Home Berita Olah Raga Maroko Tumbangkan Belanda, Lanjutkan Tradisi Jadi Mimpi Buruk Raksasa Eropa

Maroko Tumbangkan Belanda, Lanjutkan Tradisi Jadi Mimpi Buruk Raksasa Eropa

Sumbawanews.com,- Piala Dunia 2026 kembali menyaksikan keajaiban dari Afrika. Timnas Maroko menyingkirkan Belanda lewat adu penalti di babak 32 besar, memperpanjang catatan sejarah mereka sebagai penghancur mimpi besar Eropa di turnamen sepak bola paling bergengsi di dunia.

Kemenangan 4-3 dalam adu penalti setelah berakhir 1-1 di waktu normal bukan sekadar kejutan—ini adalah bukti kematangan taktis dan mental juang yang telah lama dibangun oleh Singa Atlas. Di laga yang berlangsung di Boston Stadium, Foxborough, Maroko tidak hanya bertahan. Mereka menguasai ritme permainan, menciptakan peluang berbahaya, dan menunjukkan ketenangan luar biasa di bawah tekanan.

Gol penyama kedudukan yang dicetak Ismael Saibari pada menit ke-93+2 menjadi titik balik. Dari situ, Maroko menunjukkan bahwa mereka bukan lagi tim yang mengandalkan keberuntungan, melainkan kekuatan terstruktur dengan fondasi pertahanan kokoh dan serangan mematikan. Kiper Yassine Bounou, sang penjaga gawang, menjadi pahlawan dengan dua penyelamatkan penalti, termasuk yang menentukan di ronde terakhir.

Ini adalah pencapaian kedua berturut-turut bagi Maroko. Empat tahun lalu di Piala Dunia 2022, mereka menjadi tim Afrika pertama yang mencapai semifinal, setelah mengalahkan Spanyol dan Portugal di babak gugur. Kini, dengan menghentikan Belanda—negara yang pernah menjadi juara dunia dan memiliki reputasi sebagai salah satu raksasa Eropa—Maroko semakin mengukuhkan diri sebagai kekuatan baru yang tak bisa diabaikan.

Skuad yang dipimpin pelatih Walid Regragui ini kini berada di peringkat enam FIFA, lebih tinggi dari Belanda sebelum laga. Pemain-pemain seperti Achraf Hakimi, Brahim Díaz, dan Noussair Mazraoui—yang semuanya bermain di liga top Eropa—menjadi tulang punggung tim yang tak hanya berani, tapi juga cerdas.

“Kami tidak terlena. Kami di sini karena kerja keras, bukan keberuntungan,” ujar bek Noussair Mazraoui usai laga. “Tanpa semangat ini, kami tidak akan pernah sampai sejauh ini.”

Dengan kemenangan ini, Maroko melangkah ke babak 16 besar untuk menghadapi tuan rumah bersama Kanada. Tapi bagi dunia sepak bola, pertanyaannya kini bukan lagi apakah Maroko bisa bertahan—melainkan seberapa jauh mereka bisa melangkah.

Dengan dua kali menghancurkan raksasa Eropa dalam dua edisi Piala Dunia berturut-turut, Singa Atlas telah berubah dari kejutan menjadi ancaman nyata. Dan bagi tim-tim besar Eropa, mimpi buruk itu kini bukan lagi sekadar kemungkinan—tapi realitas yang terus berulang.

Previous articleBrasil Bangkit Berkat Ketenangan Ancelotti, Martinelli Bongkar Kalimat Penentu di Ruang Ganti
Next articleJerman Tersingkir dari Piala Dunia 2026, Nagelsmann: Kita Bukan Lagi Kekuatan Elite