Home Berita Olah Raga Jerman Tersingkir dari Piala Dunia 2026, Nagelsmann: Kita Bukan Lagi Kekuatan Elite

Jerman Tersingkir dari Piala Dunia 2026, Nagelsmann: Kita Bukan Lagi Kekuatan Elite

Sumbawanews.com,- Pelatih tim nasional Jerman, Julian Nagelsmann, secara terbuka mengakui bahwa negaranya tidak lagi termasuk dalam kelompok kekuatan sepak bola dunia setelah tersingkir di babak 32 besar Piala Dunia 2026. Kegagalan ini menjadi eliminasi ketiga berturut-turut bagi Die Nationalelf di turnamen dunia, setelah gagal lolos dari fase grup pada 2018 dan 2022.

Dalam laga sengit di Boston Stadium, Selasa (30/6/2026) dini hari WIB, Jerman harus mengakhiri misinya setelah dikalahkan Paraguay lewat adu penalti, setelah pertandingan berakhir 1-1 dalam waktu normal maupun perpanjangan. Julio Enciso membawa Paraguay unggul lewat gol di babak pertama, sebelum Kai Havertz menyamakan kedudukan sembilan menit setelah turun minum.

Namun, di titik penalti, nasib Jerman berubah drastis. Tiga dari enam penendang Jerman — Havertz, Nick Woltemade, dan Jonathan Tah — gagal mengubah tendangan menjadi gol. Sementara Paraguay hanya kehilangan dua tembakan dari empat penendangnya, dengan Antonio Sanabria dan Fabian Balbuena gagal memanfaatkan kesempatan.

Hasil ini menandai kekalahan pertama Jerman di babak gugur Piala Dunia sejak menjuarai turnamen pada 2014. Selama delapan tahun terakhir, tim asuhan Nagelsmann tak pernah menembus perempat final di ajang besar, bahkan di Piala Eropa pun pencapaian terbaiknya hanya sampai babak perempat final.

“Jika Anda tersingkir di tahap pertama, itu bukan lagi cukup untuk sepak bola Jerman. Ini eliminasi ketiga berturut-turut. Kami tidak lagi termasuk dalam tim kelas satu,” tegas Nagelsmann usai laga, seperti dikutip dari ESPN.

Kegagalan ini pun memicu spekulasi tentang masa depan pelatih berusia 37 tahun itu, yang kontraknya masih berlaku hingga musim panas 2028. Namun Nagelsmann menolak untuk menghindar dari tanggung jawab. “Jika DFB ingin saya tetap di sini, saya akan tetap. Saya tahu banyak orang ingin saya pergi. Tapi saya bukan tipe orang yang lari saat krisis datang. Saya akan berargumen dengan pimpinan, bukan kabur.”

Kekalahan ini bukan hanya soal hasil, tapi simbol dari kemerosotan yang semakin nyata. Jerman, yang pernah menjadi mesin sepak bola dunia dengan gelar juara dan finis runner-up berulang kali, kini terlihat kehilangan identitas dan konsistensi. Di grup E, meski berhasil lolos sebagai juara dengan enam poin, performa tim ini terlihat rapuh — mencetak enam gol, tetapi kebobolan empat kali, termasuk dua kali dalam laga terakhir melawan Paraguay.

Di balik semua itu, satu fakta tak terbantahkan: Jerman, yang dulu menjadi rujukan keunggulan taktis dan disiplin, kini harus menghadapi realitas baru — bahwa dunia telah bergerak jauh lebih cepat, dan mereka tertinggal di belakang.

Previous articleMaroko Tumbangkan Belanda, Lanjutkan Tradisi Jadi Mimpi Buruk Raksasa Eropa
Next articleBelanda Gagal di Piala Dunia 2026, Justin Kluivert Alami Nasib Seperti Ayahnya