Sumbawanews.com,- Pertandingan babak 32 besar Piala Dunia 2026 antara Brasil dan Jepang di Stadion NRG, Houston, Selasa (30/6/2026) WIB, diprediksi menjadi laga berimbang meski Brasil tetap menjadi favorit. Menurut analisis superkomputer Opta, tim asuhan Carlo Ancelotti memiliki peluang 57,7 persen untuk menang dalam waktu normal, sementara Samurai Biru hanya menempati angka 18 persen. Kemungkinan pertandingan berlanjut ke perpanjangan waktu mencapai 24,3 persen.
Secara historis, Brasil mendominasi head-to-head dengan 11 kemenangan dari 14 pertemuan sebelumnya, termasuk dua hasil imbang. Namun, satu-satunya kemenangan Jepang atas Selecao terjadi pada laga uji coba terakhir pada Oktober 2025 di Tokyo—ketika mereka membalikkan keadaan menjadi 3-2 setelah tertinggal dua gol. Kemenangan itu bukan sekadar kejutan, tapi bukti bahwa tim asuhan Hajime Moriyasu mampu mengalahkan raksasa Amerika Selatan di momen paling krusial.
Brasil datang ke babak gugur dengan performa yang semakin menghangat. Setelah ditahan imbang 1-1 oleh Maroko di laga pembuka Grup C, tim berjuluk Selecao meraih dua kemenangan telak 3-0 atas Haiti dan Skotlandia, mencetak tujuh gol tanpa kebobolan. Konsistensi bertahan dan serangan mematikan menunjukkan bahwa mereka mulai menemukan ritme terbaiknya di saat yang tepat.
Sementara itu, Jepang menunjukkan ketahanan mental luar biasa. Meski hanya finis runner-up di Grup E, mereka mampu menahan tekanan dari Spanyol dan Kosta Rika, serta menang tipis 2-1 atas Kroatia. Pola permainan cepat, disiplin taktis, dan kemampuan membaca permainan lawan membuat mereka tetap menjadi ancaman serius bagi siapa pun, termasuk Brasil.
Dengan segala statistik dan sejarah yang mendukung Brasil, Jepang justru punya modal psikologis: kepercayaan diri dari kemenangan terakhir mereka atas tim yang sama. Di Houston, bukan hanya soal kekuatan, tapi juga soal tekad—dan Samurai Biru tak pernah takut menghadapi takdir.














