Sumbawanews.com,- Sebuah insiden tak terduga menghiasi pembukaan musim Eredivisie 2026/2027 di Stadion De Adelaarshorst, Deventer, pada Sabtu, 9 Agustus 2026. Seorang penerjun payung gagal mendarat di tengah lapangan seperti yang direncanakan, malah menabrak papan iklan di sisi lapangan saat mengantar bola pertandingan dalam atraksi prapertandingan. Penerjun itu kemudian berdiri, mengangkat tangan ke arah tribun, dan mendapat tepuk tangan meriah dari penonton. Video kejadian itu langsung viral di media sosial, menjadi bahan perbincangan global.
Duel antara Go Ahead Eagles dan Willem II menjadi laga pembuka yang tak hanya diwarnai kekacauan di udara, tapi juga aksi gemilang di atas lapangan. Willem II unggul lebih dulu melalui gol Devin Haen, dengan assist dari Nathan Tjoe-A-On, pemain asal Indonesia yang tampil sebagai starter. Namun, Go Ahead Eagles bangkit dengan keras, membalikkan skor menjadi 4-1 berkat gol-gol Soren Tengstedt, Melle Meulensteen, Erik Flateker, dan Julius Dirksen. Dean James, rekan satu tim Tjoe-A-On di timnas Indonesia, juga tampil sebagai starter untuk Go Ahead Eagles.
Insiden penerjun payung itu pun menjadi sorotan global, dengan komentator olahraga menyebutnya sebagai “cedera pertama musim ini”—bukan dialami pemain, tapi penerjun. Di media sosial, cuitan dari akun @FootyHumour menjadi salah satu yang paling banyak dibagikan, dengan caption: “What on earth is going on in Dutch football?” Kekacauan di udara itu justru menjadi daya tarik tersendiri, mengalahkan sorotan atas pertandingan itu sendiri.
Meski insiden itu mengundang tawa, keduanya tetap menjadi bagian dari sejarah pembukaan Eredivisie—di mana kejutan tak hanya datang dari pemain, tapi juga dari langit.















