Sumbawanews.com,- Barcelona menghadapi krisis kepemimpinan menjelang musim 2026/2027 setelah Ronald Araujo dikonfirmasi akan pindah ke Liverpool pada musim panas ini. Bek asal Uruguay itu sebelumnya memegang ban kapten sejak awal tahun, menggantikan Marc-André ter Stegen, sementara wakil kapten Frenkie de Jong tengah cedera dan dipastikan absen beberapa bulan. Dengan posisi kapten dan wakil kapten kosong, tanggung jawab memimpin tim kini bergantung pada Pedri, Gavi, dan Raphinha—tiga pemain muda yang belum pernah memikul peran sebesar ini di level tim utama.
Raphinha, yang saat ini menjabat sebagai kapten ketiga, menjadi kandidat paling dekat untuk mengambil alih ban kapten, meski keputusan akhir masih menunggu keputusan manajemen. Eric GarcĂa juga disebut-sebut sebagai calon kuat oleh media, mengingat pengalaman dan stabilitasnya di lini belakang. Namun, dengan persaingan sengit di LaLiga—terutama menghadapi Real Madrid yang kini dibimbing Jose Mourinho—Barcelona butuh sosok pemimpin yang mampu menahan tekanan, bukan hanya di atas lapangan, tapi juga dalam mengkoordinasi dinamika tim yang sedang bertransformasi.
Kepindahan Araujo ke Liverpool bukan sekadar kehilangan pemain bertahan, tapi juga kehilangan simbol ketegasan dan semangat juang yang selama ini menjadi tulang punggung mentalitas tim. Pelatih Hansi Flick mengakui bahwa keputusan ini adalah bagian dari perubahan besar yang kedua klub butuhkan, meski tidak menjelaskan siapa yang akan secara resmi diangkat sebagai kapten baru. Dengan de Jong yang masih dalam masa pemulihan dan Araujo yang segera meninggalkan Camp Nou, Barcelona berada di persimpangan: memilih antara mempercayakan kepemimpinan pada generasi muda yang berapi-api, atau mencari sosok berpengalaman dari luar untuk menstabilkan masa transisi.















