ngursoin, Kabupaten Maluku Tenggara, sebuah aksi keberanian mengubah sejarah. Briptu Nanda Tutupoho, personel Intelkam Polda Maluku, gugur setelah...

Jeremy Doku Pilih Keluarga di Tengah Piala Dunia

Sumbawanews.com,- Di tengah hiruk-pikuk Piala Dunia 2026, Jeremy Doku, winger andalan Timnas Belgia, memilih meninggalkan lapangan demi ruang persalinan. Keputusan pribadinya yang sederhana—hadir di...

Siklon Mekkhala Ancam Perairan Indonesia

Sumbawanews.com,- BMKG mendeteksi siklon tropis Mekkhala berkembang di Laut Filipina, timur laut Filipina, sebagai kelanjutan dari bibit siklon 92W yang mulai terpantau oleh Tropical...

KSP Ajak Kementerian Lain Tiru Ketahanan Pangan di Lapas

Sumbawanews.com,- Jakarta – Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Dudung Abdurachman mendorong program ketahanan pangan yang digagas Kementerian Hukum dan HAM melalui Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kemenimipas)...

Berita Utama